Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) pada Pemberian Pupuk Organik Cair dari Buah Pepaya dan Komposisi Media Tanam yang Berbeda Sity Nurfadilah Ramadhany; Sofyan -; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lettuce has a fairly large market opportunity, both to meet the needs of the domestic and international markets. High demand for both domestic and foreign markets makes this horticultural commodity have high economic value. The aim of this study was to determine the growth of lettuce (Lactuca sativa L.) when given liquid organic fertilizer from papaya fruit and the composition of several types of planting media. This research was conducted from May to July 2022 in Batulotong Hamlet, Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency. This research method uses a factorial design with the RAK basic design consisting of two factors. The first factor in the form of giving liquid organic fertilizer from papaya fruit consists of four levels, namely: control, 100mL/liter, 150 mL/liter, 200mL/liter and the second factor is the comparison of planting media which consists of three levels, namely: soil, soil+compost, soil + compost + husk charcoal. The results showed that a dose of 150 mL of liquid organic fertilizer from papaya fruit had a significant effect on the growth of leaf length, leaf width and number of leaves. While the composition of the planting medium soil + compost + roasted husks and soil + compost had a very significant effect on the growth of leaf width and leaf length in lettuce plants. The interaction of giving liquid organic fertilizer from papaya fruit at a dose of 150 mL/liter and the composition of the planting medium soil + compost + husk charcoal has a significant effect on leaf width
Pengaruh Media Tanam dan Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolus L.) Andi Herwati; Nur Haenir; Haerul -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Celery is commonly used as a food mixture as a flavor enhancer and can also be used as a medicinal plant. In order to meet public demand, it is necessary to increase the production of celery plants, one of which can be increased by using planting media to fulfill the appropriate nutrients. The purpose of this study was to determine the effect of planting media and liquid organic fertilizer from rice washing water which had the best effect on celery plants. This research was conducted from January to April 2022 at Samangki Village, Simbang District, Maros Regency. The research design used was a randomized block design which was arranged in a factorial manner, where the first factor was the planting medium which consisted of 3 treatments and the second factor was liquid organic fertilizer from rice washing water which consisted of 4 treatments so that there were 12 combinations of repeated treatments. 3 times so that there are 36 experimental units. The results of the study gave the best growth in the sandy soil media treatment on plant height parameters, while the soil growing media gave the best growth on the number of leaves, number of petioles, number of stems per clump and plant fresh weight. Meanwhile, the application of liquid organic fertilizer from rice washing water and the interaction between the treatment of growing media and the application of liquid organic fertilizer from rice washing water had no significant effect on the growth of celery plants
Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine Max L. Merill) pada Aplikasi Pupuk Kompos dengan Berbagai Macam Bioaktivator MOL dan Media Tanam Sekam Muhammad Riski Wahyudi; Bibiana Rini Widiati Giono; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuburan media tanam dapat ditingkatkan dengan aplikasi pupuk kompos dengan bioaktivator MOL dan media tanam sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bioaktivator MOL dengan kompos dan jenis media tanam sekam serta adanya interaksi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Waktu yang di gunakan dalam penelitian ini di mulai pada bulan Februari sampai bulan Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode rancangan factorial dengan rancangan dasar yaitu: rancangan acak kelompok (RAK), dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit dengan faktor pertama yaitu bioaktivator (MOL bonggol pisang, MOL batang pisang, dan MOL kulit pisang) dan faktor kedua yaitu sekam(sekam mentah dan sekam bakar). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bioaktivator Mol bonggol pisang memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya pada parameter tinggi tanaman 55 cm, jumlah daun 61,33 helai, umur berbunga 38 hari, jumlah polong 47 polong, bobot biji 30,33 gram, berat akar 0,27 gram dan produksi kacang kedelai. Pemberian sekam bakar memiliki nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman 55 cm, jumlah daun 63,33 helai, diameter batang 0,77 mm, jumlah polong 46,33, berat tajuk 20,94 gram dan produksi kacang kedelai. Interaksi antara aplikasi pupuk kompos dengan bioaktivator MOL bonggol pisang dan media tanam sekam bakar memberikan pengaruh yang lebih baik pada produksi tanaman kacang kedelai 93,33 biji (jumlah biji).
Uji Efektifitas PGPR Akar Bambu dan Pupuk Organik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L). Anriyani -; Andi Herwati; Nining Haerani
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis PGPR akar bambu terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit, dosis POC terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai rawit, dan interaksi antara PGPR akar bambu dan POC pada pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai bulan Juni 2022 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT BPTPH) Provinsi Sulawesi Selatan, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAK faktorial yang terdiri dua faktor, faktor 1 dosis PGPR akar bambu terdiri atas 3 taraf, yakni: Kontrol (0 L/L air), 30 mL/L air dan 40 mL/L air. Sementara dosis pupuk organik cair terdiri dari 3 taraf yaitu: Kontrol (0 L/L air), 90 mL/L air, dan 100 mL/L air. Hasil penelitian menunjukkan dosis PGPR 40 mL/L memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah daun (42 helai), umur berbunga (42,00 hst), dan jumlah cabang produktif (6 cabang). Dosis pupuk organik cair 90 mL/L memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah daun (42 helai), umur berbunga (42,00 hst), dan jumlah cabang produktif (6 cabang). Terdapat interksi antara dosis PGPR akar bambu dan pupuk organik cair pada parameter umur berbunga, jumlah bunga, dan jumlah buah.
Hama dan Penyakit Tanaman Kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros FAKHRY ALI SYAFI; Haerul Haerul; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah lama dibudidayakan di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, namun sering mengalami gangguan organisme penggangu tumbuhan yang belum teridentifikasi dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan survei lapangan pada areal kebun kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Pengumpulan dilakukan terhadap tanaman kopi yang terserang hama dan penyakit. Bagian tanaman kopi yang diamati adalah daun, cabang, buah, dan akar tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa hama yang umum menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge adalah penggerek buah kopi, kutu daun dan penggerek batang kopi. Sementara itu penyakit yang ditemukan adalah karat daun dan bercak buah kopi.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada Pemberian Biourin Sapi Sri Wahy Yuni; Andi Herwati; Haerul .
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang termasuk salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dikarenakan tanaman ini dapat tumbuh baik di lahan dataran rendah maupun dataran tinggi, baik di tanah sawah, tegalan maupun tanah pekarangan. Kebutuhan kacang panjang di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk sehingga permintaan kacang panjang dipasar semakin meningkat tetapi tidak diikuti oleh produksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor BSMBTPH Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan Maret sampai Juli 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pemberian biourin sapi yang terdiri dari tiga taraf yaitu kontrol, dosis 200 mL/tanaman, dosis 300 mL/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biourin sapi dengan dosis 300 mL/tanaman memberikan hasil yang berpengaruh baik terhadap parameter panjang sulur tanaman kacang panjang dengan rata-rata tinggi 287,21 cm dan juga memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah polong yaitu sebanyak 29,47 polong dibanding perlakuan lainnya.