Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KAPULAGA (Amomum compactum Soland ex. Maton) TERHADAP JAMUR Microsporum gypseum SECARA INVITRO Khusnul Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.452

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis memiliki kelembaban tinggi dengan relatif rata-rata 80% yang cocok bagi mikroorganisme seperti jamur. Jamur Microsporum gypseum (M.gypseum) merupakan jamur yang umum menginfeksi kulit dan rambut. Salah satu pencegahan penyakit ini dengan pemberian obat tradisional yaitu daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton). Daun Kapulaga merupakan tanaman obat yang banyak mengandung senyawa kimia (Saponin, flavonoid, dan tannin) yang berfungsi untuk merusak membran sel jamur dengan mendenaturasi protein yang menyebabkan gangguan pada jamur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui uji daya hambat ekstrak etanol daun kapulaga (Ammomum compactum) terhadap pertumbuhan jamur M.gypseum.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terhadap  jamur  M. gypseum  dengan menggunakan metode difusi (Kirby Bauer). Konsentrasi ekstrak etanol daun kapulaga yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah ketokonazol 2%. Hasil daya hambat dianalisis menggunakan one way anova dengan taraf kepercayaan 95%, serta diuji lanjut menggunakan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex Maton ) memiliki efektifitas daya hambat terhadap pertumbuhan jamur M.gypseum.  Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa diameter zona hambat jamur  M. gypseum  untuk setiap konsentrasi ekstrak kapulaga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap semua konsentrasi ekstrak, terkecuali konsentrasi 30 % dan 40% memiliki kemampuan yang sama. Hal ini berarti sebagian besar konsentrasi ekstrak tersebut telah menunjukkan efek yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan M. gypseum. Efek antifungi yang paling baik terlihat pada konsentrasi ekstrak 100% dengan kemampuan daya hambat sebesar 64 mm dengan kategori hambatan sangat kuat sedangkan konsentrasi terkecil yang masih dapat menghambat pertumbuhan  terdapat pada konsentrasi ekstrak 10 % dengan kemampuan daya hambat sebesar 10 mm dengan kategori hambatan kuat. Kata kunci: Amomum compactum , Efektivitas (daya hambat), Microsporum gypseum