Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Wisata Spiritual di Taman Beji Sudamala Sari, Ni Wayan Frena Herlina; Semadi, Gusti Ngurah Yoga; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.855

Abstract

Wisata spiritual adalah tren yang sedang berkembang dalam industri pariwisata global, ditandai dengan meningkatnya minat dan potensi pengalaman berkualitas tinggi. Bentuk pariwisata ini menekankan apresiasi yang mendalam terhadap lingkungan alam dan keterlibatan yang menghormati tradisi budaya lokal. Taman Beji Sudamala yang terletak di Desa Sayan menjadi contoh tren ini dengan menawarkan aktivitas seperti ritual melukat di tengah pemandangan alam yang menakjubkan. Meski memiliki potensi yang cukup baik, situs ini belum sepenuhnya dioptimalkan sehingga menyebabkan daya tarik ini masih belum berkembang sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai posisi Taman Beji Sudamala dalam Tourism Area Life Cycle (TALC) dan menyusun strategi untuk meningkatkan perannya sebagai destinasi wisata spiritual di Desa Sayan. Data dikumpulkan melalui beragam metode termasuk observasi, wawancara, tinjauan dokumentasi, studi literatur, dan kuesioner, yang berpuncak pada analisis SWOT yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa Taman Beji Sudamala saat ini berada pada tahap keterlibatan TALC, ditandai dengan keterlibatan dan kontrol masyarakat lokal yang signifikan. Lebih lanjut, analisis SWOT menyarankan beberapa jalur strategis untuk pengembangan: peningkatan produk, inisiatif pemasaran yang ditargetkan, upaya pelestarian lingkungan, dan peningkatan praktik pengelolaan lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Taman Beji Sudamala. Intinya, penelitian ini memberikan peta jalan untuk memanfaatkan Taman Beji Sudamala potensi wisata spiritual, memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan pengalaman pengunjung di Desa Sayan. Spiritual tourism is a growing trend in the global tourism industry, characterized by increasing interest and potential for high-quality experiences. This form of tourism emphasizes a deep appreciation of the natural environment and respectful engagement with local cultural traditions. Taman Beji Sudamala, located in Sayan Village, is an example of this trend by offering activities such as the melukat ritual amidst stunning natural views. Even though it has quite good potential, this site has not been fully optimized, which means this attraction is still not fully developed. This research aims to assess the position of Taman Beji Sudamala in the Tourism Area Life Cycle (TALC) and develop strategies to increase its role as a spiritual tourism destination in Sayan Village. Data was collected through a variety of methods including observation, interviews, documentation review, literature study, and questionnaires, culminating in a comprehensive SWOT analysis. Findings indicate that Taman Beji Sudamala is currently at the TALC involvement stage, characterized by significant local community involvement and control. Furthermore, the SWOT analysis suggests several strategic paths for development: product improvements, targeted marketing initiatives, environmental conservation efforts, and improved site management practices tailored to the needs of Taman Beji Sudamala. In essence, this research provides a roadmap for exploiting Taman Beji Sudamala spiritual tourism potential, ensuring sustainable growth and enhancing the visitor experience in Sayan Village.
Pengaruh Media Sosial Tiktok Dan Fasilitas Wisata Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Ke Pengelukatan Tirta Empul Suyasa, Pande Made; Darsana, I Made; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i8.1041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial TikTok dan fasilitas wisata terhadap minat berkunjung wisatawan ke Pengelukatan Tirta Empul, Gianyar, Bali. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial TikTok berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung (nilai signifikansi < 0,05), demikian pula dengan fasilitas wisata yang juga berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung (nilai signifikansi < 0,05), serta terdapat pengaruh simultan antara keduanya terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,655 menunjukkan bahwa 65,5% variasi minat berkunjung dapat dijelaskan oleh variabel media sosial TikTok dan fasilitas wisata, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan bahwa promosi destinasi wisata melalui TikTok yang menyajikan konten visual menarik dan viral, serta dukungan fasilitas yang memadai, bersih, dan nyaman sangat efektif dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan, khususnya di kalangan generasi muda yang aktif dalam penggunaan media sosial. This study aims to analyze the influence of TikTok social media and tourism facilities on tourists' interest in visiting the Pengelukatan Tirta Empul site in Gianyar, Bali. Using a quantitative approach, data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents and analyzed using multiple linear regression, along with validity, reliability, and classical assumption tests. The results show that TikTok social media has a significant influence on visit interest (significance value < 0.05), as do tourism facilities, which also have a significant effect (significance value < 0.05). There is also a simultaneous influence of both variables on visit interest, with a significance value of 0.000. The coefficient of determination (R²) value of 0.655 indicates that 65.5% of the variation in visit interest can be explained by TikTok and tourism facilities, while the remaining 34.5% is influenced by other factors not examined in this study. These findings highlight that promotional efforts through engaging and viral TikTok content, combined with adequate, clean, and accessible tourism facilities, are highly effective in increasing tourists’ interest—especially among younger generations who are active social media users.
Strategy For Empowering Tourist Village Communities Towards Sustainable Communities In Bongkasa Pertiwi, Badung Angel Pricilia Pinontoan; Dapar, Angel Melody Filleony Rut; Silitonga, Duma Theresia; Putra, I Nyoman Triana; Darsana, I Made; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 5 No. 3 (2025): : Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v5i3.6048

Abstract

This study examines the development of community-based tourism villages as a foundation for sustainable development aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs). Bongkasa Pertiwi Tourism Village in Badung Regency has significant tourism potential, but its community empowerment strategies are suboptimal. The objectives of this study include analyzing the implemented empowerment strategies, identifying supporting and inhibiting factors, and evaluating the strategies' contribution to the formation of a sustainable community. Using a qualitative approach, the study involved village communities, tourism managers, and the local government as key informants. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that empowerment strategies include capacity building training, strengthening village institutions, and developing local culture-based attractions. The main supporting factors are community solidarity, government support, and natural and cultural potential. Conversely, limited human resources (HR), access to funding, and suboptimal promotion are inhibiting factors. Nevertheless, the empowerment strategies in Bongkasa Pertiwi have positively contributed to sustainable community development, although further managerial and economic optimization remains crucial.
Optimaliasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengkemasan Paket Wisata Desa Tihingan Kabupaten Klungkung Trimandala, Nyoman Agus; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v4i1.1437

Abstract

This community service activity was carried out with the aim of optimizing community participation in the packaging of local potential-based tour packages in Tihingan Village. The main problem faced by the partner villages is not optimal utilization of cultural and natural potential due to limited capacity of Human Resources (HR), especially in the aspect of tourism services (hospitality), tour guide techniques, and foreign language proficiency. The This community service implementation method uses a participatory approach which includes initial observations, group discussion forums (FGDs), intensive training, field assistance, and collaborative preparation of tour packages. The results of the activity showed that Tihingan village has excellent potential in the form of traditional gamelan production that is still active, trekking trails, village cycling, and local culinary that can be packaged into an integrated tourism product. Through the mentoring process, three main tour packages were successfully prepared and there was an increase in community capacity and strengthening of local institutions. This Program has an impact on increasing community participation, the formation of a more systematic tourism product, and the growth of collective awareness of the importance of sustainable community-based tourism management
PENGEMBANGAN DESA WISATA EKOLOGIS SEBAGAI PARIWISATA MINAT KHUSUS DI DESA BELOK SIDAN: (Studi Kasus Ekowisata Jempanang D’ Alas, Desa Belok Sidan, Kabupaten Badung Bali) Kiskenda, Dewa Putu; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 13 No. 2 (2025): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v13i2.59607

Abstract

Ecotourism of Jempanang D'alas is encouraging the number of tourist visits which are still considered not optimal. This research discusses the existing conditions and examines strengths and weaknesses as well as opportunities and threats to optimally formulate strategies and programs for the development of ecological tourism as special interest tourism in Jempaang D'alas, Belok Sidan Village. This study uses a quantitative and qualitative approach. Data collection was carried out by observation, in-depth interviews and questionnaires to 75 respondents in proportion to (1) the government (Head of Belok Sidan Village, Petang District) (2) Jempalang D'alas ecotourism managers and (3) Tourists. Data analysis was carried out using the SWOT and QSPM methods. Based on the SWOT analysis obtained alternative strategies that can be applied to the development of Ecotourism in Japan D'alas, namely (1) strategies for creating quality ecotourism products, (2) strategies for increasing promotion through the application of information technology, (3) strategies for developing HR competencies and ( 4) marketing strategy for ecotourism products for tourists staying in villas and tourist attractions in Belok Sidan Village and its surrounding
ANALISIS DESTINATION COMPETITIVENESS MODEL DALAM MENGEMBANGKAN SPORT TOURISM DI JATILUWIH: POTENSI INFRASTRUKTUR DAN PERSEPSI WISATAWAN Nyoman Aril Raditya Tirta; Nathaniel Nathaniel; Pande Putu Aditya Baghaskara; Julius Andika Pratama Kabut; Dewa Putu Kiskenda Erwanda Putra
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1039

Abstract

AbstractSport tourism has continued to grow alongside increasing tourist interest in physical activities and healthy lifestyles. Jatiluwih Area in Tabanan Regency possesses natural potential in the form of terraced rice fields and a rural landscape that supports the development of sport tourism, particularly running and cycling activities. This study aims to analyze the feasibility of developing sport tourism in Jatiluwih based on the perceptions of tourists and potential tourists. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through field observations, stakeholder interviews, and questionnaires as supporting data. The analysis was based on the Destination Competitiveness Model (DCM), which includes Core Resources, Supporting Factors, Destination Management and Demand Conditions. The results indicate that natural resources and supporting factors strongly support the development of sport tourism, while destination management and demand conditions are perceived as adequate but still require improvement. Overall, Jatiluwih is considered feasible to be developed as a nature based sport tourism destination with an emphasis on sustainable management.Keywords: Feasibility Study; Sport Tourism; Infrastructure; Tourist PerceptionsAbstrakSport tourism berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat. Kawasan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan memiliki potensi alam berupa lanskap persawahan terasering dan lingkungan pedesaan yang mendukung pengembangan sport tourism, khususnya aktivitas running dan cycling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pengembangan sport tourism di Jatiluwih berdasarkan persepsi wisatawan dan calon wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara pemangku kepentingan, serta kuesioner sebagai data pendukung. Analisis mengacu pada Destination Competitiveness Model (DCM) yang meliputi Core Resources, Supporting Factors, Destination Management, dan Demand Conditions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam dan faktor pendukung dinilai sangat mendukung pengembangan sport tourism, sementara aspek pengelolaan destinasi dan kondisi permintaan dinilai cukup baik namun masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, Jatiluwih dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi sport tourism berbasis alam dengan pengelolaan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Studi Kelayakan; Sport Tourism; Infrastruktur; Persepsi Wisatawan
STRATEGI DESTINASI WISATA TAMAN NASIONAL BALI BARAT SEBAGAI WISATA EDUKASI DENGAN TEKNIK ANALISIS SWOT Nyoman Agus Trimandala; Dewa Putu Kiskenda Erwanda Putra
Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jmpp.v9i1.111074

Abstract

Taman Nasional Bali Barat merupakan kawasan konservasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan. Namun, pengembangan wisata di kawasan taman nasional memerlukan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan tekanan ekologis serta tetap sejalan dengan prinsip konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Taman Nasional Bali Barat sebagai destinasi wisata edukasi dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola dan masyarakat sekitar, serta studi dokumentasi. Data dianalisis untuk mengidentifikasi faktor internal yang meliputi kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman dalam pengembangan wisata edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Nasional Bali Barat memiliki kekuatan utama berupa keanekaragaman hayati yang tinggi, keberadaan fauna endemik, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam upaya konservasi. Kelemahan yang teridentifikasi meliputi keterbatasan program wisata edukasi yang terstruktur, minimnya aktivitas edukatif yang bersifat interaktif, serta keterbatasan aksesibilitas menuju beberapa lokasi wisata. Dari sisi eksternal, peluang pengembangan didukung oleh meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata berbasis alam dan konservasi serta potensi kerja sama dengan lembaga pendidikan, sementara ancaman utama berasal dari risiko kerusakan lingkungan dan persaingan antar destinasi wisata edukasi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dirumuskan strategi pengembangan wisata edukasi yang menekankan keseimbangan antara fungsi konservasi dan pemanfaatan wisata. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola taman nasional dan pemangku kepentingan pariwisata dalam merancang strategi pengembangan wisata edukasi yang berkelanjutan.