Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peningkatkan Efisiensi Rantai Pasok melalui Material Requirement Planning untuk Bahan Baku dalam Produksi Lemari: Studi Kasus CV. Indo Mebel: Peningkatkan Efisiensi Rantai Pasok melalui Material Requirement Planning untuk Bahan Baku dalam Produksi Lemari: Studi Kasus CV. Indo Mebel Asrul Fole; Nur Ihwan Safutra; Takdir Alisyahbana; Yamin Almuhajirin; Khoerun Nisa Safitri
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 9 No. 01 (2024): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v9i01.792

Abstract

Dalam upaya meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui perencanaan kebutuhan material dalam produksi lemari, terdapat kelebihan permintaan konsumen per tahun dibandingkan dengan rata-rata permintaan tahunan. Oleh karena itu, pengawasan terhadap persediaan bahan baku mebel menjadi penting guna mengurangi risiko keterlambatan produksi atau pengiriman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Material Requirement Planning (MRP), yang bertujuan untuk mengurangi risiko keterlambatan produksi dengan menyusun kebutuhan bahan baku secara terperinci. Hasil analisis menggunakan metode MRP dengan penerapan Teknik lot sizing menunjukkan bahwa penggunaan Lot For Lot (LFL) lemari kayu menghasilkan total biaya sebesar Rp. 2.061.060, kemudian dari total biaya untuk Economic Order Quantity (EOQ) Rp. 11. 179.687, dan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebesar RP.37.290.600 Dalam konteks ini, pemesanan bahan baku dengan jumlah minimum, yaitu LFL, dijadikan sebagai solusi untuk mengendalikan persediaan bahan baku lemari kayu di CV. Indo Mebel. Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil mencapai tujuan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui perencanaan kebutuhan material untuk bahan baku dalam produksi lemari, dengan menggunakan studi kasus pada CV. Indo Mebel.
Optimalisasi Rute Distribusi Peralatan Elektronik: Inovasi Metode Saving Matrix dan Nearest Neighbor Khoerun Nisa Safitri; Asrul Fole; Nurul 'Aini
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 1 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i1.1179

Abstract

This research focuses on evaluating and comparing the effectiveness of the Saving Matrix and Nearest Neighbor techniques for optimizing the distribution routes of electronic devices in Batam. Additionally, it assesses these methods against the current approach utilized by the company. A quantitative methodology was adopted, utilizing data that encompasses customer locations, shipment volumes, and vehicle capacities. The findings reveal that the Saving Matrix method yields the highest efficiency, achieving a total travel distance of 54.3 km, a delivery duration of 5.2 hours, and an operational expenditure of Rp785,000. Conversely, the Nearest Neighbor method resulted in a distance of 62.7 km and a cost of Rp905,000, while the company's existing method recorded the longest distance at 68.5 km and the highest cost of Rp970,000. These results indicate that the Saving Matrix method is superior in optimizing both routes and load distribution. This study contributes to logistics planning by highlighting the significance of heuristic approaches in addressing vehicle routing challenges. It is advisable for companies to consider implementing algorithmic methods in their distribution strategies. Future studies should aim to develop models using metaheuristic techniques and take into account dynamic factors such as customer service time frames and real-time traffic conditions for enhanced accuracy.
Strategi Pengembangan Bisnis Berkelanjutan bagi UKM dengan Pendekatan SWOT dan Business Model Canvas Nidya Wisudawati; Riko Herdian; Masayu Rosyidah; Tuwandi Juniarto; Khoerun Nisa Safitri
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI) Vol. 10 No. 2 (2025): JT-IBSI (Jurnal Teknik Ibnu Sina)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jt-ibsi.v10i2.1296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan pada Datanet Digital Printing di Palembang yang menunjukkan perlunya strategi pengembangan bisnis yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan berbasis integrasi analisis SWOT dan Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap 103 responden, serta data sekunder dari literatur pendukung. Hasil analisis menunjukkan posisi perusahaan berada pada kuadran strategi pertumbuhan agresif dengan kebutuhan transformasi digital pada aspek pemasaran dan hubungan pelanggan. Kesimpulannya, integrasi SWOT dan BMC efektif dalam merancang model bisnis baru yang mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UKM di era digital.
Pengenalan Engineering dan Arah Karier Masa Depan bagi Siswa SMA Al-Azhar di Era Industri Digital Fole, Asrul; Safitri, Khoerun Nisa; Herdianzah, Yan; 'Aini, Nurul
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16988

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan transformasi industri menuntut generasi muda memiliki pemahaman yang memadai mengenai engineering serta kesiapan dalam menentukan arah karier masa depan. Namun, siswa sekolah menengah atas masih menunjukkan keterbatasan pemahaman terkait peran engineering, industri digital, dan keterkaitannya dengan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman engineering dan orientasi arah karier siswa SMA Al-Azhar Batam di era industri digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 40 siswa menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa pada seluruh indikator yang diukur. Nilai pre-test berada pada kisaran 51,28%–61,54%, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 85,90%–93,59%. Peningkatan paling menonjol terdapat pada indikator pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan perencanaan karier masa depan. Simpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi berbasis engineering efektif dalam meningkatkan pemahaman kognitif siswa terkait industri digital dan arah karier.
Hybrid AHP TOPSIS Approach for Evaluating Green Supply Chain Management Barriers in the Poultry Processing Industry Fole, Asrul; Safitri, Khoerun Nisa; 'Aini, Nurul; Erniyani; Syufrian, Bili
Cognitia : International Engineering Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Cognitia : International Engineering Journal
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/ciej.v2i1.17

Abstract

The implementation of Green Supply Chain Management (GSCM) has become increasingly important in the agro-industrial sector, particularly in the poultry processing industry, due to rising environmental concerns and growing demand for sustainable production practices. However, its adoption remains limited because of various operational, technological, and managerial barriers. This study aims to identify and evaluate the major barriers to GSCM implementation and determine the most appropriate strategic solutions using a hybrid multi-criteria decision-making approach. The methods applied combine the Analytical Hierarchy Process (AHP) to assess the priority weights of barriers and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to rank alternative strategies. Data were collected through literature review, expert validation, and questionnaires distributed to 37 respondents involved in poultry supply chain activities, with all instruments proven valid and reliable. The findings reveal five primary barriers, namely limited environmentally friendly technology, low management commitment, limited investment capacity, inadequate human resource training, and unclear regulatory support and incentives. The TOPSIS analysis indicates that training and awareness enhancement is the most effective strategy, achieving the highest closeness coefficient value of 0.812. The study concludes that strengthening internal organizational capabilities, particularly through training and awareness, along with improving external support mechanisms, is essential to facilitate effective and sustainable GSCM implementation in the agro-industrial sector.