Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Elevasi Air Void M45c Berdasarkan Data Dashboard Sensor Hc-Sr04 Dan Data Survey TS-Sokkia IX 500 PT Jorong Barutama Greston Provinsi Kalimantan Selatan Angelina Butarbutar, Fani; Luwyk Djanas Usup, Hepryandi; Novalisae, Novalisae; Fidayanti, Neny; Noveriady, Noveriady
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18380

Abstract

PT Jorong Barutama Greston merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan yang memproduksi batubara dengan menggunakan metode tambang terbuka yaitu metode open pit. Akibat dari aktivitas penambangan tersebut menghasilkan lubang bekas tambang atau yang biasa disebut dengan void sehingga ketika hari hujan volume air yang masuk ke dalam void akan mempengaruhi kenaikan elevasi air dan perlu dilakukan pemantauan dan pengendalian elevasi air pada void. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elevasi air menggunakan data dashboard dan data survey pada void M45C. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada minggu pertama, data elevasi air yang diukur dengan sensor menunjukkan fluktuasi yang lebih besar dibandingkan data survey, dengan selisih rata-rata elevasi air sebesar 0,224 msl. Pada minggu kedua, data dari sensor menunjukkan lonjakan yang jauh lebih besar akibat terbentuknya embun dalam sensor, yang menyebabkan pembacaan elevasi air menjadi error, dengan selisih rata-rata sebesar 0,54 msl dibandingkan dengan data survey. Target elevasi air pada void M45C adalah +0 msl. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan antara kedua jenis data tersebut meliputi kondisi lingkungan (perubahan cuaca yaitu curah hujan mendadak), peletakan sensor yang tidak tepat, serta perbedaan metode pengambilan data, dengan sensor memiliki interval waktu pengambilan yang lebih singkat dibandingkan dengan survey yang lebih terkontrol. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan dan teknis dalam pemantauan elevasi air untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan konsisten.
Analisis Overall Equipment Effectiveness Pada Stone Crusher CV Kalimantan Makmur Nasrullah, Nasrullah; Virgiyanti, Lisa; Noveriady, Noveriady; Novalisae, Novalisae; Putrawiyanta, I Putu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19832

Abstract

Crusher merupakan peralatan utama untuk menghancurkan batu berukuran besar menjadi lebih kecil, namun sering mengalami downtime yang menyebabkan penurunan efektivitas dan output produksi di CV Kalimantan Makmur. Penelitian ini bertujuan melihat nilai overall equipment effectiveness (OEE) mesin crusher guna mengidentifikasi area perbaikan. Metode kuantitatif digunakan dengan menganalisis tiga komponen OEE (availability, performance, dan quality) berdasarkan data operasional. Kerangka six big losses diterapkan untuk mengenali sumber utama inefisiensi. Hasil menunjukkan rata-rata OEE sebesar 23,54%, jauh di bawah standar ideal 85%. Rata-rata availability sebesar 49,63%, dipengaruhi oleh downtime dan keterlambatan pasokan material. Performance sebesar 47,44% karena kecepatan mesin yang tidak optimal. Tingkat quality mencapai 100%, menandakan tidak ada produk cacat. Penyebab kerugian terbesar adalah idling dan minor stoppage (40,5%), diikuti setup, kerusakan mesin, dan kecepatan rendah. Faktor utama meliputi kekosongan material di hopper, batu menyangkut di jaw crusher, dan gangguan operasional. Hasil ini menunjukkan perlunya perbaikan pemeliharaan dan penanganan material.
Perhitungan Kebutuhan Kapur Tohor Terhadap Kenaikkan pH Air Limbah Tambang Pada Settling Pond PT. Marunda Grahamineral Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Putri, Shafa Alya Nabilah; Virgiyanti, Lisa; Neny Fidayanti; Sukmawatie, Neny; Novalisae, Novalisae
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21069

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu dampak negatif dari kegiatan penambangan batubara yang memiliki potensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan kapur tohor (CaO) dalam menaikkan pH air limbah tambang pada Settling Pond 14 milik PT. Marunda Grahamineral di Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui percobaan laboratorium dengan dua metode perlakuan, yaitu pengadukan dan tanpa pengadukan. Sampel air diambil dari kolam pengapuran (kolam 4) dan diuji dengan variasi dosis kapur tohor (0,1–0,8 gram/200 ml) untuk menentukan dosis optimal yang mampu mencapai pH sesuai baku mutu (pH 6–9). Hasil menunjukkan bahwa metode pengadukan selama 2 menit dengan dosis 0,5 gram/200 ml dapat menaikkan pH dari 3,34 menjadi 6,30, sedangkan metode tanpa pengadukan dengan dosis 0,7 gram/200 ml selama 15 menit mampu meningkatkan pH menjadi 6,15. Berdasarkan perhitungan kebutuhan, kolam berkapasitas 1.597.500 liter memerlukan 3.994 kg kapur tohor untuk metode pengadukan dan 5.592 kg untuk metode tanpa pengadukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pengadukan lebih efisien dalam hal dosis dan waktu. Rekomendasi bagi penelitian selanjutnya adalah untuk memperluas parameter pengujian mencakup TSS, Fe, dan Mn, serta melakukan implementasi langsung di lapangan.. Kata Kunci: Air asam tambang, pH, kapur tohor, pengolahan aktif, Settling Pond.
PERHITUNGAN DEBIT AIR TOTAL SUMP DI PIT 23 CV BUNDA KANDUNG: CALCULATION OF TOTAL SUMP WATER DISCHARGE AT PIT 23 CV BUNDA KANDUNG Novalisae; Lisa Virgiyanti; Erlangga Eka Wijaya; Indrajaya, Fahrul; Noveriady
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 24 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v24i1.12374

Abstract

Pada kondisi dengan curah hujan tinggi atau ekstrem, pit 23 tergenang akibat meluapnya sump dan tidak dapat menahan air akibat pemompaan yang kurang optimal, sehingga mengganggu kegiatan produksi di pit 23 CV. Bunda Kandung. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui debit air total yang direncanakan, dan mengetahui dimensi dan volume sump yang direncanakan di pit 23 CV. Bunda Kandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Tahapan analisis data yang dilakukan adalah menghitung debit air total yang masuk, menentukan volume dan dimensi sump. Curah hujan maksimal terjadi pada tahun 2021, tepatnya pada bulan Oktober, yaitu sebesar 187 mm/hari. Daerah tangkapan air hujan pit 23 adalah 8,33 Ha. Curah hujan yang direncanakan sebesar 168,667 mm. Intensitas curah hujan 58,473 mm/jam. Debit air limpasan sebesar 4.037,920 m³/jam dan debit air hujan sebesar 17.471,975 m³/jam. Total debit air sebesar 21.509,896 m³/jam. Desain dimensi sump yang direkomendasikan dengan luas 2.339,60 m² dan volume 24.458,06 m3. Kata kunci: Curah hujan rencana, catchment area, debit air total
Identifikasi Kandungan Konsentrat Mineral Logam Pada Tailing Penambangan Emas Rakyat Noveriady Noveriady; Novalisae Novalisae; I Putu Putrawiyanta; Ferdinandus Ferdinandus
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 2 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 2 April 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i2.6785

Abstract

Artisanal gold mining in the Kahayan River Basin (DAS Kahayan), Ramang Village, produces tailings that contain metallic minerals such as zircon (Zr), yet their management remains suboptimal. This study aims to identify the zircon content in the concentrate resulting from shaking table separation and to analyze the geological and hydrological factors influencing its distribution. The results show that zircon content in the tailings ranges from 0,002% to 0,112%. The highest concentration was found in the upstream area (Z1), while the lowest was in the downstream area (X1), indicating that river flow direction and tidal influences play a role in zircon particle distribution. The zircon identified is genetically linked to the weathering of granite rocks, particularly the Kapur Granite Formation and Sepauk Tonalite in the upstream region. These findings indicate that current small-scale gold mining practices remain inefficient, allowing zircon to be discarded in tailings. This study emphasizes the importance of improved tailings management through efficient containment systems, the potential for reprocessing, and continuous environmental monitoring to enhance resource utilization and reduce the ecological impact of traditional mining.
Technical Design of Pit B Mining PT Indo Muro Kencana Murung Raya Regency, Central Kalimantan Province Monica Anastacia Oktavia Talayuk; Deddy NSP Tanggara; I Putu Putrawiyanta; Novalisae Novalisae; Yos David Inso
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.7790

Abstract

This research aims to make a technical design for mining in Pit B, an area planned by PT Indo Muro Kencana to be exploited based on the evaluation of economic ore reserves. Pit B is an area that has never experienced mining activities before. The mine design method involves a technical design process that considers geotechnical, topography, and reserve data aspects to determine an economical and technically feasible mining deadline. The purpose of this method is to produce an optimal and safe mining design, in order to maximize the extraction of mineral reserves by paying attention to work safety. The research method applied is quantitative, used to design pit and waste dump designs and calculate the difference in reserves between the researcher's design results and the company's pitshell data using surpac software. Descriptive analysis is carried out to explain the design process and calculation of the proposal. The pit geometry parameters include a level height of 15 meters, a level width of 5 meters, a slope of 60°, and a ramp width of 15 meters with a slope of 10%, according to the company's operational standards. The results of the calculation of the reserve volume showed that ore amounted to 326,809 tons and waste 4,911,173 tons. The reserve difference between the design and pitshell data is still within the company's tolerance limit of 33%, so this technical design is suitable as the basis for mining operations in the field.
Identification of Hydrothermal Rock Alterations Based on Petrographic Analysis in Banturung Area, Bukit Batu District, Palangka Raya City I Putu Putrawiyanta; Novalisae Novalisae; Noveriady Noveriady; Neny Fidayanti; Irga Loti Rante; Hendrik Brianto
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.7991

Abstract

The Banturung region mostly consists of the morphology of igneous rock hills where most of the rocks physically show that they have undergone a process of change, so more detailed research is needed to distinguish the types of rocks that exist at the research site. This study aims to determine the distribution and types of rocks that undergo alterations at the research site. The research method with petrographic analysis, due to mineral changes and changes in rock composition in alterations can be observed from microscopic observations by paying attention to the mineral composition. The rock sample is cut into thin incisions measuring 0.035 mm so that it can be observed under a microscope. From the results of the rock incision analysis, it is known that the characteristics of rock alteration at the study site include the type of Phyllic alteration with serisite as a key mineral, with a very low alteration intensity < 25%, and hydrothermal alteration processes in dacite and tonalite rocks. This alteration process can be an early indication of the formation of metallic minerals or mineralization of valuable minerals at the research site, which is also strengthened by the discovery of pyrite minerals at the research site so that it can be further developed as a source of mineral resource research.
Pemetaan Titik Lokasi Infrastruktur di Desa Ramang Berbasis Partisipatif untuk Menunjang Perencanaan Pembangunan Noveriady, Noveriady; Novalisae, Novalisae; Putrawiyanta, I Putu; Fidayanti, Neny
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8038

Abstract

Desa Ramang, yang terletak di pinggir sungai Kahayan, memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, namun menghadapi tantangan dalam perencanaan pembangunan akibat kurangnya data infrastruktur yang akurat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memetakan titik lokasi infrastruktur di Desa Ramang, Kabupaten Pulang Pisau, menggunakan teknologi GPS berbasis satelit. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan, survei lapangan secara partisipatif dengan masyarakat, serta pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil kegiatan berhasil menghasilkan peta digital yang memetakan 15 titik infrastruktur utama yang terbagi dalam fasilitas pendidikan, kesehatan, ibadah, pemerintahan, dan lainnya. Peta ini memberikan data spasial yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan, identifikasi kebutuhan perbaikan, dan pengambilan keputusan yang transparan dan partisipatif oleh pemerintah desa.