Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN TEKNIK PEWARNAAN LAYERING DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK KLASIK MENGGUNAKAN CAP BATIK KLASIK Habieba, Shofia Ahla; Fardhan, Ahda Yunia Sekar; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai warisan budaya Indonesia, saat ini batik terus mengalami perkembanganseiring berjalannya waktu. Diantara berbaga inovasi yang muncul, teknik layering menjadisalah satau teknik yang cukup menarik untuk di teliti lebih lanjut. Meskipun teknik ini sudahbeberapa kali di teliti, potensi untuk mengembangkan teknik layering pada batik masih sangatluas, khususnya dalam aspek perkembangan motif, jenis – jenis pewarnaan, dan alat – alatyang digunakan. Melihat besar nya potensi, penelitian ini akan membahas mengenai tekniklayering pada batik dengan fokus utama pada inovasi alat serta pengembangan motif denganinspirasi motif batik klasik. Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan metode kualitatifdengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasilangsung di lapangan, serta eksplorasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuanmenghasilkan lembar kain melalui penerapan teknik layering pada batik tradisionalyang terinspirasi dari motif klasik, dengan harapan dapat memberi kontribusi positifbagi perkembangan batik Indonesia di masa mendatang.Kata kunci: Batik, Teknik Layering, Alat Cap Batik
PENGEMBANGAN TEKNIK PEWARNAAN LAYERING PADA BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN ALAT CAP BLOK Delvia, Lidya; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan kain tradisional indonesia yang membutuhkan tingkatketerampilan tinggi dalam pembuatannya. Batik kontemporer muncul sebagai inovasibatik dengan karakteristik bebas dalam penggunaan motif dan warna. Salah satu inovasiteknik pewarnaan pada batik yaitu teknik layering yang dikembangkan memalui metodecap blok. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pewarnaan layering padabatik kontemporer dengan pendekatan motif geometris dan panduan teori warna.Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasiscuriosity melalui observasi dan eksplorasi visual. Hasil eksplorasi memnjukan bahwa alatcap blok efektif menghasilkan motif dengan ketajaman bentuk dan visual yang merata.Sementara itu teori warna dapat mendukung pencinptaan percampuran warna yangharmonis dan dinamis. Hasil akhir darp penelitian ini berupa lembaran kain denganpenerapan teknik pewarnaan layering menggunakan alat cap blok. Penelitian ini diharapkan dapat meberikan kontribusi dalam memperkaya inovasi teknik dan visual batikkontemporer.Kata kunci: layering, batik cap, batik kontemporer, motif geometris dasar
PENGOLAHAN CANGKANG KERANG KIPAS SEBAGAI EMBELLISHMENT DENGAN MENGGUNAKAN MIXED MATERIAL PADA PRODUK BUSANA Safitri, Helsis Rahma; Siagian, Marissa Cory Agustina; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam industri fashion modern, embellishment merupakan salah satu teknikdekoratif yang dapat meningkatkan nilai estetika dan komersial suatu busana. Penelitianini membahas tentang pemanfaatan cangkang kerang kipas (Amusium pleuronecte)sebagai material embellishment (hiasan) dalam produk busana, dengan dilengkapi mixedmaterial. Cangkang kerang kipas dipilih karena memiliki bentuk yang simetris, berwarnacerah dan berbentuk kipas, sehingga menjadi potensi sebagai elemen embellishment.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data studiliteratur, observasi tren dan brand pembanding, dan eksplorasi material. Eksplorasi yangdilakukan mencakup uji coba pewarnaan alami pada cangkang, dan pelubangan, sertapenerapan mixed material (seperti beads, mutiara, dan batu) untuk menghasilkankomposisi visual yang kuat. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa pewarna alami sepertitingi memberikan hasil optimal, selain itu pewarna alam tingi juga lebih ramah lingkungankarena tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya serta bentuk utuh cangkang lebihefektif dalam mempertahankan bentuk visual dan meningkatkan nilai kerajinan(craftsmanship). Hasil akhir dari penelitian ini diwujudkan dalam bentuk busana demicouture. Komposisi penempatan eksplorasi embellishment disesuaikan dengan desainbusana agar tetap mempertahankan unsur dan prinsip rupa.Kata kunci: cangkang kerang kipas, embellishment, mixed material, busana
PENGOLAHAN POTENSI PEWARNA ALAMI TEKSTIL BATANG PISANG KEPOK DAN MORDAN SEBAGAI PENGHASIL MOTIF DENGAN STENSIL Palupi, Putri; Takao, Gina Shobiro; Ramadhan, Mochamad Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarnaan alami tekstil pada umumnya dilakukan dengan proses pencelupan.Namun ada potensi lain yang dapat diolah untuk menciptakan teknik pewarnaan lain.Pada penelitian ini menemukan adanya potensi pengolahan teknik pewarnaan lain yaitumenciptakan motif dengan bahan alami batang pisang kepok (M Parasidiaca .L) danmordan. Mordan selain untuk pengikat warna, dapat juga memunculkan warna padakain dengan pengolahan setiap pencelupan yang berbeda. Berdasarkan dari hasil metodepencelupan ini kemudian batang pisang kepok diolah menjadi pewarna yang dapatmembentuk dan memunculkan motif pada kain menggunakan teknik stensil. Tujuan daripengolahan batang pisang dan mordan tersebut untuk memberikan inovasi teknikpewarnaan kain dan pembentukan motif pada kain dengan teknik stensil. Proses inimemiliki keunggulan dapat menciptakan motif dan warna bervariasi sesuai dengankarakter generasi saat ini dengan menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.Kata kunci : Batang pisang kepok, mordan, sensil, pewarna alami tektil.
PERANCANGAN KEBAYA KUTU BARU DENGAN INSPIRASI MOTIF BATIK UDAN LIRIS SEBAGAI ELEMEN DEKORATIF DENGAN TEKNIK BORDIR Cinta, Dwi Putri; Yuningsih, Sari; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren berkain yang berkembang di media sosial, khususnyaInstagram, menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi kiniterhadap pelestarian budaya lokal. Kampanye #BerkainGembira olehkomunitas Swara Gembira dan Remaja Nusantara mendorong penggunaankain tradisional dalam aktivitas sehari-hari, sebagai bentuk apresiasi danpelestarian budaya yang mulai dilupakan. Di sisi lain, kebaya kutu barusebagai busana tradisional Indonesia tetap relevan dan diminati karena nilaiestetika, kenyamanan, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya.Kebaya ini mengalami adaptasi modern melalui penggunaan brokat, teknikdigital print, dan modifikasi bentuk seperti bef lancip serta sambunganstagen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kebaya kutu baru denganmempertahankan pakem dasar, serta mengadaptasi motif batik udan lirisyang sebagai inspirasi motif dalam busana. Penggabungan teknik bordirdalam desain ini diharapkan menghasilkan kebaya kutu baru dengan nuansayang klasik, namun tetap menjaga akar tradisinya. Pendekatan ini tidakhanya memperbarui tampilan kebaya agar sesuai tren masa kini, tetapi jugamemperkuat identitas budaya dalam konteks modern.Kata kunci: kebaya kutu baru, Motif batik udan liris, Teknik Bordir.
Exploration of motif patterns using the space-time-plane system and flat design stylization with La Galigo epic inspiration Muslikhani, Aghnia Fauzul; Rosandini, Morinta; Takao, Gina Shobiro
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.5472

Abstract

The development of storytelling motifs is enhanced through the Space-Time-Plane (STP) system, a drawing technique that integrates Image Way and Grammar principles. This system adeptly represents spatial and temporal dimensions, facilitating the creation of illustrative storytelling. Its application extends to translating images into meaning and vice versa, showcasing its impact on the textile sector. Notably, it drives the evolution of non-repetitive motif compositions embodying story concepts presented with flat design styling. Despite its successes, applying the STP system to motif development poses challenges, particularly when incorporating motifs into product patterns, leading to story truncation. Conversely, the non-repetitive motif composition using the STP system ensures the entire narrative is encapsulated in a single image, preventing any intersection of motifs. Motif development with the STP system draws inspiration mainly from modern sources despite its closer connection to traditional Indonesian art, particularly heroic stories like the epic La Galigo. While developments inspired by heroic narratives, including La Galigo, exist, their visualization remains confined to single-image models. The primary aim of this research is to generate an inspirational motif rooted in Indonesian traditional art, specifically the La Galigo epic. This is achieved through the utilization of the STP system, flat design styling, and repetitive composition or repeated illustration models. Employing an exploratory method, the research culminates in a repetitive motif composition, providing an alternative resolution to the issue of truncated motifs in non-repetitive composition models. The study aspires to contribute significantly to research focused on enriching the application of the STP system in visualizing stories through the manipulation of textile motif compositions.
Shelf Design for Montessori Teaching Environment at Graha Ananda Kindergarten, West Bandung Regency Bahri, Nurul Fitriana; Takao, Gina Shobiro; Nurhidayat, Martiyadi
JURNAL RUPA Vol 9 No 2 (2024): In Press
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v9i2.7340

Abstract

The background of this study refers to the need for a learning environment that supports children's holistic development in accordance with Montessori principles. This research was motivated by the need to design optimal Montessori shelf in Graha Ananda Kindergarten, West Bandung Regency, as an important part of applying the Montessori approach in early childhood education. The urgency of this research is related to the critical role of Montessori shelf prototype in creating learning environments that support children's creativity and independence. The purpose of the study was to explore the visual aspects of Montessori shelf prototype, especially through the application of curve or wave variations on the side wooden structure. The research method used is qualitative with a case study approach, digging in-depth information related to the experiences and perceptions of Montessori shelf users at Graha Ananda Kindergarten. Data collection techniques include interviews and field surveys, while data analysis uses a descriptive approach to detail the visual elements and effectiveness of shelf design. The results of this study are expected to contribute to the improvement of Montessori shelf prototype, improve the quality of learning, and become a reference for similar educational institutions in applying Montessori principles in an early childhood environment. The results of this research indicate that the curved shelf design not only enhances aesthetics but also increases children's engagement and independence, aligning well with Montessori principles.
EKSPLORASI MORDAN TUNJUNG (FE(SO4)3) DENGAN PEWARNA TEGERAN (CUDRANIA JAVANENSIS) UNTUK MENGHASILKAN VARIASI WARNA HIJAU Prajanto, M. V. Dian Putri; Bastaman, Widia Nur Utami; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna alam yang tergeser oleh pewarna sintetis, kembali eksis setelah isu ekologi menjadi prioritas industri dan dikembangkan berdasarkan potensi yang ditemukan. Dalam proses pewarnaan tekstil, ikatan pewarna dan kain dikuatkan dengan mordan yang memberikan efek terhadap warna yang dihasilkan. Hal tersebut mendorong penelitian tentang pengembangan motif dari perubahan warna yang dihasilkan dengan teknik cap. Penelitian ini dilakukan dengan mordan tunjung (Fe(SO4)3) dan pewarna jelawe (Terminalia berllirica), tegeran (Cudrania javanensis), dan tingi (Ceriops tagal). Penelitian lanjutan dilakukan dengan tunjung (Fe(SO4)3) dan tegeran (Cudraniajavanensis) yang menghasilkan warna kuning dan berubah menjadi warna hijau pada proses mordanting. Penemuan tersebut membuka potensi pengembangan formula larutan mordan tunjung sebagai penghasil variasi warna hijau pada bahan tekstil dan motif dari variasi warna hijau. Metode kualitatif eksploratif yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian merupakan metode penelitian dengan eksplorasi sebagai sarana utama mendapatkan data dengan proses pengembangan takaran larutan mordan tunjung yang digunakan dengan data tambahan yang didapatkan melalui metode lain, seperti studi literatur melalui buku maupun jurnal, wawancara dengan peneliti sebelumnya dan pihak industri terkait, serta observasi. Luaran penelitian ini adalah berbagai formula larutan mordan tunjung dan lembaran kain yang dapat ditujukan untuk industri tekstil dengan pewarna alam.Kata kunci: formula larutan mordan tunjung, tegeran, variasi warna hijau, motif
EKSPLORASI PEWARNA JAMBAL DAN MORDAN UNTUK MENGHASILKAN MOTIF DENGAN TEKNIK CAP YANG DIAPLIKASIKAN PADA BAHAN TEKSTIL Fauzia, Zalfa Salsabila; Bastaman, Widia Nur Utami; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari penggunaan zat pewarna sintetis yang menimbulkan dampak pencemaran lingkungan, air menjadi keruh, dan mengancam kesehatan manusia. Menjadi awal mula digunakannya kembali zat pewarna alam yang dikembangkan dengan melakukan eksplorasi terhadap tumbuhan dan diaplikasikan pada bahan tekstil. Adapun penelitian mengenai pewarna alam tegeran, jelawe, dan tingi, serta mordan tunjung yang dapat menghasilkan perubahan warna dan dikomposisikan menjadi motif dengan modul-modul geometris membuka potensi pengembangan teknik serupa dengan jenis pewarna alam lainnya, seperti pewarna soga yang memiliki potensi sebagai alternatif pewarna dengan ketahanan warna yang stabil, yaitu jambal yang menghasilkan warna cokelat dengan memanfaatkan bagian batang atau kayunya. Pengembangan ini penting dilakukan, karena pewarna jambal mudah ditemukan dan banyak digunakan dalam industri, sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi industri tersebut. Berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan sebelumnya, pengumpulan data penelitian akan dilakukan dengan metode kualitatif eksploratif yang menitikberatkan pengumpulan data dengan cara eksplorasi yang didukung dengan studi literatur, wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data tambahan. Penelitian ini akan berfokus pada eksplorasi pewarna jambal dengan memanfaatkan reaksi perubahan warna oleh mordan untuk menghasilkan lembaran kain dengan motif geometris menggunakan teknik cap berbahan busa ati untuk orang-orang dengan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.Kata kunci: Jambal, Mordan, Motif, Teknik Cap. 
PEMANFAATAN KULIT KAYU MAHONI SEBAGAI PEWARNA ALAM YANG DIAPLIKASIKAN PADA TEKSTIL DENGAN TEKNIK CAP MENGGUNAKAN MORDAN Kamila, Afia Safa; Bastaman, Widia Nur Utami; Takao, Gina Shobiro
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pohon mahoni merupakan tanaman yang kulitnya dapat digunakan sebagai zat pewarna alami untuk tekstil. Penelitian terdahulu telahmembuktikan bahwa kulit kayu mahoni menghasilkan warna yang baik sehingga terdapat potensi untuk dikembangkan. Warna yang dihasilkan dari kulit kayu mahoni adalah variasi warna coklat dan abu kehitaman tergantung dengan zat fiksasi yang digunakan. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik yang juga dilakukan oleh penelitian sebelumnya yaitu dengan menggunakan teknik cap menggunakan mordan dengan menggunkaan zat pewarna alami kulit kayu mahoni. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi pada kulit kayu mahoni sebagai zat pewarna alami tekstil dengan menggunakan teknik cap menggunakan mordan untuk menghasilkan komposisi motif. Motif yang akan dihasilkan berupa betuk motif geometsis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksperimen yaitu pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara, observasi dan juga eksperimen. Hasil akhir dari penelitian ini adalah lembaran kain yang memiliki komposisi motif geometris yang dihasilkan dengan teknik cap menggunakan mordan dan menggunakan zat pewarna alami untuk tekstil yang berasal dari kulit kayu mahoni.Kata kunci: Mahoni, Pewarna Alam, Teknik Cap, Mordan