Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TRANSAKSI DIGITAL LINTAS BANK: PERBANDINGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN SYARIAH DI ERA EKONOMI ISLAM DIGITAL Tia Lestari; Cory Vidiati
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol 14 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v14i1.2952

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan sistem perbankan konvensional dan syariah dalam transaksi digital lintas bank di era ekonomi Islam digital. Transformasi teknologi keuangan (fintech) telah meningkatkan efisiensi sistem konvensional melalui integrasi jaringan seperti BI-FAST dan API terbuka, sementara perbankan syariah masih menghadapi tantangan dalam standardisasi teknologi dan kepatuhan terhadap prinsip syariah seperti larangan riba dan gharar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif terhadap berbagai jurnal, regulasi, dan laporan industri terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem konvensional unggul dalam kecepatan dan efisiensi, sedangkan sistem syariah lebih kuat dalam transparansi, etika, dan nilai keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan keunggulan teknologi dan nilai-nilai maqashid syariah, Indonesia berpotensi mengembangkan ekosistem transaksi digital lintas bank yang efisien, adil, dan berkeberkahan. Kata kunci : transaksi digital, perbankan syariah, konvensional, fintech, ekonomi islam
MENGAPA MAHASISWA LEBIH MEMILIH E-WALLET KONVENSIONAL DARIPADA SYARIAH (STUDI KUALITATIF DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DIGITAL ISLAM DAN FINTECH) Nurbaeti; Cory Vidiati
Jurnal Ekbis (Ekonomi & Bisnis) Vol 14 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/ekbis.v14i1.2953

Abstract

Berbagai aspek kehidupan telah diubah oleh era digital, termasuk sistem pembayaran. Peralihan dari metode pembayaran konvensional ke digital melalui e-wallet adalah salah satu contoh digitalisasi sistem pembayaran. Pembayaran non tunai semakin populer di masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam bagaimana preferensi mahasiswa terhadap e-wallet konvensional dibandingkan dengan e-wallet syariah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap 10 Mahasiswa pengguna e-wallet pada universitas islam bunga bangsa cirebon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima faktor utama yang memengaruhi preferensi mahasiswa, yaitu kemudahan penggunaan dan fitur, merchant yang luas, lingkungan sosial, Intensif Ekonomi (Biaya Admin, Promo, Diskon, Dan Cashback), kurangnya sosialisasi dan edukasi terkait e-wallet syariah. Kesadaran akan syariah ada, namun bukan menjadi faktor utama dalam keputusan penggunaan jenis ewallet. Kata kunci : e-wallet, dompet digital, fintech syariah, mahasiswa
IMPLEMENTASI PEMASARAN DIGITAL PADA SEKTOR INDUSTRI HALAL DI INDONESIA Azza Emila; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1997

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi yang signifikan dalam lanskap ekonomi global, tidak terkecuali pada sektor industri halal di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat masif. Namun, seiring dengan diberlakukannya kewajiban sertifikasi halal oleh pemerintah, pelaku usaha dituntut untuk tidak hanya berfokus pada aspek produksi, melainkan juga pada transparansi informasi dan jangkauan pasar melalui digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan peluang, tantangan, serta integrasi regulasi dalam implementasi strategi pemasaran digital pada sektor industri halal di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui metode narrative literature review. Data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari berbagai artikel jurnal ilmiah bereputasi, laporan industri resmi, dan dokumen regulasi pemerintah dalam rentang tahun 2021 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pemasaran digital, seperti social media marketing, influencer marketing, dan optimasi fitur halal di platform e-commerce, secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran halal (halal awareness) dan kepercayaan merek (brand trust) di kalangan konsumen modern. Meskipun demikian, literatur juga mengungkap adanya tantangan serius berupa kesenjangan literasi digital di kalangan pelaku UMKM serta maraknya fenomena halal-washing atau klaim kehalalan sepihak tanpa sertifikasi resmi pada konten promosi digital. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemasaran digital dalam ekosistem halal di Indonesia sangat bergantung pada sinergi antara kreativitas konten, kepatuhan etika bisnis Islami, dan integrasi validitas data sertifikasi halal (BPJPH) pada media publikasi digital guna memberikan perlindungan dan rasa aman bagi konsumen.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENDORONG INDUSTRIALISASI HALAL DI INDONESIA DAN DAMPAK INDUSTRIALISASI Nurul Khasanah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.1998

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendorong industrialisasi halal di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam mendukung industrialisasi halal di Indonesia serta mengkaji dampak industrialisasi terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, mempercepat sertifikasi halal, meningkatkan keterlacakan produk melalui teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT), serta memperluas pemasaran produk halal melalui platform digital dan e-commerce. Pemanfaatan teknologi digital juga mampu meningkatkan daya saing industri halal Indonesia di pasar global. Di sisi lain, industrialisasi memberikan dampak positif berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perkembangan teknologi dan inovasi. Namun demikian, industrialisasi juga menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, urbanisasi yang tidak terkendali, kesenjangan sosial, serta perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital guna mewujudkan industrialisasi halal yang berkelanjutan dan berdaya saing.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM TERHADAP PRODUK HALAL UMKM BERBASIS HALAL SUPPLY CHAIN PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Niky Nur Fadhilah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2002

Abstract

Dari perspektif ekonomi syariah, penelitian ini mengkaji perilaku pelanggan muslim terhadap produk UMKM berbasis halal dalam rantai pasok halal. Penelitian ini mengadopsi metodologi kualitatif, memanfaatkan tinjauan literatur yang relevan bersama wawancara semi-terstruktur yang dilakukan dengan sepuluh konsumen muslim yang tinggal di wilayah Cirebon yang memiliki pengalaman mengonsumsi produk halal yang diproduksi oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Data dianalisis secara deskriptif setelah dikumpulkan melalui WhatsApp dari hasil wawancara. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran akan kehalal, tingkat religiusitas, sertifikasi halal, kualitas produk, kebersihan, keamanan pangan, dan transparansi informasi adalah faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen muslim. Rantai pasokan halal yang menampilkan bahan baku halal, proses produksi yang higienis, penyimpanan dan distribusi yang sesuai dengan syariah, dan ketertelusuran produk telah terbukti meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap UKM. Dalam kerangka ekonomi berbasis Syariah, perilaku konsumen semacam itu mewujudkan realisasi tujuan Syariah maqashid, yang mencakup hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-'aql, hifz al-mal, dan hifz an-nasl. Oleh karena itu, pembentukan rantai pasok halal muncul sebagai keharusan strategis untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan kelangsungan hidup UKM halal.
PERAN INDUSTRI HALAL DALAM MENDORONG PENJUALAN OLEH-OLEH KHAS CIREBON Celine Asokalia Mudrikah; Cory Vidiati
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2004

Abstract

Studi ini mengkaji peran industri halal dalam meningkatkan penjualan oleh-oleh khas Cirebon, terutama UMKM. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif, yang merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data sekundernya berasal dari berbagai sumber literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri halal memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan daya saing produk lokal melalui peningkatan kepercayaan pelanggan, penguatan branding produk, dan perluasan akses pasar baik secara offline maupun digital. Sertifikasi halal memberikan jaminan keamanan, kebersihan, dan kesesuaian dengan syariah, yang merupakan faktor utama yang memengaruhi pilihan pembeli. Standar halal juga meningkatkan kualitas produk dan profesionalisme bisnis. Menghasilkan peningkatan permintaan akan oleh-oleh khas Cirebon, industri halal membantu pertumbuhan pariwisata halal kota tersebut. Secara keseluruhan, industri halal membantu pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat selain meningkatkan penjualan produk UMKM.
STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA BERSERTIFIKASI HALAL DALAM MENCAPAI KELAYAKAN USAHA: ANALISIS EKONOMI ISLAMM DENGAN KUALITATIF DESKRIPTIF Nurul Hasanah; Cory Vidiati; Ahmad Munajim
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 5 No. 1 (2026): Currency (In Press)
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v5i1.2089

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan pelaku usaha sektor informal yang berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, namun sering menghadapi tantangan dalam keberlangsungan usaha, kepercayaan konsumen, dan akses pasar yang lebih luas. Sertifikasi halal hadir sebagai instrumen strategis yang berpotensi meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha PKL, terutama dalam masyarakat mayoritas Muslim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagang kaki lima bersertifikasi halal dalam mencapai kelayakan usaha dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang kaki lima bersertifikasi halal, konsumen, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan landasan prinsip ekonomi Islam seperti sidiq, amanah, istiqamah, dan maslahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang kaki lima bersertifikasi halal menerapkan strategi utama pada tiga aspek, yaitu produksi berbasis halal dan thayyib, pemasaran melalui label halal sebagai pembeda dan pembangun kepercayaan, serta manajemen bisnis yang berorientasi pada keadilan, barakah, dan keberlanjutan usaha. Sertifikasi halal terbukti meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, memperkuat legitimasi usaha, serta meningkatkan loyalitas konsumen. Dalam perspektif ekonomi Islam, kelayakan usaha ditentukan bukan hanya dari sisi finansial, melainkan juga dari dimensi spiritual, sosial, dan etika yang membentuk konsep falah.
Strengthening Inclusive Businesses for Disability Communities: Digital Marketing and Legality of Red Ginger Powder Products Dini Selasi; Cory Vidiati; Ahmad Munajim; Fadli Firdaus Kanapi; Yayuk Sri Rahayu
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 7, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v7i1.14259

Abstract

 Limited access to marketing, business legality, and digital technology often hinders the economic participation of persons with disabilities, including the Village Disabled Community (KDD) in Lemahabang Village, Cirebon Regency, which produces red ginger powder drinks. This community service aims to strengthen the inclusive business capacity of KDD through digital marketing development and regulatory compliance in order to increase product credibility and market reach. The program applied the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through asset identification, participatory discussions and training, asset-based program development, program implementation, and monitoring and evaluation. Data were collected through observation, interviews, documentation, and focus group discussions, validated using triangulation techniques, and analyzed using SWOT analysis. The results indicate measurable improvements in business capacity. First, KDD successfully obtained business legality through the Business Identification Number (NIB) and initiated the process of P-IRT and halal certification to ensure product safety and consumer trust. Second, digital marketing strategies were implemented through social media promotion and improved inclusive product packaging, enabling broader market exposure. Third, collaboration with community stakeholders strengthened social entrepreneurship values and expanded marketing networks. These achievements demonstrate that strengthening legality, digital marketing capacity, and community collaboration can enhance the economic participation and confidence of persons with disabilities while improving the sustainability of red ginger product businesses.