Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12- 60 BULAN DI POSYANDU BALITA: PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12- 60 BULAN DI POSYANDU BALITA Mertisa Dwi Klevina; Irmawati Mathar
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.623

Abstract

ABSTRACT The nutritional problem that occurs in Indonesia is stunting. Stunting is growth failure characterized by low and normal height according to the age of the toddler which is caused by lack of nutritional intake, health status, exclusive breastfeeding, age at which MPASI is given, birth weight, mother's education and economic status. It is feared that toddlers who are stunted will experience growth and development problems, both short and long term. The aim of this research was to determine the relationship between birth weight and early provision of complementary breast milk (MPASI) with the incidence of stunting in toddlers at the toddler posyandu in Genilangit Village, Poncol District, Magetan Regency. The research design used is correlational analytic with a cross sectional approach. The research sample was 67 respondents using the Proportional Random Sampling technique. Data were collected using KIA books, questionnaires and observation sheets, data were analyzed using the Chi-Square Test with a significance level of α = 0.05. The results of research on giving early MPASI showed that the majority of toddlers who were given early MPASI were stunted, 15 respondents (22.4%) and the majority of toddlers who were given MPASI at the right age were not stunted, 39 respondents (58.2%). The analysis results obtained for birth weight were p-value = 0.001 < α = 0.05. Meanwhile, the results of the analysis for giving early MPASI showed a p-value = 0.000 < α = 0.05. Early provision of complementary breast milk (MPASI) is closely related to the incidence of stunting in toddlers. Normal birth weight and giving MPASI at the right age is good for the growth and development of toddlers and has a very low risk of toddlers experiencing stunting. Thus, it is hoped that mothers will pay more attention to nutrition before pregnancy and during pregnancy which is related to the birth weight of toddlers. As well as providing age-appropriate complementary foods for breast milk (MPASI), namely at 6 months of age. Key words: birth weight, early provision of MP-ASI, stunting ABSTRAK Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia adalah stunting. Stunting adalah kegagalan pertumbuhan ditandai dengan tinggi badan kurang dan normal sesuai dengan usia balita yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi, status kesehatan, ASI eksklusif, usia pemberian MPASI, berat badan lahir, pendidikan ibu dan status ekonomi. Balita yang stunting dikhawatirkan akan mengalami gangguan tumbuh kembang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini dengan kejadian stunting pada balita di posyandu balita Desa Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sejumlah 67 responden dengan menggunakan teknik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan buku KIA, kuesioner dan lembar observasi, data dianalisa dengan Uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α =0.05. Hasil penelitian pemberian MPASI dini didapatkan sebagian besar balita yang diberikan MPASI dini mengalami stunting 15 responden (22,4%) dan sebagian besar balita yang diberikan MPASI tepat usia tidak stunting 39 responden (58,2%). Hasil analisa yang didapatkan untuk berat badan lahir nilai p-value =0,001 < α = 0,05. Sedangkan hasil analisa untuk pemberian MPASI dini didapatkan nilai p-value =0,000 < α = 0,05. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini sangat berkaitan dengan kejadian stunting pada balita. Berat badan lahir normal dan pemberian MPASI tepat usia baik untuk tumbuh kembang balita dan sangat rendah resiko balita mengalami stunting. Dengan demikian diharapkan untuk ibu lebih memperhatikan nutrisi sebelum kehamilan dan selama kehamilan yang berkaitan dengan berat lahir balita. Serta memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) tepat usia yaitu saat usia 6 bulan. Kata kunci :berat badan lahir, pemberian MP-ASI dini, stunting
Reducing Pending Claims In Indonesia’s National Health Insurance System: Evidence From A Standardized Manual Administration Intervention Irmawati Mathar; Mertisa Dwi Klevina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i1.4825

Abstract

Pending claims in Indonesia’s National Health Insurance (JKN) system pose a significant challenge, affecting hospital cash flow and administrative efficiency. A high rate of pending claims is often caused by incomplete documentation, misfiled medical records, and delays in verification processes. Optimizing manual administrative procedures may provide a solution to this issue. This study aims to evaluate the effectiveness of a standardized manual administration model in reducing pending claims in a hospital setting. A quasi-experimental pretest-posttest design without a control group was employed. Data were collected from a referral hospital in Indonesia from July to September 2024. A total of 138 inpatient claims were selected using simple random sampling. The intervention involved implementing a standardized manual administration system in August and September. Statistical analysis was conducted using Fisher’s Exact Test with a significance level of p < 0.05. The implementation of the standardized manual administration model significantly reduced pending claims from 70.3% (97/138) in July (pre-intervention) to 36.2% (50/138) in August and further to 11.6% (16/138) in September (post-intervention) (p = 0.000 and p = 0.003, respectively). Additionally, improvements were observed in medical record completeness, supporting examination documentation, and administrative accuracy. A standardized manual administration system effectively decreases pending claims in JKN by improving documentation and claim verification processes. Further research is needed to explore the long-term sustainability of this model and the potential benefits of digitalization.  
Pembuatan Sistem Pakar Diagnosa Prediksi Jenis Persalinan Dengan Metode Forward Chaining Budisaputro, Crismantoro; Mathar, Irmawati; Villasari , Asasih
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.3351

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian Ibu hamil adalah pengetahuan yang minim tentang proses persalinan. Data statistik menunjukkan bahwa angka kematian ibu hamil dari 100.000 kelahiran hidup adalah 305 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode forward chaining pada pengembangan sistem pakar untuk diagnosis jenis persalinan pada ibu hamil. Metode pengembangan sistem pakar yang digunakan pada penelitian ini adalah pemodelan Waterfall. Tahapan dalam metode waterfall adalah analisa, desain, dan implementasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan metode Forward Chaining dapat diterapkan pada pengembangan sistem pakar diagnosis prediksi jenis persalinan pada ibu hamil. sistem pakar yang dibangun dapat berjalan baik dengan menampilkan pertanyaan diagnosis dan hasil kesimpulan jenis persalinan. Hasil kesimpulan Solusi dapat  membantu ibu hamil dan tenaga kesehatan untuk memprediksi jenis persalinan yang akan dijalani sehingga ibu hamil dapat melakukan persiapan sejak dini.
Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan Pada Ibu Hamil Dan Bahaya Gizi Buruk dan Stunting Di Posyandu Desa Lembeyan Kulon Klevina, Mertisa Dwi; Mathar, Irmawati
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MARET 2024
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status is a measure of success in fulfilling nutrition for pregnant women. Pregnant women's nutrition is nutrition that is needed in large quantities to fulfill the mother's own nutrition and the development of the fetus she is carrying. Food needs are seen not only in the portion eaten but must be determined by the quality of the nutrients contained in the food consumed. The nutritional status of the mother before pregnancy has a significant influence on the incidence of LBW. Mothers with poor nutritional status before pregnancy have a 4.27 times risk of giving birth to LBW babies compared to mothers who have good (normal) nutritional status. The aim of this activity is to measure the concern of the residents of Lembeyan Kulon Village, Lembeyan District towards the importance of Balanced Nutrition for Pregnant Women. And prevent stunting in Lembeyan Kulon Village, Lembeyan District. Raise awareness in the Lembeyan Kulon Village community regarding the importance of balanced nutrition for pregnant women.The method used is in the form of posters and demonstrations using the lecture method.
Penyuluhan Edukatif Tentang Pergaulan Sehat dan Etika Berteman Berbasis Nilai-Nilai Islam Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikam Mathar, Irmawati; Klevina, Mertisa Dwi
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i6.1371

Abstract

Masa kanak-kanak akhir merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian, sikap sosial, serta perilaku anak. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), anak mulai membangun pola pergaulan dengan teman sebaya yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial-emosional dan pembentukan akhlak. Pergaulan yang tidak sehat berpotensi menimbulkan perilaku menyimpang dan menurunkan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa MI Al-Hikam mengenai pergaulan sehat dan etika berteman sesuai dengan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif dengan pendekatan promotif dan preventif melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta studi kasus sederhana. Sasaran kegiatan adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah kelas akhir. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep pergaulan sehat, sikap saling menghormati, serta etika berteman, dengan capaian target peningkatan pengetahuan sebesar 90%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan kondusif.
FACTORS CONTRIBUTING TO PENDING INPATIENT CLAIMS IN THE NATIONAL HEALTH INSURANCE PROGRAM: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mertisa Dwi Klevina; Irmawati Mathar
Jurnal Penelitian Progresif Vol 5 No 1 (2026): SEPTEMBER 2025 - FEBRUARY 2026 (Call for Papers)
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpp.v5i1.304

Abstract

Indonesia’s National Health Insurance program (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN) applies the INA-CBGs payment system for inpatient services to improve efficiency and cost containment. However, hospitals frequently experience pending inpatient claims, resulting in delayed reimbursement by BPJS Kesehatan and potential disruptions to hospital operations and financial sustainability. Existing studies examining pending claims are largely fragmented and context-specific, highlighting the need for a comprehensive synthesis of available evidence. This study aimed to systematically review and synthesize empirical evidence on factors contributing to pending inpatient claims within the JKN system and to develop evidence-based recommendations for improving claim management. A systematic literature review was conducted in accordance with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Literature searches were performed in PubMed, Scopus, Google Scholar, and Garuda databases for studies published between 2014 and 2025. Quantitative, qualitative, and mixed-methods studies conducted in Indonesian hospitals that examined causes or determinants of pending inpatient claims were included. Methodological quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. A total of nine eligible articles met the inclusion criteria and were synthesized using narrative and thematic analysis, (Amanda & Sonia, 2023). The review of nine studies demonstrated that pending inpatient claims arise from multiple interrelated factors. Administrative issues, particularly incomplete and inconsistent claim documentation, were the most frequently reported causes. Technical and clinical factors—such as discrepancies in diagnosis and procedure coding and incomplete medical records—also played a significant role. Human resource-related factors, including limited coder competency, insufficient training on INA-CBGs, and high workload, further increased the likelihood of claim errors. In addition, limitations in hospital information systems and inadequate integration with BPJS Kesehatan claim platforms contributed to delays in claim verification. Pending claims were consistently reported to adversely affect hospital cash flow, operational efficiency, and service continuity. Pending inpatient claims within the JKN system represent a persistent and systemic challenge across Indonesian hospitals. Findings from the nine reviewed studies indicate that reducing pending claims requires integrated improvements in administrative processes, coding accuracy, medical record completeness, human resource capacity, and health information system integration. Strengthening internal claim audits, continuous staff training, and effective coordination between hospitals and BPJS Kesehatan are essential strategies to mitigate the occurrence of pending inpatient claims.
Transformasi Digitalilasi Posyandu: Mobile Apps Posyandu Menggunakan Glide Apps Widiyanto, Wahyu Wijaya; Mathar, Irmawati; Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v3i1.95

Abstract

Posyandu adalah suatu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dimana pelayanannya dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Posyandu Mawar I Plombon Mojolaban, tertelak di Desa Plumbon, RT 03 RW 10 Mojolaban, Sukoharjo. Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban memiliki 7 kader yang mengurus jalannya kegiatan posyandu. Posyandu Mawar 1 Plumbon Mojolaban merupakan Posyandu khusus balita, selama ini pencatatan dan pelaporan Posyandu masih dilakukan secara manual dengan menggunakan lembar formulir yang diberikan oleh bidan desa. Proses pencatatan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual menggunakan tulisan tangan sehingga berisiko adanya salah tulis, mudah sobek, dan kurang jelas tulisannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pencatatan dan pelaporan yang digunakan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban dan membuat perancangan sistem informasi pencatatan yang dibutuhkan di Posyandu Mawar I Plumbon Mojolaban. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Informan dalam penelitian ini adalah kader Posyandu Mawar I Plumbon, Mojolaban. Hasil penelitian ini berupa aplikasi pencatatan data balita yang dibuat menggunakan Glide Apps dengan uji black box secara fungsional sukses.