Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DIMENSI SOSIAL DALAM CERPEN CEMARA KARYA HAMSAD RANGKUTI: TEORI IAN WATT: SOCIAL DIMENSION IN THE SHORT STORY CEMARA BY HAMSAD RANGKUTI: IAN WATT THEORY Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi sosial dalam cerpen Cemara menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Fokus kajian meliputi konteks sosial pengarang, karya sebagai cermin masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data berupa kutipan narasi dan dialog per adegan dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Cemara merepresentasikan realitas sosial berupa kemiskinan, solidaritas keluarga, serta konflik sosial yang dialami masyarakat. Analisis tokoh memperlihatkan bahwa setiap karakter memiliki fungsi sosial yang mencerminkan struktur masyarakat. Selain itu, cerpen ini memiliki fungsi sosial yang kompleks, yaitu sebagai media edukasi, kritik sosial, refleksi, dan kontrol sosial. Dengan demikian, pendekatan sosiologi sastra Ian Watt efektif dalam mengungkap keterkaitan antara karya sastra dan realitas sosial.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PUISI BASA MANGKASARAK KARYA BADARUDDIN DAENG LATTE Rahmi Mardatillah; Devi Apyunita
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84648

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pelestarian Bahasa Daerah sebagai media internalisasi nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Menurunnya penggunaan Bahasa Daerah, terutama di kalangan generasi muda, menjadi tantangan dalam menjaga identitas budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam puisi Basa Mangkasarak karya Badaruddin Daeng Latte. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi dan baca-catat, serta dianalisis melalui analisis isi dan pendekatan hermeneutik untuk memahami makna tersurat dan tersirat. Hasil menunjukkan puisi mengandung nilai religiusitas, tanggung jawab, solidaritas sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal, yang disampaikan melalui bahasa simbolik dan pengalaman estetik. Nilai-nilai ini diinternalisasikan secara kognitif dan afektif, sehingga efektif membentuk kesadaran nilai. Penelitian menegaskan bahwa puisi daerah dapat menjadi media strategis dalam pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya melalui integrasi dalam pembelajaran.
EKSISTENSI CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI GEN Z DI TIKTOK: SOSIOLINGUISTIK Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84191

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, faktor, dan fungsi campur kode dalam tuturan bahasa Indonesia yang mengandung unsur bahasa Inggris pada komunikasi informal. Kajian ini berangkat dari fenomena sosiolinguistik berupa penggunaan dua bahasa atau lebih dalam interaksi santai dan akrab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan tuturan di media sosial TikTok. Analisis difokuskan pada lima data yang menunjukkan penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data termasuk campur kode ke luar (outer code-mixing) pada tataran leksikal. Unsur yang digunakan berupa bentuk asli seperti worth it dan respect, serta bentuk adaptasi fonologis seperti plis, gimic, dan misqueen. Penggunaan campur kode dipengaruhi faktor kebahasaan, sosial, dan situasional. Fungsinya meliputi fungsi evaluatif, ekspresif, stilistika, serta sebagai penanda identitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode mencerminkan identitas sosial, kreativitas bahasa, dan dinamika budaya dalam komunikasi modern.
KAJIAN EKOFEMINISME: RELASI PEREMPUAN DAN ALAM PADA CERPEN PEREMPUAN YANG MENCINTAI POHON KARYA WAHID KURNIAWAN Devi Apyunita; Nur Hasbi
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara perempuan dan alam dalam cerpen Perempuan yang Mencintai Pohon karya Wahid Kurniawan dengan menggunakan perspektif ekofeminisme. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks sebagai pendekatan utama. Data penelitian berupa kutipan-kutipan langsung dari cerpen yang kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi perempuan dan alam direpresentasikan melalui kedekatan emosional yang mendalam, penggunaan simbolisme pohon sebagai entitas kehidupan, serta bentuk perlawanan terhadap dominasi patriarki yang merusak keseimbangan lingkungan. Dalam cerpen tersebut, perempuan diposisikan sebagai agen ekologis yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. Perempuan tidak hanya digambarkan sebagai bagian dari alam, tetapi juga sebagai pelindung yang aktif dalam menjaga harmoni lingkungan dari berbagai bentuk eksploitasi dan kerusakan.