Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DIMENSI SOSIAL DALAM CERPEN CEMARA KARYA HAMSAD RANGKUTI: TEORI IAN WATT: SOCIAL DIMENSION IN THE SHORT STORY CEMARA BY HAMSAD RANGKUTI: IAN WATT THEORY Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi sosial dalam cerpen Cemara menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Fokus kajian meliputi konteks sosial pengarang, karya sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data berupa kutipan narasi dan dialog per adegan dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Cemara merepresentasikan realitas sosial berupa kemiskinan, solidaritas keluarga, serta konflik sosial yang dialami masyarakat. Analisis tokoh memperlihatkan bahwa setiap karakter memiliki fungsi sosial yang mencerminkan struktur masyarakat. Selain itu, cerpen ini memiliki fungsi sosial yang kompleks, yaitu sebagai media edukasi, kritik sosial, refleksi, dan kontrol sosial. Dengan demikian, pendekatan sosiologi sastra Ian Watt efektif dalam mengungkap keterkaitan antara karya sastra dan realitas sosial.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PUISI BASA MANGKASARAK KARYA BADARUDDIN DAENG LATTE Rahmi Mardatillah; Devi Apyunita
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84648

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pelestarian Bahasa Daerah sebagai media internalisasi nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Menurunnya penggunaan Bahasa Daerah, terutama di kalangan generasi muda, menjadi tantangan dalam menjaga identitas budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam puisi Basa Mangkasarak karya Badaruddin Daeng Latte. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi dan baca-catat, serta dianalisis melalui analisis isi dan pendekatan hermeneutik untuk memahami makna tersurat dan tersirat. Hasil menunjukkan puisi mengandung nilai religiusitas, tanggung jawab, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal, yang disampaikan melalui bahasa simbolik dan pengalaman estetik. Nilai-nilai ini diinternalisasikan secara kognitif dan afektif, sehingga efektif membentuk kesadaran nilai. Penelitian menegaskan bahwa puisi daerah dapat menjadi media strategis dalam pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya melalui integrasi dalam pembelajaran.
EKSISTENSI CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI GEN Z DI TIKTOK: SOSIOLINGUISTIK Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84191

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, faktor, dan fungsi campur kode dalam tuturan bahasa Indonesia yang mengandung unsur bahasa Inggris pada komunikasi informal. Kajian ini berangkat dari fenomena sosiolinguistik berupa penggunaan dua bahasa atau lebih dalam interaksi santai dan akrab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan tuturan di media sosial TikTok. Analisis difokuskan pada lima data yang menunjukkan penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data termasuk campur kode ke luar (outer code-mixing) pada tataran leksikal. Unsur yang digunakan berupa bentuk asli seperti worth it dan respect, serta bentuk adaptasi fonologis seperti plis, gimic, dan misqueen. Penggunaan campur kode dipengaruhi faktor kebahasaan, sosial, dan situasional. Fungsinya meliputi fungsi evaluatif, ekspresif, stilistika, serta sebagai penanda identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode mencerminkan identitas sosial, kreativitas bahasa, dan dinamika budaya dalam komunikasi modern.
KAJIAN EKOFEMINISME: RELASI PEREMPUAN DAN ALAM PADA CERPEN PEREMPUAN YANG MENCINTAI POHON KARYA WAHID KURNIAWAN Devi Apyunita; Nur Hasbi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara perempuan dan alam dalam cerpen Perempuan yang Mencintai Pohon karya Wahid Kurniawan dengan menggunakan perspektif ekofeminisme. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks sebagai pendekatan utama. Data penelitian berupa kutipan-kutipan langsung dari cerpen yang kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi perempuan dan alam direpresentasikan melalui kedekatan emosional yang mendalam, penggunaan simbolisme pohon sebagai entitas kehidupan, serta bentuk perlawanan terhadap dominasi patriarki yang merusak keseimbangan lingkungan. Dalam cerpen tersebut, perempuan diposisikan sebagai agen ekologis yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. Perempuan tidak hanya digambarkan sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai pelindung yang aktif dalam menjaga harmoni lingkungan dari berbagai bentuk eksploitasi dan kerusakan.
PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI GURU MELALUI PELATIHAN EDUKASI LITERASI SDN SAPAYA GOWA Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah; Ade Yustina; Shafariana Shafariana; Adilah Sabir
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Namun, masih ditemukan rendahnya pemahaman guru terhadap berbagai aspek literasi, seperti literasi membaca, menulis, dan digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi guru melalui edukasi literasi. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan edukasi literasi mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan literasi membaca, menulis, dan digital dalam pembelajaran. Aktivitas pelatihan dan praktik mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis literasi serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru.
IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL UNTUK LITERASI DASAR ANAK DI PAUD PELANGI KABUPATEN JENEPONTO Rahmi Mardatillah; Nur Hasbi; Fadilah Neyarasmi; Devi Apyunita; Sri Mulyani R
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam mengenal huruf dan memahami objek visual. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang digunakan sehingga proses belajar kurang menarik dan kurang interaktif. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui implementasi media visual dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan learning by playing melalui penggunaan poster edukatif, gambar objek, permainan visual, dan aktivitas membaca sederhana berbasis gambar. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pembelajaran berbasis media visual, dan evaluasi perkembangan kemampuan anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi media visual mampu meningkatkan antusiasme, partisipasi, keberanian berbicara, dan kemampuan anak dalam mengenal huruf serta menghubungkan simbol dengan objek visual. Selain itu, kegiatan ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan media visual dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung penguatan literasi dasar anak usia dini di PAUD Pelangi Kabupaten Jeneponto.
A Parry Lord Theory Perspective on Formulaic Structures in ‘Anaq Maseri’ Bugis Oral Literature: An Interdisciplinary Study Andi Agussalim AJ; Abd Rahim; Muhammad Musawir; Devi Apyunita; Adriansyah Adriansyah
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1703

Abstract

The Bugis poem Anaq Maseri is a significant oral literary heritage rich in formulas and formulaic expressions. This study aims to identify the formulaic structures within Anaq Maseri through a corpus analysis using AntConc software, uncovering the linguistic patterns that constitute thematic repetitions, and interpreting the cultural expressions underlying these formulas. Data were collected via transcriptions of oral texts, word frequency and bigram analysis, and collocation networks to map the relationships between formulas. The research also involved interviews with five Bugis cultural practitioners and observations of oral literary performances. The results indicate that Anaq Maseri possesses strong formulaic patterns in the repetition of keywords such as muitaka (mirroring), matinro manuq-manuq (sleeping like a bird/light sleep), and langi (sky), which form a semantic network concerning self-reflection, life journeys, and Bugis cosmology. The analysis demonstrates alignment with the Parry-Lord theory of oral-formulaic composition while simultaneously revealing local cultural constructions within Bugis symbolism. This study enriches the interdisciplinary understanding of Nusantara oral literature and opens opportunities for educational applications based on formulaic analysis.