Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Solusi Strategis Integrasi Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter Untuk Membangun Identitas Budaya Peserta Didik Amelia Amelia; Yesi Ulandari; Nia Rahminata Andria; Muhiddinur Kamal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5672

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter menjadi kebutuhan strategis dalam membangun identitas budaya peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi. Tantangan era digital menyebabkan nilai-nilai lokal semakin terpinggirkan, sehingga pendidikan karakter perlu diarahkan pada penguatan jati diri budaya melalui internalisasi nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara. Artikel ini bertujuan menganalisis solusi strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan terkait pendidikan karakter, kearifan lokal, serta kebijakan kurikulum nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam memperkuat karakter dan identitas budaya melalui nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, toleransi, dan cinta tanah air. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, projek berbasis budaya lokal, keteladanan guru, sinergi sekolah, keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan nilai. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal mampu melahirkan peserta didik yang berkepribadian kuat, berbudaya, dan tetap kompetitif dalam dinamika global.
PERAN WALI KELAS DAN ORANG TUA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 DI SDN 01 TAEH BARUAH KECAMATAN PAYAKUMBUH Rika Rahim; Muhiddinur Kamal; Darul Ilmi; Fadhilla Yusri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10222

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan kejadian dilapangan sesuai dengan kenyataan dan teori yang dilakukan di SDN 01 Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Informan kunci adalah 1 wali kelas dan 5 orang tua siswa serta informan pendukung 5 siswa kelas 2 SDN 01 Taeh Baruah. Teknik pengumpulan dengan cara obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data, menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yaitu trigulasi data. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi penulis dan wawancara dengan wali kelas pada bulan November 2023 di SDN 01 Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh. Dalam pengamatan penulis di dalam kelas siswa kelas 2 ada 5 orang siswa termenung, berdiam diri, suka cerita ketika guru menerangkan, ada yang ditanya guru tidak mau menjawab, lambat dalam membuat tugas sehingga sering ketinggalan dalam mengumpulkan tugas. Pada saat penulis melakukan wawancara dengan wali kelas apa yang penulis amati memang seperti itu adanya siswa ketika belajar ujar wali kelas, motivasi siswa kelas 2 ini kurang motivasi dalam belajar dan rasa ketertarikan siswa pada materi pelajaran kurang. Hasil penelitian ini adalah bentuk peran wali kelas dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas 2 lebih memberikan data siswa dari wali kelas berupa data tertulis dan kebiasaan yang terlihat disetiap proses belajar. Dapat disimpulkan bahwa bentuk peran wali kelas dan orang tua belum sepenuhnya dilakukan terhadap siswa kelas 2. Meskipun wali kelas dan orang tua sudah menjalankan perannya tetapi siswa masih saja belum bisa mengatasi kesulitan yang dihadapinya ketika belajar. Adapun saran penulis berikan adalah hendaknya wali kelas dan orang tua saling berkerja sama dan komunikasi secara terbuka sehingga tercapai upaya dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa.