Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Strategi Transformasi Agropreneur Muda dalam Perspektif Pertanian Berkelanjutan Sari, I. Rani Mellya; Syafani, Tyas Sekartiara
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21681

Abstract

The regeneration of farmers in Indonesia remains slow, with young farmers (<35 years) accounting for only 12.87 percent, while the proportion of elderly farmers continues to increase. This condition reflects the low interest and motivation of young generations to engage in agricultural entrepreneurship. The transformation of young agropreneurs is therefore essential to strengthen farmer regeneration and the competitiveness of farming enterprises amid the challenges of climate change, commodity price fluctuations, and the dynamics of digital markets. This study aims to formulate a strategic model for transforming young agropreneurs oriented toward sustainable agriculture. The research was conducted in South Lampung Regency involving 30 young farmer respondents. A descriptive quantitative and qualitative approach was applied through surveys, in-depth interviews, field observations, and Focus Group Discussions (FGDs). SWOT analysis was employed to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the transformation process of young agropreneurs. The findings indicate that young agropreneurs occupy an adaptive diversification strategy position, characterized by stronger internal capabilities than weaknesses. The formulated model emphasizes digital capacity enhancement, product innovation, and institutional collaboration to expand market access and strengthen farm resilience. The model is oriented toward three dimensions of sustainability: economic (efficiency and value addition), social (network and capacity strengthening among young farmers), and environmental (climate adaptation through eco-friendly technologies). This study highlights the importance of synergy among policies, institutions, and human resource development to accelerate the transformation of young agropreneurs toward an innovative, resilient, and sustainable agricultural system.
Pengembangan Kapasitas KWT melalui Penguatan Dinamika Kelompok & Personal Branding Produk di Kabupaten Pringsewu Nurmayasari, Indah; Yanfika, Helvi; Syafani, Tyas Sekartiara; Irawan, Sahrul Ari
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i1.1391

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di KWT Mekar Jaya, Pekon Fajar Agung, Kabupaten Pringsewu, bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perempuan melalui penguatan dinamika kelompok dan strategi personal branding produk berbasis digital. Pelatihan dan pendampingan difokuskan pada penggunaan aplikasi Canva untuk desain kemasan serta optimalisasi media sosial (Instagram, WhatsApp, dan Facebook) sebagai sarana promosi. Metode kegiatan mencakup pelatihan strategi personal branding, penggunaan Canva, dan optimalisasi media sosial untuk promosi produk, disertai pendampingan agar hasil pelatihan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan pemantauan pascakegiatan. Program dilaksanakan dari Mei-Oktober, ini diikuti 24 peserta dengan pendampingan tim dosen Agribisnis Universitas Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan partisipasi anggota. Nilai rata-rata pretest meningkat dari 64,2 menjadi 91,2 pada posttest, menunjukkan efektivitas materi pelatihan. Anggota mampu memanfaatkan teknologi digital untuk promosi produk dan meningkatkan inovasi kemasan. Selain itu, dinamika kelompok menjadi lebih harmonis dengan partisipasi aktif dan koordinasi yang solid. Walaupun akses terhadap modal usaha dan kemitraan masih terbatas, kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi anggota melalui peningkatan kemampuan branding dan pemanfaatan digitalisasi.
Pembinaan Kelompok Wanita Tani dalam Inovasi Olahan Pangan Lokal Bersertifikat Halal di Kecamatan Rajabasa, Lampung Adawiyah, Rabiatul; Lestari, Dyah Aring Hepiana; Indriani, Yaktiworo; Syafani, Tyas Sekartiara; Sayekti, Wuryaningsih Dwi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.1.46-57

Abstract

The Women Farmers Group (KWT) is one of the farmer institutions in empowering women to support agricultural development programs. The target of the activity is KWT Harapan Kita, Sinar Harapan Village, Rajabasa Jaya Urban Village, Rajabasa Sub-District, Bandar Lampung City which has a productive business of processing food made from local food. Food processing made from local food raw materials is a strategic activity in accelerating food diversification in the community. This activity aims to increase the resource capacity of KWT Harapan Kita by increasing: 1) Knowledge of diversification of food and local food ingredients; 2) Knowledge and skills of local food processing; 3) Knowledge and skills of orderly administration and determination of product selling prices; and 4) Knowledge and understanding of the halal assurance system for products and halal certificate for KWT’s food products. The methods to be used are counseling, training, mentoring, and demonstrations. The results of the activity show that the knowledge and understanding of KWT Harapan Kita about local food diversification, orderly administration and determination of product selling prices, and halal certification of products has increased by 60,11%, and 20 types of local food processed products of KWT Harapan Kita got halal certification of LPPOM MUI with number 02100018190121. In the future, KWT Harapan Kita needs to be assisted to promote product development that has been carried out and certified so that the market opportunities will open and increase.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Peningkatan Kapasitas Pengolahan dan Nilai Tambah Olahan Hasil Laut UMKM Rangga, Kordiyana K; Murniati, Ktut; Syafani, Tyas Sekartiara; Yeni, Rokhma
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21770

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan landasan penting dalam pembangunan berkelanjutan. Hal ini bukan hanya memberikan bantuan atau sumber daya, tetapi juga memberikan akses, keterampilan, dan dukungan yang memungkinkan meningkatnya kapasitas, kemandirian, dan keterlibatan individu dalam sebuah komunitas. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan dengan mengembangkan potensi wilayah dan SDM melalui komoditas unggulan. Salah satu sumber daya alam hasil laut adalah ikan yang merupakan Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Sebagian besar masyarakat Desa Margasari belum memanfaatkan hasil tangkapannya untuk diolah lebih lanjut, padahal hasil tangkapan laut ini dapat diolah menjadi berbagai produk turunan, baik dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan nilai tambah produk. Produk olahan ikan yang paling banyak diolah masyarakat Desa Margasari adalah dijadikan ikan asin atau hanya dikeringkan saja. Melihat masih banyaknya jenis olahan ikan yang belum dicoba oleh masyarakat Desa Margasari, sehingga sangat memungkinkan untuk dijadikan peluang usaha baru. Pemanfaatan teknologi informasi juga sangat dibutuhkan agar masyarakat mampu mencari informasi terkait nilai tambah produk, menciptakan branding dan peningkatan penjualan melalui mix marketing. Oleh karena itu, dengan melakukan kegiatan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan UMKM, diharapkan masyarakat Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur mampu membuat hasil laut khususnya ikan menjadi beberapa produk olahan yang memiliki nilai tambah, rasanya enak, murah, dan bergizi, serta memiliki pangsa pasar yang luas dengan memanfatkan teknologi informasi.
Go Digital UMKM Perempuan: Penguatan Literasi Digital di Kabupaten Pesawaran Syafani, Tyas Sekartiara; Syarief, Yuniar Aviati; Sumaryo; Ibnu, Muhammad; Rara, Rara; Putri, Aniza; Febyanti, Fadhilah
Journal Social Science And Technology For Community Service Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jsstcs.v7i1.1620

Abstract

UMKM perempuan di Kabupaten Pesawaran memainkan peran strategis dalam perekonomian lokal, namun masih terus menghadapi tantangan signifikan seperti rendahnya literasi digital, pencatatan keuangan yang lemah, dan dinamika kelompok yang belum berkembang. Siger Jejama adalah salah satu komunitas pemasaran para pelaku UMKM Perempuan di Kabupaten Pesawaran yang masih menghadapi kendala tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas literasi digital para wirausaha perempuan. Hal ini akan dicapai melalui pelatihan dalam pemasaran digital, pencatatan keuangan digital, dan penguatan kolaborasi kelompok menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Implementasi metode terdiri dari lima tahap: persiapan, pelatihan, pembimbingan, pemantauan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup berbagai topik, termasuk penggunaan media sosial untuk tujuan promosi, pembuatan konten digital, pengelolaan platform e-commerce, dan penerapan pencatatan keuangan melalui penggunaan aplikasi yang disederhanakan. Proses evaluasi melibatkan pretest dan posttest pada fokus materi utama, yaitu pemasaran digital dan pembukuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 63,94%, dengan tingkat partisipasi aktif mencapai 83,33%. Diskusi interaktif mengungkap kebutuhan nyata para pelaku UMKM, seperti strategi konten, pengelolaan toko online, dan pencatatan keuangan yang akuntabel. Hasil program mentoring menyoroti pentingnya ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Kegiatan ini menjadi landasan proses transformasi digital UMKM perempuan, mendorong adaptabilitas, produktivitas, dan daya saing yang lebih besar dalam operasional bisnis.
Kompetensi Manajerial Penggerak Usaha Pasar Tradisional Payungi Kota Metro dalam Pemanfaatan Media Sosial untuk Keberlangsungan dan Keberlanjutan Pasar Syafani, Tyas Sekartiara; Yanfika, Helvi; Abidatussholihat, Abidatussholihat
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 8 No 1 (2026): Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol8.No1.2026.315

Abstract

Pasar Yosomulyo Pelangi (PAYUNGI) in Metro City is a creative village resulting from a community empowerment program that has successfully helped create economic independence and involved the community in building the village into a creative village. This allows the community to have their own businesses and be empowered through the available activities. As a community empowerment initiative, competence plays an important role in the sustainability and continuity of a community business group. This research was designed with the aim of understanding the managerial competence of the Payungi’s businessperson (traders) in utilizing social media to increase sales and ensure market sustainability in the Yosomulyo Pelangi market community group, as well as analyzing the relationship between social media usage and market sustainability. The research was conducted from April to September 2024, with the research area determined purposively. The respondents of this research were 50 Payungi business actors and 5 informants who are the leaders/managers of the business units. The results show that the majority of the business drivers at Payungi have medium-level competence because they are able to operate communication tools (smartphones) for business purposes through social media platforms like WhatsApp and Instagram. However, in terms of management aspects, the implementation of management functions has not reached the controlling/evaluation stage. The use of social media by Payungi members does not have a direct relationship with market sustainability, as the market's sustainability is created through the collective culture of cooperation (gotong royong) among members and the Payungi driving team as part of the Yosomulyo village community. Keywords: competence, managerial, community empowerment, social media