Claim Missing Document
Check
Articles

Alternatif Pengendalian Banjir di Kawasan Perumahan Grand Meridian Kota Manado Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Sumarauw, Jeffry Swingly Frans; Ratu, Yosua Aditya; Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11859

Abstract

Pemilihan topik pengendalian limpasan permukaan di kawasan perumahan Grand Meridian didasarkan pada pentingnya mengatasi masalah yang dimana lokasi tersebut berada di kecamatan yang hampir setiap tahunnya terjadi banjir. Limpasan permukaan yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan banjir, erosi tanah, pencemaran air, dan kerusakan infrastruktur, yang semuanya berdampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi yang optimal dan berkelanjutan guna mengurangi risiko tersebut dan menjaga keberlanjutan lingkungan perumahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi berbagai alternatif pengendalian limpasan permukaan. AHP membantu dalam pengambilan keputusan yang berbasis data dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang telah terdefinisi dengan baik. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan utama, mengevaluasi berbagai skenario pengendalian, dan mengoptimalkan pilihan solusi melalui sistem peringkat hirarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kolam retensi dapat mengurangi secara signifikan limpasan permukaan dan risiko banjir bilamana dilihat dari aspek teknis, lingkungan dan biaya, penerapan kolam retensi yang paling efektif untuk pengendalian banjir di kawasan perumhan grand meridian. Penelitian ini menegaskan bahwa pentingnya pendekatan komprehensif dalam pengendalian limpasan permukaan di kawasan perumahan grand meridian. Dengan menggabungkan teknologi, infrastruktur yang memadai, dan partisipasi masyarakat, agar mengurangi dampak negatif dan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Study Of The Effectiveness Of Flood Control Concepts In The Molibagu River, South Bolaang Mongondow Regency Tawalujan, Kevin Filindo; Mananoma, Tiny; Swingly Frans Sumarauw, Jeffry
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3300

Abstract

In 2020, flooding occurred in the village of Molibagu, causing damage and losses for the residents who live and work around the Molibagu River. One of the causes of this flood was heavy rainfall, which triggered an increase in the flow discharge of the Molibagu River. Therefore, an analysis of the flood discharge and water level in the Molibagu River is needed to minimize the potential risk of flooding and to determine effective control strategies based on developed scenarios. The objective of this research was to identify effective scenarios from several alternatives, including normalization and the addition of embankments on the left and right sides of the river, to control flooding. The Molibagu Watershed has an area of 38.7 km². Secondary data in the form of rainfall data was obtained from the Sulawesi I River Basin Office (BWSS-I). The rainfall stations ARR-MRG Kosinggolan Matayangan and MRG Bolangaso Molibagu are the sources of maximum daily rainfall data, which will be analyzed over the period from 2008 to 2022. To obtain the parameters needed to determine the peak discharge of 17.5 m³/s, the HEC-HMS software is used. After obtaining the calibrated parameters, the analysis will continue to determine the design flood discharge for various return periods using the HEC-HMS software. The design flood discharge for the return periods will then be input into the HEC-RAS software to obtain the inundation area and water surface elevation of the Molibagu River. As a form of flood control, three flood control scenarios are applied: normalization, embankments, and a combination of normalization and embankments, using RAS Mapper to model and show the extent of the inundated areas. Based on the simulation results obtained, the second scenario, which involves handling with normalization at the same elevation and based on existing flood discharge, is more effective in reducing water level height and mitigating flood overflow better than handling with levees. However, in this scenario, the river cross-section is not able to reduce the flood discharge at the 50 and 100 year return periods, so a combination of the first and second scenarios is needed to reduce the flood and there is no more inundation.
Analisis Luas Genangan Akibat Keruntuhan Bendungan (Dam Break) Kuwil Kawangkoan Dengan Program HEC-RAS Lombogia, Christhio A. P.; Hendratta, Liany A.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66106

Abstract

Menurut ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia mengenai bendungan, setiap bendungan wajib memiliki dokumen Rencana Tindak Darurat (RTD) yang diperbaharui setiap lima tahun. Penyusunan RTD tersebut harus didasarkan pada analisis potensi keruntuhan bendungan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melakukan analisis potensi keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, dengan mengacu pada Pedoman Klasifikasi Bahaya Bendungan sesuai Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Bendungan. Studi ini memberikan hasil bahwa curah hujan PMP di DTA Waduk Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 1297,18 mm, debit banjir PMF di Kuwil Kawangkoan adalah sebesar 2476,57 m3/det, dan Skenario keruntuhan Bendungan Kuwil Kawangkoan dengan dampak paling ekstrem adalah overtopping, yang menghasilkan genangan seluas ±1.689,49 ha. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa. Kedalaman genangan maksimum pada titik representatif masing-masing wilayah berkisar antara 2,69 m hingga 22,06 m. Berdasarkan kedalaman banjir tersebut, sebagian besar wilayah seperti Kuwil, Maumbi, Malendeng, Kairagi Satu, Paal IV, Kairagi Dua, Kairagi Weru, Tikala Baru, Paal Dua, Komo Luar, Pinaesaan, Wenang Utara, Sindulang Satu, Bitung Karangria, dan Wawonasa dikategorikan sebagai Zona Bahaya Tinggi. Kata kunci: keruntuhan bendungan, Bendungan Kuwil Kawangkoan, Probable Maximum Flood, genangan banjir, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Anak Sungai Tikala Di Titik Jalan Kelapa Kelurahan Banjer Kota Manado Pessak, Imanuel Z.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66302

Abstract

Anak Sungai Tikala yang mengalir melintasi Kelurahan Banjer, beberapa kali meluap dan menyebabkan banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di sekitar Anak Sungai Tikala ini mengalami kerugian saat terjadi hujan, karena beberapa rumah dan jalan di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari satu pos hujan, yaitu pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+100, STA+150, STA+175, STA+200 pada debit kala ulang 50 tahun (Q50) dan STA 0+50, STA 0+100, STA+150, STA+175, STA+200 pada debit kala ulang 100 tahun (Q100). Kata kunci: Jalan Kelapa, Anak Sungai Tikala, debit puncak, tinggi muka air
Co-Authors Abdulhalim, Dwiki Fahrezi Adare, Demetrius R. Ch. Agnesia Kumajas Alex Binilang Anastasya Feby Makawimbang Andre Ch. Tampi Andrew, Alfredo Andriano Petonengan, Andriano Andronikus Pebakirang, Andronikus Angel C. Poli Anggie G. M. Rantung Charly Ambat Christian Yonatan Sumampouw Cindy J. Supit Cindy J. Supit Cyndy M. Pangkey Dave Steve Kandey, Dave Steve Deandra Kalalo Delarue, Naomi W. N. Deniel J. Sakudu Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dzul Firmansah Dengo, Dzul Firmansah Eunike Korua Eveline M. Wuisan Fabian J. Manoppo Febrianti R. Siban Gerald C. A. Nayoan Giovani A. Patiro Giovanni David Posumah, Giovanni David Gisella F. Oroh Glend Randy Kansil, Glend Randy Gloria A. Palit Gracia K. Manoppo Haniedo P. Salem, Haniedo P. Hanny Tangkudung Hutabarat, Urgent Valensky Ineke, Venesia Aprilia Injilia P. Timbuleng Isa, Mohamad Isabella E. G. Palit Jeremia R. R. Oroh Jeremia V. Lumbantobing Jimmy Y. Kalumata Jonathan R. Kawet Josse A. Limpong Julio A. D. Mangare Kamase, Malinda Kambey, Glandi Deivie Kapantouw, Billy Kelvin Haryono Auwyanto Kereh, Inri Eklesia Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Kondoj, Aditya Supryanto La'la Monica Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Lengkong, Jeanifer Claudia Leonardo Mamahit Liany Amelia Hendratta Liuw, Petra M. J. Lombogia, Christhio A. P. Lumentut, Valen Yanny Lumowa, Thessalonika S. G. Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Makasaehe, Deborah Mamahit, Yessy Natasha Mambu, Venezia Syaloom Mamuaya, Frana L. Manampiring, Aaron A. A. Manengkey, Arsita Maria Manoppo, Marcelina R. T. Mantik, Maria Teresya Marcelino G. R. Mamoto Marcella M. Koilam Marcellino J. Manoppo Marco Salomo Mattheuw D. Taju Melisa Massie Mentang, Risky Schwars Meriam S. Umbas Meruntu, Philips Alexander Mokobombang, Muhamad Ervan Mokoginta, Rendy Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Moomin, Gavrila S. R. Morong, Nikita Muhammad A. Tumian Muhammad A. Z. Safii Muhammad Mufli Fajar Muntu, Andrew Daniel Nadia C. Mawikere Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Novia Ros Rante, Novia Ros Ondang, Gisela Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pangemanan, Axel R. Pessak, Imanuel Z. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina Pioh, Aditya H. R. Pua, Michael Rafael W. Sondakh Rambembuoch, Irandy E. Rayza D. P. Tubagus Ricardo I. W. Kalangi Rivaldy, Dandy Ramdan Roski R.I. Legrans Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Runtuwene, Natassa M. T. Sabar Sihombing Sahetapy, Justi Edgar Sahusilawane, Gravenno Salaki, Perchy R. C. Sandra, Gusti Ayu Senaen, Yosua Marsel Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Susilo, Dewi M. M. Svita Eka Ristie Ramadhan, Svita Eka Ristie Talumepa, Marcio Yosua Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Titirlolobi, Josephat D. Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tuda, Gabriella Elmalina Tulandi, Andre Felix Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Valentsia R. Pantow Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wantania, Joel Y. F. Welliang, Aditya Hadipradana Wirando T. Wilar Yosua Aditya Ratu Zefanya I. G. Pangemanan