Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Child-Friendly Islamic Boarding School (CFIBS): Realizing Humanistic Goals of Islamic Education Idris, Muh; Willya, Evra; Mokodenseho, Sabil; Musthan, Zulkifli
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 7 No 1 (2023): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v7i1.382

Abstract

Pondok Pesantren Ramah Anak (PRA) telah muncul sebagai salah satu wadah untuk mewujudkan tujuan humanistik pendidikan Islam, khususnya dalam proses mendidik dan mengasuh anak didik. Pendidikan dan pengasuhan yang tepat dan benar sangat menentukan kualitas individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang luhur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model perlindungan anak dari kekerasan yang dilakukan oleh Pesantren IMMIM dan Pesantren Nahdlatul 'Ulum Makassar dari perspektif Pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif digunakan, dan data diperoleh melalui observasi komprehensif, wawancara mendalam, studi literatur, dan triangulasi. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru, wali thalib (pembina), dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan kedua pesantren telah menerapkan model perlindungan anak melalui berbagai cara, seperti pengasuhan dan pendampingan (kemusyrifan), kurikulum dan proses pembelajaran, sarana dan prasarana, pelayanan publik, regulasi, dan penanganan masalah. Meskipun pelaksanaan program Pesantren Ramah Anak di Pondok Pesantren IMMIM dan Nahdlatul 'Ulum berhasil, namun belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman. Studi ini memberikan kontribusi untuk pengembangan model Pondok Pesantren Ramah Anak
Strengthening Religious Tolerance with Islamic Views in the Era of Diversity in Indonesia Idris, Muh; Willya, Evra; Mokodenseho, Sabil
West Science Islamic Studies Vol. 2 No. 02 (2024): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v2i02.839

Abstract

This qualitative study delves into the dynamics of religious tolerance within the diverse societal fabric of Indonesia, with a particular focus on Islamic perspectives. Through interviews with 10 informants representing various religious backgrounds, the research elucidates the role of Islam in fostering tolerance amidst religious diversity. Key themes emerge, highlighting Islamic teachings on tolerance, challenges to religious harmony, and strategies for promoting interfaith understanding. While Islam emphasizes principles of acceptance and coexistence, the study uncovers persistent challenges such as the politicization of religion and the influence of extremist ideologies. Nevertheless, the findings underscore the agency of individuals and communities in promoting religious tolerance through dialogue, education, and community engagement initiatives. Ultimately, the study contributes to a nuanced understanding of the interplay between Islam and religious tolerance in Indonesia, offering insights for fostering a culture of inclusivity and respect in diverse societies.
The Debate Between Religious and Minangkabau Traditional Figures About Pagang Gadai (Pawn) Land in Agam Regency, West Sumatra, Indonesia Willya, Evra; Idris, Muh; Wahid, Abdul
AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajis.v24i1.32101

Abstract

This research aims to analyze the debate between religious and traditional figures over pagang gadai land in Agam Regency, West Sumatra, Indonesia. This research is essential for religious figures to consider the practice of pawning that the community has carried out to be usury. It employed qualitative methods with a case research approach and used the maṣlaḥah mursalah theory to analyze the data. The primary data were obtained from informants, including religious leaders and members of the Indonesian Ulama Council (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), and Muhammadiyah, as well as traditional figures comprising Kerapatan Adat Nagari (KAN) members. Some relevant books, literature, and journal articles were studied as secondary data. The study shows that the practice of pagang gadai is considered usury to religious figures but not traditional ones. Traditional figures view the practice of pagang gadai as belonging to bay’ al-wafā’, as it is a form of mutual assistance (ta’āwun) devoid of injustice but benefits both parties. The opinion of traditional figures on mutual assistance, based on the concept of benefit, is consistent with the maṣlaḥah mursalah theory that pagang gadai is valuable to society. Abstrak: Tujuan penelitian menganalisis perdebatan tokoh agama dan tokoh adat terkait pagang gadai tanah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena praktek gadai yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dianggap oleh para tokoh agama sebagai riba. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teori maṣlaḥah mursalah digunakan untuk menganalisis data. Data primer diperoleh dari informan, yakni tokoh agama yang terdiri dari pimpinan dan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, serta tokoh adat yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) sedangkan literatur buku dan artikel jurnal relevan dijadikan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pagang gadai dianggap riba oleh tokoh agama, namun tidak bagi tokoh adat. Tokoh adat memandang praktik pagang gadai termasuk dalam bay’ al-wafā’, karena merupakan bentuk gotong royong (ta’āwun) yang tidak mengandung unsur zalim namun menguntungkan kedua pihak yang mengambil manfaat darinya. Pendapat tokoh adat yang menitikberatkan pada konsep kemaslahatan, yakni tolong-menolong sejalan dengan teori maṣlaḥah mursalah bahwa pagang gadai dapat mewujudkan kemaslahatan di masyarakat.
ELABORATION OF THE HISTORY OF ISLAMIC EDUCATION IN THE DUTCH COLONIAL PERIOD Mokodenseho, Sabil; Kurdi, Muqarramah Sulaiman; Idris, Muh; Rumondor, Prasetio; Solong, Najamuddin Petta
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2590

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia erat kaitannya dengan proses sejarah yang panjang. Pada awalnya pendidikan Islam di Indonesia mengalami pasang surut, kemudian menunjukkan perubahan-perubahan besar yang luar biasa. Perubahan kebijakan terkait pendidikan Islam di Indonesia ini tidak lepas dari pengaruh kolonialisme. Berangkat dari fakta sejarah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa literatur terkait sejarah maupun kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda didapatkan melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai bahan pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa hegemoni pendidikan Belanda dalam mengatur kebijakan pendidikan Islam, khususnya yang diusung lembaga pendidikan Islam didasarkan pada nalar politik, ideologis, dan kultural ala kolonialis untuk memaksakan pengaruh pemerintahannya terhadap Muslim Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Belanda merugikan Muslim Indonesia. Kesimpulannya, kebijakan kolonial Belanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah dikotomis dan diskriminatif, sehingga membuatnya kaku dan sulit berkembang. Meski begitu, semangat mempertahankan dan memperjuangkan pendidikan Islam di Indonesia terus diwujudkan oleh para ulama. Semangat para ulama ini dibuktikan dengan semakin eksisnya lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) hingga saat ini.  
THE PATTERNS OF ISLAMIC EDUCATION DURING THE TIME OF THE PROPHET MUHAMMAD Mokodenseho, Sabil; Rohmah, Siti; Idris, Muh; Aziz, Adit Mohammad; Rahman, Rahman
Journal of Islamic Education Policy Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v9i1.2921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW. Kajian ini menjadi penting karena pendidikan Islam mempunyai arti penting bagi umat Islam dalam meneladani proses pendidikan Islam sejak zaman Nabi, yang bermanfaat untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan kontemporer dalam pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data mengenai sejarah pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad diperoleh melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai literatur. Penelitian ini menemukan pendidikan Islam di masa Rasulullah telah berlangsung di Mekah dan Madinah. Di Mekah, Nabi menjadikan lembaga pendidikan, yakni rumah, Dar al-Arqam dan Kuttab sebagai sarana yang efektif dan efisien. Materi pendidikan Islam berisi pendidikan akhlak dan budi pekerti, dan pendidikan jasmani (kesehatan), seperti menunggang kuda, memanah, dan menjaga kebersihan. Sementara pola pendidikan yang diterapkan Nabi di Madinah berorientasi pada pemantapan nilai-nilai persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Nabi mendirikan masjid dan Suffah sebagai sarana yang efektif. Muatan pendidikannya menekankan pada penanaman tauhid, pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat, dan budi pekerti. Semua ini efektif karena motivasi dari dalam masyarakat Madinah dan karisma serta metode yang digunakan Nabi dalam menangani kepentingan masyarakat secara adil dan demokratis. Temuan ini menunjukkan pola pendidikan Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. di Mekah dan Madina. Kesimpulannya, pendidikan Islam dalam sejarahnya telah berkontribusi besar terhadap peradaban manusia terutama umat Muslim di dunia. This research aims to analyze the patterns of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad. This study is important as Islamic education holds significance for Muslims in emulating the process of Islamic education since the time of the Prophet, which is beneficial for understanding the growth and development of Islamic education, thus addressing contemporary issues in Islamic education. The research methodology employed is qualitative with a descriptive approach. Data regarding the history of Islamic education during the time of the Prophet Muhammad was obtained through extensive reading and study of various literature sources. The study finds that Islamic education during the Prophet occurred in Mecca and Medina. In Mecca, the Prophet established educational institutions, such as homes, Dar al-Arqam and Kuttab as effective and efficient means. The curriculum of Islamic education included moral and character education, as well as physical education (health), such as horse riding, archery, and hygiene. Meanwhile, the educational pattern implemented by the Prophet in Medina focused on strengthening the values of brotherhood between the Muhajirin and the Ansar. The Prophet established mosques and Suffah as effective means. The educational content emphasized the cultivation of monotheism, family education, community education, and manners. All of these were effective due to the motivation from within the Medina community and the charisma and methods employed by the Prophet in fairly and democratically addressing the community's interests. These findings illustrate the pattern of Islamic education implemented by the Prophet Muhammad  in Mecca and Medina. In conclusion, throughout history, Islamic education has significantly contributed to human civilization, particularly for the Muslim community worldwide
LIBRARY MANAGERS’ STRATEGY IN INCREASING STUDENTS' READING INTEREST AT MIN 1 MANADO Mokodenseho, Sabil; Mokodenseho, Rahmat; Idris, Muh; Mamonto, Merdi F; Awumbas, Radiyastika
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i1.2288

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di MIN 1 Manado dan mengungkap faktor penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam menganalisis data. Data primer diperoleh dari responden penelitian yaitu pustakawan, dan guru, sedangkan buku, artikel jurnal, dan dokumen digunakan sebagai data sekunder. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik analisis induktif. Penelitian ini menemukan bahwa dalam meningkatkan minat baca siswa, pengelola perpustakaan membentuk kelompok belajar yang menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan dan membuat tempat baca (pojok baca) di setiap kelas. Selain itu, kegiatan membaca dilakukan dengan mengadakan storytelling, berkunjung ke perpustakaan untuk membaca selama 1 jam, memberikan technical reading, serta memberikan penghargaan kepada siswa yang rajin berkunjung dan meminjam buku di perpustakaan. Kegiatan dan program membaca yang telah disebutkan sebelumnya menarik minat siswa untuk aktif membaca. Selain itu, pengelola perpustakaan bekerjasama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran, serta alumni (1 alumni, 1 buku cerita) dalam meningkatkan minat baca siswa. Terakhir, ditemukan faktor penghambat peningkatan minat baca siswa adalah keterbatasan jumlah koleksi buku, minimnya jumlah pengelola perpustakaan, dan kecilnya ruang perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah terutama dalam hal penambahan koleksi buku, perekrutan tenaga perpustakaan, dan perluasan ruangan perpustakaan. 
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SAMPEL DALAM JUAL BELI ONLINE (STUDI PENDAPAT MAZHAB HANAFI, MAZHAB MALIKI, MAZHAB SYAFI’I, MAZHAB HAMBALI) Iqbal, Muhammad; Idris, Muh
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 3 No 1 (2021): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v3i1.3090

Abstract

Teknologi dan kebudayaan turut mempengaruhi proses dalam jual beli, salah satunya adalah jual beli online yang lagi berkembang pada saat ini. Jual beli online dilakukan dengan tanpa pertemuan secara langsung antara penjual dan pembeli, melainkan dilakukan melalui media sosial (online).proses penawaran dalam jual beli online dilakukan dengan memberikan sampel kepada pembeli melalui media sosial maupun aplikasi marketplace. Sehingga dalam praktiknya pembeli hanya melihat sampel dari jualan yang akan dia beli, dan pembeli tidak dapat memeriksa secara langsung barang yang akan dia beli, sehingga tidak menutup kemungkinan pada saat barang tiba di tangan pembeli, sampel tersebut yang dilihat sebelumnya tidak sesuai dengan barang yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum sampel dalam jual beli online dalam tinjauan hukum Islam, serta perbedaan jual beli sampel zaman dulu dengan sekarang.Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (library research).Sedangkan sifat dari penelitiannya bersifat deksriptif. Untuk cara pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan. Data dari hasil temuan digambarkan secara deskriptif dan dianalisis menggunakan cara berfikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dalam jual beli online adalah boleh dan sah untuk digunakan.Adapun yang menjadi perbedaan antara sampel jual beli zaman dulu dengan sekarang terletak pada kejelasan terhadap sampel yang digunakan.