Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

A Design: Pragmatics and Language Ethics on Students' Communication Skills in Higher Education (Literature Review, Experiment and Replication) Ikawati, Erna; Lubis , Anita Angraini
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i2.15637

Abstract

This study examines the role of pragmatics and language ethics in student communication in the campus environment, both in academic and social contexts. The purpose of this study is to understand the application of pragmatic principles in student communication, as well as to examine how language ethics affect their interactions in the classroom, on social media, and in everyday social interactions. The method used is a mixed-methods approach, with a narrative literature review technique by reviewing articles relevant to this topic. This was followed by the implementation of a module that replicated the problem strategy. The results of the study indicate that: First, pragmatic principles such as appropriateness of speech, politeness, and communication strategies have a major influence on increasing the effectiveness and ethics of student language. Language ethics, which includes the use of verbal and nonverbal strategies, has been shown to be an important element in fostering polite communication and maintaining interpersonal relationships. Secondly, experimental results on the use of the previously developed module showed a significance of 2.76 from being categorized as sufficient (: 4.86) to good (: 7.62). This significant result contributes to the development of theories of pragmatics and language ethics in education.
PENGUATAN KEPAHAMAN NILAI TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI KAMPUNG MODERASI BERAGAMA (KMB) SIBOLGA SELATAN Darania Anisa; Erna Ikawati
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6660

Abstract

Community Service Based on Religious Moderation is carried out as a tolerant attitude, an embodiment of religious moderation which is actualized through the Religious Moderation Village (KMB), carrying out dialogue between religious believers as a form of harmony and tolerance. As well as literacy materials to minimize conflict between religious communities. South Sibolga has a diverse population, 67.15% Muslim, 29.23% Protestant, 3.04% Catholic and 0.65% Buddhist. This service uses the Participatory Action Research (PAR) method including planning, implementation and discovery of field facts. The results of the Service show an increase in the understanding of religious moderation in the South Sibolga community from 55% to *)% based on the results of questionnaire data that was distributed before and after the activity was carried out.
Pengembangan keterampilan pemahaman membaca pada siswa kelas tinggi sekolah dasar dalam konteks kurikulum merdeka Hasibuan, Jekson; Erna Ikawati
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 6 No. 1 (2025): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810630300

Abstract

Keterampilan pemahaman membaca merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar, terutama pada jenjang kelas tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kemampuan ini tidak hanya berfungsi untuk memahami isi teks secara literal, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan reflektif sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, proses, serta hasil pengembangan keterampilan membaca pemahaman pada siswa kelas tinggi sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran seperti modul ajar serta asesmen formatif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI SD Negeri 0503 Parsombaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca yang dirancang secara kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan pemahaman siswa terhadap teks bacaan. Strategi seperti guided reading, project-based learning, dan pendekatan metakognitif terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan memahami, menafsirkan, serta merefleksikan isi bacaan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan sumber bacaan yang variatif dan belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang adaptif, bermakna, dan selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KELURAHAN PASAR MUARA SIPONGI Heru Siregar; Abdusima Nasution; Erna Ikawati
Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/ahsanitaqwim.v3i2.490

Abstract

This research is motivated by the importance of family education management in supporting children's educational success, particularly in the Pasar Muara Sipongi Village, Muara Sipongi District, Mandailing Natal Regency. Many families in this area have not yet optimized the management of their children's education at home, as evidenced by the lack of parental involvement in their children's learning processes. The aim of this study is to analyze how the planning, organizing, implementing, and controlling of family education management occurs in this region. The method used is qualitative research, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation from six parents with children in elementary and junior high school. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that long-term educational planning has not yet become a primary priority for families; the organization of children's learning activities is poorly structured; the implementation of education remains passive and simplistic; and the control of learning activities is more reactive than preventive. Additionally, parental involvement in evaluating their children's educational processes is still minimal. In conclusion, family education management in this area needs to be improved to support the optimal development of children.  
Synthesizing Effective Instructional Strategies for Enhancing Speaking Skills in Primary Education: A Qualitative Meta-Synthesis of 34 Empirical Studies Syawal Fitrah Harahap; Erna Ikawati
Jurnal Hata Poda Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hatapoda.v5i1.20796

Abstract

This study synthesizes effective instructional strategies for enhancing speaking skills amongprimary school learners through a qualitative meta-synthesis of thirty-four empirical studies.The analysis examines convergent findings across communicative, narrative, multimodal,collaborative, and formative approaches to identify core mechanisms supporting orallanguage development. Results indicate that meaningful communicative interaction,structured narrative organization, multimodal reinforcement, peer-based collaboration, andcontinuous formative feedback collectively contribute to substantial improvements in fluency,coherence, and expressive clarity. The cross-method consistency suggests that speakingproficiency emerges not from isolated techniques but from the interplay of cognitive, affective,and social learning processes. The resulting conceptual model offers an integrated frameworkfor teachers to design holistic speaking instruction. Practically, this study highlights theimportance of interactive, multimodal, and collaborative strategies in strengtheningcommunication competence in primary education
PEMETAAN KESULITAN KETERAMPILAN BERBAHASA (MENYIMAK, BERBICARA, MEMBACA, MENULIS) SISWA KELAS IV-V SD NEGERI 036 TANGGABOSI Ahmad Zuhdi; Erna Ikawati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1643-1653

Abstract

Studi ini menelusuri pola kesulitan berbahasa siswa kelas IV-V di SD Negeri 036 Tanggabosi, Mandailing Natal, sebagai fondasi merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif. Melibatkan 44 siswa melalui pendekatan kombinasi kuantitatif-kualitatif (Mixed Method) selama enam pertemuan pembelajaran, penelitian mengungkap bahwa lebih dari separuh siswa (56,3%) mengalami kesulitan signifikan. Urutan kesulitan menunjukkan pola konsisten: menulis paling menantang (63,6% siswa kesulitan), diikuti berbicara (59,1%), membaca (54,5%), dan menyimak (47,7%). Temuan spesifik menunjukkan 72,7% siswa gagal mengidentifikasi ide pokok bacaan, 86,4% menghasilkan tulisan tanpa struktur jelas dan ejaan tidak tepat, 75,0% kehilangan konsentrasi saat menyimak, sementara 43,2% mengalami hambatan kepercayaan diri ketika berbicara. Akar permasalahan meliputi rendahnya motivasi belajar (70,5%), minimnya kebiasaan membaca (88,6%), pendekatan pembelajaran yang kurang variatif, serta terbatasnya akses literasi. Temuan menegaskan urgensi transformasi pembelajaran melalui pendekatan interaktif, program remedial terarah, dan penguatan ekosistem literasi sekolah secara menyeluruh.
KORELASI DUKUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN TINGKAT KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Nenni Hairani Harahap; Erna Ikawati
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1380-1391

Abstract

Lingkungan belajar memiliki peranan penting dalam membentuk keberhasilan akademik dan perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan dasar, dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat sering kali menjadi penentu utama keberhasilan siswa dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. Namun, tidak semua siswa memperoleh dukungan lingkungan yang memadai, sehingga muncul kesulitan belajar yang memengaruhi prestasi dan motivasi mereka. Studi ini dimaksudkan guna menganalisis hubungan antara dukungan lingkungan belajar dengan tingkat kesulitan belajar siswa sekolah dasar. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di beberapa sekolah dasar negeri, yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur dua variabel utama, yaitu tingkat dukungan lingkungan belajar (meliputi dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat) serta tingkat kesulitan belajar siswa (meliputi aspek akademik, motivasional, dan perilaku). Data dianalisis dengan pengujian korelasi Pearson Product Moment dengan berbantuan program statistik. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan lingkungan belajar dan tingkat kesulitan belajar siswa (r = -0,64; p 0,05). Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi dukungan lingkungan belajar yang diterima siswa, maka semakin rendah tingkat kesulitan belajar yang mereka alami. Dukungan emosional, perhatian orang tua, kualitas interaksi guru, serta lingkungan sosial yang positif terbukti berperan besar dalam meningkatkan kesiapan dan konsentrasi siswa. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan iklim belajar yang kondusif guna meminimalisasi kesulitan belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia
Hubungan Antara Minat Baca Dengan Keterampilan Menulis Teks Narasi Siswa SD Negeri 043 Muara Batang Angkola Khairani Hasibuan; Erna Ikawati
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i04.1864

Abstract

Keterampilan menulis teks narasi adalah aspek penting untuk pengembangan kemampuan berbahasa yang tidak dapat terlepas dari kebiasaan membaca. Literasi merupakan suatu proses yang melibatkan kemampuan untuk dapat menerima serta mengungkapkan berbagai informasi bermakna melalui teks, baik lisan maupun tulisan. Salah satu jenis keterampilan menulis yang diajarkan sejak dini adalah menulis teks narasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat baca dengan keterampilan menulis teks narasi siswa SD Negeri 043 Muara Batang Angkola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas V (lima) dengan jumlah 13 orang, bersamaan dijadikan sebagai sampel menggunakan teknik total sampling, karena jumlah populasi yang kecil. Data dikumpulkan melalui angket minat baca dan melakukan tes menulis teks narasi. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5%. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif dan signifikan antara minat baca dengan keterampilan menulis teks narasi, dengan nilai korelasi sebesar r = 0,721 dan p < 0,05, dengan temuan yang menunjukkan bahwa semakin tinggi minat baca siswa, maka semakin baik juga kemampuan siswa dalam menulis teks narasi. Sehingga, diperlukan upaya untuk peningkatan minat baca siswa dalam pembelajaran sebagai bagian penting untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa secara menyeluruh.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Dari Rutinitas Menuju Praktik Bermakna Wina Handayani Br Batubara; Erna Ikawati
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar berperan penting dalam membangun kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi keberhasilan akademik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa capaian membaca pemahaman siswa masih rendah akibat pembelajaran yang bersifat prosedural, minimnya pemanfaatan teks autentik, serta keterbatasan kompetensi pedagogis guru. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menelaah teori, temuan empiris, dan praktik terkini terkait transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh penguatan kosakata, penggunaan pendekatan berbasis teks, integrasi media literasi digital, serta dukungan afektif seperti minat dan kepercayaan diri siswa. Studi internasional juga menegaskan pentingnya intervensi terstruktur dan berkelanjutan yang didampingi guru. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang meliputi peningkatan kompetensi guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penguatan ekosistem literasi sekolah-rumah agar pembelajaran bergerak dari rutinitas menuju praktik yang bermakna. Indonesian language instruction in primary schools plays a central role in developing foundational literacy skills essential for academic success. However, recent studies indicate that students’ reading comprehension remains low due to procedural instruction, limited use of authentic texts, and insufficient pedagogical competence among teachers. This study employs a literature review methodology to analyze theoretical perspectives, empirical findings, and current practices related to transforming Indonesian language learning in primary education. The review shows that instructional effectiveness is shaped by vocabulary development, text-based pedagogy, integration of digital literacy tools, and affective support such as motivation and confidence. International evidence further highlights the importance of structured and sustained, teacher-guided literacy interventions. This study concludes that transforming Indonesian language learning requires a holistic approach that strengthens teacher competence, provides contextual learning materials, and builds a supportive school–home literacy ecosystem to shift instruction from routine tasks toward meaningful learning practices.
DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR DAN PERAN SEKOLAH: SEBUAH KAJIAN LITERATUR TEMATIK Sabarita Br Tarigan; Erna Ikawati
Educational Journal of Islamic Management Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Riset Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v5i2.7805

Abstract

Kesehatan mental anak sekolah dasar merupakan isu krusial dalam mendukung perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Namun, kajian ilmiah yang secara sistematis memetakan strategi deteksi dini di lingkungan sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah terkait deteksi dini kesehatan mental anak sekolah dasar serta mengidentifikasi tema-tema utama yang berkembang dalam literatur. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan teknik thematic analysis. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Google Scholar, Scopus, dan DOAJ yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2015–2024. Sebanyak 35 artikel terpilih dianalisis menggunakan prosedur seleksi PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) urgensi deteksi dini dalam mencegah gangguan kesehatan mental, (2) peran guru dalam skrining awal dan pendampingan psikososial, (3) pentingnya kolaborasi sekolah dan orang tua, serta (4) kebutuhan instrumen skrining yang valid dan kontekstual di sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini yang terstruktur dan berbasis kolaborasi memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan peta konseptual berbasis bukti mengenai model deteksi dini kesehatan mental di sekolah dasar, yang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan, program intervensi sekolah, serta penelitian lanjutan.