Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Aplikasi Trichokompos dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Ridwan, Ifayanti; Sjahril, Rinaldi; Pajonga, Valensia Dwi
Jurnal Agrivigor VOLUME 14 NOMOR 2, DESEMBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v14i2.42979

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui dosis trichokompos dan konsentrasi PGPR terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Green House CoE, Teaching Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin dari Februari hingga Maret 2023. Penelitian disusun dalam percobaan faktorial dua faktor dengan rancangan acak kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Faktor pertama adalah dosis trichokompos yang terdiri dari Kontrol, 75, 150, dan 225 g/tanaman. Faktor kedua adalah konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang terdiri dari Kontrol, 5, 10, dan 15 mL/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi 75 g/tanaman dan 15 mL/L PGPR menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy terbaik dengan rata-rata tertinggi pada parameter klorofil total (60,52 mg/mL), klorofil a (30,68 mg/L), dan klorofil b (29,95 mg/L), panjang akar (24,87 cm), volume akar (0,87 mL), dan bobot segar (61,93 gram). Dosis trichokompos 75 g/tanaman memberikan perkembangan luas daun tertinggi (51,12 cm2). Pemberian trichokompos dan PGPR meningkatkan serapan Nitrogen tanaman pakcoy dengan kandungan Nitrogen tertinggi ditunjukkan oleh dosis 225 g/tanaman trichokompos dan 15 mL/L PGPR.
Efektivitas 2,4-D Untuk Induksi Kalus Tanaman Bawang Merah Lembah Palu (Allium cepa L. var. Aggregatum) Sjahril, Rinaldi; Syaiful, Syatrianty A.; Nasir, Kamsinar
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 1, JUNI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i1.43232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dalam induksi kalus tanaman bawang merah Lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian/Unit Perbenihan Tanaman Teaching Industry, Makassar, dari bulan November 2022 sampai April 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ) dengan konsentrasi 2,4-D sebagai faktor penelitian yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1,0 (mg L-1) yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2,4-D tidak memberikan pengaruh nyata antar perlakuan 2,4-D tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan control. Persentase kalus terbaik yaitu konsentrasi 0,75 mg L-1 (66,67%) dan perlakuan dengan waktu muncul kalus terbaik adalah pada konsentrasi 1,0 mg L-1 (3,04 HSK). Warna kalus yang terdiri atas Greyed-Yellow Group, Greyed-Orange Group dan White Group dengan tekstur kompak. Namun, kalus penelitian tidak berkembang dengan baik sehingga tidak menghasilkan kalus embriogenik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PEMANFAATANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA DI PEKARANGAN DI DESA BINA BARU, KECAMATAN KULO, KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Haring, Feranita; Sjahril, Rinaldi; Dachlan, Amirullah; Mufidah, .; Jamila, .; Iswoyo, Hari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.2160

Abstract

 Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kelompok wanita tani dan warga lainnya dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan cara pembuatan pupuk organik, dan cara aplikasinya pada budidaya tanaman hortikultura. Pembuatan pupuk organik dapat menjadi alternatif untuk menjawab permasalahan limbah dan juga bisa mendukung kegiatan budidaya tanaman hortikultura di Pekarangan, sekaligus sebagai sumber pangan untuk kebutuhan sendiri maupun komersil sehingga dapat mendukung enterpreneur-ship bagi mitra.. Budidaya tanaman dilaksanakan dengan teknik konvensional, dengan no dig plot atau budidaya tanaman secara vertikal. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan  dilaksanakan pada kelompok wanita tani Mangupu Mabbalu di Desa Bina Baru Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.. Hasil survei terhadap mitra menunjukkan relevansi kegiatan ini dalam peningkatan pemahaman mitra terhadap pengelolaan dan pemanfaatan limbah organik. Kegiatan yang dilakukan secara umum telah berhasil dalam peningkatan pengetahuan kelompok mitra melakukan pemanfaatan pekarangan dengan kegiatan budidaya organik; peningkatan pemahaman kelompok terhadap potensi pemanfaatan limbah organik sebagai media tanam dan pupuk dalam bentuk kompos dan pupuk organik cair; pemasok pupuk organik, benih/bibit, dan hasil panen organik, kemudian diharapkan terbentuknya jiwa wirausaha pada kelompok mitra.Kata kunci: pupuk organik, tanaman hortikultura, pekarangan
PENINGKATAN JIWA ENTREPRENEURSHIP SISWA MADRASAH ALIYAH DAN TSANAWIYAH MELALUI PENGELOLAAN BAHAN ORGANIK DAN PEMANFAATANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA SECARA COMPANION DI PEKARANGAN Haring, Feranita; Sjahril, Rinaldi; Riadi, Muh.; Dungga, Novaty Eny; Syaiful, Syatrianty A; Rafiuddin, .; Nasrun, Muhammad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i2.4250

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini diharapkan dapat menjadi bagian aktivitas dari pelatihan life-skill dan rencana kurikulum atau pengajaran di sekolah-sekolah tingkat SMP maupun SMA selama 5 tahun ke depan, untuk mengembangkan konsep sekolah yang ramah lingkungan sebagai kesatuan dari komunitas lokal khususnya di Kabupaten Gowa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra pada pengelolaan bahan organik dan budidaya tanaman hortikultura. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pembinaan kelompok mitra mengenai pengelolaan bahan organik dan pemanfaatannya pada budidaya tanaman hortikultura secara companion di pekarangan meliputi dua hal yaitu; 1) pelaksanaan pengelolaan bahan organik dan 2) pelaksanaan budidaya tanaman hortikultura. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaksanakan disimpulkan bahwa mitra antusias dalam kegiatan pengelolaan bahan organik dan budidaya tanaman hortikultura dalam rangka pemberdayaan masyarakat.  Kata kunci: wirausaha, bahan organik, budidaya tanaman, hortikultura, 
PERBENIHAN KULTUR JARINGAN ANGGREK PADA TEACHING INDUSTRY UNIVERSITAS HASANUDDIN Sjahril, Rinaldi; Haring, Feranita; Rukka, Rusli M.; Dermawan, Rahmansyah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7415

Abstract

Kegiatan PPMU-PPUPIK Perbenihan Kultur Jaringan Anggrek pada Teaching Industry Universitas Hasanuddin (UNHAS) bertujuan untuk mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan, mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset UNHAS bagi masyarakat, dan menunjang otonomi kampus melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra. Dalam pencapaian tujuan jangka panjangnya, kegiatan ini dalam jangka pendek bertujuan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa, dan membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan perbanyakan semaian biji dan bibit anggrek spesies/hibrida di laboratorium, dan pelatihan tentang teknik kultur jaringan skala rumah tangga dimana diajarkan tentang penyederhanaan teknik kultur jaringan tanaman sehingga dapat dilakukan pada skala rumah tangga. Kegiatan laboratorium dan pelatihan dilaksanakan di Teaching Industry UNHAS dan bermitra dengan pengusaha tanaman hias lokal yang berada di Makassar yang memiliki kebun anggrek di Bulu Dua, Kabupaten Barru. Produksi (production planning) yang dilakukan adalah semaian bibit botol/semai biji anggrek disubkultur dan dilakukan pemeliharaan sampai menjadi dewasa dan siap untuk aklimatisasi. Kemudian planlet yang telah diaklimatisasi dirawat dan dipelihara di screen house sampai menjadi anggrek dewasa yang siap jual ke pasaran. Selain itu planlet yang diperbanyak di laboratorium juga telah dipasarkan. Hasil penjualan anggrek yang paling digemari konsumen adalah Seedling Dendrobium dan Phalaenopsis Hibrida serta anggrek Macodes. Pelatihan kultur jaringan sederhana dilakukan dengan pengenalan budidaya anggrek dan teknik kultur jaringan sederhana, perakitan alat kultur jaringan sederhana, praktek teknik kultur jaringan dimulai dari pembuatan media, penanaman, sampai pada aklimatisasi. Dari hasil pelatihan yang dilaksanakan dapat disimpukan bahwa kultur jaringan tidak mahal dan rumit, serta dapat disederhanakan dengan teknik-teknik yang mudah dipahami peserta.Kata kunci: anggrek, kultur jaringan sederhana, pelatihan, perbenihan
PENGARUH IRRADIASI ION BEAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI LOKAL TORAJA PADA GENERASI MUTAN M1 AR, Trisnawaty; Sjahril, Rinaldi; Riadi, Muh.; ., Rafiuddin
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 1 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v1i1.379

Abstract

Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memperbaiki karakter padi local yang berumur panjang dan memiliki postur tinggi adalah melalui pemuliaan mutasi dengan irradiasi ion beam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya kecambah benih hasil irradiasi menggunakan ion beam pada dua varietas padi Lokal Toraja. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri atas enam perlakuan dengan menguji cobakan dua jenis padi lokal Toraja yaitu Pare Ambok (PA), dan Pare Lea yang diberi perlakuan iradiasi ion beam dari jenis ion argon dan karbon serta kontrol sebagai pembanding dengan metode penanaman malai ke baris. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 20 kali yang kemudian dianggap sebagai galur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan irradiasi dengan ion argon memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang panjang daun bendera, umur berbunga (lebih cepat), panjang malai dan jumlah gabah permalai. Sedangkan perlakuan irradiasi dengan ion karbon memberikan hasil terbaik terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah gabah berisi dan jumlah gabah hampa (lebih sedikit).
Callus Induction of Porang Plants (Amorphophallus muelleri Blume) with 2,4- D on Various Explant Sources In Vitro Haring, Feranita; Sjahril, Rinaldi; Khatima, Khusnul
International Journal of Agriculture System VOLUME 11 ISSUE 2, DECEMBER 2023
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v11i2.4796

Abstract

This study aims to determine the effect of a concentration of 2,4-D added to the Murhasige and Skoog (MS) basic media on porang callus induction and the effect on various explant sources. The study was conducted in the form of experiments in the Laboratory of Bioscience and Plant Reproduction Biotechnology, Department of Agriculture, Faculty of Agriculture, Hasanuddin University from August to December 2021. The experiments were based on a Completely Randomized Design (CRD) pattern arranged in a factorial way with two treatment factors. The first factor was the concentration of 2,4-D consisting of five levels of treatment: without 2,4-D (0.0 mg L-1), 0.5 mg L-1, 1.0 mg L-1, 1.5 mg L-1, and 2.0 mg L-1. The second factor was the source of explants consisting of three levels: the petiole, leaf midrib, and leaf blade. The results after five months showed that the interaction between the concentration of 2.0 mg L-1 2,4-D with the petiole explants had the best effect on callus induction time (12.25 days) and callus weight (2.97 g). The concentration of 2.0 mg L-1 2,4-D had the best influence on the callus induction percentage (83.33%), and petiole-derived explants had the best influence on the callus induction percentage (91.67%). Administration of 2,4-D at a concentration of 2.0 mg L-1 and the petiole-derived explant gave the best results in this study; therefore, it is expected to be applied to the development of porang plant seeds in vitro.
DETERMINASI KAPASITAS INDUKSI POLIPLOIDI MUTAGEN KIMIAWI KOLKISIN DAN BIO-CATHARANTHINE PADA BAWANG MERAH PALU SECARA IN VITRO Azhar, Arini; Sjahril, Rinaldi
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.116

Abstract

Bawang merah palu (Allium cepa L. Var. Aggregatum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai kandungan gizi dan senyawa yang tergolong zat non gizi serta enzim yang berfungsi untuk terapi, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh serta memiliki aroma khas yang digunakan untuk penyedap masakan dan bahan baku utama industri bawang goreng. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat dari mutagen kimia yaitu bio-catharanthine yang paling efektif untuk mendapatkan bawang merah palu poliplodisasi yang dideteksi melalaui analisis sitologi (flow cytometry). Penelitian dilakukan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Unit Perbenihan Tanaman Teaching Industry, Universitas HasanuddinMakassar. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan April - Juli 2023. Pada perlakuan bio-catharanthine waktu muncul akar hanya terbentuk pada kalus yang diberikan perlakuan biocathranthine konsentrasi 0,075% dengan lama perendaman 12. Sedangkan pada perlakuan biocatharanthine waktu muncul tunas pada kalus yang diberikan perlakuan bio-cathranthine konsentrasi 0,050 % lama perendaman 3 jam setelah dipindahkan ke media regenerasi 25 (hst). Selama pengamatan berlangsung kalus hanya membentuk akar dan tunas pada kedua kalus tersebut. Dalam penelitian ini, Bio-cathrantine hanya dapat memberi pengaruh dalam pembentukan akar dan tunas pada kalus dengan konsentrasi 0,075% dengan lama perendaman 12 jam dan pada konsentrasi 0,050 % lama perendaman 3 jam pada tanaman bawang merah palu. Hal ini dapat terjadi karena kualitas kalus yang tidak kompak sehingga diperoleh kualitas kalus yang berbeda-beda.
Uji keberhasilan persilangan, heterosis dan penampilan F1 padi lokal Pare Bau x Impari 4 Parari, Trisday; Riadi, Muh; Sjahril, Rinaldi; Limbongan, Limbongan; Putra, Yosua
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14987

Abstract

Padi lokal memiliki keunggulan pada rasa dan aroma, namun memiliki produksi yang rendah dan umur panen yang lama sehingga kurang unggul. Upaya untuk memperbaiki genetik padi lokal adalah melalui persilangan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari tingkat keberhasilan persilangan, heterosis, karakter kualitatif dan kuantitatif F1, dan kekerabatan F1 dengan tetuanya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara dari Januari 2019 hingga Juli 2020. Metode persilangan yang digunakan yaitu single cross dan resiprocal cross menggunakan padi lokal aromatik Pare Bau dengan Inpari 4 sehingga diperoleh dua kombinasi persilangan. Hasil penelitian menunjukkan persentase keberhasilan persilangan single cross sebesar 14,4% dan persilangan resiprok sebesar 25,5%. Karakter hasil F1 persilangan resiprok, jumlah gabah bernas per malai (164,2 gabah) dan bobot gabah bernas per rumpun (96,4 g), lebih tinggi dibandingkan F1 single cross. Karakter keharuman pada waktu berbunga terbaik dihasilkan oleh tanaman F1 single cross B1 senilai 92,2% dan B2 senilai 95%. Nilai heterosis dan heterobeltiosis tertinggi adalah F1 resiprok pada semua karakter yang diamati. Generasi F1 hasil single cross (B1 dan B2) memiliki kekerabatan dekat dengan Pare Bau, sedangkan generasi F1 hasil persilangan resiprok (RB1, RB2, RB3, RB4, dan RB5) membentuk kelompok genetik tersendiri tetapi memiliki kekerabatan dekat dengan Inpari 4. ABSTRACTThe rice landrace has a great taste and aroma, but has low yield and late maturity. The artificial crossing is one of ways to improve the genetics performance of the rice landrace. This study purposed to observe the success rate of crosses, heterosis, heterobeltiosis, qualitative and quantitative characters of F1, and genetic relationship of the F1with its parents. This research was conducted in Tallunglipu District, North Toraja Regency from January 2019 to July 2020. The crosses method used were single cross and reciprocal cross using local aromatic Pare Bau and Inpari 4 varieties in order to obtain two cross combinations. The results showed the success rate of the single cross was 14,4% and the reciprocal cross was 25,5%. The characteristics of the F1 reciprocal crosses, the number of fully developed grain per panicle (164,2 grain) and the weight of pithy grain per clump (96,4 g), was higher than the F1 single cross. The best level of aroma character at the time flowering was produced by F1 single cross i.e B1 92,2% and B2 95%. Resiprocal F1 had the highest value of heterosis and heterobeltiosis in all observed characters. Single cross lines (B1 and B2) were closely related to Pare Bau, while reciprocal cross lines (RB1, RB2, RB3, RB4, and RB5) formed separate genetic groups. However, reciprocal cross lines were closely related to Inpari 4.
Molecular Diversity Analysis of Katokkon Chili (Capsicum annum var. chinense) Based on Inter Simple Sequence Repeat (ISSR) Markers Al Amanah, Hafizhah; Sjahril, Rinaldi; Haring, Feranita; Larekeng, Siti Halimah
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i2.3997

Abstract

There are numerous kinds of chilies, and many have a specialty and specific growing location, such as the katokkon chili, which is specific to Toraja Highland, South Sulawesi Province, Indonesia. This small bell-chili pepper-shaped chili has a distinctive capsicum aroma and a short burning sensation of hot chili's strong spicy taste. This research aims to study the relationship of the genetic kinship of katokkon chili from Toraja and its surrounding regency (Enrekang and Mamasa regencies) using ISSR molecular markers, which are expected to be used as basic information in genetic resource management. Inter Simple Sequences Repeat (ISSR) markers are used for the molecular analysis of 26 katokkon accessions. The result shows that katokkon chili analyzed have a relatively high heterozygosity value of 0.488. The average heterozygosity value is 0.5. Hence, the genetic diversity in these districts is comparatively high. The katokkon chili accession is grouped into three main clusters, each comprising various samples. Only clusters II and III have a close relationship. Information on the genetic diversity based on ISSR can be used as a molecular marker to support further research on the breeding and development of katokkon chili plants and their accession.