Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Dini Sirkulasi Perifer Dengan Palpasi Nadi Dorsalis Pedis Dan Pemeriksaan Doppler Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Pina Lestari; Ani Astuti; Diah Merdekawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.123 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i4.7497

Abstract

ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that can lead to complications such as retinopathy, nephropathy, coronary heart disease, peripheral vascular disease, neuropathy andangiopathy. Angiopathy examination can be performed using a dorsalis pedis palpation technique and a Doppler examination. This study aims to determine early detection of peripheral circulation by palpation of the dorsalis pedis pulse and doppler examination in type II diabetes mellitus patients at Kenali Besar Public Health Center Jambi City in 2020. This research is an observational quantitative study using a cross-sectional design. The population in this study were all DM patients who visited the Kenali Besar Public Health Center in 2019. The sampling technique was carried out by purposive sampling of 73 respondents. Data was collected by examining palpation of the dorsalis pedis and doppler pulses and analyzed univariately using the kappa test. The results showed that the doppler examination had a sensitivity value of 100% better than the dorsalis pedis palpation 95.8%, but the specificity of the dorsalis pedis palpation examination had a specificity value of 100% better than the 25% doppler in patients with type II diabetes mellitus. The diagnostic value of Doppler IK is 100% better than the dorsalis pedis palpation of 91.2%. This study shows that doppler examination is better than dorsal pulse palpation in type II diabetes mellitus sufferers. Keywords: Dorsalis Pedis Palpation, Peripheral Circulation, Doppler ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat memicu timbulnya komplikasi seperti retinopati, nefropati, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer, neuropati dan angiopati. Pemeriksaan angiopati bisa dilakukan menggunakan teknik palpasi nadi dorsalis pedis dan pemeriksaan doppler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deteksi dini sirkulasi perifer dengan palpasi nadi dorsalis pedis dan pemeriksaan doppler pada penderita diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM yang berkunjung ke Puskesmas Kenali Besar pada Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 73 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan palpasi nadi dorsalis pedis dan doppler dan dianalisis secara univariat dengan menggunakan uji kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan doppler memiliki nilai sensitivitas lebih baik 100% dari pada palpasi nadi dorsalis pedis 95,8% namun pada spesifitas pemeriksaan palpasi nadi dorsalis pedis memiliki nilai spesifitas lebih baik 100% dari pada doppler 25% pada penderita diabetes mellitus tipe II. Pada nilai diagnostik IK doppler lebih baik 100% dari pada palpasi nadi dorsalis pedis 91,2%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan doppler lebih baik dari pada palpasi nadi dorsalis pada penderita diabetes mellitus tipe II. Kata Kunci : Palpasi Nadi Dorsalis Pedis, Sirkulasi Perifer, Doppler
Drill Method to Improve Diabetic Ulcer Treatment Competency Diah Merdekawati; Ani Astuti
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 3, No 1 (2018): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.627 KB) | DOI: 10.24990/injec.v3i1.192

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Adolescents who get social media addiction, dopamine discharges occur in their bodies that create anxious feelings that can cause problems in social behavior in schools, living quarters, and peer social environments, and even trigger criminal acts such as defamation, slander, kidnapping, and fraud. The purpose of this research was to analyze the relationship between social media addiction and anxiety and the risk of social health disasters in adolescents. Methods: This research method is quantitative analytic descriptive with a cross-sectional design. The number of research samples was 79 students from the total population of 385 one of the junior high school students in the Yogyakarta region of Indonesia. Data retrieval technique in this research uses Stratified Random Sampling technique. Data on social media addiction, anxiety and the risk of social health disaster were collected using questionnaires and analyzed by Spearman Rank Test, a numerical correlation statistical test, with SPSS 21. Results: The results showed that the mean value of the age variable was 13.91, social media addiction was 60.38, anxiety was 14.46, and the risk of social health disaster was 67.97. The results of the statistical hypothesis test obtained that there was no significant relationship between social media addiction, anxiety, and social health disaster risk variables in adolescents. Conclusions: The conclusion of this research obtained that social media access can cause negative and positive impacts. Anxiety and the risk of social health disasters events are thought to be influenced by external factors. 
Peningkatan Kompetensi Perawat tentang Deteksi Dini Sirkulasi Perifer pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Diah Merdekawati; Ani Astuti; Rasyidah AZ
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.772 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) dapat memicu timbulnya komplikasi seperti penyakit sirkulasi perifer yang dapat menyebabkan Peripheral Artery Disease (PAD) dan dapat dideteksi menggunakan palpasi nadi dorsalis pedis. Kompetensi perawat dalam melakukan pemeriksaan ini sangat dibutuhkan agar penderita DM terhindar dari komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi perawat tentang deteksi dini sirkulasi perifer dengan palpasi nadi dorsalis pedis pada penderita DM tipe II. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dan menggunakan desain pre-post test design with one group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi sebanyak 39 responden dengan tehnik sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kompetensi responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan metode demonstrasi dan simulasi pemeriksaan palpasi nadi dorsalis pedis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Ada perbedaan kompetensi perawat dalam melakukan deteksi dini sirkuasi perifer dengan palpasi nadi dorsalis dengan nilai p sebesar 0,000. Pemeriksaan palpasi nadi dorsalis pedis sebagai deteksi dini sirkulasi perifer dapat diaplikasikan dan dijadikan acuan dalam pencegahan komplikasi pada pasien diabetes mellitus.
Faktor resiko kaki diabetik pada diabetes mellitus tipe 2 Ani Astuti; Diah Merdekawati; Siti Aminah
Riset Informasi Kesehatan Vol 9 No 1 (2020): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.615 KB) | DOI: 10.30644/rik.v9i1.391

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi Diabetes Mellitus yang dapat menyebabkan gangren pada kaki. Terjadinya kaki diabetik ini dapat dipengaruhi lama diabetes mellitus, perawatan kaki dan kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama diabetes mellitus, perawatan kaki dan kontrol glikemik dengan kejadian kaki diabetik di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2019. Metode :Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi yang berjumlah 1.036 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel berjumlah 60 responden. Data dianalisa secara Univariat dan Bivariat menggunakanuji Chi-square, instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan lembar pemeriksaan. Hasil :Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kaki diabetik (61,7%), menderita DM < 10 tahun (65%), melakukan perawatan kaki kurang baik (78,3%) dan kontrol glikemik yang tidak terkontrol (51,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama diabetes mellitus (p-value 0,011), perawatan kaki (p-value 0,023) dan kontrol glikemik (p-value 0,020) dengan kaki diabetik. Kesimpulan :Dari hasil penelitian teridentifikasi bahwa lama diabetes mellitus, perawatan kaki yang kurang baik serta kontrol glikemik yang tidak terkontrol dapat beresiko terjadinya kaki diabetik.Diharapkan pihak puskesmas dapat membuat program pencegahan kaki diabetik dengan membuka poli kaki.
Analisis peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah Wilayah Kerja Puskesmas Tahtul Yaman Kota Jambi Diah Merdekawati
Riset Informasi Kesehatan Vol 6 No 1 (2017): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.97 KB) | DOI: 10.30644/rik.v6i1.30

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Di Indonesia prevalensi ascariasis ini tinggi terutama pada anak-anak. Ascariasis dapat dijumpai di beberapa tempat, terutama yang beriklim panas. Ascariasis dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan terbanyak pada umur 1-6 tahun. Tujuan:Untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang peran ibu dalam melakukan pencegahan ascariasis pada anak prasekolah. Metode:Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Informan dalam penelitian ini yaitu 2 orang perawat, 4 orang ibu dengan anak menderita ascariasis dan 4 orang ibu dengan anak yang tidak menderita ascariasis. Hasil:Hasil penelitiaan ini diketahui bahwa peran ibu pada anak yang menderita ascariasis masih belum optimal terhadap pencegahan ascariasis baik dari hygiene pribadi yaitu dilihat dari kebiasaan mencuci tangan, pemakaian alas kaki, dan kebersihan kuku dimana peran ibu maish kurang optimal, ibu kurang mengajarkan anak membiasakan diri mencuci tangan, memakai alas kaki, dan memotong kuku. Dari segi sanitasi lingkungan dapat dilihat dari tempat buang air besar, dan kebiasaan membuang sampah dimana informan yang tidak terkena ascariasis buang air besar sudah pada tempat nya dan buang sampah sebagian besar juga sudah pada tempatnya. Untuk sanitasi air, sumber air yang digunakan terdiri dari air sungai, air sumur dan PDAM, sarana pembuangan air limbah berupa parit, dibuang saja ke tanah, dan pada kolam tampung. Untuk pengolahan makanan dapat dilihat dari cara mencuci bahan makanan dan cara menyimpan makanan. Kesimpulan: Belum optimalnya peran ibu terhadap pencegahan ascariasis anak prasekolah. Kata Kunci: Peran Ibu, Pencegahan, Ascariasis.
Perbandingan Validitas Skala Ukur Nyeri VAS dan NRS Terhadap Penilaian Nyeri di IGD RSUD Raden Mattaher Jambi Diah Merdekawati; Dasuki Dasuki; Heny Melany
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.981 KB) | DOI: 10.30644/rik.v7i2.168

Abstract

Latar belakang : Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Nyeri merupakan salah satu sebab utama mengapa seseorang mengunjungi IGD. Pelayanan gawat darurat dikatakan terlambat apabila pelayanan terhadap pasien gawat dan atau darurat dilayani oleh petugas IGD rumah sakit > 15 menit, maka diperlukan kecepatan dan ketepatan dalam melakukan pengkajian nyeri di IGD. Terdapat berbagai jenis alat untuk mengukur intensitas nyeri di IGD Rumah Sakit diantaranya yang paling sering digunakan yaitu VAS dan NRS. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantittif dengan desain penelitian studi perbandingan. Pengambilan samel dengan accidental sampling. Pengumpulan data dilaksanakan di IGD tanggal 03 Juni sampai 16 Juni 2017 kemudian didapat sebanyak 76 responden dengan keluhan nyeri, uji yang digunakan yaitu uji kappa untuk melihat perbedaan skala ukur nyeri VAS dan NRS, kemudian uji sensitivitas, spesifitas dan akurasi untuk melihat skala ukur nyeri yang lebih baik digunakan . Hasil : Analisis univariat nyeri responden dengan menggunakan skala VAS banyak yang nyeri sedang 41 orang, NRS lebih banyak yang nyeri berat yaitu 37 orang. Analisis bivariat menggunakan uji kappa dengan p-value (0,00) < α (0,05), sensitivitas VAS (85,4%), NRS (93%), spesifitas VAS (45,9%), NRS (31,7%), akurasi VAS (50%), NRS (50%) Kesimpulan : NRS lebih baik digunakan sebagai alat ukur untuk menilai nyeri dikarenakan nilai sensitivnya lebih besar dari skala ukur nyeri VAS. Kata kunci : NRS, VAS, Nyeri
DETEKSI DINI DAN PERAWATAN ULKUS DIABETIK Diah Merdekawati; Ani Astuti; Martina Ardi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1410-1418

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus (DM) akan meningkatkan angka resiko kejadian komplikasi seperti ulkus diabetik. Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi baik pengetahuan maupun keterampilan tentang deteksi dini dan perawatan ulkus diabetik dengan metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat service learning dengan tujuan meningkatkan kompetensi perawat pada klien dengan ulkus diabetik.  RSUD Hamba Muara Bulian merupakan mitra dalam kegiatan ini dengan alasan belum terpaparnya dengan informasi deteksi dini dan perawatan ulkus diabetik sehingga target kegiatan adalah perawat. Solusi yang ditawarkan adalah deteksi dini dan perawatan ulkus diabetik melalui metode drill method (desiminasi ilmu, demostrasi dan simulasi). Hasil kegiatan diperoleh bahwa sebesar 100% terjadi peningkatan pengetahuan peserta baik tentang perawatan ulkus diabetik maupun deteksi dini (pemeriksaan ABI), namun peningkatan keterampilan perawat dalam melakukan pemeriksaan ABI tidak diketahui dikarenakan hanya 3,19% peserta bersedia melakukan simulasi kembali.
Asesmen kompetensi perawatan ulkus diabetik Dasuki Dasuki; Diah Merdekawati; Lisa Anita Sari; Rasyidah AZ; Ani Astuti; Mefrie Puspita; Rian Maylina Sari; Basok Buhari; Marthalisa Wirahandayani; Meinarisa Meinarisa
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v5i1.759

Abstract

The increasing number of diabetic ulcers in the world, Indonesia and Jambi, is an important task for nurses to intervene to prevent further complications. Health institutions, especially nursing study programs, play an active role in producing nurses who are competent in wound care. This can be achieved through learning methods. Furthermore, the assessment was carried out through the drill method (delivery of material, demonstrations and simulations) which aims to increase the competence of participants in treating diabetic ulcers. The material provided was in the form of diabetic ulcer treatment theory and continued with demonstrations of diabetic ulcer care in the form of washing and cleaning the wound. The assessment was carried out in line with the simulation carried out by the participants. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge and skills in treating diabetic ulcers. The learning method can be applied to other teaching materials because it can increase the competency of the learning participants.
DISEMINASI DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN SKALA GOSNELL DALAM MENILAI RESIKO LUKA DEKUBITUS Ani Astuti; Diah Merdekawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4575-4579

Abstract

Luka dekubitus masih menjadi permasalahan besar yang dihadapi pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit karena insidennya semakin meningkat dari tahun ke tahun Luka dekubitus akan membuat proses penyembuhan yang lama dan memerlukan biaya yang tinggi dan dapat meningkatkan durasi lamanya tinggal di rumah sakit atau LOS (length of stay) yang akan meningkatkan beban biaya rawat inap. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam mendeteksi dini resiko luka dekubitus dengan menggunakan skala Gosnell. Adapun tahapan yang akan dilakukan dalam kegiatan pengabmas ini adalah mengkaji pengetahuan perawat tentang deteksi dini luka dekubitus, selanjutnya dilakukan desiminasi ilmu  tentang penerapan skala Gosnell dalam deteksi dini resiko luka dekubitus, tahap berikutnya akan dilakukan pendampingan sebanyak 3 kali dalam pengaplikasian skala Gosnell diruang rawat inap. Sasaran yang ingin dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan keterampilan perawat dalam penerapan skala Gosnell untuk mencegah luka decubitus, lokasi kegiatan adalah RSU Bhayangkara Jambi. Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah skala Gosnell menjadi standar prosedur dalam deteksi dini luka dekubitus.
The Influence of Health Education on Female Knowledge about Vulva Hygiene Susi Widiawati; Diah Merdekawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1804

Abstract

Introduction: Girls in Junior High Schools had not received health education about vulvar hygiene, so it had an impact on reproduction health, including vaginal discharge. The results of the preliminary survey of 6 students, there had been complaints of itching, and smelling in the vulva organ and did not know how to clean it. Purpose: To find out the effect of health education on young women in junior high schools on the knowledge about vulval hygiene. Methods: The study used a quasi-experimental design and applied a one group pretest posttest design. The research was conducted from June to November 2018. The number of samples was 34 students of grades VII and VIII of Junior High School in East Tanjab Regency, Jambi, Indonesia. This study used proportional random sampling technique. Results: The average knowledge of students in the first measurement was 22.18 with an SD of 2,959, and the average knowledge of students in the second measurement was 29.71 with an SD of 2,612. Bivariate analysis showed that there was a significant effect between health education on knowledge of young girls about Vulva hygiene with p-value = 0.000. Conclusion: From the analysis mentioned above, it can be concluded that there was a significant influence between health education on female students’ knowledge about vulva hygiene.Abstrak: Pendahuluan: Anak perempuan di SMP belum mendapatkan pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene sehingga berdampak pada kesehatan reproduksi termasuk keputihan. Hasil survey pendahuluan 6 orang siswi pernah mengalami keluhan gatal, dan berbau pada organ vulva dan tidak mengetahui cara membersihkannya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pada remaja putri SMP terhadap pengetahuan tentang vulva hygiene. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dan menerapkan one group pretest posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga November 2018. Jumlah sampel adalah 34 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri di Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil: Rata-rata pengetahuan siswa pada pengukuran pertama sebesar 22,18 dengan SD sebesar 2.959, dan rata-rata pengetahuan siswa pada pengukuran kedua sebesar 29,71 dengan SD sebesar 2.612. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene dengan p-value = 0,000. Kesimpulan: Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswi tentang vulva hygiene.