Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JACTS

GEDUNG KESENIAN YANG AKOMODATIF DI SRAGEN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Khairunisa, Debby; Rully, Rully
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i1.3978

Abstract

Kebudayaan adalah suatu pola hidup menyeluruh yang bersifat kompleks yang mengandung nilai pengetahuan, kesenian, kepercayaan moral, hukum dan adat istiadat. Seni adalah suatu keindahan yang diciptakan melalui sebuah karya yang merupakan bagian dari kehidupan manusia. Fasilitas yang ada masih berupa bangunan serba guna untuk semua kegiatan atau acara, sehingga belum ada tempat yang menjadi pusat bagi para penikmat seni dan pelaku seni untuk menampilkan dan menikmati kreasi seni.Rencana pengembangan pariwisata di Kabupaten Sragen memprioritaskan pembangunan gedung kesenian untuk meningkatkan pendapatan dan nilai ekonomi wilayah. Kesenian memiliki peran penting dalam memperkaya budaya suatu daerah. Namun, banyaknya jenis kesenian dan kebutuhan akan ruang yang sesuai untuk berbagai acara seni seringkali menjadi tantangan bagi sebuah komunitas seni. Di Sragen, sebuah kota yang kaya akan warisan budaya Jawa, terdapat kebutuhan untuk memiliki sebuah gedung kesenian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga mampu mengakomodasi berbagai jenis kesenian serta menggabungkan elemen-elemen arsitektur neo vernakular.
AGROWISATA METE YANG INTERAKTIF BERPENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN WONOGIRI Lathif, Ajeng Afifah Imaya; Rully, Rully
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i2.5456

Abstract

Kabupaten Wonogiri, Jawa tengah, memiliki potensi besar dalam pengembangan agrowisata berbasis jambu mete dimana mete merupakan salah satu komoditas hasil bumi masyarakat setempat. Namun, pengembangan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya nilai tambah produk, keterbatasan fasilitas penunjang, serta kurangnya edukasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang agrowisata mete yang interaktif dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat nilai tambah produk lokal, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kombinasi kuantitatif, kualitatif, dan komparatif dengan pengumpulan data melalui studi preseden, survei lapangan, dan kuesioner kepada 86 responden. Analisis lokasi, tapak, sirkulasi, program ruang, struktur, dan sistem utilitas dilakukan secara komprehensif untuk menghasilkan konsep perancangan yang ramah lingkungan dan partisipatif. Konsep massa bangunan terinspirasi dari bentuk biji jambu mete yang melengkung dan asimetris, melambangkan keunikan, pertumbuhan, dan keberlanjutan. Hasil rancangan diharapkan menciptakan destinasi wisata edukatif dan interaktif yang memberikan dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat setempat dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
HOTEL RESORT DENGAN PENEKANAN ECOWISATA DI PANTAI KLAYAR PACITAN Arrosyid, Harun; Rully, Rully
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.3979

Abstract

Pacitan merupakan salah satu dari 38 kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur yang terletak di bagian selat barat daya dengan luas wilayah 1.389,8716 km, luas tersebut sebagian besar berupa perbukitan dan jurang terjal selebihnya merupakan dataran rendah. Batas Kota Pacitan yaitu sebelah timur Kabupaten Trenggalek, sebelah selatan samudera Indonesia, sebelah barat Kabupaten Wonogiri (Jawa Jengah), sebelah utara Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur) dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah).Kabupaten Pacitan memiliki, potensi yang cukup beragam mulai dari potensi wisata Pantai dan potensi pesisir. Beberapa destinasi salah satunya Pantai Klayar yang memiliki daya tarik dengan bentangan pasir putihnya, karang raksasa seperti sphinx di mesir, seruling samudra, air mancur alami, air terjun dan batu karang yang indah. di ambil dari badan pusat statistik di sekitar Pantai Klayar saat ini hanya tersedia penginapan dengan tipe homestay. Hal ini pula yang menyebabkan sebagian besar wisatwan asing di Pantai Klayar memilih untuk tidak tinggal pada saat kunjungannya, karena keterbatasan jumlah dan opsi penginapan yang tersedia. hotel resort dengan penekanan eco-wisata yag berpendekatan arsitektur tropis modern sangat di perlukan di Pantai Klayar, sebagai upaya mengatasi permasalahan keterbatasan jumlah penginapan dan meningkatkan sumber daya alam, lingkungan sekitar Pantai Klayar.