Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Angka Kejadian Metabolik Sindrom dengan Dislipedimia: Studi Literatur Abrori, Amiril; Rahmawati, Febtarini; Listyawati, Agusniar Furkani
Calvaria Medical Journal Vol 1 No 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v1i2.20

Abstract

Introduction: Metabolic syndrome is a composite of multiple cardiovascular disorders characterized by abdominal/central obesity, increased blood sugar, blood pressure, triglycerides, and decreased high-density lipoprotein (HDL). As a result of disorders caused by Metabolic Syndrome which causes one of the diseases       Dyslipidemia. The purpose of this        study was to determine the relationship between the incidence of Metabolic Syndrome and Dyslipidemia. Method: This study used a literature study research method which was carried out by collecting data through literature searches or electronic-based literature reviews using internet media. Result: In this literature review, the authors cite thirty journals consisting of eighteen national journals and twelve international journals. Twenty-five journals in this study showed a correlation between the relationship between the incidence of metabolic syndrome and dyslipidemia. junk food and lack of regular exercise. Conclusion: There is a relationship between the incidence of metabolic syndrome and dyslipidemia. Keywords: Incidence Rate, Metabolic Syndrome, Dyslipidemia
Effectiveness of Cardamom Ethanol Extract (Amomum compactum Soland Ex Maton) in Inhibiting the Growth of Candida albicans Biofilm Masfufatun; Zahra, Fatimatuz; Listyawati, Agusniar Furkani
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.269

Abstract

Cardamom (Amomum compactum Soland Ex Maton)  is a spice known for its  pharmacological  properties. It contains bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, saponins, terpenoids, and tannins, which have the potential antibiofilms activity. This study aims to evaluate the effectiveness of cardamom ethanol extract in inhibiting the growth of Candida albicans biofilm. A true experimental design with a post-test only control group design approach was employed. The extraction method used is the maceration method, and biofilm inhibition was assessed using the microtiter plate biofilm assay method. The Optical Density (OD) value was measured at 595 nm  using a microplate reader . The results indicate  that cardamom ethanol extract significantly inhibited C. albicans biofilm growth (p<0.05). The highestinhibition was observed at a 50% concentration of Cardamom extract. Probits analysis revealed the minimum biofilm inhibitory concentration (MBIC50 ) of  cardamom extract  to be  21.768%. In conclusion, cardamom ethanol extract is effective in inhibiting C. albicans biofilm formation with significant activity observed at  concentration as low as  3.175, with  the highest efficacy at 50%. Thus, cardamom ethanol extract can be used as an antibiofilm for the treatment of various infectious diseases caused by C. albicans biofilm. The findings suggest that cardamom ethanol extract could serve as a promising candidate for the development of novel antibiofilm agents targeting C. albicans infections. Further research, particularly in vivo studies, is necessary to validate its therapeutic potential and explore its mechanism of action in clinical settings.
Detection of Enterobacteriaceae Lactose Fermenter Bacteria Producing Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) in Food Samples at Surabaya Parawidnyaningsih, Putu Ayu Aryanda; masfufatun, masfufatun; Listyawati, Agusniar Furkani; Kuntaman, Kuntaman; Sudibya, Akhmad
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2: October 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v12i2.16618

Abstract

Snacks sold on the side of the road are often purchased because they are practical and cheap. The condition of food sold in the open causes a decrease in food hygiene, so bacteria will easily contaminate, both due to flies infesting it and direct contact with the hands of people around it. One group of bacteria that can cause infection and often contaminate food is Enterobacteriaceae. These bacteria can produce Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) enzymes that cause resistance to various antibiotics (MDR). This research aims to detecting ESBL-producing Enterobacteriaceae lactose fermenter bacteria in street food sold on the side of the road in the Dukuh Kupang market area, Surabaya. This study is descriptive observational research with a cross-sectional research design. A total of 50 snack food samples were grown on MacConkey agar containing cefotaxime at four micrograms per milliliter. Then an ESBL confirmation test was carried out using the double disk synergy test (DDST). The Result showed that 13 (26%) samples of snack foods were contaminated. ESBL-producing Enterobacteriaceae Lactose Fermenter bacteria are ubiquitous. The most contaminated snack food was cassava, while the non-contaminated snack food was stuffed tofu.
Efektivitas Paparan Sinar Inframerah dengan Variasi Waktu Paparan Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Listyawati, Agusniar Furkani; Rianti, Emillia Devi Dwi; Tania, Putu Oky Ari
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 4 (2022): Volume 7 Nomor 4, November 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.844 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i4.1112

Abstract

Paparan sinar inframerah Near Infra Red (NIR) mengandung efek panas dengan panjang gelombang 0.78 – 3 μm. Penelitian ini bertujuan melihat kemampuan NIR menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan menggunakan variasi waktu paparan terhadap hambatan pertumbuhan. Metode penelitian eksperimental acak lengkap digunakan dengan empat kelompok perlakuan dari biakan Escherichia coli, yaitu K0, K1, K2 dan K3. Kelompok dibedakan berdasarkan waktu paparan infra merah dalam menit. Pada perlakuan 1(K1) yaitu diberikan paparan selama 25 menit, K2 diberikan paparan 30 menit, dan K3 diberi paparan 35 menit, sedangkan kelompok kontrol (K0) tanpa diberikan paparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan K3, jumlah bakteri Escherichia coli yang tumbuh lebih sedikit apabila dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sebesar 131 koloni. Uji statistik dengan ANOVA didapatkan p value sebesar 0,000 yang berarti ada pemberian infra merah berbagai variasi waktu berpengaruh terhadap jumlah koloni Escherichia coli. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka waktu paparan terbaik yang diberikan paparan NIR adalah selama 35 menit.
Penyuluhan Kulit Sehat dengan Pemakaian Masker Organik di Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Soekanto, Ayly; Al-Aska , Andra Agnez; Hardiyono , Hardiyono; Listyawati, Agusniar Furkani; Simamora, Dorta
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1161

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi penting yang berperan sebagai pelindung dari bahan berbahaya dari luar. Kulit yang sehat dan terawat selain penting untuk kesehatan juga merupakan keinginan setiap orang khususnya wanita. Pentingnya merawat kulit terutama wajah yang teratur akan dapat menghambat pembentukan kerutan di wajah sehingga menjadi tampak lebih segar dan awet muda. Tujuan pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan kulit sehat dengan pemakaian masker organik kepada Ibu-ibu. Masker organik merupakan salah satu cara perawatan kulit wajah berbahan alami yang bermanfaat, murah dan mudah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Balai RT 3 Dukuh Kupang, Surabaya dengan peserta 20 orang ibu kader di Pukesmas Dukuh Kupang Surabaya. Metode yang dipilih pada kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai ciri-ciri kulit sehat kemudian dilanjutkan dengan pelatihan yaitu pemilihan dan pembuatan bahan organik untuk dipakai sebagai masker organik. Hasil setelah selesai pengabdian masyarakat didapatkan ibu-ibu kader mengerti cara merawat kulit menjadi kulit sehat dan mahir memilih bahan bahan untuk dijadikan masker organik.
Studi Invitro dan Insilico Efektivitas Antibakteri Kunyit Putih Terhadap Hambatan Pertumbuhan Escherichia Coli Tania, Putu Oky Ari; Listyawati, Agusniar Furkani; Soekanto, Ayly; Simamora, Dorta; Purbowati, Rini
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 10 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v10i1.188

Abstract

Latar Belakang: Escherichia coli telah diamati sebagai salah satu bakteri penyebab resistensi antibiotik. Pasien ISK di India Selatan dilaporkan menunjukkan peningkatan resistensi terhadap ciprofloxacin. Senyawa bioaktif diperlukan sebagai kandidat antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri. Curcuma zedoaria atau kunyit putih sebagai antimikroba terutama terhadap E. coli. Aktivitas antibakteri pada dinding sel paling sering digunakan sebagai agen bakterisida. Enzim penting untuk biosintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri adalah protein muramyl ligase E (MurE) (entri PDB: 7B9E) dan Gyrase B (entri PDB: 4ZVI), berpotensi sebagai target pengikatan dengan metabolit sekunder curcumenol dan germacrone dengan in silico (molecular docking). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas ekstrak etanol kunyit putih dibandingkan antibiotik dalam menghambat pertumbuhan E. coli secara in vitro dan in silico. Metode: 5 kelompok yang digunakan, yaitu ekstrak kunyit putih konsentrasi 15%, 20% dan 25%, kelompok kontrol positif dengan pemberian ciprofloxacin dan negatif yang diberikan aquades. Metode yang digunakan adalah mengukur diameter zona hambat dan daya bunuh (jumlah koloni) E. coli dan uji in silico yang dilakukan pada software PyRx. Hasil : penelitian menunjukkan ekstrak kunyit putih konsentrasi 25% mempunyai zona hambat yang sangat kuat dengan diameter hambatan 36,2 mm, sedangkan kunyit putih tidak mempunyai daya membunuh pada konsentrasi 10, 15 dan 25%. Afinitas pengikatan terendah untuk protein MurE adalah germacrone, sedangkan untuk pengikatan DNA girase B adalah curcumenol. Kesimpulan: Kunyit putih mempunyai potensi sebagai antibakteri dan diduga ligan curcumenol dan germacrone dapat menghambat aktivitas protein MurE dan DNA Gyrase B.