Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Impor Kedelai di Indonesia Purnamasari, Meidiana; Pantarei, Nur Muhammad Tirto; Supriono, Agus; Kuntadi, Ebban Bagus; Rahman, Rena Yunita; Kusmiati, Ati
KUBIS Vol 5 No 01 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/kub.v8i01.4082

Abstract

Permintaan kedelai di Indonesia sangat tinggi, khususnya sebagai bahan baku tahu dan tempe, mencapai 3.454.000 ton pada tahun 2020. Namun, produksi domestik hanya sebesar 1.040.000 ton, sehingga Indonesia harus mengimpor kedelai sebanyak 2.475.288 ton untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) rasio ketergantungan impor kedelai Indonesia, dan (2) pengaruh produksi kedelai, permintaan domestik, harga kedelai dunia, serta nilai tukar rupiah terhadap impor kedelai. Data yang digunakan merupakan data deret waktu tahun 1991-2020, dianalisis dengan rasio ketergantungan impor (IDR) dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa swasembada kedelai hanya tercapai pada tahun 1991–1998, dengan nilai tertinggi pada tahun 1992, 1995, dan 1998 (73–78%). Sejak 1999, Indonesia semakin bergantung pada impor, dengan puncaknya pada 2017, saat 83% kebutuhan kedelai dipenuhi dari impor. Model regresi menunjukkan bahwa impor kedelai dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut dengan kontribusi sebesar 99,7%. Secara parsial, permintaan kedelai dan nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor. Sebaliknya, produksi kedelai domestik berpengaruh negatif dan signifikan. Harga kedelai dunia berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan produksi kedelai nasional untuk mengurangi ketergantungan impor.
Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pendapatan Peternak Domba di Kabupaten Bondowoso Ubaydillah, Ahmad; Rahman, Rena Yunita; Suciati, Luh Putu; Setyawati, Intan Kartika
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol 10, No 1 (2025): MaduRanch: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v10i1.2671

Abstract

Populasi dan karakteristik wilayah Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa kabupaten ini memiliki potensi pengembangan domba. Potensi ini dimanfaatkan salah satunya dengan cara beternak dan dilakukan oleh Komunitas Peternak Domba Indonesia di Kabupaten Bondowoso. Peternak yang didalamnya mempunyai dua sistem budidaya yaitu sistem breeding dan sistem fattening menyebabkan fenomena berupa bakalan yang dihasilkan sistem breeding tidak sesuai dengan harapan peternak sistem fattening, dimana hal ini dapat berpengaruh terhadap pendapatan. Selain itu, fenomena lainnya adalah peternak kedua sistem tersebut tidak mengetahui pasti lebih untung mana antara kedua sistem tersebut, dimana seharusnya pengembangan potensi domba harus melalui pendekatan yang bersifat ekonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analitik dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis Uji-t Independent, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik peternakan domba di Kabupaten Bondowoso yang dijelaskan secara kualitatif, menghasilkan pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total peternak domba sistem breeding sebesar Rp1.070.070/Ekor/Tahun dan Rp418.397 Rp1.070.070/Ekor/Tahun serta pendapatan tas biaya tunai dan biaya total peternak domba sistem fattening sebesar Rp2.253.302/Ekor/Tahun dan Rp1.456.496/Ekor/Tahun. Selain itu Uji-t menunjukkan adanya perbedaan antara pendapatan kedua peternak sistem breeding dan sistem fattening, sementara untuk analisis regresi linier berganda menghasilkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan adalah faktor pengalaman dan faktor sistem budidaya.
Preferensi Konsumen terhadap Daging Sapi di Kabupaten Jember:Suatu Analisis Konjoin (Consumer Preferences for Beef in Jember Regency: A Conjoin Analysis) Zainuddin, Ahmad; Rahman, Rena Yunita; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.890

Abstract

           Kebutuhan produk ternak khususnya daging sapi di Kabupaten Jember terus mengalami peningkatan pada beberapa periode terakhir. Dalam memutuskan untuk membeli daging sapi, konsumen mempertimbangkan beberapa atribut yang merupakan ekspresi dari preferensi konsumen. Berdasarkan hal itu, penelitian mengenai preferensi konsumen terhadap daging sapi di Kabupaten Jember menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Jember. Sampel diambil secara insidental dengan memilih 120 orang responden konsumen daging sapi yang berbelanja di pasar tradisional dan supermarket. Preferensi konsumen daging sapi dianalisis menggunakan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen daging sapi di Kabupaten Jember menyukai atribut daging sapi yang bertekstur empuk, berwarna merah cerah, tidak berlemak, ukuran potongan daging sapi yang besar, aroma segar, ukuran pembelian 1-2 kg, dan harga daging sapi yang relatif murah yaitu berkisar antara Rp100.000,00 – Rp120.000,00. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam mengonsumsi daging sapi adalah harga. Untuk mengakomodasi variasi preferensi konsumen, produsen perlu menawarkan varian produk daging sapi yang berbeda dengan harga yang berbeda. Sebagai regulator, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga daging sapi di pasar untuk mengendalikan inflasi.              The demand for livestock products, especially beef in Jember Regency has continued to increase in recent periods. In deciding to buy beef, consumers consider several attributes that are an expression of consumer preferences. Based on this, research on consumer preferences for beef in Jember Regency is important to conduct. This study was conducted in traditional and modern markets in Jember Regency. Samples were taken incidentally by selecting 120 beef consumer respondents who shopped at traditional markets and supermarkets. Beef consumer preferences were analyzed using conjoint analysis. The results showed that beef consumers in Jember Regency preferred beef attributes that were tender in texture, bright red in color, with no fat, large beef cut size, fresh aroma, purchase size of 1-2 kg, and relatively cheap beef prices ranging from Rp100,000,00 - Rp120,000,00. The most considered attribute in consuming beef was price. To accommodate variations in consumer preferences, producers need to offer different variants of beef products at different prices. As a regulator, the government needs to maintain the stability of beef prices in the market to control inflation.
Optimalisasi Produktivitas Kakao Rakyat melalui Penanganan Bahan Tanam PCC dan Penerapan GAP di Desa Wonorejo Rahman, Rena Yunita; Rosyady, Muhammad Ghufron; Ibanah, Indah; Savitri, Dyah Ayu
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6931

Abstract

Wonorejo Village, Kencong District, Jember Regency, has great potential for developing smallholder cocoa. In 2020, the village received 3.5 hectares of cocoa seedlings from the Jember Regency Government. Plants have now begun to produce, but farmers face several obstacles, including difficulties in handling Primary Clonal Cocoa (PCC) planting materials and increasing Cocoa Pod Borer (CPB) attacks. Furthermore, most farmers do not fully understand the application of Good Agricultural Practices (GAP), resulting in plantation productivity not reaching its optimal potential. This Community Service Program (PkM) aims to increase farmers' capacity in implementing GAP and PCC management techniques to increase productivity and plant resistance to CPB attacks. Activities were carried out through several stages, including socialization of the prospects for developing smallholder cocoa, training and practice on pruning, fertilization, rorak making, and direct field assistance. The results of the activities show an increase in farmers' knowledge and skills in good cocoa cultivation, marked by improvements in PCC planting material handling techniques and more consistent application of GAP. The survival rate of cocoa seedlings after mentoring exceeded 80%, accompanied by a decrease in the intensity of CPB attacks, as observed in the field. Farmers responded very positively to this program, as the mentoring helped improve cultivation practices and increase yields. Overall, this program contributed to promoting Wonorejo Village as a central village and a pilot project for smallholder cocoa farming in Jember Regency. Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao rakyat. Pada tahun 2020, desa ini menerima bantuan bibit kakao seluas 3,5 ha dari Pemerintah Kabupaten Jember. Saat ini tanaman telah mulai berproduksi, namun petani menghadapi sejumlah kendala seperti kesulitan dalam penanganan bahan tanam Primary Clonal Cocoa (PCC) serta meningkatnya serangan Penggerek Buah Kakao (PBK). Selain itu, sebagian besar petani belum memahami secara utuh penerapan Good Agricultural Practices (GAP), sehingga produktivitas kebun belum mencapai potensi optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan GAP dan teknik pengelolaan PCC guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan tanaman terhadap serangan hama PBK. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi prospek pengembangan kakao rakyat, pelatihan dan praktik pemangkasan, pemupukan, pembuatan rorak, serta pendampingan langsung di lapangan.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya kakao yang baik, ditandai dengan perbaikan teknik penanganan bahan tanam PCC dan penerapan GAP secara lebih konsisten. Persentase hidup bibit kakao setelah pendampingan mencapai lebih dari 80%, disertai penurunan intensitas serangan PBK berdasarkan pengamatan lapangan. Respon petani terhadap kegiatan ini sangat positif karena pendampingan membantu memperbaiki praktik budidaya dan meningkatkan hasil panen. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam mendorong Desa Wonorejo menjadi Desa Sentral dan percontohan kakao rakyat di Kabupaten Jember.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Minyak Goreng Curah dan Bermerek: Analisis Regresi Logistik pada Rumah Tangga Pedesaan di Kabupaten Jember Wulandari, Savira Putri; Zainuddin, Ahmad; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika; Rahman, Rena Yunita; Agustina, Titin; Utami, Ratih Apri
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 4 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i4.2384

Abstract

Based on the industry, cooking oil in Jember Regency is divided into two types, namely bulk cooking oil and branded cooking oil. The emergence of these two types of cooking oil influences the decision to purchase bulk or branded cooking oil. This study aims to analyze the factors that influence rural households' decisions to purchase bulk or branded cooking oil in Jember Regency. The study used primary data from 120 respondents and was analyzed using binary logistic regression. The results show that price, age, length of education, purchase size, ethnicity, and promotion have a significant effect on cooking oil purchasing decisions. Producers should hold promotions in the form of price discounts. In addition, the government needs to provide incentives to producers who use healthier production methods so that they can set an example for other producers.ABSTRAKBerdasarkan industrinya, jenis minyak goreng di Kabupaten Jember dibagi menjadi dua yakni minyak goreng curah dan bermerek. Munculnya perbedaan kedua jenis minyak goreng memengaruhi Keputusan pembelian minyak goreng curah dan bermerk. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan rumah tangga pedesaan dalam membeli minyak goreng curah atau bermerek di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan data primer dari 120 responden dan dianalisis dengan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa harga, umur, lama pendidikan, ukuran pembelian, etnis, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng. Produsen hendaknya mengadakan promosi dalam bentuk potongan harga. Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif kepada produsen yang menggunakan metode produksi lebih sehat sehingga dapat menjadi contoh bagi produsen lainnya.
ANALISIS TIME SERIES UNTUK PREDIKSI HARGA TEMBAKAU DI PROVINSI JAWA TIMUR Rahman, Rena Yunita; Wulandari, Yonani; Ubaidillah, Muchamad Faqih; Shafwana, Nararya Agriodyuta
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.64121

Abstract

AbstrakTembakau (Nicotiana tabacum) merupakan salah satu komoditas dalam sektor perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Produksi tembakau di Jawa Timur pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun harga jual komoditas ini cenderung fluktuatif dalam 5 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui peninjauan dokumen terdahulu. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, berupa data deret waktu mengenai harga tembakau dari tahun 2015-2022. Analisis data menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil peramalan menunjukkan bahwa harga tembakau di Provinsi Jawa Timur mengalami tren peningkatan dari tahun 2023 hingga 2026. Kenaikan harga ini dipicu oleh peningkatan permintaan tembakau yang terus berlangsung setiap tahun.Kata Kunci: Peramalan, Tembakau, ARIMAAbstract Tobacco (Nicotiana tabacum) is one of the commodities in the plantation sector that has an important role in the Indonesian economy. Tobacco production in East Java in 2023 showed an increase compared to the previous year, but the selling price of this commodity tends to fluctuate in the last 5 years. Data collection techniques were carried out through reviewing previous documents. The type of data used is secondary data, in the form of time series data on tobacco prices from 2015-2022. Data analysis used the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. The forecasting results show that tobacco prices in East Java Province experienced an increasing trend from 2023 to 2026. This price increase is triggered by an increase in demand for tobacco that continues every year. Keywords: Forecasting, Tobacco, ARIMA