Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA Arifah, Nirmala Ayu; Rohmah, Fathiyatur; Kurniawati, Herlin Fitriana
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan utama di masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia. Perempuan beresiko lebih tinggi mengalami anemia karena tiap bulannya kehilangan darah melalui proses menstruasi. Anemia dapat menimbulkan dampak negatif pada perempuan, antara lain adanya rasa cepat lelah, menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi, menurunkan gairah dan kebugaran tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 91 responden mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil melalui kuesioner pola menstruasi dan menggunakan alat EasyTouch GCHb. Berdasarkan hasil univariate dari 91 responden mayoritas dengan pola menstruasi normal dalam 3 bulan terakhir sebanyak 54 responden (59,3%). Mayoritas mahasiswa mengalami anemia sebanyak 56 responden (61,5%). Berdasarkan uji statistik dengan chi-square didapatkan hasil nilai p-value 0,000 (α<0,05) dan keeratan koefisien diperoleh 0,459 yang artinya ada hubungan antara pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Pengaruh Pijat Tui Na Terhadap Berat Badan Balita Underweight Di Puskesmas Kokap II Kulon Progo Sofi Alriza; Herlin Fitriana Kurniawati
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 2 No 4 (2025): JKRI - Maret 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa balita merupakan masa yang membutuhkan perhatian khusus karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat. Meskipun demikian, stunting, underweight, dan wasting merupakan beberapa masalah gizi yang masih dialami anak-anak di Indonesia yang berusia di bawah lima tahun. Pendapatan keluarga yang terbatas (finansial), informasi kesehatan mengenai gizi makanan, jarak kelahiran, prasangka buruk terhadap makanan tertentu, praktik tabu yang merugikan, dan kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu merupakan beberapa variabel yang dapat menyebabkan kesulitan gizi. Memberikan pijat pada anak, seperti pijat tui na, merupakan salah satu pendekatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat tui na terhadap berat badan balita yang underweight di Puskesmas Kokap II Kulon Progo. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metodologi yang digunakan adalah penelitian praeksperimen dengan desain single group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, khususnya pada 41 balita di Puskesmas Kokap II Kulon Progo yang memiliki berat badan rendah. Analisis Bivariat Menggunakan Berbagai Uji Sebelum melakukan uji yang lain, peneliti menggunakan Shapiro-Wilk untuk melakukan uji normalitas dengan data yang berdistribusi normal. Kemudian, menggunakan SPSS, peneliti melakukan uji t sampel sejawat. Menurut penelitian ini, rata-rata sebelum terapi adalah 9,67, dan rata-rata setelah satu bulan pengobatan adalah 9,94. Menurut data tersebut, pijat tui na memiliki dampak terhadap berat badan anak kurang berat badan di Puskesmas Kokap II Kulon Progo (p = 0,000, nilai p < 0,05). Saran bagi orang tua anak kecil yang seharusnya dapat melakukan pijat tui na sendiri di rumah untuk membantu mereka menambah berat badan
Hubungan Perilaku Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMAN 1 Kota Mungkid Annisa Lia Qurani; Fayakun Nur Rohmah; Herlin Fitriana Kurniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.218

Abstract

Perilaku remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam program pencegahan dan tentunya dalam mengatasi anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan perilaku konsumsi tablet fe dengan anemia pada remaja SMA N 1 Kota Mungkid. Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan teknik purposive sampling disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku konsumsi tablet tambah darah dan alat pengukuran hemoglobin. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perilaku konsumsi negatif dengan mengalami anemia sebanyak 29 siswi (43.9%). Responden yang memiliki perilaku konsumsi tablet FE positif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 20 siswi (30.3%) sedangkan perilaku konsumsi positif dengan mengalami anemia sebanyak 6 siswi (9.1%). Perilaku konsumsi tablet FE negatif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 11 siswi (16.7%). Diketahui bahwa mayoritas siswi sebanyak 60,6% berperilaku negatif terhadap konsumsi tablet fe dan sebanyak 53% siswi mengalami anemia. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05) dengan uji chi square, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi tablet Fe angka kejadian anemia di SMA N1 Kota Mungkid. Sehingga disarankan agar remaja lebih memahami mengenai manfaat dan dampak dari konsumsi tablet Fe agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe secara teratur sebagai pencegahan anemia.
Hubungan Minat Membaca Buku KIA Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku KIA Di Puskesmas Godean I Yogyakarta Al Izzati, Shalihati; Herlin Fitriana Kurniawati; Siti Arifah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.531

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih relatif tinggi. Salah satu penyebab tidak langsung adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media edukasi penting yang memuat informasi terkait kesehatan ibu dan anak. Namun, masih rendahnya minat membaca dan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA di Puskesmas Godean I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 ibu hamil menggunakan teknik accidental sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki minat membaca tinggi (53,3%) dan pengetahuan baik (42,2%). Hasil diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,002 berarti (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Ibu hamil disarankan untuk aktif membaca dan memahami isi buku KIA sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak.
The midwife said “It’s okay” – a qualitative study on the causes of delayed retinoblastoma treatment Darajati, Irene Titin; Sulistyoningrum, Evy; Wardhani, Yulia; Supriyati, Endah; Maharani, Erika; Kurniawati, Herlin Fitriana; Panggabean, Andre Stefanus; Aulia, Afkar; Muttaqqin, Habib Zahar Zaki; Puspitawati, Ira; Supriyati, Supriyati
BKM Public Health and Community Medicine Vol 41 No 08 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v41i08.18401

Abstract

Purpose: Retinoblastoma is the most common primary intraocular tumour in children. Its prognosis varies depending on the stage of diagnosis. However, in developing countries such as Indonesia, retinoblastoma still has a poor prognosis as most patients present at advanced stages. This research aims to explore the factors influencing the delay in patients with retinoblastoma reaching referral health facilities from the perspective of their families. Methods: A qualitative study using a phenomenological approach was conducted to gather family perspectives through in-depth interviews via WhatsApp calls. Each interview lasted 20-25 minutes and included families of retinoblastoma patients who had visited the eye clinic at Sardjito General Hospital at a late hour. “Late” was defined as tumour spread beyond the eyeball (intraorbital, spread to the optic nerve, or intracranial spread) or involvement of more than one eye. Audio was transcribed verbatim using a mobile phone voice recorder, and open coding was performed using Open Code 4.02 software to identify meaning units, codes, and categories. Triangulation and peer debriefing were used to ensure validity and trustworthiness. Results: Several categories emerged, including reasons for seeking help, trust in medical professionals, family compassion, and challenges in health facilities. Challenges in health facilities, particularly diagnostic capabilities, communication, and education about eye tumours, along with negative emotions like denial from families, contributed to delays in seeking treatment for retinoblastoma patients. Conclusion: Family compassion plays a positive role in encouraging families to seek medical help. However, challenges in health facilities, particularly in diagnosis, communication, and education about eye tumors, as well as family denial, contribute to the delays in retinoblastoma patients reaching referral health facilities.
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS BERBASIS INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Herlin Fitriana Kurniawati; Herlin Fitriani Kurniawati
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Dengan melakukan deteksi sejak dini, peluang kesembuhan kanker serviks dapat meningkat. Ada beberapa cara untuk mendeteksi kanker serviks, salah satunya adalah dengan melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Tes IVA merupakan metode inspeksi visual dengan asam asetat, dimana pemeriksaannya cenderung singkat dan tanpa melalui pemeriksaan laboratorium yang kompleks sehingga tes IVA relatif terjangkau dibandingkan metode deteksi dini kanker serviks lainnya. Berdasarkan wawancara dengan Mitra Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Karangkajen, Kelurahan Brontokusuman, kecamatan Mergangsan terdapat 2 orang ibu yang meninggal karena kanker serviks dikarenakan keterlambatan mengetahui tanda gejala dan tidak pernah melakukan deteksi dini kanker serviks. Tujuan kegiatan adalah mendeteksi dini kanker serviks dengan tes IVA. Metode pelaksanaan untuk menyelesaikan masalah dilakukan meliputi pendekatan kepada mitra, pembuatan media promosi kesehatan, koordinasi dengan pengurus, pemberian informasi kepada ibu sebelum pemeriksaan dan melakukan pemeriksaan intepretasi hasil IVA oleh bidan. Hasil pemeriksaan 100% IVA negatif. Luaran adalah peningkatan perilaku pemeriksaan deteksi dini kanker serviks sebagai upaya mengurangi angka kematian perempuan dikarenakan terlambat dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA Herlin Fitriani Kurniawati; Herlin Fitriana Kurniawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3400

Abstract

Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Selain itu diperburuk oleh kurangnya asupan zat besi, dimana zat besi pada rematri sangat dibutuhkan tubuh untuk percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian : Mengetahui yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja. Metode : Mengunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian analitik korelasi, pendekatan waktu cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa SMA/SMK dan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 48 responden. Instumen penelitian menggunakan kuesioner yang akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas, alat ukur Hemoglobin (Hb), stature meter dan timbangan yang telah dilakukan kalibrasi. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 60,42% responden berusia 17 tahun, 83,3% mempunyai riwayat anemia, 85,42% penghasilan orang tua di bawah UMR, 37,5% mempunyai berat badan lebih, 60,42% patuh mengkonsumsi tablet Fe, 54,17% mempunyai pengetahuan cukup tentang anemia. Berdasarkan analisis data menunjukkan terdapat hubungan IMT, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja, sedang ada satu variabel yang tidak berhubungan yaitu penghasilan orang tua terhadap kejadian anemia. Simpulan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja yaitu, IMT, konsumsi tablet Fe dan pengetahuan tentang anemia.
Analysis of the relationship between feeding patterns and the risk of stunting in toddlers at Piyungan Health Center, Bantul Ulfa, Fitriatul; Kurniawati, Herlin Fitriana
Journal of Nutrition and Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Nutrition and Public Health
Publisher : CV. Dyoqu Publishing Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/jnph.v1i1.24

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health issue in Indonesia, especially among children under five, due to chronic nutritional deficiencies. Inadequate feeding practices in early childhood are one of the primary contributing factors. Despite existing health interventions, behavioral determinants such as feeding patterns remain underexplored, particularly in rural communities with unique sociocultural dynamics. Aims: This study aims to analyze the relationship between feeding patterns and the incidence of stunting among children aged 1–5 years in the working area of Puskesmas Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Methods: A correlational study design with a cross-sectional approach was adopted. Data were collected from 32 purposively selected mother-child dyads from three community health posts. Feeding patterns were assessed through a validated structured questionnaire, and child height was measured using a microtoise. Chi-square tests were applied to examine associations between variables. Results: The study revealed that 83.3% of children with good feeding patterns had normal nutritional status, while 90% of those with poor feeding patterns were stunted. Statistical analysis indicated a significant relationship between feeding patterns and stunting incidence (p = 0.002). Conclusion: The findings underscore the significant influence of maternal feeding behavior on child nutritional outcomes. Improved feeding practices were strongly associated with normal growth, whereas inadequate feeding correlated with high stunting rates. This study advocates for family-centered nutrition education and the reinforcement of community health services, particularly through Posyandu, as strategic measures to combat stunting. The insights contribute to evidence-based policymaking and can inform the design of targeted interventions addressing behavioral causes of malnutrition. Future research with larger samples and longitudinal designs is recommended to evaluate long-term effects and support sustainable nutritional development programs.