Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP KELENGKAPAN FASILITAS RUANGAN DI RUMAH SAKIT Silvia Adi Putri; Vio Fransisca; Marizki Putri
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.4160

Abstract

Pendahuluan: Kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap rumah sakit Muhammad Natsir Solok masih ada ditemukan beberapa fasilitas yang tidak terawat dengan baik, jika hal tersebut tidak segera di atasi maka kepuasan pasien terhadap rumah sakit bisa menurun. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah hubungan kepuasan pasien rawat inap terhadap kelengkapan fasilitas ruangan di Rumah Sakit M. Natsir Solok Tahun 2022. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang berada di ruangan rawat inap mengunakan metode Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden terdapat 13 responden (43,3%) yang menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan oleh rumah sakit sudah memadai dan sebagian besar responden yaitu 17 responden (56,7%) sisanya menyatakan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit kurang lengkap yang mana hal tersebut berhubungan terhadap kepuasan pasien di ruangan rawat inap, yang mana hal tersebut menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas berhubungan terhadap kepuasan pasien di ruangan rawat inap. Kepuasan pasien di ruangan rawat inap Rumah Sakit Muhammad Natsir Solok dikatakan masih baik karena dari 30 responden terdapat 15 responden (50%) yang puas dengan pelayanan yang diberikan. Diskusi: Kelengkapan fasilitas di ruangan rawat inap dikatakan belum memenuhi kebutuhan pasien karena dari 30 responden terdapat lebih dari sebagian yaitu 17 responden (56,7%) menyatakan bahwa fasilitas tidak lengkap.Terdapat hubungan antara kepuasan pasien dan kelengkapan fasilitas karena hasil p value kecil dari 0,05% yaitu 0,027%. Rumah sakit perlu menambahkan fasilitas berupa tempat duduk di ruangan rawat inap, mengendalikan vektor atau serangga pengganggu. Melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak atau perlu di ganti dan pembersihan rutin terhadap kamar mandi karena masih ada beberapa ruangan yang kamar mandinya kotor.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG BULLYING PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH RANTING CINGKARIANG BANUHAMPU AGAM Anisa Sri Utami; Rista Nora; Irma Fidora; Yuli Permata Sari; Rezi Prima; Sisca Octarini; Yasherly Bachri; Marizki Putri
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i1.1875

Abstract

Kasus remaja dengan tindakan bullying mengalami peningkatan, yang membuat banyak dampak pada kepribadian remaja. Sehingga diperlukan tindakan preventif bagi remaja untuk tindakan bullying. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk peningkatan pengetahuan remaja di panti asuhan muhammadiyah ranting cingkarang Banuhampu Agam dengan jumlah peserta 20 orang. Hasil pengabdian masyarakat yaitu peningkatan pengetahuan tentang bullying bagi remaja sehingga remaja dapat meningkatkan perilaku pencegahan bullying. Sehingga disarankan remaja untuk memiliki perilaku pencegahan untuk tindakan bullying, agar terjadi penurunan kasus bullying pada remaja.Kata Kunci: Bullying, Penyuluhan Kesehatan, Remaja
EFEKTIFITAS TERAPI ASSERTIVE TRAINING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ASERTIF DAN SELF ESTEEM PADA REMAJA DENGAN PERILAKU AGRESIF Nora, Rista; Marizki Putri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 2 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i2.2272

Abstract

Communication is the basis of all social interaction activities in everyday life. The purpose of communication is to convey desires and feelings to others, where in conveying desires and feelings it should be important to keep paying attention to the rights of others or what is called assertive communication. The lack of ability of adolescents in assertive communication causes the high incidence of aggressive behavior in adolescents and makes adolescents' self-esteem negative. Assertive communication skills can be improved by providing Assertiveness Training group therapy.In the last three years, there has been an increase in the incidence of aggressive behavior both in adolescents and in school-age children, where this increase occurs 40% every year. Aggressive behavior is a form of individual emotional expression due to an unsuccessful experience. The purpose of this study was to see the effectiveness of assertive training therapy on assertive communication skills and self-steem in adolescents with assertive behavior. This type of research is a quasi-experimental approach with "One Group Pre-test-posttest Design". This research was conducted at SMKN 1 Solok City in June - December 2022. The population of 196 respondents was accidental sampling technique with a total sample of 43 respondents. The results showed that there were differences in the mean both before and after with the mean assertive communication ability -22.419, standard deviation 9.647, standard error 1.475 with CI value -25.39 - -19.44, t-value -15.19, with p-value 0.000, which means there is an influence between before and after being given an assertive training therapy intervention with assertive communication skills in adolescents.
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN STROKE LANSIA AKHIR (56-65 TAHUN) Rosa Fitri Amalia; Yasherly Bachri; Marizki Putri
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2572

Abstract

Kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Untuk membantu pasien pasca stroke mengatasi kecemasannya dapat digunakan terapi seperti terapi dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien stroke lansia akhir ( 56-65 ) RSUD padang panjang. Metode penelitian  dengan cara “Quasy Exsperiment one group pretest-postest”. Jumlah sampel 42 orang lansia akhir penderita Stroke yang mengalami kecemasan di RSUD padang panjang. hasil penelitian didapatkan rata rata tingkat kecemasan pasien stroke sebelum diberikan terapi dzikir adalah 38.55 (tingkat kecemasan  berat) dan setelah dilakukan terapi dzikir adalah 25,2 (kecemasan sedang). Hasil uji statistik didapatkan nilai p value = 0,000 (< 0.05) maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi dzikir pada pasien Stroke lansia akhir (56-65) di Ruangan Poli Neurologi RSUD Padang Panjang, namun belum terlaksana dengan optimal karna keterbatasan waktu. Rekomendasi agar pemerintah dapat memasukkan program terapi dzikir kedalam program posyandu lansia.Kata Kunci : Kecemasan, Stroke, Terapi Dzikir
GROUP COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECAMASAN PADA KORBAN PERILAKU KEKERASAN (BULLYING) DI SEKOLAH DASAR Siska Damaiyanti; Marizki Putri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.516

Abstract

Berdasarkan data hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA) 2018 didapatkan bahwa angka bullying yang dialami oleh siswa di Indonesia menempati urutan ke lima pada tingkat dunia. 4 dari 10 siswa di Indonesia pernah menjadi korban bullying. Angka tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata negera peserta OECD yang ada pada angka 23%. Peningkatanan  kekerasan di Sumatera Barat pada anak usia sekolah setiap tahunnya diatas 40%, dimana kota yang paling tinggi adalah Padang, Payakumbuh dan Solok. Salah satu dampak dari perilaku kekerasan pada anak (bullying) adalah cemas. Cemas merupakan suatu keadaan yang tidak nyaman diamana anak merasa tidak aman di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kecemasan atau resiko gangguan psikososial dengan menggunakan terapi Group Cognitif Behavior therapy (CBT). Penelitian ini akan dilakukan di Kota Solok . Sampel dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar yang berada di kota solok yang pernah ,mengalami perilaku kekerasan (bullying). Untuk pengukuran tingkat kecemasan pada korban perilaku kekerasan (bullying) menggunakan alat ukur atau instrument yang dikenal dengan nama Hamilton Rating Scale For Anxiety ( HRS – A ) yang terdiri dari 14 kelompok gejala, Masing – masing kelompok gejala diberi penilaian angka atau skor antara 0 – 4. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penurunan kecemasan pada korban perilaku bullying setelah dilakukan terapi group Cognitive Behavior Therapy (CBT) (p=0.031). Diharapkan CBT dapat diterapkan sebagai salah satu metode dalam pengurangan kecemasan yang dapat diberikan kepada korban bullying.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Kesadaran Orang Tua Tentang Pentingnya Asupan Gizi Dalam Mencegah Stunting Pada Anak Balita di Nagari Koto Baru Simalanggang Bachri, Yasherly; Putri, Marizki; Fitri Amalia, Rosa; Damayanti, Siska
Menara Pengabdian Vol 4, No 2 (2024): Vol. 4, No. 2, Desember, 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v4i2.6118

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak balita, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Penyebab utamanya adalah kekurangan asupan gizi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi dan pelatihan yang terstruktur. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang stunting, edukasi gizi, praktik pemberian makanan bergizi, serta pelatihan pemantauan tumbuh kembang anak.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai stunting, jenis makanan bergizi, dan pentingnya ASI eksklusif. Lebih dari 70% orang tua mampu menerapkan pola makan bergizi untuk anak mereka, sementara sekitar 80% menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam memantau tumbuh kembang anak. Evaluasi dan monitoring pasca-kegiatan mengindikasikan perubahan perilaku positif dalam pencegahan stunting.Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan orang tua dalam memberikan gizi yang optimal, sehingga diharapkan mampu mengurangi prevalensi stunting secara signifikan.
Efektivitas Teknik Relaksasi Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kabupaten Tanah Datar Putri, Marizki; Bachri, Yasherly; Amalia, Rosa Fitri
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6193

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh lansia. Penatalaksanaan hipertensi terdapat dua cara yaitu nonfarmakologi dan farmakologi,terdapat beberapa pilihan pengobatan secara farmakologis salah satunya adalah teknik relaksasi progresif. Teknik relaksasi progresif adalah suatu latihan peregangan otot dan olah pernafasan yang dilakukan untuk menghasilkan respon yang dapat memerangi respon stres dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi progresif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Lima Kaum I Kabupaten Tanah Datar tahun 2024. Desain penelitian ini adalah Pra- Eksperimen dengan rancangan one group pre -test post- test. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia diatas 55 tahun yang berkunjung Ke Puskesmas Lima Kaum I yang berjumlah 197 orang. Teknik pengambilan sampel yanng digunakan purposive sampling dengan jumlah 45 orang. Berdasarkan hasil penelitian dari 10 orang sampel sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi progresif  didapatkan tekanan darah tekanan darah sistoliknya pvalue  0,000 dan tekanan darah diastoliknya pvalue 0,009. Jadi dapat di simpukan ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi progresif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi progresif menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Saran peneliti kepada pasien hipertensi dapat melakukan teknik relaksasi progresif untuk menurunkan tekanan darahKeyword :lansia, Teknik rileksasi progresif
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SIMULASI GEMPA BUMI Oktarini, Sisca; Prima, Rezi; Sari, Yuli Permata; Utami, Annisa Sri; Nora, Rista; Putri, Marizki; Bachri, Yasherly; Wahyuni, Aria
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/9kketk89

Abstract

Gempa bumi dapat terjadi karena pergeseran lempeng bumi disebut sebagai gempa tektonik. Ini termasuk salah satu penyebab gempa bumi yang paling sering ditemui. Kegiatan pengabdian ini melakukan penyuluhan berupa pentingnya kesiapsiagaan terkait keadaan darurat gempa bumi dan pemberian materi terkait kegiatan simulasi. Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 orang mahasiswa sebagai audiens terdiri dari mahasiswa yang berada di kampus III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat di Bukittinggi. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam penyuluhan dan simulasi bencana gempa bumi. Semua aundien dapat mempraktekkan simulasi bencana gempa bumi dengan baik. Pada akhir sesi simulasi, narasumber selalu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang mengikuti untuk bertanya bila ada hal yang kurang di pahami dan dimengerti dari isi materi penyuluhan simulasi atau berbagi pengalaman pengalaman yang di dapatkan diluar dan ada kaitannya dengan materi penyuluhan simulasi. Pemateri menjawab semua pertanyaan para peserta secara langsung dan didiskusikan secara bersama sama karena pemateri juga ingin para peserta mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Hubungan Self Efficacy, Self Esteem dan Self Care dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke di Ruang Rawat Inap Gedung B Rumah Sakit Otak dr.Drs. M. Hatta Bukittinggi Tahun 2022 Glenn Andrew; Yuli Permata Sari; Marizki Putri
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 7 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss7pp1921-1933

Abstract

Stroke is a condition in which clinical signs develop rapidly in the form of focal and global neurologic deficits, which can worsen and last for 24 hours. stroke can make a person's quality of life decrease because a stroke can make some body parts not function normally so that it can cause disruption of self-confidence, self-esteem and self-care of the sufferer. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy, self-esteem and self-care with the quality of life of stroke patients in the inpatient ward of building B, Rumah Sakit Otak. DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi. This research is a non-experimental research that uses a correlational method with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 64 people. The sampling technique in this study is non-probability sampling. Data collection using a questionnaire and data analysis using Chi-Square to determine the relationship of self-efficacy, self-esteem and self-care with the quality of life of stroke patients. The results showed that (57.8%) had a moderate level of self-efficacy, (76.6%) had a moderate level of self-esteem, (45.3%) had a highly dependent level of self-care and (35.9%) had a quality of life. currently. T Stroke is a condition in which clinical signs develop rapidly in the form of focal and global neurologic deficits, which can worsen and last for 24 hours. stroke can make a person's quality of life decrease because a stroke can make some body parts not function normally so that it can cause disruption of self-confidence, self-esteem and self-care of the sufferer. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy, self-esteem and self-care with the quality of life of stroke patients in the inpatient ward of building B, Rumah Sakit Otak. DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi. This research is a non-experimental research that uses a correlational method with a cross sectional approach. The number of samples in this study were 64 people. The sampling technique in this study is non-probability sampling. Data collection using a questionnaire and data analysis using Chi-Square to determine the relationship of self-efficacy, self-esteem and self-care with the quality of life of stroke patients. The results showed that (57.8%) had a moderate level of self-efficacy, (76.6%) had a moderate level of self-esteem, (45.3%) had a highly dependent level of self-care and (35.9%) had a quality of life. currently. The results of this study also showed that there was a relationship between self-efficacy and self care with the quality of life of stroke patients with p value = 0.000, there was no relationship between self-esteem and quality of life of stroke patients with p value = 0.371. It can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and self-care with the quality of life of stroke patients and there is no relationship of self-esteem with the quality of life of stroke patients in the inpatient ward of building B, Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi, for that it is expected to provide nursing education to stroke patients about self-efficacy, self-esteem and self-care.he results of this study also showed that there was a relationship between self-efficacy and self care with the quality of life of stroke patients with p value = 0.000, there was no relationship between self-esteem and quality of life of stroke patients with p value = 0.371. It can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and self-care with the quality of life of stroke patients and there is no relationship of self-esteem with the quality of life of stroke patients in the inpatient ward of building B, Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi, for that it is expected to provide nursing education to stroke patients about self-efficacy, self-esteem and self-care.
Pengaruh Terapi Totok Punggung terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Tidur Lansia Penderita Hipertensi di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Amalia, Rosa Fitri; Bachri, Yasherly; Putri, Marizki
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6838

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia, yang sering disertai gangguan tidur. Penanganan nonfarmakologis, seperti terapi totok punggung, menjadi alternatif untuk mengurangi tekanan darah dan memperbaiki kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi totok punggung terhadap tekanan darah dan kualitas tidur lansia penderita hipertensi di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test dengan sampel sebanyak 10 lansia diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah rata-rata dari 144,00 menjadi 139,00 mmHg, namun tidak signifikan (p = 0,237). Sementara itu, terjadi peningkatan signifikan kualitas tidur dengan rata-rata skor dari 7,10 menjadi 5,00 (p = 0,001). Kesimpulannya, terapi totok punggung berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur namun tidak signifikan terhadap penurunan tekanan darah lansia. Terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan perawatan komplementer pada lansia dengan hipertensi. Kata kunci: lansia, hipertensi, kualitas tidur, totok punggung