Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi menjadi Teh Herbal Cascara Celup Naufali, Muhammad Nizhar; Ni Wayan Putu Meikapasa; Dwi Aulia Savitri
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Desember)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i2.306

Abstract

Cascara are side material that resulting from grinding the coffee beans. Cascara can be processed into refreshing herbal tea contain high nutrition level and it has profitable economic value. Women Farmers group (KWT) Elong Tuna located in Lantan Village, North Batukliang District Central Lombok Regency are only considered that cascara is just a waste material and not utilized to lack of knowledge and information about how to processed it. This community service activity (PkM) was aim to give education and information about benefits of cascara as well as providing training on how to process cascara into herbal tea. The method used in this Community Service Program (PkM) is socialization with presentations, discussions and training on how to processing cascara into cascara herbal tea. The community members of the Women's Farmers Group (KWT) Elong Tuna feel that from this Community Service Program (PkM) they have gained knowledge in processing cascara and are motivated to produce cascara herbal tea in order to increase income for the KWT members.
Efektivitas Antimikroba Ekstrak Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus sp., dan Salmonella sp. : Antimicrobial Effectiveness of Averrhoa bilimbi L. Extracts from Leaves and Fruits on Pathogenic Bacteria: Staphylococcus aureus, Bacillus sp., and Salmonella sp. Naufali, Muhammad Nizhar; Husnita Komalasari; Kartika Gemma Pravitri; Imam Adriansyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7814

Abstract

Pengendalian pertumbuhan mikroorganisme patogen merupakan salah satu prioritas utama dalam bidang pangan, kesehatan, dan lingkungan. Salah satu strategi yang semakin dikembangkan adalah pemanfaatan senyawa antimikroba alami yang berasal dari tanaman. Ekstrak daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat proliferasi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas antimikroba dari ekstrak daun dan buah belimbing wuluh terhadap tiga jenis bakteri patogen, yaitu Staphylococcus aureus, Bacillus sp., dan Salmonella sp.. Metode yang digunakan adalah difusi agar dengan cakram kertas, di mana zona hambat yang terbentuk menjadi indikator aktivitas antibakteri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak daun memberikan daya hambat lebih besar dibandingkan ekstrak buah, terutama terhadap S. aureus (6,6 mm vs 3,5 mm) dan Salmonella sp. (7,3 mm vs 5 mm). Kedua jenis ekstrak menunjukkan daya hambat sedang terhadap Bacillus sp. (7,9 mm dan 6,2 mm). Perbedaan efektivitas ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perbedaan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang lebih melimpah pada bagian daun. Meskipun aktivitas antibakterinya belum melampaui antibiotik sebagai kontrol positif, temuan ini memperkuat potensi ekstrak daun belimbing wuluh sebagai agen antimikroba alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif senyawa sintetis.
Karakterisasi Fisikokimia dan Mikrobiologis Terasi dari Nusa Tenggara Barat Naufali, Muhammad Nizhar; Pravitri, Kartika Gemma; Ulpiana, Mia; Hidayatulloh, Arbi
Pro Food Vol. 11 No. 2 (2025): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v11i2.563

Abstract

Shrimp anchovy paste is a traditional fermented condiment widely consumed in Asia. Regional variation in raw material selection and processing practice may affect physicochemical composition and microbial ecology, with implications for quality and safety. This study characterized the physicochemical and microbiological properties of shrimp anchovy paste produced in Sumbawa, East Lombok, and Central Lombok. Samples were analysed for proximate composition, texture, colour, amino acid profile, total plate count, lactic acid bacteria enumeration, and cell morphology. Statistical differences were evaluated by one way analysis of variance and Duncan multiple range test using SPSS version 26. Moisture content increased from Sumbawa (37.83%) to East Lombok (43.25%) and Central Lombok (46.17%). Ash content was highest in Sumbawa (28.09%) and lowest in Central Lombok (18.27%). Protein was substantially lower in East Lombok (12.96%) compared with Sumbawa (23.23%) and Central Lombok (23.05%). Fat and instrumental hardness did not differ significantly among regions. Amino acid analysis identified glutamic acid as the dominant free amino acid, most abundant in Central Lombok (25685 ppm) and Sumbawa (23560 ppm). Microbiological profiling indicated the highest total plate count in Sumbawa (2.79 log CFU/mL) and the highest lactic acid bacteria count in East Lombok (2.57 log CFU/mL). Cell morphology revealed Gram negative bacilli in Sumbawa and Gram positive bacilli in East and Central Lombok. Regional differences in raw material ratio, salt application, drying regime, and microbial succession drive variation in composition and microbiology of shrimp anchovy paste.
Pelatihan Pembuatan Produk Teh Cascara Sebagai Upaya Penanganan Limbah Kulit Kopi di KWT Kaki Rinjani Nalurita, Indah; Arzani, Lalu Danu Prima; Zulfikri, Muhammad; Gemma Pravitri, Kartika; Naufali, Muhammad Nizhar; Ulpiana, Mia
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5361

Abstract

Pengolahan kopi metode basah menghasilkan limbah berupa kulit kopi. Limbah kulit kopi ini dapat berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan tepat. Masalah lingkungan yang disebabkan limbah kulit kopi yaitu bau tidak sedap, peningkatan limbah organik di sekitar lokasi pengolahan, pencemaran air, dan pencemaran pH tanah menjadi asam. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan limbah kulit kopi yaitu mengolahnya menjadi produk teh cascara. Teh cascara adalah teh herbal yang terbuat dari limbah kulit kopi yang dikeringkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Metode PAR dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pemahaman peserta terkait penanganan limbah kulit kopi dengan nilai presentase dari 36,7% menjadi 76,6%. Kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomi. 
OPTIMALISASI PENGERINGAN KOPI DAN KAKAO MELALUI INTEGRASI TEKNOLOGI ROCKET STOVE - SOLAR DOME BERBASIS BIOMASSA Husnita Komalasari; Destiana Adinda Putri; Indah Nalurita; Muhammad Nizhar Naufali; I Nyoman Switrayana; Ine Karni
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.178

Abstract

Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi perkebunan kopi dan kakao yang cukup besar, namun proses pengeringan hasil panen masih dilakukan secara tradisional dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta meningkatkan efisiensi pengeringan kopi dan kakao melalui penerapan teknologi Rocket Stove–Solar Dome berbasis biomassa. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Tumpang Sari. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Teknologi yang diterapkan memanfaatkan kombinasi panas matahari dan sumber panas tambahan dari rocket stove berbahan bakar biomassa seperti tempurung kelapa dan bambu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan rata-rata peningkatan kompetensi sebesar 50%. Selain itu, penggunaan teknologi Rocket Stove–Solar Dome mampu mempercepat waktu pengeringan dari 20–30 hari pada musim hujan menjadi 4–5 hari dengan kadar air akhir sebesar 8%. Teknologi ini memiliki keunggulan dalam menjaga kestabilan suhu pengeringan, mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, serta memanfaatkan biomassa lokal yang ramah lingkungan. Dengan demikian, penerapan teknologi Rocket Stove–Solar Dome berpotensi meningkatkan efisiensi pengolahan pascapanen dan produktivitas kelompok tani secara berkelanjutan.
Identifikasi Profil Senyawa Volatil Menggunakan Metode GC-MS dan Profil Aroma Menggunakan Metode RATA pada Kopi Robusta Asal Lombok : Identification of Volatile Compound Profiles Using GC-MS and Aroma Profiles Using the RATA Method in Lombok Robusta Coffee Indah Nalurita; Lalu Danu Prima Arzani; Destiana Adinda Putri; Muhammad Nizhar Naufali
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.7077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa volatil dan profil aroma kopi robusta asal Lombok menggunakan pendekatan kombinasi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan Rate All That Apply (RATA). Sampel kopi yang digunakan terdiri atas kopi robusta Komersial, Robusta Rinjani, Robusta Rempek, dan Robusta Batukliang yang berasal dari beberapa sentra produksi kopi di Pulau Lombok. Analisis GC-MS digunakan untuk mengidentifikasi komposisi senyawa volatil, sedangkan analisis RATA dilakukan oleh panelis terlatih yang terdiri atas barista, roaster, dan ahli kopi untuk mengevaluasi intensitas atribut aroma. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan komposisi senyawa volatil antar sampel, dengan dominansi senyawa kafein, Hexadecanoic acid, 9,12-Octadecadienoic acid, dan Caryophyllene oxide pada beberapa sampel tertentu. Profil aroma kopi robusta Lombok didominasi oleh atribut roasted, smoky, chocolatey, dan earthy, dengan variasi intensitas atribut sweet, floral, spicy, fruity, dan acidic antar wilayah asal kopi. Keterkaitan antara profil volatil dan profil aroma menunjukkan bahwa pembentukan aroma kopi dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara degradasi lipid, metabolit sekunder tanaman, serta faktor geografis dan proses pascapanen. Penelitian ini menunjukkan bahwa kopi robusta Lombok memiliki keunikan profil aroma dan volatil spesifik wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai identitas sensori khas untuk meningkatkan daya saing kopi robusta Lombok pada pasar kopi spesialti.