Lily Montarcih Limantara
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Rasionalisasi Kerapatan Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air Sub DAS Porong dengan Metode Stepwise Awfa, Fatihah; Lily Montarcih Limantara; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.128

Abstract

Konstruksi bangunan air membutuhkan data dasar hidrologi yang tepat yang diperoleh dari jaringan stasiun hidrologi yang tepat. Dengan menggunakan data curah hujan tahunan selama sepuluh tahun sebagai variabel bebas dan data debit tahunan selama sepuluh tahun sebagai variabel terikat, jaringan stasiun hujan dan stasiun air di DAS Porong dirasionalisasi dengan menggunakan metode Stepwise dan standar WMO. Kebutuhan jumlah stasiun di DAS Porong dapat ditentukan dengan menggunakan standar WMO, dengan mempertimbangkan karakterisitik daerah tersebut. Sementara itu, dengan memeriksa koefisien korelasi antara pos hujan dan pos duga air, metode Stepwise dapat memberikan rekomendasi pos hujan terbaik. Pos hujan dengan koefisien korelasi yang kuat dengan pos duga air menghasilkan kombinasi model regresi yang optimal, sesuai dengan hasil analisis rasionalisasi. Sub DAS Porong yang memiliki 16 pos hujan dengan luas DAS 494,06 km2 tidak rasional karena penyebarannya tidak merata. Untuk hasil studi mendapatkan rekomendasi jumlah stasiun hujan yang rasional dengan 3 dan 4 pos stasiun hujan.
Studi Erosi Akibat Variasi Intensitas Hujan dan Arah Angin dari Hulu Pada Alat Rainfall Simulator Normand Maulana Mashary; Lily Montarcih Limantara; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.042

Abstract

Hujan memiliki peran yang penting dalam siklus hidrologi dan mampu memberikan dampak yang signifikan pada aliran permukaan, erosi tanah, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan erosi sesuai dengan initial condition yang telah ditentukan pada percobaan. Perangkat rainfall simulator dalam penelitian ini digunakan untuk pemodelan erosi dengan simulasi hujan buatan menggunakan intensitas 1 liter/menit, 1,5 liter/menit, dan 2 liter/menit yang disertai dengan variabel angin konstan dari hulu berupa blower NRT-PRO, yang memungkinkan pengamatan langsung terhadap debit limpasan, durasi erosi, dan besaran limpasan sedimen pada percobaan. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan hasil laju erosi metode USLE (Universal Soil Loss Equation), laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator. Hasil dari masing masing pendekatan tersebut memperoleh estimasi besaran laju erosi. Dari analisis dan perhitungan menunjukkan nilai laju erosi menggunakan metode USLE, laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator memeroleh selisih nilai laju erosi yang relatif kecil.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Di Daerah Irigasi Mambal Kabupaten Badung Menggunakan Program Linier I Kadek Guntur Karra Kaniskha; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.037

Abstract

Daerah Irigasi Mambal di Kabupaten Badung, Bali, memerlukan optimasi dalam penggunaan lahan irigasi dan pola tata tanam untuk meningkatkan hasil pertanian. Hal ini disebabkan karena masih kruang optimalnya penggunaan air pada Daerah irigasi Mambal sehingga membuat beberapa periode pertanian mengalami defisit karena kurang sesuainya luas lahan dan pola tata tanam yang digunakan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan luas lahan irigasi dan pola tata tanam optimal menggunakan metode program linier. Dengan data debit harian selama 10 tahun dari Sungai Ayung, penelitian ini mengevaluasi neraca air sebelum dan sesudah optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan program linier dapat meningkatkan penggunaan lahan dari 3.032 Ha menjadi optimal sesuai debit air yang tersedia. Pola tata tanam alternatif memberikan intensitas tanam yang meningkat sebesar 30% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan yang diperoleh dari pola tata tanam alternatif juga lebih tinggi. Kesimpulan dari studi ini adalah optimasi pola tata tanam dengan metode program linier dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air, serta menghasilkan keuntungan maksimum bagi petani. Manfaat dari studi ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan sumber daya air yang lebih efisien.
Kajian Metode Stepwise untuk Merasionalisasikan Kerapatan Optimal Pos Stasiun Hujan dan Pos Duga Air di Sub DAS Tenggarang Fadli Putra Salika; Lily Montarcih Limantara; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.062

Abstract

Dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air yang baik, tentunya harus memiliki suatu analisa yang baik juga dalam analisis hidrologinya. Salah satu cara untuk mendapatkan analisis hidrologi yang baik ialah dengan memiliki Kumpulan data hidrologi yang efisien dan akurat. Salah satu cara untuk mendapatkan akurasi data yang baik dan efisien ialah dengan melakukan rasionalisasi pos hidrologi. Untuk menemukan dan memilih stasiun hujan dan pos duga air yang paling representatif dari suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), rasionalisasi ini menggunakan metode stepwise dan standar WMO. Metode stepwise ini dapat memilih rekomendasi pos stasiun hujan terbaik dengan memeriksa koefisien korelasi antara stasiun hujan dan pos duga airnya. Pos stasiun hujan yang memiliki nilai koefisien korelasi yang baik dengan pos duga airnya, akan mendapatkan hasil analisa regresi yang optimal sesuai dengan hasil rasionalisasinya. Sub DAS Tenggarang memiliki 8 pos stasiun hujan yang tersebar didalamnya dan memiliki luas Sub DAS sekitar 297,99 Km2 yang tersebar belum merata dan dianggap tidak rasional. Dalam hasil studi ini akan mendapatkan hasil analisa stepwise berdasarkan standar WMO dengan rekomendasi jumlah stasiun hujan rasional didalamnya sebanyak 2 pos stasiun hujan
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Lowayu Kabupaten Gresik Menggunakan Program Dinamik Mubin, Achmad Ufuqil; Sri Wahyuni; Lily Montarcih Limantara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.090

Abstract

Penggunaan air di daerah irigasi Lowayu yang memanfaatkan waduk Lowayu sebagai sumber air utama menghadapi problem keadanyaan air. Yakni adanya kekurangan air untuk mencukupi kebutuhan irigasi. Karena problem tersebut, diperlukan upaya untuk mengelola air secara optimal menggunakan teknik optimasi. Studi ini menggunakan Program Optimasi Dinamik Deterministik untuk membagi problem menjadi beberapa tahap (Stage). Tahap-tahap ini, yang dimulai dengan Forward Recursive di Bbg.1, Blw.1, Blw.2, Blw.5, dan Blw.8, menghasilkan keuntungan dari masing-masing tahap menurut alokasi air. Untuk memperoleh jalur terbaik, kemudian dilaksanakan pelacakan balik. Rencana Tata Tanam yang dipakai dalam studi ini mengacu pada RTTG 2022–2023 mengatur pola tanam. Menurut hasil optimasi, diperoleh peningkatan periode terpenuhi sebesar 33,4% dan luas lahan terairi sebesar 15,21 ha setelah optimasi, serta menghasilkan keuntungan maksimal sebesar RP. 20.366.860.648,00 dengan keuntungan total ialah sebesar RP. 220.391.349,00
Rasionaliasi Kerapatan Jaringan Pos Hujan dengan Metode Stepwise di Sub Das Kening Arrazi, Muhammad Yurizqi Arrazi; Lily Montarcih Limantara; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.070

Abstract

Perencanaan pengembangan sumber daya air diperlukan data hidrologi yang akurat baik dalam segi kualitas dan kuantitas. Artinya adalah apabila data hidrologi tersebut mampu memberi gambaran kondisi hidrologi yang cukup akurat dengan yang terjadi di lapangan, contohnya seperti apakah data hujan tersebut berkaitan dengan data debit eksisting. Persebaran pos hujan dan nilai kerapatannya akan sangat berpengaruh terhadap tingkat kesalahan dari rerata suatu data hidrologi. Kerapatan jaringan pos hujan yang terlalu rapat atau renggang dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidakakuratan besar hujan yang terukur. Sehingga diperlukan adanya rasionalisasi pada Sub DAS Kening yang mempunyai luas sebesar 676 km2. Rasionalisasi jaringan pos hujan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kerapatan jaringan pos hujan eksisting sudah sesuai dengan standar WMO atau tidak, selanjutnya akan dirasionalisasikan menggunakan metode Stepwise. Data yang digunakan adalah data hujan sebagai variabel bebas selama 10 tahun, dan data debit sebagai variabel terikat selama 10 tahun. Metode Stepwise ini merupakan metode statistik yang dapat mengetahui pos hujan mana yang memiliki korelasi secara signifikan terhadap pos duga air. Standar WMO dapat mengetahui kebutuhan minimum jumlah pos hujan eksisting berdasarkan karakteristik geografi suatu daerah.
Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi Menggunakan Program Dinamik di Daerah Irigasi Bulakmojo Unpapar, Elkana; Lily Montarcih Limantara; Moh. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.39

Abstract

Daerah Irigasi Bulakmojo menghadapi permasalahan kekurangan air dimana kebutuhan jumlah air lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan yang terjadi pada Musim Tanam II dan III. Oleh karena itu dilakukan optimasi alokasi air dengan menggunakan program deterministik dinamik. Tujuan optimasi dengan menggunakan program deterministik dinamik ini adalah untuk memaksimalkan keuntungan pertanian dengan cara membagi daerah irigasi menjadi beberapa taraf sehingga air akan dialokasikan pada setiap taraf sesuai dengan kebutuhan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Fungsi kendala pada optimasi tersebut adalah debit tersedia dan luas lahan. Fungsi tujuan dari optimasi tersebut adalah keuntungan maksimal dari hasil panen pertanian. Hasil optimasi dengan program dinamik diperoleh peningkatan luas lahan sebesar 50,34% saat musim tanam I, 21,27% saat musim tanam II dan 24,46% saat musim tanam III dengan total keuntungan dalam satu tahun sebesar Rp. 41.610.166.251,00
Analisa Banjir DAS Kali Rawa Tembaga Kota Bekasi Dengan Aplikasi HEC-HMS Muhammad, Khaliffa Luthfi; Lily Montarcih Limantara; Dian Candrasasi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.48

Abstract

DAS Kali Rawa Tembaga terletak di Kota Bekasi seluas 6.8 km2 sering mengalami banjir tahunan akibat perubahan tata guna lahan. Sebagai upaya pengendalian banjir telah dibangun 9 kolam retensi. Namun keberadaan kolam retensi tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi debit banjir yang terjadi. Oleh karena itu, direncanakan Pembangunan 4 kolam retensi tambahan sebagai langkah lanjutan untuk mengurangi dan mengendalikan genangan banjir dikawasan tersebut. Studi ini dimulai dengan analisis hidrologi untuk menghitung debit banjir dengan metode SCS Curve Number yang dimodelkan melalui Aplikasi HEC- HMS untuk dua skenario yaitu, kondisi 9 kolam retensi dan kondisi 9+4 Kolam retensi, dari hasil analisis tersebut dievaluasi seberapa besar pengaruh penambahan kolam retensi baru terhadap pengurangan debit banjir.