Jufri
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMANFAATAN IKAN LOKAL DALAM PEMBUATAN NUGGET SEHAT UNTUK MP-ASI Aminullah; Irwan; Reski; Jufri; Muhammad Hatta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i1.592

Abstract

Latar belakang : Stunting pada balita adalah masalah gizi yang berlangsung secara berkepanjangan dan memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak secara permanen. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya makanan bergizi, termasuk protein hewan. Edukasi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai MP-ASI merupakan langkah strategis dalam pencegahan stunting. Tujuan: Memberikan edukasi dan memperkenalkan inovasi makanan tambahan bergizi berbahan dasar ikan lokal dalam bentuk nugget kepada ibu kader dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Samataring. Metode: Kegiatan dilakukan melalui demonstrasi pembuatan nugget ikan, serta pembagian dan evaluasi produk melalui wawancara kepada 23 partisipan yang terdiri dari kader posyandu dan anggota PKK. Hasil: Seluruh responden menyatakan rasa nugget enak (100%) dan habis dikonsumsi (100%). Komentar responden umumnya positif, beberapa menyatakan ingin mencoba membuatnya di rumah sebagai bentuk keberlanjutan inovasi. Kesimpulan: Pemanfaatan ikan lokal sebagai MP-ASI dalam bentuk nugget memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pengolahan makanan sehat untuk anak, serta berpotensi mencegah stunting di tingkat rumah tangga.
EDUKASI BAHAYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN PEMBERIAN TABLET FE DI DESA PANAIKANG Muhammad Hatta; Andi Wahyuni; Jufri; Asmiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.594

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada ibu dan janin, seperti kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya asupan zat besi dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemberian tablet Fe di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test, kegiatan dilakukan pada 10 ibu hamil melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebanyak 7 Ibu Hamil (70%) berada dalam kategori pengetahuan "Kurang", dan hanya 3 ibu Hamil (30%) dalam kategori 'Cukup". Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta (100%) berada dalam kategori "Cukup". Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman ibu tentang manfaat asi eksklusif setelah di berikan edukasi. Kesimpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung upaya penurunan prevalensi anemia selama kehamilan.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Jufri; Miftahul Akbar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.134

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang telah lama diketahui dan menjadi penyebab kematian di seluruh dunia Kualitas hidup penderita TBC merupakan ukuran penting karena berhubungan dengan keadaan sesak yang akan menyulitkan penderita melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari atau terganggu status fungsionalnya seperti merawat diri, mobilitas, makan, berpakaian dan aktivitas rumah tangga, tambahkan tujuan pneliian (lihat tujuan umum penelitian). Metode peneliitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan tehnik aksidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penyakit tuberkulosis (tb paru) di balai besar kesehatan paru masyarakat makassar jumlah populasi pada 7 bulan terakhir adalah 483 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 37 responden diketahui bahwa responden yang menderita TB paru diketahui bahwa responden dengan kualitas hidup buruk sebanyak 16 responden (43.2%), sedangkan kulaitas hidup baik sebanyak 21 responden (56.8%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reponden yang menderita TB paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar dengan kualitas hidup yang terbanyak iyalah kualitas hidup baik sebanyak 21 responden (59.5%). Simpulan dari penelitian ini adalah usia juga dapat mempengaruhi kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru dimana pada usia lanjut dapat mempengaruhi kemampuan fisik nya yang mulai menurun. Disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih luas dengan variabel yang berbeda kepada pasien tuberculosis.
Gambaran Kepatuhan Minum Obat pada Penderita TB Paru di RS. TK.II. Pelamonia Makassar Jufri; Sanghati; Nur Qalbi Sukri
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.249

Abstract

Pada tahun 2018, diperkirakan 7,2 juta orang menderita TB paru (WHO, 2019). Menurut Global Tuberculosis Report 2019, Indonesia berada pada peringkat ke empat tertinggi kejadian TB di dunia setelah China, India, dan Amerika. Dikawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RS. TK. II Pelamonia Makassar. Jenis penelitian yang dugunakandalam penelitian ini adalah deskriptif” Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 penderita TB Paru, jumlah sampel yaitu 37 responden dengan meggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik 36 responden (97,3%), sebagian besar mendapat dukungan keluarga 35 responden (94,6%), sebagian besar merasakan efek samping jika minum obat 30 responden (81,9%,), dan sebagian besar tidak patuh minum obat yaitu 24 responden (64,9%). Kesimpulan dari penelitianini adalah masih ada penderita TB Paru yang tidak patuh minum obat, sebagian besar penderita TB Paru mendapat dukungan dari keluarganya, selajutnya diharapkan untuk pada penderita TB paru agar berupaya patuh menjalankan program pengobatan).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTRITIS DI DESA MASSUNGKE KECAMATAN PASIMASUNGGU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Jufri; Muh. Sahlan Zamaa; Sulaiman; Muhammad Hatta; Serliyani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.416

Abstract

Latar belakang: Gout Artritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), jika asam urat ini terus menumpuk makin lama maka akan berdampak jika kadar gout artritis dalam tubuh berlebih dapat menimbulkan batu ginjal atau pirai dipersendian. Tujuan: penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Pola Makan dengan Kadar Asam Urat Pada Penderita Gout Artritis di Desa Massungke Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat usia 35-50 yang menderita gout artritis di Desa Massungke sebanyak 53 responden. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Hasil: penelitian ini menggunakan uji fisher exact test menunjukkan nilai p (value) 0,002 (<0,05) yang berati bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar asam urat. Kemudian untuk hubungan pola makan dengan kadar asam urat diperoleh nilai p (value) adalah 0,0010 (p<0,05) yang berati bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kadar asam urat di Desa Massungke Kecamatan Pasimasunggu Kabupaten Kepulauan Selayar. Simpulan: dari penelitian ini yaitu ada hubungan pengetahuan dan pola makan dengan kadar asam urat pada penderita gaout artirits, diharapkan agar masyarakat Desa Massungke lebih meningkatkan pengetahuan tentang pola makan yang mempengaruhi kadar asam urat. Petugas kesehatan sebaiknya rutin dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang gout artritis terutama terkait pola makan.
CEGAH STUNTING MELALUI PERMAINAN TEBAK GAMBAR CTPS PADA ANAK DI SD NEGERI 171 LOMPO BARU Andi Ayumar; Suarni; Jufri; Andi Yulia Kasma; Aulia Aryani Purnama Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.732

Abstract

Latar belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku hidup bersih yang sangat penting dalam mencegah penularan penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi lainnya. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum memahami langkah CTPS yang benar dan waktu-waktu penting melakukannya, sehingga diperlukan edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan edukasi CTPS serta melihat peningkatan pengetahuan dan praktik siswa mengenai cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi tujuh langkah CTPS, permainan edukatif tebak gambar, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Pengetahuan siswa meningkat setelah penyuluhan, di mana sebelum kegiatan 64,5% berada pada kategori cukup dan 35,5% kurang, sedangkan setelah penyuluhan seluruh siswa (100%) berada pada kategori cukup. Kesimpulan: Edukasi CTPS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku cuci tangan siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai strategi promotif untuk mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.
PROGRAM SEKOLAH SIAGA BENCANA GEMPA BUMI DI SD NEGERI 208 LEMBANG Sri Syatriani; Jufri; Novia Dwi Aprillia; Mustamin; Aprianus Yoal; Sri Musfira Septi; Aliya Damayanti; Calvina Alsadila Parma; Nur Annisha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.764

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, khususnya gempa bumi, sehingga diperlukan upaya mitigasi sejak dini melalui pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang Sekolah Siaga Bencana Gempa Bumi melalui penyuluhan dan simulasi di SDN No. 208 Lembang. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan 45 siswa. Intervensi dilakukan melalui pemberian pre-test, penyampaian materi menggunakan media power point dan video edukasi, pengenalan rambu evakuasi, simulasi penyelamatan diri dengan metode Drop, Cover, and Hold On, serta pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan 28 siswa (62,2%) berada pada kategori pengetahuan cukup dan 17 siswa (37,8%) pada kategori kurang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 43 siswa (95,6%) pada kategori cukup dan hanya 2 siswa (4,4%) pada kategori kurang. Terjadi peningkatan sebesar 33,4% atau sebanyak 15 siswa. Kesimpulan: Penyuluhan Program Sekolah Siaga Bencana Gempa Bumi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah dasar.
GIZI SEIMBANG DAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI (GIZI CERIA) Andi Alfiya Fakhira; Nurleli; Renaldi M; Jufri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.772

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia memiliki ambisi dengan beberapa target yaitu mengakhiri segala bentuk pravelensi stunting dibawah 14% di tahun 2025 dan menurunkan prevelensi wasting atau kurang gizi menjadi 7% di tahun 2025. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan data pada tahun 2021 kasus stunting tercatat sebanyak 24,4%, dan pada tahun 2024 menurun menjadi 14%. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan dalam memberikan gizi seimbang kepada anak untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan anak. Metode: Dalam kegiatan ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan secara langsung proses pelaksanaan penyuluhan, mulai dari penyampaian materi, interaksi dengan peserta, hingga respon ibu baduta selama kegiatan berlangsung. Hasil: Hasil pre-test menunjukaan rata-rata sebesar 11 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua, sedangkan setelah dilakukan edukasi penyampaian materi hasil dan dilanjutkan melakukan post-test mendapatkan 28 orang tua menjawab benar dengan total 33 orang tua. Kesimpulan: Pemahaman terkait gizi seimbang orang tua pada wilayah kerja Puskesmas Cakkuridi meningkat dalam kategori sedang. Pemberian pemahaman terkain pencegahan stunting dengan menekankan pada gizi seimbang juda daptat dikatakan berjalan dengan sangat baik sehingga kedepannya para orang tua dapat menerapkan gizi seimbang