Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ICARE (INTRODUCTION, CONNECT, APPLY, REFLECT, EXTEND) BERBANTU APLIKASI DESMOS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT KELAS X SMK NU PACE Rihandoko; Vera Septi Andrini; Agustin Patmaningrum
Dharma Pendidikan Vol 19 No 1 (2024): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v20i1.507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa antara penerapan model pembelajaran konvensional dengan penerapan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connect, Apply, Reflect, Extend) berbantu Aplikasi Desmos pada materi fungsi kuadrat kelas X SMK NU Pace tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji sample t-test. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t_hitung=5,65 dan t_tabel=2,005 dengan taraf signifikan = 5% dengan derajat kebebasan = 53 Kemudian keduanya dibandingkan dan dapat dilihat bahwa t_hitung=5,65> t_tabel=2,005 sehingga h_o (hipotesis nol) ditolak dan h_a (hipotesis alternatif) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa antara penerapan model pembelajaran konvensional dengan penerapan model pembelajaran ICARE (Introduction, Connect, Apply, Reflect, Extend) berbantu Aplikasi Desmos pada materi fungsi kuadrat kelas X SMK NU Pace tahun pelajaran 2022/2023.
Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa SDN 2 gampeng melalui program kampus mengajar Anggie Dahni Oktavianto; Agustin Patmaningrum; Sherly Mayfana Panglipur Yekni; Addin Zuhrotul Aini; Reza Dimas Pravangasta Perdana
Dharma Pendidikan Vol 19 No 2 (2024): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia, khususnya di SD Negeri 2 Gampeng masih rendah dengan nilai rata-rata Pre Test literasi sebesar 51,11 dan numerasi sebesar 52,78. Pendidikan yang efektif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Program Kampus Mengajar 6 dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di SD Negeri 2 Gampeng. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek dengan rata-rata nilai literasi meningkat menjadi 80,56 dan numerasi menjadi 71,67. Nilai T Hitung literasi adalah 4,09 dan T Hitung numerasi adalah 1,87. Kesimpulan: Program Kampus Mengajar 6 terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Studi lanjutan dapat difokuskan pada implementasi metode serupa di sekolah-sekolah lain dengan kondisi yang serupa. Kata Kunci—kampus mengajar; literasi; numerasi; sekolah dasar; pembelajaran interaktif
PEMETAAN KEBUTUHAN DEEP LEARNING UNTUK PENGUATAN LITERASI NUMERASI DAN SELF REGULATED LEARNING Yekti, Sherly Mayfana Panglipur; Patmaningrum, Agustin
Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi dan Inovasi Ilmiah Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi, dan Inovasi Ilmiah Pend
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/jpd.v12i1.1111

Abstract

Rendahnya capaian literasi numerasi peserta didik yang masih berada di bawah rata-rata internasional serta dominannya pola pembelajaran procedural menunjukkan perlunya transformasi pembelajaran yang lebih bermakna. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memperkuat literasi numerasi sekaligus Self Regulated Learning (SRL) peserta didik melalui pendekatan deep learning yang sejalan dengan arah kebijakan nasional Asta Cita dan target global SDGs 4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi berbasis PISA, angket SRL, wawancara mendalam, observasi kelas, FGD, dan analisis dokumen pembelajaran serta kebijakan pendidikan. Validitas instrumen diuji dengan product moment, sedangkan reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan 58% peserta didik berada pada level literasi numerasi rendah, 29% berada pada level menengah, dan hanya 13% yang mencapai level tinggi. Sementara itu, kemampuan SRL mayoritas berada pada kategori sedang (67%), dengan 15% rendah dan 17% tinggi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa implementasi deep learning masih berada pada tahap awal, sehingga dampaknya terhadap penguatan literasi numerasi dan SRL belum optimal. Pemetaan kebutuhan mengindikasikan perlunya penyediaan modul ajar kontekstual berbasis literasi numerasi, pengembangan perangkat refleksi untuk SRL, peningkatan kompetensi pedagogis guru dalam desain pembelajaran deep learning, serta dukungan sarana, kebijakan, dan kemitraan sekolah.