Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Status Gizi Dan Status Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Dewasa Ni Wayan Paramitha Putri; Risky Irawan Putra Priono; Deny Sutrisna Wiatma; Kadek Dwi Pramana
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2516

Abstract

Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah dalam pembuluh darah mengalami peningkatan, hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh sehingga dapat memenuhi fungsi organ-organ vital. Status gizi dan status merokok merupakan faktor resiko terjadinya hipertensi.Mengetahui hubungan status gizi dan status merokok dengan kejadian hipertensi di RSUD Kota Mataram.Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Mataram pada bulan November 2022. Sampel penelitian sebanyak 105 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank batas nilai signifikasi adalah (P-value ≤ 0,05).Penelitian ini menunjukan dari 105 responden, laki-laki dengan status gizi over weight dan hipertensi stage 2 sebanyak 29 orang (27,6%) dan terendah adalah kategori status gizi over weight dan tekanan darah yang normal sebanyak 6 orang (5,8%). Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa di RSUD Kota Mataram dengan nilai P-value 0,004 (p-value <0,05) dengan nilai koefision sebesar 0,279. Laki-laki dewasa yang memiliki status merokok dan hipertensi stage 2 sebanyak 42 orang (40%) dan terendah adalah kategori status merokok dan normal sebanyak 0 orang (0%). Terdapat hubungan status merokok dengan kejadian hipertensi di RSUD Kota Mataram dengan nilai p-value 0,00 (p-value <0,05) dengan nilai koefision sebesar 0,774.Terdapat hubungan antara status gizi dan status merokok dengan kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa di RSUD Kota Mataram
Hubungan Antara Kedekatan dan Lama Domisili Di Sekitar TPA Kebon Kongok Desa Suka Makmur Gerung NTB Dengan Arus Puncak Ekspirasi Pada Ibu Rumah Tangga Hafidz Reginald Bhagaskara; Risky Irawan Putra Priono; Sabrina Intan Zoraya; I Gusti Putu Winangun
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14130

Abstract

Peak Expiratory Flow (PEF) is a simple measurement of the maximal flow rate achieved during a strong expiration following a full inspiration. PEF is used as an indicator of lung function. Decreased lung function can be caused by gases emitted from landfill sites. TPA Kebon Kongok is the largest landfill in the province of NTB, which has been operating since 1993. The landfill used open dumping system for a long time before switching to sanitary landfill in 2021. This situation can lead to gas exposure for residents living near the landfill, especially for housewives who spend a lot of time at home. Therefore, this study aims to investigate the relationship between proximity and length of residency around TPA and PEF in housewives. The study was conducted in Suka Makmur village by comparing two hamlets near and far from the landfill. The nearest hamlet (0-1 km) from the landfill was Kedatuk, while the farthest hamlet (1-2 km) was Ketejer. The study used a cross-sectional design with proportionate stratified random sampling technique. The total sample in this study was 183, consisting of 110 samples from the near hamlet of Kedatuk and 73 samples from the far hamlet of Ketejer.There was a significant statistical relationship between proximity to the landfill and PEF (p-value 0.001), while there was no significant relationship between length of residency and PEF (p-value 0.421).There is a significant relationship between proximity to the landfill and PEF, while there is no significant relationship between length of residency and PEF.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF, BERAT BADAN LAHIR RENDAH, DAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN ANGKA KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA Mira Erliandani; Risky Irawan Putra Priono; Siti Ruqayyah; Ananta Fittonia Benvenuto
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.19141

Abstract

Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kematian tertinggi akibat pneumonia. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan riwayat pemberian ASI ekslusif, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian Pneumonia pada balita. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan ASI eksklusif, BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian pneumonia pada balita. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional, penelitian ini sudah disetujui dan lolos uji etik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kediri dengan sampel penelitian sebanyak 62 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square dan regresi linier berganda. Batas nilai signifikansi adalah P-value 0,05. Hasil penelitian ini Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif, BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan angka kejadian pneumonia pada balita. Koefisien korelasi yang positif (+) berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan searah antara variabel bebas dan terikat, serta koefisien korelasi bernilai negatif (-), yang berarti terdapat hubungan yang kuat antara riwayat pemberian ASI eksklusif, Berat Badan Lahir Rendah, dan kondisi fisik rumah dengan kejadian pneumonia pada balita. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, dan kondisi fisik rumah dengan pneumonia pada balita
Relationship of Smoking Status and Severity of Inpatient Community Acquired Pneumonia (CAP) Karisma, Risa Septia; Sahrun, Sahrun; Ronanarasafa, Ronanarasafa; Priono, Risky Irawan Putra
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/magnamed.10.2.2023.150-162

Abstract

Background: Pneumonia is an inflammation of the lung parenchyma. Pneumonia became the first most lung health problem in West Lombok. Smoking is one of the main factors in CAP. This study aims to determine the relationship between smoking status and severity of inpatient CAP patients.Methods: Case control study design was used with medical record measurement tools. A total of 70 samples were taken using a purposive sampling technique for community pneumonia patients (CAP) at Patut Patuh Patju Regional General Hospital Gerung, West Lombok in November 2021-October 2022. Calculation of the severity of CAP patients used the PSI score. Results: The results obtained a p-value of 0.000 (p-value <0.05) for smoker status with a degree of severity of CAP, and a p-value of 0.064 (p-value> 0.05) for a degree of smoking with a degree of severity of CAP. The estimated risk (OR) for smoking status with the severity of CAP is 19.33.Conclusions: There is a significant relationship between smoking status, but not with smoking degree, to severity of CAP at Patut Patuh Patju Gerung Regional General Hospital, West Lombok.
EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA PEDAGANG IKAN BAKAR DI KAWASAN WISATA PANTAI GADING Utary, Dewi; Putra Priono, Risky Irawan; Ronanarasafa, Ronanarasafa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36363

Abstract

Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk tujuan rekreasi. Pulau Lombok merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki banyak destinasi pariwisata, dikunjungi oleh para wisatawan asing maupun mancanegara. Kawasan wisata Pantai Gading menjadi salah satu tempat rekreasi di Kota Mataram yang menyediakan kuliner ikan bakar. Paparan asap dari hasil pembakaran ikan sangat berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Upaya pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu menghindari faktor pemicu timbulnya ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menentukan prioritas masalah, dan melakukan langkah-langkah diagnosis komunitas pada komunitas pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan subjek penelitian yaitu komunitas pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan Microsoft Word dan SPSS. Hasil penelitian di dapatkan persentase usia paling banyak 26-35 tahun sebanyak 8 orang (32%), responden yang mengalami ISPA 17 orang (68%), tingkat pengetahuan baik terkait ISPA sebanyak 18 orang (72%), memiliki sikap baik terkait ISPA sebanyak 22 orang (88%), 21 pedangang (84%) tidak menyediakan masker di lapaknya, dan yang memiliki kebiasaan merokok sebanyak 4 orang (16%). Tingginya risiko terjadinya ISPA pada pedagang ikan bakar di Kawasan wisata Pantai Gading menjadi salah satu alasan pentingnya melakukan edukasi kesehatan dan pencegahan terkait ISPA. Edukasi dilakukan melalui media poster dan video, serta membagikan masker pada pedagang ikan bakar di  Kawasan wisata Pantai Gading.
Hubungan Status Gizi Dan Status Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Dewasa Paramitha Putri, Ni Wayan; Irawan Putra Priono, Risky; Sutrisna Wiatma, Deny; Dwi Pramana, Kadek
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2516

Abstract

Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah dalam pembuluh darah mengalami peningkatan, hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih keras untuk memompa agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh sehingga dapat memenuhi fungsi organ-organ vital. Status gizi dan status merokok merupakan faktor resiko terjadinya hipertensi.Mengetahui hubungan status gizi dan status merokok dengan kejadian hipertensi di RSUD Kota Mataram.Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kota Mataram pada bulan November 2022. Sampel penelitian sebanyak 105 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank batas nilai signifikasi adalah (P-value ≤ 0,05).Penelitian ini menunjukan dari 105 responden, laki-laki dengan status gizi over weight dan hipertensi stage 2 sebanyak 29 orang (27,6%) dan terendah adalah kategori status gizi over weight dan tekanan darah yang normal sebanyak 6 orang (5,8%). Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa di RSUD Kota Mataram dengan nilai P-value 0,004 (p-value <0,05) dengan nilai koefision sebesar 0,279. Laki-laki dewasa yang memiliki status merokok dan hipertensi stage 2 sebanyak 42 orang (40%) dan terendah adalah kategori status merokok dan normal sebanyak 0 orang (0%). Terdapat hubungan status merokok dengan kejadian hipertensi di RSUD Kota Mataram dengan nilai p-value 0,00 (p-value <0,05) dengan nilai koefision sebesar 0,774.Terdapat hubungan antara status gizi dan status merokok dengan kejadian hipertensi pada laki-laki dewasa di RSUD Kota Mataram
Hubungan Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Lama Latihan dan Tipe Cabang Olahraga dengan Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) Pada Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) NTB Kurniawan, Wahyu; Rahadianti, Dian; Ruqayyah, Siti; Priono, Risky Irawan Putra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14223

Abstract

ABSTRACT Maximal Oxygen Uptake (VO2Max) plays an important role in athletes’ achievements at the Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar – Nusa Tenggara Barat/PPLP – NTB (Student Sports Education and Training Center – West Nusa Tenggara). The VO2Max in athletes is influenced by various factors such as gender, body mass index (BMI), training duration, and type of sport they are trained for. Determining the relationship between gender, body mass index (BMI), duration of training, and type of sport with VO2Max in PPLP NTB athletes. Observational analytical research is used with a cross-sectional research design, along with a chi-square statistical test. Meanwhile, total sampling was employed for 55 PPLP NTB athletes.  The highest VO2Max was the good category accounted for 60.38%, while those who fell into the poor category comprised of 33.96%.  The results of the p-value analysis between gender and VO2Max were 0.091; BMI and VO2Max were 0.662; training duration and VO2Max were 0.408; and type of sport and VO2Max were 0.158. There is no significant relationship between gender, BMI, training duration, and type of sport and VO2Max in NTB PPLP athletes. Keywords: Maximal Oxygen Uptake, Gender, Body Mass Index, Training Duration, Type of Sport  ABSTRAK Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) memainkan peran penting dalam pencapaian prestasi olahraga atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai VO2Max pada atlet dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), lama latihan, dan tipe cabang olahraga. Untuk mengetahui hubungan antara faktor jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), lama latihan, dan tipe cabang olahraga dengan VO2Max pada atlet PPLP NTB. Penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, dengan uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling yang berjumlah 55 atlet PPLP NTB. Nilai VO2Max terbanyak pada kategori baik (60,38%), serta terdapat juga atlet dengan nilai VO2Max kurang baik (33,96%). Hasil analisis nilai p-value antara jenis kelamin dan VO2Max adalah 0,091; IMT dan VO2Max adalah 0,662; lama latihan dan VO2Max adalah 0,408; dan tipe cabang olahraga dan VO2Max adalah 0,158. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, IMT, lama latihan, dan tipe cabang olahraga dengan VO2Max atlet PPLP NTB. Kata Kunci:  Volume Oksigen Maksimal, Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh, Lama Latihan, Tipe Cabang Olahraga 
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah, Pemberian Asi Eksklusif, Paparan Asap Rokok dengan Pneumonia Berat Pada Balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Sholihah, Richa Baqiyatush; Rahadianti, Dian; Benvenuto, Ananta Fittonia; Priono, Risky Irawan Putra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18847

Abstract

ABSTARCT Pneumonia is an acute lung tissue infection caused by bacterial, viral and fungal infections. Pneumonia is still one of the main infectious diseases and causes of morbidity and mortality that attacks many toddlers in Indonesia. This study aims to determine LBW, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with severe pneumonia in toddlers at Patut Patuh Patju Hospital, West Lombok. This study used a cross-sectional design and focused on quantitative observational analysis. The results of the study showed that between LBW and severe pneumonia in toddlers based on the results of bivariate analysis using the chi-square test on 100 respondents, a p-value of 0.005 was found. Between the incidence of severe pneumonia in toddlers and exclusive breastfeeding, based on the results of bivariate analysis with the chi-square test, a p-value of 0.003 was obtained. Between exposure to cigarette smoke and severe pneumonia in toddlers, the p-value was 0.000. There is a statistically significant relationship between low birth weight, exclusive breastfeeding, and exposure to cigarette smoke with the incidence of severe pneumonia in toddlers.  Keywords: Pneumonia, Exclusive Breastfeeding, BBLR, Exposure to Cigarette Smoke.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi jaringan paru-paru yang bersifat akut, penyebabnya adalah infeksi dari bakteri virus dan jamur. Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi dan penyebab kesakitan dan kematian utama yang banyak menyerang balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BBLR, pemberian ASI eksklusif, dan paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan berfokus pada analisis observasional kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan antara BBLR dengan pneumonia berat pada balita berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square pada 100 responden ditemukan hasil p-value 0,005. Antara kejadian pneumonia berat pada balita dengan pemberian ASI eksklusif, berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,003. Antara paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita p-value sebesar 0,000. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, dan  paparan asap rokok dengan kejadian pneumonia berat pada balita.  Kata Kunci: Pneumonia berat, ASI Eksklusif, BBLR, Paparan Asap Rokok
Hubungan Asi Eksklusif, Imunisasi Dasar, Orang Tua Perokok Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Bayi 0-24 Bulan di PUSKESMAS Bagu Tahun 2024 Qarimah, Yendry Ahlatul; Priono, Risky Irawan Putra; Surasmaji, Lalu Irawan; Ariyanto, Suwondo
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14497

Abstract

The aim of this study is to determine the relationship between exclusive breastfeeding, basic immunization, parental smoking, and the occurrence of Acute Respiratory Infections (ARI) in infants aged 0-24 months at the Bagu Health Center in 2024. This study is a quantitative research with an observational approach, using a cross-sectional design. The sample size for this study was 60 samples, selected using purposive sampling technique. The study was conducted at the Bagu Health Center, Central Lombok Regency, in September 2024. The data obtained were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p<0.05. The results of this study showed that univariate analysis revealed that 33 (55.0%) children experienced ARI, 33 (50.8%) infants received exclusive breastfeeding, 47 (78.3%) respondents had complete basic immunization status, and 39 (65.0%) respondents had smoking parents. Bivariate analysis showed a significant relationship between exclusive breastfeeding and ARI with a p-value of 0.001 (PR: 0.307, 95% CI: 0.173-0.544). A significant relationship was also found between complete basic immunization and ARI with a p-value of 0.035 (PR: 0.553, 95% CI: 0.377-0.811). A significant relationship was also found between parental smoking and ARI with a p-value of 0.001 (PR: 3.904, 95% CI: 1.586-9.609).
Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dalam Rumah, Status Ekonomi dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 0-5 Tahun di RSUD Kota Mataram A. Quratain, Wulidah; Irawan Putra Priono, Risky; Utami, Sukandriani; Dwi Pramana, Kadek
Midwifery Student Journal (MS Jou) Vol. 4 No. 2 (2025): Midwifery Student Journal (MS Jou)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/msjou.v4i2.74

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Berbagai faktor lingkungan dan sosial berperan dalam meningkatkan risiko pneumonia, di antaranya kebiasaan merokok di dalam rumah, status ekonomi keluarga, dan tingkat pengetahuan ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi, dan pengetahuan ibu dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Sampel sebanyak 60 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 30 anak (50%) didiagnosis pneumonia. Kebiasaan merokok dalam rumah ditemukan pada 24 responden (40%), status ekonomi rendah pada 22 responden (36,7%), dan pengetahuan ibu kurang pada 19 responden (31,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dalam rumah (p = 0,001), status ekonomi (p = 0,035), dan pengetahuan ibu (p = 0,004) dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi rendah, dan pengetahuan ibu yang kurang berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram. Abstract Background: Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality among children under five years old, particularly in developing countries. Environmental and socioeconomic factors such as smoking habits at home, family economic status, and maternal knowledge play an important role in increasing pneumonia risk. Objective: To determine the relationship between smoking habits at home, economic status, and maternal knowledge with the incidence of pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital. Methods: This study used an observational analytic quantitative design with a case-control approach. A total of 60 respondents were selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and medical records and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p <0.05. Results: Thirty children (50%) were diagnosed with pneumonia. Smoking at home was reported in 24 respondents (40%), low economic status in 22 respondents (36.7%), and poor maternal knowledge in 19 respondents (31.7%). Statistical analysis showed significant associations between smoking at home (p = 0.001), low economic status (p = 0.035), poor maternal knowledge (p = 0.004), and pneumonia incidence. Conclusion: Smoking at home, low economic status, and poor maternal knowledge are significantly associated with pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital.