Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT DALAM KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI DESA TENGON KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Syafrial Nur; Moad; Heriko
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon, Kabupaten Landak, serta mengevaluasi apakah hasilnya buruk atau rendah. Kebersihan lingkungan adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, serta mempertahankan ekosistem yang seimbang. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah kepala desa, kepala RT, kepala RW, dan masyarakat. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepedulian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di Desa Tengon mayoritas responden tidak memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penyebab utama dari rendahnya tingkat kepedulian ini adalah kurangnya pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku yang tidak ramah lingkungan, serta kurangnya akses terhadap sarana dan prasarana yang memadai untuk membuang sampah.
Tenun Lunggi dan Resiliensi Perempuan Sambas: Strategi Life-Long Learning dalam Menjaga Warisan Budaya Arif Januardi; Moad Moad; Mohammad Reza; Uray Endang Kusumajaya; Syafrial Nur; Nawawi Nawawi; Ersa Dwiyana
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9027

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perempuan Sambas dalam pelestarian kain tenun Lunggi (Bannang Ammas) sebagai warisan budaya sekaligus sumber pemberdayaan ekonomi. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini memanfaatkan data pustaka dari jurnal, laporan lembaga, dan media untuk mengeksplorasi keterlibatan perempuan dalam proses produksi, promosi, dan regenerasi keterampilan menenun. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelestari tradisi dan agen pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Mereka terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan melalui adaptasi teknologi, inovasi desain, serta penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan. Meski menghadapi tantangan dari minimnya regenerasi dan persaingan industri tekstil modern, keberlanjutan tenun Lunggi tetap terjaga berkat komitmen komunitas, dukungan kelembagaan, serta semangat perempuan dalam menjaga identitas budaya. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya berbasis gender dan komunitas merupakan strategi efektif dalam menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup dan relevan di era global.
Sinergi Pedagogi dan Ekologi dalam Kerangka ESD: Tinjauan Literatur Sistematis Model Pembelajaran Civic Eco-Transformation Moad Moad; Hadi Rianto; Arif Januardi; Nawawi; Syafrial Nur
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.10302

Abstract

Model Civic Eco-Transformation (CET) diajukan sebagai metapedagogi inovatif yang secara strategis mengintegrasikan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) dalam konteks Kurikulum Merdeka. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan menganalisis struktur konseptual CET dan sinerginya yang disengaja dengan ESD, khususnya dalam kerangka holistik Head, Heart, and Hands. Hasil analisis menunjukkan CET memadukan tiga pilar utama: Civic (warga negara aktif), Eco (kesadaran lingkungan), dan Transformasi (aksi nyata). Integrasi ini secara struktural mendukung ESD, memastikan bahwa domain Kognitif (Head) dipenuhi melalui Pilar Eco dan Analisis Kritis. Sementara itu, domain Afektif (Heart) dan Aksi (Hands) diwujudkan melalui Transformasi dan Aksi Nyata, didukung strategi Project-Based Learning (PjBL) dan Gamifikasi . Dengan penekanan pada kearifan lokal Kalimantan Barat, CET mengatasi krisis nilai dan lingkungan, menghasilkan solusi yang relevan secara budaya. CET berfungsi sebagai mekanisme pengiriman yang disengaja untuk tujuan filosofis ESD, membentuk generasi muda yang bertanggung jawab dan transformatif.