Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pembuatan Sistem Pakar Diagnosa Prediksi Jenis Persalinan Dengan Metode Forward Chaining Crismantoro Budisaputro; Irmawati Mathar; Asasih Villasari
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.3351

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian Ibu hamil adalah pengetahuan yang minim tentang proses persalinan. Data statistik menunjukkan bahwa angka kematian ibu hamil dari 100.000 kelahiran hidup adalah 305 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode forward chaining pada pengembangan sistem pakar untuk diagnosis jenis persalinan pada ibu hamil. Metode pengembangan sistem pakar yang digunakan pada penelitian ini adalah pemodelan Waterfall. Tahapan dalam metode waterfall adalah analisa, desain, dan implementasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan metode Forward Chaining dapat diterapkan pada pengembangan sistem pakar diagnosis prediksi jenis persalinan pada ibu hamil. sistem pakar yang dibangun dapat berjalan baik dengan menampilkan pertanyaan diagnosis dan hasil kesimpulan jenis persalinan. Hasil kesimpulan Solusi dapat  membantu ibu hamil dan tenaga kesehatan untuk memprediksi jenis persalinan yang akan dijalani sehingga ibu hamil dapat melakukan persiapan sejak dini.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12- 60 BULAN DI POSYANDU BALITA Mertisa Klevina; Irmawati Mathar
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.623

Abstract

ABSTRACT The nutritional problem that occurs in Indonesia is stunting. Stunting is growth failure characterized by low and normal height according to the age of the toddler which is caused by lack of nutritional intake, health status, exclusive breastfeeding, age at which MPASI is given, birth weight, mother's education and economic status. It is feared that toddlers who are stunted will experience growth and development problems, both short and long term. The aim of this research was to determine the relationship between birth weight and early provision of complementary breast milk (MPASI) with the incidence of stunting in toddlers at the toddler posyandu in Genilangit Village, Poncol District, Magetan Regency. The research design used is correlational analytic with a cross sectional approach. The research sample was 67 respondents using the Proportional Random Sampling technique. Data were collected using KIA books, questionnaires and observation sheets, data were analyzed using the Chi-Square Test with a significance level of α = 0.05. The results of research on giving early MPASI showed that the majority of toddlers who were given early MPASI were stunted, 15 respondents (22.4%) and the majority of toddlers who were given MPASI at the right age were not stunted, 39 respondents (58.2%). The analysis results obtained for birth weight were p-value = 0.001 < α = 0.05. Meanwhile, the results of the analysis for giving early MPASI showed a p-value = 0.000 < α = 0.05. Early provision of complementary breast milk (MPASI) is closely related to the incidence of stunting in toddlers. Normal birth weight and giving MPASI at the right age is good for the growth and development of toddlers and has a very low risk of toddlers experiencing stunting. Thus, it is hoped that mothers will pay more attention to nutrition before pregnancy and during pregnancy which is related to the birth weight of toddlers. As well as providing age-appropriate complementary foods for breast milk (MPASI), namely at 6 months of age. Key words: birth weight, early provision of MP-ASI, stunting ABSTRAK Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia adalah stunting. Stunting adalah kegagalan pertumbuhan ditandai dengan tinggi badan kurang dan normal sesuai dengan usia balita yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi, status kesehatan, ASI eksklusif, usia pemberian MPASI, berat badan lahir, pendidikan ibu dan status ekonomi. Balita yang stunting dikhawatirkan akan mengalami gangguan tumbuh kembang baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini dengan kejadian stunting pada balita di posyandu balita Desa Genilangit Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sejumlah 67 responden dengan menggunakan teknik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan buku KIA, kuesioner dan lembar observasi, data dianalisa dengan Uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α =0.05. Hasil penelitian pemberian MPASI dini didapatkan sebagian besar balita yang diberikan MPASI dini mengalami stunting 15 responden (22,4%) dan sebagian besar balita yang diberikan MPASI tepat usia tidak stunting 39 responden (58,2%). Hasil analisa yang didapatkan untuk berat badan lahir nilai p-value =0,001 < α = 0,05. Sedangkan hasil analisa untuk pemberian MPASI dini didapatkan nilai p-value =0,000 < α = 0,05. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini sangat berkaitan dengan kejadian stunting pada balita. Berat badan lahir normal dan pemberian MPASI tepat usia baik untuk tumbuh kembang balita dan sangat rendah resiko balita mengalami stunting. Dengan demikian diharapkan untuk ibu lebih memperhatikan nutrisi sebelum kehamilan dan selama kehamilan yang berkaitan dengan berat lahir balita. Serta memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) tepat usia yaitu saat usia 6 bulan. Kata kunci :berat badan lahir, pemberian MP-ASI dini, stunting
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Mencuci Tangan Kepada Siswa Sd Santo Bavo Kota Madiun Mathar, Irmawati; Klevina , Mertisa Dwi; Sebtalesy , Cintika Yorinda
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.485

Abstract

Perilaku bidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang dilakukan dengan penuh kesadaran untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan. Banyak perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit. Salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat adalah mencuci tangan.  Pada saat dilakukan kegiatan observasi, para siswa terlihat masih kurang mengetahui PHBS terutama dalam melakukan cuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan menambah pemahaman kepada siswa di SDK SANTO BAVO tentang perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya tatacara mencuci tangan memakai sabun dengan baik dan benar sesuai dengan tatacara yang dianjurkan WHO guna mengurangi resiko penularan penyakit melalui tangan. Menjaga kebersihan tangan merupakan cara yang cukup efektif melawan penularan penyakit, mencuci tangan menggunakan sabun merupakan hal yang mudah dikerjakan namun memberikan manfaat yang besar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian pre-test, sosialisasi, pemutaran video dan praktik cuci tangan yang baik dan benar, dilanjutkan post-test. Hasil dari post-test menunjukkan adanya kenaikan skor dari sebelum penyuluhan dengan skor setelah penyuluhan. Hasil kegiatan sosialisasi telah menambah pengetahuan siswa mengenai PHBS. Kata kunci : Sosialisasi, PHBS, Cuci tangan, Perilaku
Peningkatan Pengetahuan Siswi Kelas 11 di SMAN 1 Mejayan Tentang Siklus Menstruasi Dalam Masa Pubertas Sebtalesy, Cintika Yorinda; Kartika, Kartika; Mathar, Irmawati
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v2i1.308

Abstract

Mayoritas siswi akan melalui masa pubertas dengan terjadinya mentruasi atau haid. Beberapa faktor dari dalam diri siswi dapat mempengaruhi siklus mentruasi tidak normal yaitu stress, berat badan, aktivitas fisik, kecemasan, diet, status gizi, paparan lingkungan dan kondisi kerja. Status gizi dapat memicu terjadinya ketidakteraturan menstruasi. Indeks Massa Tubuh yang berlebihan secara otomatis disebabkan karena berat badan yang berlebih. Hal ini akan memicu hormonestrogen meningkat dan menyebabkan kadar Follicel Stimulating Hormone (FSH) tidak mencapai puncak sehingga tidak terjadi ovulasi yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Tujuh dari sepuluh siswi kelas 11 di SMAN 1 Mejayan memiliki pengetahuan yang kurang mengenai siklus menstruasi dan belum mengerti tentang faktor-faktor yang bisa menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi kelas 11 mengenai siklus menstruasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi sehingga dapat mencegah terjadinya gangguan siklus menstruasi dan meingkatkan kesejahteraan kehidupan wanita. Kegiatan ini menggunakan metode komunikasi dan evaluasi pengetahuan berupa pre dan post test kepada 108 siswa SMAN 1 Mejayan pada IPA 11, IPA 2 dan IPA 3. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah sebagai berikut: peningkatan pengetahuan siswa tentang IPA 11, IPA 2 dan IPA 3 SMAN 1 Mejayan dibandingkan hasil pre-test dan post-test. Kegiatan penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang siklus menstruasi dan gangguan menstruasi dapat dimasukkan dalam kurikulum mata pelajaran Biologi atau bisa dimasukkan dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 1 Mejayan.
Penyuluhan Personal Hygiene Kebersihan Mulut, Gigi dan Mencuci Tangan di SLB Karangrejo Kabupaten Madiun Klevina, Mertisa Dwi; Mathar, Irmawati
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i1.678

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Di SLB bertujuan untuk membantu para siswa untuk menjaga kebersihan diri terutama pada kebersihan gigi, mulut dan mencuci Tangan. Permasalahan kesehatan gigi yang terjadi di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Madiun sampai saat ini masih belum optimalnya edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selain itu perilaku pada anak-anak di sekolah luar biasa dalam menjaga diri dari pergaulan bebas juga masih rendah. Dilihat dari prevalensi nasional menyikat gigi setiap hari adalah 94,2 namun dari jumlah tersebut, 76,6% masih menyikat gigi pada waktu yang belum tepat, yaitu pada saat mandi pagi dan mandi sore sedangkan yang menyikat gigi pada saat yang tepat hanya 2,3%. Dengan adanya kunjungan ke SLB di Karangrejo tersebut maka siswa dapat belajar membuat perencanaan program upaya pencegahan dengan baik dan diharapkan dapat membantu Sekolah dalam upaya promotif dan preventif bidang kesehatan gigi dan mulut serta melalui peningkatan peran dalam pembangunan kesehatan.
ANALISIS KEBUTUHAN SDM KESEHATAN BERDASARKAN METODE WISN (WORKLOAD INDICATOR STAFFING NEED) DI UNIT KERJA REKAM MEDIS RSUD KOTA MADIUN Irmawati Mathar; Agustinus Kusdwiadji
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v2i1.23

Abstract

Health Human Resources in the medical record work unit at the Seogaten Hospital of Madiun City consists of 28 officers. The initial research study obtained information from medical record officers that sometimes there were officers who worked concurrently, not in one medical record service unit. Therefore, to meet the need for medical record personnel, it is necessary to plan for the need for medical record human resources Human Resources through calculating the need for health workers based on the WISN method. The purpose of this study was to describe the need for human resources for medical records based on the WISN method at the Madiun City Hospital. This research is a qualitative descriptive research with a case study approach. Data collection was carried out tHuman Resourcesough interviews and observation. The informants in this study were the head of medical records and two health human resources who worked in the medical records unit of the Madiun City Hospital. The results of the study based on the calculation of Human Resources needs using the WISN method showed that the number of medical record personnel requiered at the Madiun City Hospital was in accordance with the needs, i..e 28 officers. However, the placement of Health Human Resources in the medical record unit was not in accordance with the WISN calculations Therefore, it is necessary to place an appropriate placement in accordance with the WISN calculation by transferring Health Human Resources to a section that has an excessive workload.
Penyuluhan Gizi Seimbang Sebagai Pencegahan Stunting Pada Balita di Desa Sendangagung Kecamatan Plaosan Klevina, Mertisa Dwi; Mathar, Irmawati
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i3.1032

Abstract

Kekurangan gizi pada masa emas pertumbuhan anak usia 0–3 tahun berdampak signifikan terhadap perkembangan otak, yang dapat menyebabkan penurunan kecerdasan dan meningkatkan risiko stunting. Stunting bukan hanya masalah individu, tetapi berdampak jangka panjang terhadap produktivitas bangsa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu balita di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung di posyandu, dengan melibatkan kader kesehatan dan dukungan dari Puskesmas setempat. Selain itu, media sosial dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan komunikasi berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam menerapkan pola gizi seimbang pada balita. Intervensi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting serta meningkatkan derajat kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
The Role of Husband in Menopause Against the Wife’s Anxiety Level Facing Menopause in Purworejo Village, Geger District, Madiun Regency Sebtalesy, Cintika Yorinda; Mathar, Irmawati
Jurnal Midpro Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v11i2.118

Abstract

ABSTRAK Peran suami dalam siklus kehidupan wanita sangat penting, diantaranya adalah sebagai pendukung lancarnya siklus kesehatan reproduksi wanita, khususnya pada fase menopause dimana fungsi reproduksi menurun yang membuat istri merasa tidak mampu melayani suami di bidang kebutuhan seksual. Pengertian, penerimaan dan dukungan dari suami sangat besar artinya bagi wanita yang mengalami menopause, sehingga ketegangan yang muncul dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peran suami terhadap istri dalam menghadapi menopause khususnya di Desa Purworejo.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan menggunakan jumlah sampel yaitu sebagian suami yang memiliki istri yang mengalami menopause dalam periode klimakterium antara usia 40 tahun yaitu sejumlah 61 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah peran suami dalam menopause terhadap tingkat kecemasan istri. Teknik yang digunakan untuk mengambil data dengan alat ukur kuesioner. Pengolahan data dengan tahap editing, coding, scoring, tabulating.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari suami  memiliki peran yang baik dalam pengetahuan menopause yaitu sejumlah 41 orang (67,2%) dan sebagian kecil memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sejumlah 7 orang (11,5%). Sebagian besar dari suami  memiliki peran yang baik dalam pengetahuan menopause yaitu sejumlah 41 orang (67,2%), sejumlah 13 orang (21,3%) cukup dan sebagian kecil memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sejumlah 7 orang (11,5%). Sebagian besar suami memiliki peran yang baik dalam memberikan perhatian pada istri yang menopause yaitu sejumlah 35 orang (57,4%), sejumlah 14 orang (22,9%) cukup dan sebagian kecil kurang yaitu sejumlah 12 orang (19,7%). Sebagian besar suami memiliki peran yang baik dalam penerimaan perubahan alamiah yang terjadi pada menopause yaitu sejumlah 31 orang (50,8%), sejumlah 21 orang (34,4%) cukup dan sebagian kecil kurang yaitu sejumlah 9 orang (14,8%).Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar dari suami  memiliki peran yang baik dalam pengetahuan menopause yaitu sejumlah 41 orang (67,2%) dan sebagian kecil memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sejumlah 7 orang (11,5%). Kata kunci : Peran suami, Menopause, Kecemasan istri ABSTRACT The role of the husband in a woman's life cycle is very important, among them is as a supporter of the smooth cycle of women's reproductive health, especially in the menopause phase where reproductive function decreases which makes the wife feel unable to serve her husband in the field of sexual needs. Understanding, acceptance and support from the husband is very meaningful for women who experience menopause, so that the tension that arises can be prevented. This study aims to determine the description of the role of the husband against his wife in the face of menopause, especially in Purworejo Village.This study uses a descriptive study conducted using a number of samples, namely some husbands who have wives who experience menopause in the climacteric period between the age of 40 years, a number of 61 respondents. The sampling technique used is simple random sampling. The variable in this study is the husband's role in menopause on the wife's anxiety level. The technique used to retrieve data with questionnaire measuring devices. Data processing by editing, coding, scoring, tabulating.The results showed that most of the husbands had a good role in the knowledge of menopause that was 41 people (67.2%) and a small portion had less knowledge which was 7 people (11.5%). Most of the husbands have a good role in the knowledge of menopause that is 41 people (67.2%), 13 people (21.3%) are sufficient and a small number have less knowledge which is 7 people (11.5%). Most of the husbands have a good role in giving attention to menopausal wives, namely 35 people (57.4%), 14 people (22.9%) are sufficient and a small number are lacking, namely 12 people (19.7%). Most of the husbands have a good role in accepting natural changes that occur at menopause that is 31 people (50.8%), 21 people (34.4%) are sufficient and a small portion is lacking that is 9 people (14.8%).The conclusion of this study is that most of the husbands have a good role in menopausal knowledge, namely 41 people (67.2%) and a small proportion who lack knowledge, which is 7 people (11.5%). Keywords: Role of husband, Menopause, wife anxiety
Pengaruh Terapi Non-Hormonal terhadap Gejala Menopause: Tinjauan Sistematik Sebtalesy, Cintika Yorinda; Irmawati Mathar; Lucia Ani Kristanti; Fitria Yuliana
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.739

Abstract

Menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen. Fase ini sering disertai dengan berbagai gejala seperti hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas hidup. Terapi hormonal sering digunakan untuk meredakan gejala tersebut, namun tidak semua wanita dapat menjalani terapi ini karena risiko kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematik efektivitas terapi non-hormonal dalam mengatasi gejala menopause.Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2019–2024. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif yang mengevaluasi intervensi non-hormonal terhadap wanita menopause. Dari 723 artikel yang ditemukan, 18 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif.Hasil menunjukkan bahwa terapi non-hormonal seperti akupunktur, yoga, terapi perilaku kognitif (CBT), dan suplemen herbal terbukti efektif dalam mengurangi gejala fisik dan psikologis menopause. Terapi-terapi ini juga dilaporkan aman dan minim efek samping. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi non-hormonal dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk meredakan gejala menopause, terutama bagi wanita yang tidak dapat menggunakan terapi hormon.
Pendidikan Kesehatan pada Kelompok Arisan Wanita dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Wanita dalam Menghadapi Masa Menopause Sebtalesy, Cintika Yorinda; Mathar, Irmawati
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v1i2.255

Abstract

Menopause dikenal sebagai masa berakhirnya menstruasi atau haid. Akibat perubahan dari haid menjadi tidak haid lagi menyebabkan timbulnya berbagai keluhan fisik, baik yang berhubungan dengan organ reproduksinya maupun organ tubuh pada umumnya. Ada baiknya jika seseorang wanita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa menopause dengan pengetahuan yang memadai. Kesiapan seorang wanita menghadapi masa menopause akan sangat membantu ia menjalani masa menopause dengan lebih baik. Menurut Pittsburg, sebagian besar wanita menopause di dunia tidak mengetahui tentang menopause. Wanita menopause yang tidak mengetahui tentang menopause hampir 80,9%. Sebagian besar dari mereka berespon bermacam-macam terhadap datangnya masa ini, yaitu mengalami kecemasan, depresi, stres, mudah marah, daripada wanita yang mengetahui menopause. Berdasar wawancara yang dilakukan peneliti, 10 ibu yang mengalami menopause, 3 ibu mengatakan tidak mengalami perubahan kejiwaan menjelang menopause, 7 ibu mengatakan mengalami perubahan kejiwaan yaitu berupa rasa takut menjadi tua, mudah tersinggung, merasa tidak menarik lagi, takut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut suami akan menyeleweng. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan Pada Kelompok Arisan Wanita Dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Wanita Dalam Menghadapi Masa Menopause. Metode yang digunakan adalah terjun langsung memberikan penyuluhan tentang menopause. Dari hasil pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan, para wanita antusias dan mengerti tentang menopause dilihat dari hasil post test. Dari hasil yang sudah di dapat tersebut di harapkan para wanita siap untuk menghadapi menopause.