Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Analisis Framing Pemberitaan Putusan Mahkamah Konstitusi: Studi Pada Berita Syarat Usia Calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden Di Mahkamah Konstitusi Tahun 2023 Fadillah, Muhammad Iqbal; Kalaloi, Abdul Fadli; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Constitutional Court's decision regarding the age limit for presidential and vice presidential candidates wasratified which resulted in a new decision to remain at a minimum age of 40 years but with the addition of the phrase"or has/is currently holding a position elected through general elections, including regional head elections". Thiscaused many reactions and opinions from the public, including the media, in reporting the decision. This researchaims to determine how the media frames news about the Constitutional Court's decision regarding the age limit forpresidential and vice presidential candidates on the media tempo.co and detik.com. This research uses a constructivistparadigm and qualitative research methods with analytical methods framing Robert N. Entman model. The results ofthis research show that tempo.co frames the news by highlighting critical news by considering the decision as apolitical, legal and nepotism problem. Meanwhile, detik.com framed the news by highlighting the news of theConstitutional Court's decision which considered the decision to be a problem of the lack of opportunities given toyoung people in leadership in Indonesia to become leaders. Keywords-constitutional court decision, Robert N. Entman framing analysis, media Tempo.co and Detik.com
Analisis Resepsi Pemilih Muda Terhadap Calon Legislatif 2024 Dari Kalangan Gen Z Di Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Suherman, Mochammad Alfiansyah; K, Abdul Fadli; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the reception of young voters from Gen Z towards the 2024 legislative elections inCilengkrang District. Using a qualitative approach through data collection with in-depth interview methods with 15informants who are young voters in Cilengkrang District. This research found that the position of public acceptancein Cilengkrang District according to 3 positions of acceptance of legislative candidates from Generation Z and theresults are dominated by the Dominant-Hegemonic position where the community agrees with the existence oflegislative candidates from Generation Z. The results showed that the position of community acceptance inCilengkrang sub-district towards legislative candidates from Gen Z is dominated by the Dominant Hegemonic positionbecause the community considers that Generation Z has great opportunities and ambitions to bring change to thefuture government. This research is expected to provide insights for political parties and campaign teams to developmore effective strategies in attracting support for Gen Z legislative candidates, as well as being a valuable source ofinformation regarding the public's assessment of Gen Z candidates. Keywords-gen z, young voters, 2024 legislative election, reception
Analisis Sentimen Terhadap Gerakan Cancel Culture Pada Saipul Jamil Di Twitter (Studi pada Data Topik Percakapan Kekerasan Seksual Saipul Jamil di Twitter Tahun 2021) Dwilestari, Anisa; Kalaloi, Abdul Fadli; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, tercatat jumlah kasus kekerasan seksual di Indonesia ada sebanyak 5.905 kasus. Di tengah tingginyaangka kasus tersebut, Saipul Jamil justru mendapatkan glorifikasi pasca bebas dari tahanan. Hal ini lantasmenimbulkan reaksi penolakan dari publik, karena glorifikasi terhadap Saipul Jamil sebagai mantan narapidanakekerasan seksual tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak pantas, karena layaknya menghina korban kekerasanseksual. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sentimen dalam percakapan publik dan menganalisisdiskusi yang berdampak menjadi sebuah gerakan cancel culture yang dialami oleh Saipul Jamil di Twitter pada tahun2021. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis sentimen yang bersifatdeskriptif dan menggunakan sumber data yang diperoleh dari situs web crawling open source bernamaacademic.droneemprit.id. Dari 22.814 percakapan yang terjadi, diambil data sampel sebanyak 500 percakapan.Hasilnya, didapatkan sebanyak 75% atau 378 percakapan publik menyampaikan sentimen negatif, 17% atau 83percakapan menyampaikan sentimen positif, dan 8% atau 39 percakapan menyampaikan sentimen netral. Dari hasilanalisis sentimen dan diperkuat dengan analisis pada hashtag, wordcloud serta emosi, menjadi data kuat yangmembuktikan bahwa terjadi gerakan cancel culture pada Saipul Jamil selama berlangsungnya percakapan di Twitterdalam periode Juli-Desember 2021 Kata Kunci- analisis sentimen, cancel culture, kekerasan seksual, saipul jamil, twitter.
Isu Kewarganegaraan Ganda Pada Pemberitaan Naturalisasi Pemain Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Pada Media Tempo.Co Dan Tribunnews.Com: Analisis Framing Model Zhongdang Pan Dan Gerald M.Kosicki Yapari, Yessy; Ismail, Oki Achmad; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) semakin gencar melakukan proses naturalisasi pemain asing yangmemiliki keturunan Indonesia guna memperkuat performa Timnas Indonesia. Akan tetapi, proses tersebut tidakterlepas dari berbagai permasalahan yang muncul, terutama mengenai dugaan kewarganegaraan ganda sehinggamenimbulkan berbagai perdebatan di berbagai pihak. Mengacu pada hal tersebut, penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana dua media online yakni Tempo.co dan Tribunnews.com membingkai pemberitaan mengenaiisu kewarganegaraan ganda pada pemain naturalisasi timnas Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan analisis framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwapembingkaian berita oleh media Tempo.co lebih mengarah pada aspek untuk meluruskan isu kewarganegaraan gandapada pemain naturalisasi tim nasional Indonesia. Berita yang disajikan hanya menampilkan tanggapan dari pihakpihak resmi seperti Kedubes Belanda, PSSI, dan Imigrasi yang memiliki kewenangan pada isu tersebut sehingga hanyaberfokus pada pengungkapan fakta. Sedangkan, pada media Tribunnews.com lebih mengarah pada aspek yangmengkritisi isu tersebut. Berita yang disajikan lebih menonjolkan pada kritikan berbagai pihak luar terkait isukewarganegaraan ganda.Kata Kunci: Naturalisasi, Analisis Framing, Media Online, Berita.
Analisis Semiotika Sosial Halliday pada Simbol dan Fenomena “Peringatan Darurat” di Indonesia Dafi, Muhammad Abyan; Prasetio, Arie; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena simbol “Peringatan Darurat” yang muncul di Indonesia pada bulan Agustus 2024 mencerminkan bentukrespons masyarakat terhadap kondisi sosial-politik yang dinilai mengancam prinsip-prinsip demokrasi. Simbol inimenyebar luas melalui media sosial, terutama pada akun kolaborasi @narasi.tv, @najwashihab, @matanajwa, dan@narasinewsroom, dan menjadi bentuk kritik terhadap keputusan MK serta revisi UU Pilkada yang dianggap tidakmencerminkan kedaulatan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol “Peringatan Darurat”menggunakan pendekatan semiotika sosial M.A.K Halliday, dengan fokus pada tiga elemen utama yaitu, field ofdiscourse, tenor of discourse dan mode of discourse. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatifdengan teknik analisis semiotika sosial terhadap teks yang diunggah oleh media Narasi sebagai unit analisis utama.Hasil penelitian bahwa wacana ini tidak sekedar berfokus pada aspek hukum, namun juga mencerminkan dinamikakekuasaan yang lebih luas lagi, di mana keputusan-keputusan yang diambil oleh lembaga negara berpotensi merusakkepercayaan masyarakat terhadap sistem politik yang ada. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simbol-simbol dimedia sosial dapat menjadi alat yang penting untuk membentuk pandangan masyarakat serta kesadaran masyarakat.Kata Kunci : Semiotika Sosial M.A.K Halliday, Peringatan Darurat, Kritik Politik.
KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL TENTANG PRAKTIK BERPOLITIK DI PERGURUAN TINGGI (Studi Pada Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Telkom) Wafi, Muhammad Rafid; Mahadian, Adi Bayu; Alwaton, Yogie
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi realitas sosial praktik berpolitik di perguruan tinggi, berfokus pada BadanEksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Universitas Telkom. Praktik berpolitik di perguruan tinggisering dipandang sebagai realitas yang terbentuk secara organik. Namun, realitas ini dikonstruksi secara sosial dandifasilitasi dalam organisasi mahasiswa, khususnya BEM KEMA Universitas Telkom. Penelitian ini bertujuan untukmemahami bagaimana praktik politik mahasiswa dibentuk dan dilembagakan. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, pendukung dan ahli. Mengintegrasikanteori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann (eksternalisasi, objektivasi, internalisasi) dengan konsepscaffolding Vygotsky. Hasil menunjukkan realitas politik BEM KEMA adalah dialektika dinamis yang dimediasi olehkonsep scaffolding. Eksternalisasi terwujud dalam model "Keluarga Mahasiswa". Objektivasi melembagakan praktikini sebagai norma kampus, menjadikan BEM KEMA pembentuk kesadaran politik. Ketiadaan BEM KEMA secaradramatis mengobjektivasi degradasi politik, menegaskan peran scaffolding institusional. Internalisasi terjadi saatmahasiswa menyerap realitas politik objektif, mengadopsi orientasi politik dan soft skill yang difasilitasi scaffolding adaptif, bahkan memungkinkan pemahaman kritis terhadap praktik problematis. Disimpulkan bahwa scaffoldingadalah mekanisme fundamental dalam pembentukan realitas sosial praktik berpolitik mahasiswa. Penelitianmerekomendasikan restrukturasi dan revitalisasi BEM KEMA, rekrutmen meritokratis, pendidikan politiktransformasional, dan peran proaktif universitas.Kata Kunci : Konstruksi Realitas Sosial, Praktik Berpolitik, Scaffolding, Perguruan Tinggi.