Articles
Analisis Faktor Penyebab Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Desa Wedomartani Sleman Yogyakarta
Suwarsi Suwarsi
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Alma Ata University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.253 KB)
|
DOI: 10.21927/jnki.2016.4(1).39-43
The results of a preliminary study that was conducted on October 3, 2014 in the working area through community leaders that the data obtained in the region find teenagers who use modern mobile phone is already making it easier for adolescents to access information related to sexual behavior. In 2014 there was one case of students expelled because of unwanted pregnancies. The purpose of study was to determine the factors that causing the premarital sexual behavior in adolescents in Wedomartani village, Sleman. Study methods used was quantitative with analytical research using chi-square test, with a sample of 80 adolescents. The results showed that characteristics of teens in the village of Sleman Wedomartani ever be free of sexual behavior lifespan of 12 years to 26 years, with the majority age of 20 years (25%). Characteristics of free sex through exposure on TV media majority are at no risk category (55%), whereas the risk of exposure to teenage promiscuity through TV media as much as 45%. Characteristics of adolescents ever accessing pornography through the Internet as much as 45 teenagers or 56.3%. In conclusions, there was signifi cant relationship between TV exposure and accessing pornography on the Internet toward adolescents premarital sexual behavior in the Wedomartani village of Sleman.
Effect of Reward System on Male Participation in Surgical Contraceptive Method
Suwarsi Suwarsi;
Casnuri Casnuri;
Fika Lilik Indrawati;
Merita Eka Rahmuniyati
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 3, No 2 (2018): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.344 KB)
|
DOI: 10.24990/injec.v3i2.206
Introduction: The participation of men in the surgical contraceptive method (MOP) has not increased even though in some regencies or cities in Indonesia. There has been a reward program for men who want to join the MOP. This study was to determine the relationship of interest with the reward system for prospective MOP acceptors. Methods: Quantitative study with observational analytic approach, cross-sectional time design with two groups. The total sample of 60 men was taken by purposive sampling according to the inclusion criteria. Data is taken through a measuring instrument in the form of a questionnaire. Bivariate analysis with chi-square test. Results: Respondents 'interest in family planning MOP in no system reward was mostly low at 21 people (70%), while the respondents' interest in family planning MOP in system reward was mostly good at 18 people (60%). There is no difference in interest in prospective MOP family planning acceptors between Districts with reward system and without reward system. There is a correlation between interest and reward (p = 0.007) in the Regency with reward and without reward system. Conclusions: There is no difference in interest between candidates for Family Planning MOP acceptors between reward and without reward system.
Pengaruh Terapi Yoga Terhadap Stres Pada Lanjut Usia Yang Mengalami Penurunan Fungsi Pendengaran Di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso
Dewi Pransisca Surya;
Suwarsi Suwarsi;
Ririn Wahyu Widayati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v5i3.257
Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di BPSTW Yogyakata Unit Abiyoso didapatkan 26 lansia mengalami penurunan fungsi pendengaran, dari 26 lansia tersebut didapatkan hasil sebanyak 10 lansia mengalami stres ringan dan 16 lansia mengalami stres dalam rentang normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi Yoga terhadap stres pada lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, tehnik sampling Consecutive Sampling, desain penelitian menggunakan quasi experiment, rancangan one group pretest posttest, alat ukur yang digunakan kuesioner DASS, responden penelitian lansia yang tinggal di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso, jumlah responden 20, Terapi Yoga diberikan sebanyak 3 kali, dan analisa yang digunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan tingkat stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso dengan hasil yang bermakna P-Value 0,000. Kesimpulannya adalah Ada Pengaruh yang signifikan terapi Yoga terhadap stres pada lansia yang mengalami penurunan fungsi pendengaran di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso.
The Relationship Between Learning Concentration and Understanding Level Through the Online Learning Process
Shao Xiaolin;
Suwarsi Suwarsi;
Pornman Inta;
Asmarani Lathu Fajarina;
Muflih Muflih;
Listyana Natalia Retnaningsih;
Santi Damayanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v10i2.741
Learning using online methods is indeed beneficial in several ways, but in nursing study programs, online learning faces several problems. Problems such as lack of focus and concentration become obstacles in how students understand course material, especially for topics related to skills. This study contributes to knowing the relationship between learning concentration and understanding level through an online learning process. This research is a type of quantitative research with a cross-sectional research design consisting of 130 respondents and using a total sampling technique, the instrument used is a questionnaire. The analysis used was the chi-square test. Data is collected online using the Google form. Univariate analysis shows that in the majority of students, when participating in online learning, the level of concentration of their learning is in the middle category (70%). For most students, when participating in online learning, their understanding level is in the low category (60.8%). The results of the bivariate analysis with the chi-square test showed that there was a relationship between learning concentration and the level of understanding through the online learning process with a p-value = 0.000. There is a relationship between learning concentration and the level of understanding when participating in online learning.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA NAPZA PADA REMAJA KELAS X MAN MAGUWOHARJO YOGYAKARTA
Fuad Setiyaji;
Christin Wiyani;
Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.114
Lingkungan yang kurang baik bisa menimbulkan perilaku yang kurang baik seperti penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta terhadap 10 remaja di dapatkan 6 remaja kurang mengetahui tentang NAPZA dan 4 remaja cukup mengetahui tentang NAPZA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan remaja tentang bahaya NAPZA melalui media video terhadap pengetahuan remaja kelas X MAN Maguwoharjo, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest postest. Sampel berjumlah 66 responden diambil menggunakan proporsional random sampling, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Willcoxon. penelitian ini di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta pada tanggal 10 Juni 2016, populasi dalam penelitian ini yaitu remaja kelas X MAN Maguwoharjo dengan usia 14-17 tahun. Pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 10,02 mengalami kenaikan sesudah di berikan pendidikan kesehatan menjadi 11,44 dengan nilai signifikansi variabel pengetahuan 0,000 (P value <0,1). Ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan memalui media video terhadap perubahan pengetahuan bahaya NAPZA pada remaja kelas X Man Maguwoharjo, Yogyakarta.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PHBS DI RUMAH TANGGA DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI PEDUKUHAN WONOCATUR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA
Nurisra Mirati;
Fajarina Lathu Asmarani;
Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i1.69
Kejadian DBD erat kaitannya dengan masalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat rumah tangga diantaranya menggunakan air bersih, kebersihan jamban dan pemberantasan sarang nyamuk. Kejadian DBD di Desa Banguntapan pada tahun 2014 terdapat 41 kasus, dari 7 keluarga yang diwawancara didapatkan 3 sudah mengetahui tentang indikator PHBS di rumah tangga namun 4 belum, 3 keluarga masih berperilaku buruk dalam pencegahan DBD. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan PHBS di rumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel 100 KK menggunakan purposive samplingg dan dianalisis chi square dengan CI 95%. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan keluarga sama besar masuk dalam kategori baik dan kurang baik yaitu sebanyak 50 keluarga atau 50,0% dan perilaku keluarga dalam pencegahan penyakit DBD masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 51 orang atau 51,0% dengan p-value sebesar 0,000 sehingga didapatkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dirumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Kesimpulan pada penelitian ini Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan PHBS dirumah tangga dengan pencegahan penyakit DBD di Pedukuhan Wonocatur. Kata Kunci : Demam berdarah Dengue, Pengetahuan, PHBS di Rumah Tangga
Pengaruh Terapi Pijat Punggung Terhadap Skor Stres Pada Ibu Postpartum Di RSIA Sakina Idaman
Nur Endah Irianti;
Melania Wahyuningsih;
Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 3 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v6i3.390
Hasil studi pendahuluan di RSIA Sakina Idaman diketahui penyebab stress pada ibu postpartum antara lain: rasa lelah setelah melahirkan, rasa cemas untuk merawat anaknya dikemudian hari dan rasa takut untuk buang air besar atau buang kecil karena jahitan di perinium. Salah satu cara non pharmakologik untuk menurunkan cemas pada ibu postpartum dengan cara pijat punggung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi pijat punggung terhadap skor stres pada ibu postpartum di RSIA Sakina Idaman. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bersifat kuantitatif, menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian pre and posttest without control dengan jumlah responden 20 ibu postpartum yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Uji bivariat menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata skor stres sebelum di berikan terapi pijat punggung adalah 19,05 dan nilai rata-rata skor stres sesudah diberikan terapi pijat pungung adalah 17,10. Selisih rata-rata skor stres sebesar 1,950 dengan nilai p value 0,000. Ada pengaruh yang signifikan terapi pijat punggung terhadap skor stres pada ibu postpartum di RSIA Sakina Idaman
The Frequency of Gadget Usage or Monitor Exposure and Eyestrain
Suwarsi Suwarsi;
Januar Rizqi;
Melania Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 7 No 2 (2020): MAY 2020
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v7i2.477
Monitor exposure from laptops or computers, cellphones and the frequency of their use, is still a suspected cause of eye disorders. The impact felt by students from monitor exposure is the appearance of eye fatigue, which results in impaired concentration and focus of learning. This study was conducted to examine the causes of eye fatigue caused by the duration, distance, time and lighting in the use of gadgets, monitor exposure. This type of the study is quantitative with an analytic observational design. The sample technique used consecutive sampling. The sample in this study was 118 Nursing students at Respati University, Yogyakarta The Bivariate test used independent T-test. The results of the study showed that the eye fatigue of students was 92.4%. The relationship test of time, distance, time, and lighting in the use of gadgets with eye fatigue obtained p value more than 0.05. The relationship between the use of eye glasses and eye fatigue was 0.008 (p value < 0.05. There are no significant different between length, distance, time and lighting in gadget use and monitor exposure and eye fatigue. There is a significant different between the used of eye glasses and eye fatigue.
PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DARAH PADA KELOMPOK LANSIA YANG DIBERIKAN TERAPI AKTIVITAS FISIK DI DESA WEDOMARTANI SLEMAN
suwarsi suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i3.128
Proses penuaan pada lansia mengakibatkan organ tidak dapat bekerja seperti normalnya layaknya usia yang muda. Ketidak normalan fungsi organ karena penuaan berdampak pada kadar kolesterol darah yang tinggi. Perlu upaya keperawatan dalam menurunkan kadar kolesterol darah agar tidak berdampak pada penyakit lainya yang menimbulkan keluhan fisik pada lansia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui terapi aktifitas fisik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas fisik terhadap kadar kolesterol darah pada lansia di Dusun Sanggrahan Wedomartani SlemanDesain penelitian eksperimen semu atau quasi experiment dengan jenis Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Analisa data menggunakan uji Paired t-test. Sampel sejumlah 16 lansia yang dibagi menjadi satu kelompok.Hasil penelitian ini bahwa pemberian terapi aktivitas fisik dapat menurunkan kadar kolesterol darah pada lansia, dengan selisih nilai antara sebelum dan sesudah diberikan terapi adalah 16,06 mg/dl.Kesimpulan terrdapat pengaruh yang signifikan terapi aktivitas fisik terhadap penurunan kadar kolesterol darah pada kelompok lansia di Desa Wedomartani Sleman. Kata kunci : Kolesterol darah, terapi aktivitas fisik, lansia
Intervensi Keperawatan Dalam Penurunan Kadar Kolesterol Darah Dan Tekanan Darah Pada Kelompok Lansia Yang Diberikan Cupping Therapy Di Desa Wedomartani Sleman
Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v6i1.299
Belum tuntasnya pembuktian ilmiah tentang terapi alternative bekam atau cupping therapy menjadikan perawat perlu melakukan pembuktian terhadap penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol pada lansia.. Tujuan penelitian ini untuk pembuktian ilmiah tentang penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah setelah diberikan Cupping Therapy pada kelompok lansia di Desa Wedomartani, Sleman. Metode penelitian dengan jenis kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Pre-test and Post-test nonequivalent control group. Kelompok perlakuan diberikan terapi bekam basah sedangkan kelompok control diberikan bekam kering. Responden dipilih menggunakan teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini Kadar kolesterol darah lansia pada kelompok intervensi setelah dilakukan terapi rata-rata mengalami penurunan 42,89 mg/dl, sedangkan untuk kadar kolesterol darah pada kelompok kontrol mengalami penurunan rata-rata 20,95 mg/dl. Tekanan darah systole lansia pada kelompok intervensi setelah dilakukan terapi rata-rata mengalami penurunan 10,74 mmHg, sedangkan untuk tekanan darah systole pada kelompok kontrol mengalami penurunan rata-rata 1,58 mmHg. Tekanan darah diastole pada kelompok perlakuan mengalami penurunan 5,842 mmHg, pada kelompok kontrol tekanan darah diastole terjadi penurunan 2,12 mmHg. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Bekam basah dan bekam kering sama-sama signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol darah dan tekanan darah, namun bekam basah lebih banyak menurunkan kadar kolesterol darah.