Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Eksplorasi Bentuk dan Faktor Penyebab Kesulitan Berbahasa Indonesia Pada Siswa Sekolah Dasar Panggabean, Parjuangan; Ikawati, Erna
Jurnal Edukasi Vol 13 No 2 (2025): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v13i2.3372

Abstract

Kesulitan dalam menggunakan bahasa Indonesia masih menjadi persoalan mendasar bagi banyak siswa sekolah dasar dan sangat memengaruhi keberhasilan belajar mereka. Penelitian ini bertujuan menggali berbagai bentuk hambatan berbahasa yang dialami siswa, mulai dari aspek kebahasaan, struktur tata bahasa, ejaan dan tanda baca, hingga pengucapan, serta menelusuri faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 45 siswa SD Negeri 019 Bonandolok yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi selama enam kali pertemuan. Proses analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa siswa menghadapi hambatan berbahasa pada beberapa aspek. Pada ranah kebahasaan, mereka mengalami keterbatasan kosakata dan kekeliruan dalam memilih kata. Pada aspek tata bahasa, kesalahan pada penggunaan imbuhan dan penyusunan struktur kalimat masih sering muncul. Kesalahan ejaan dan tanda baca terutama terlihat pada kapitalisasi serta penggunaan titik dan koma. Pada aspek pengucapan, logat bahasa daerah Mandailing tampak kuat memengaruhi cara siswa melafalkan kata. Faktor penyebab kesulitan ini berasal dari aspek internal seperti motivasi belajar yang rendah, kurangnya kepercayaan diri, dan kemampuan kognitif dasar serta aspek eksternal berupa dominasi bahasa daerah di lingkungan rumah, metode pembelajaran yang kurang variatif, dan terbatasnya akses media literasi. Temuan tersebut menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih kontekstual, bersifat diferensiasi, dan dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi berbahasa siswa.
Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Literasi kritis dan Pendidikan Triana, Neni Mika; Ikawati, Erna
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.807

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan kontemporer. Fokus kajian tertuju pada bagaimana pembelajaran Bahasa Indonesia dirancang dan dipahami sebagai proses pengembangan kompetensi bahasa, literasi, dan berpikir kritis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap artikel jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup pengembangan kompetensi komunikatif, literasi kritis, pemahaman genre teks, dan kemampuan interpretatif yang memungkinkan peserta didik mampu memproduksi serta mengkritisi teks dalam berbagai konteks sosial dan digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia harus bersifat integratif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mampu membentuk peserta didik yang literat, reflektif, dan kritis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap penguatan paradigma pembelajaran bahasa serta menjadi dasar perumusan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih adaptif dan inovatif di era digital.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Dari Rutinitas Menuju Praktik Bermakna Batubara, Wina Handayani Br; Ikawati, Erna
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar berperan penting dalam membangun kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi keberhasilan akademik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa capaian membaca pemahaman siswa masih rendah akibat pembelajaran yang bersifat prosedural, minimnya pemanfaatan teks autentik, serta keterbatasan kompetensi pedagogis guru. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk menelaah teori, temuan empiris, dan praktik terkini terkait transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh penguatan kosakata, penggunaan pendekatan berbasis teks, integrasi media literasi digital, serta dukungan afektif seperti minat dan kepercayaan diri siswa. Studi internasional juga menegaskan pentingnya intervensi terstruktur dan berkelanjutan yang didampingi guru. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan pendekatan holistik yang meliputi peningkatan kompetensi guru, penyediaan bahan ajar kontekstual, dan penguatan ekosistem literasi sekolah-rumah agar pembelajaran bergerak dari rutinitas menuju praktik yang bermakna. Indonesian language instruction in primary schools plays a central role in developing foundational literacy skills essential for academic success. However, recent studies indicate that students’ reading comprehension remains low due to procedural instruction, limited use of authentic texts, and insufficient pedagogical competence among teachers. This study employs a literature review methodology to analyze theoretical perspectives, empirical findings, and current practices related to transforming Indonesian language learning in primary education. The review shows that instructional effectiveness is shaped by vocabulary development, text-based pedagogy, integration of digital literacy tools, and affective support such as motivation and confidence. International evidence further highlights the importance of structured and sustained, teacher-guided literacy interventions. This study concludes that transforming Indonesian language learning requires a holistic approach that strengthens teacher competence, provides contextual learning materials, and builds a supportive school–home literacy ecosystem to shift instruction from routine tasks toward meaningful learning practices.
Synthesizing Effective Instructional Strategies for Enhancing Speaking Skills in Primary Education: A Qualitative Meta-Synthesis of 34 Empirical Studies Harahap, Syawal Fitrah; Ikawati, Erna
Jurnal Hata Poda Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hatapoda.v4i2.19055

Abstract

This study synthesizes effective instructional strategies for enhancing speaking skills among primary school learners through a qualitative meta-synthesis of thirty-four empirical studies. The analysis examines convergent findings across communicative, narrative, multimodal, collaborative, and formative approaches to identify core mechanisms supporting oral language development. Results indicate that meaningful communicative interaction, structured narrative organization, multimodal reinforcement, peer-based collaboration, and continuous formative feedback collectively contribute to substantial improvements in fluency, coherence, and expressive clarity. The cross-method consistency suggests that speaking proficiency emerges not from isolated techniques but from the interplay of cognitive, affective, and social learning processes. The resulting conceptual model offers an integrated framework for teachers to design holistic speaking instruction. Practically, this study highlights the importance of interactive, multimodal, and collaborative strategies in strengthening communication competence in primary education.
Penerapan Cooperative Learning Tipe Think Pair Share Berbasis Budaya Mandailing dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Penelitian Akhirur Rhomadon Matondang; Erna Ikawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4332

Abstract

This study aims to describe the application of the Mandailing culture-based Think Pair Share (TPS) type Cooperative Learning model in Indonesian learning at SDN No. 101390 Batang Pane 1 and describe the integration of Mandailing culture and student activity during learning. This study uses a descriptive approach with the research subjects of elementary school students and classroom teachers. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data obtained was analyzed in a qualitative descriptive manner through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, and strengthened by triangulation techniques to maintain the validity of the data. The results of the study show that the Think Pair Share model can be applied well in Indonesian language learning. Teachers are able to carry out each stage of TPS in a sequential manner, namely the stages of thinking, pairing, and sharing. The integration of Mandailing culture is carried out through the use of folklore, examples of the daily life of the local community, and the application of the value of mutual cooperation (marsiadapari) in student discussion activities. This culture-based learning makes the material more contextual and easy for students to understand. In addition, student activeness and participation showed an increase, characterized by the courage to speak, involvement in discussions, and positive social interaction between students.
Urgensi Penguasaan Empat Keterampilan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Dalimunthe, Khoirani Febry; Ikawati, Erna
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2223

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi penguasaan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang berfokus pada kajian teoretis dan hasil penelitian terdahulu. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan meliputi buku referensi, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta karya ilmiah yang membahas keterampilan berbahasa anak Sekolah Dasar. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat keterampilan berbahasa saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kemampuan literasi, komunikasi, dan berpikir siswa. Namun, pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurang optimalnya pengembangan keterampilan menyimak dan berbicara serta pembelajaran membaca dan menulis yang masih bersifat mekanis dan berorientasi pada hasil. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar perlu dirancang secara komunikatif, kontekstual, dan terintegrasi agar penguasaan empat keterampilan berbahasa siswa dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.
A Design: Pragmatics and Language Ethics on Students' Communication Skills in Higher Education (Literature Review, Experiment and Replication) Ikawati, Erna; Lubis , Anita Angraini
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i2.15637

Abstract

This study examines the role of pragmatics and language ethics in student communication in the campus environment, both in academic and social contexts. The purpose of this study is to understand the application of pragmatic principles in student communication, as well as to examine how language ethics affect their interactions in the classroom, on social media, and in everyday social interactions. The method used is a mixed-methods approach, with a narrative literature review technique by reviewing articles relevant to this topic. This was followed by the implementation of a module that replicated the problem strategy. The results of the study indicate that: First, pragmatic principles such as appropriateness of speech, politeness, and communication strategies have a major influence on increasing the effectiveness and ethics of student language. Language ethics, which includes the use of verbal and nonverbal strategies, has been shown to be an important element in fostering polite communication and maintaining interpersonal relationships. Secondly, experimental results on the use of the previously developed module showed a significance of 2.76 from being categorized as sufficient (: 4.86) to good (: 7.62). This significant result contributes to the development of theories of pragmatics and language ethics in education.
PENGUATAN KEPAHAMAN NILAI TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI KAMPUNG MODERASI BERAGAMA (KMB) SIBOLGA SELATAN Darania Anisa; Erna Ikawati
BHAKTI: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 02 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/bjppm.v3i02.6660

Abstract

Community Service Based on Religious Moderation is carried out as a tolerant attitude, an embodiment of religious moderation which is actualized through the Religious Moderation Village (KMB), carrying out dialogue between religious believers as a form of harmony and tolerance. As well as literacy materials to minimize conflict between religious communities. South Sibolga has a diverse population, 67.15% Muslim, 29.23% Protestant, 3.04% Catholic and 0.65% Buddhist. This service uses the Participatory Action Research (PAR) method including planning, implementation and discovery of field facts. The results of the Service show an increase in the understanding of religious moderation in the South Sibolga community from 55% to *)% based on the results of questionnaire data that was distributed before and after the activity was carried out.
Pengembangan keterampilan pemahaman membaca pada siswa kelas tinggi sekolah dasar dalam konteks kurikulum merdeka Hasibuan, Jekson; Erna Ikawati
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 6 No. 1 (2025): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810630300

Abstract

Keterampilan pemahaman membaca merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dikuasai oleh siswa sekolah dasar, terutama pada jenjang kelas tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, kemampuan ini tidak hanya berfungsi untuk memahami isi teks secara literal, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan reflektif sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi, proses, serta hasil pengembangan keterampilan membaca pemahaman pada siswa kelas tinggi sekolah dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran seperti modul ajar serta asesmen formatif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI SD Negeri 0503 Parsombaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca yang dirancang secara kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek mampu meningkatkan motivasi dan kemampuan pemahaman siswa terhadap teks bacaan. Strategi seperti guided reading, project-based learning, dan pendekatan metakognitif terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan memahami, menafsirkan, serta merefleksikan isi bacaan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan sumber bacaan yang variatif dan belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang adaptif, bermakna, dan selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
DETEKSI DINI KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR DAN PERAN SEKOLAH: SEBUAH KAJIAN LITERATUR TEMATIK Br Tarigan, Sabarita; Ikawati, Erna
Educational Journal of Islamic Management Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Riset Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ejim.v5i2.7805

Abstract

Kesehatan mental anak sekolah dasar merupakan isu krusial dalam mendukung perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Namun, kajian ilmiah yang secara sistematis memetakan strategi deteksi dini di lingkungan sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah terkait deteksi dini kesehatan mental anak sekolah dasar serta mengidentifikasi tema-tema utama yang berkembang dalam literatur. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan teknik thematic analysis. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data Google Scholar, Scopus, dan DOAJ yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2015–2024. Sebanyak 35 artikel terpilih dianalisis menggunakan prosedur seleksi PRISMA berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) urgensi deteksi dini dalam mencegah gangguan kesehatan mental, (2) peran guru dalam skrining awal dan pendampingan psikososial, (3) pentingnya kolaborasi sekolah dan orang tua, serta (4) kebutuhan instrumen skrining yang valid dan kontekstual di sekolah dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa deteksi dini yang terstruktur dan berbasis kolaborasi memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan peta konseptual berbasis bukti mengenai model deteksi dini kesehatan mental di sekolah dasar, yang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan kebijakan pendidikan, program intervensi sekolah, serta penelitian lanjutan.