Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effect of Adding Hydrocolloid as A Stabilizer on The Rheological Properties and Total Lactic Acid Bacteria of Yogurt Drinks During Cold Storage Latifasari, Nurul; Kurniawati, Ajeng Dyah; Naufalin, Rifda; Raharditya, Carantia
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.03.10

Abstract

Carboxymethyl cellulose (CMC) is the most common hydrocolloid used in yogurt drinks. Yogurt drink is a fermented milk product that has many benefits and involves the addition of water to reduce the total dissolved solids in yogurt; thus, yogurt is not too thick and often forms two phases if it is left for too long. Therefore, adding hydrocolloids, such as CMC, is necessary to improve yogurt drink products that have low stability. Hence, the purpose of this research was to study and evaluate the rheological properties and total lactic acid bacteria of yogurt drink formulations with the addition of CMC as an emulsifier in terms of viscosity, total titratable acid content, pH, total dissolved solids, and total lactic acid bacteria (LAB). The first factor was the addition of the stabilizer CMC at six concentrations: 0, 0.1, 0.3, 0.5, 0.7, and 0.9%. The second factor was the storage duration at a cold temperature, with two levels from day 0 until day 15. The results showed that adding stabilizing agents in the form of CMC at concentrations of 0.1–0.9% (w/v) can increase the physical stability by increasing the viscosity of stirred yogurt. The addition of various concentrations of CMC to the stirred yogurt significantly affected the viscosity, pH, titratable acidity, and soluble solids content. The total LAB content at 0.7% and 0.9% increased at the beginning of the storage process but decreased as the storage time increased because of the secondary metabolites produced and the lack of nutrients as substrates.
Peningkatan Pengetahuan Pentingnya Keamanan Pangan dalam Sistem Produksi Yoghurt Drink Melalui Sosialisasi di UKM Yoghurt Sehati Banyumas Latifasari, Nurul; Syifa, Fikra Titan; Agustia, Friska Citra; Carantia Raharditya; Septi Adi Cahyani; Poppy Ambar Rini
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i1.1981

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek kritis dalam produksi makanan dan minuman, terutama bagi UKM yang berfokus pada olahan minuman seperti yoghurt. Undang-undang RI No. 7 Tahun 1996 menekankan pentingnya mencegah kontaminasi biologi, fisik, dan kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia. UKM Yoghurt Sehati di Banyumas, menghadapi tantangan terkait minimnya pengetahuan tentang pentingnya penerapan keamanan pangan pada produk yogurt yang diproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan mengenai pentingnya keamanan pangan melalui sosialisasi yang mencangkup identifikasi titik kritis produk dan metode pencegahan kontaminasi. Metode yang digunakan meliputi observasi, pre-test, pemaparan materi, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan mengenai pentingnya keamanan pangan yang perlu diterapkan pada sistem produksi yogurt drink, dengan nilai pre-test rata-rata sebesar 60% meningkat menjadi 100% setelah dilakukan sosialisasi. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk yoghurt yang dihasilkan oleh UKM Yoghurt Sehati Banyumas.
PENYULUHAN PENCEGAHAN DIABETES TIPE 2 PADA REMAJA DI DESA BULAK: MENINGKATKAN KESADARAN MELALUI GAYA HIDUP SEHAT Paramadini, Adanti Wido; Latifasari, Nurul; Maulana, Ihsan
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i4.4490

Abstract

Tren makanan dan minuman viral telah menjadi sorotan di media sosial dan pasar global dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan usia, termasuk remaja di Desa Bulak, Cirebon. Namun, di balik popularitasnya banyak dampak kesehatan yang mungkin muncul karena kurangnya pemahaman tentang batas konsumsi gula harian yang aman. Ketidaktahuan ini meningkatkan risiko terkena penyakit serius seperti Diabetes Melitus tipe 2, terutama dengan tingginya konsumsi makanan manis di kalangan remaja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 yang banyak disebabkan oleh gaya hidup. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman para remaja di Desa Bulak mengenai risiko diabetes melalui edukasi dan mendorong gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Metode kegiatan ini meliputi penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah bagi remaja aktif di desa tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman remaja hingga 86,25%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam membantu mereka mengenali risiko diabetes dan pentingnya gaya hidup sehat.
Extraction of Cardamom Seeds Using the Microwave Assisted Extraction (Mae) Method and Phytochemical Testing Latifasari, Nurul; Raharditya, Carantia; Wulandari, Devi; Raharja, Giovani; Lestari, Diandra Citra
Indonesian Journal of Food Technology Vol 3 No 2 (2024): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijft.2024.3.2.14532

Abstract

Cardamom (Amomum cardamomum) is a plant from the Zingiberaceae family which is used as a spice and medicine. Productivity in Indonesia reaches 124,766 tonnes per year, with exports increasing to 10,462 tonnes in 2021. Cardamom seeds contain bioactive compounds such as phenols, tannins, terpenoids, flavonoids and sterols which have antioxidant and antibacterial properties. To maximize its use, extraction of bioactive compounds from cardamom seeds needs to be carried out, and the Microwave Assisted Extraction (MAE) method is considered more efficient than conventional methods. This study aims to determine the effect of the type of solvent (polar, semi-polar and non-polar) and the length of extraction time using the MAE method on the content of bioactive compounds (flavonoids, phenols, tannins, alkaloids and saponins) in cardamom seed simplicia to determine the optimal extraction combination. In this research, cardamom seeds were extracted using various types of solvents (aquades, ethyl acetate, N-hexane) and extraction times (5, 7, 9 minutes). The results showed that the MAE method was effective for extracting phenolic compounds and alkaloids, but failed to identify flavonoids, tannins or saponins. Tests show that extraction time influences the extraction results of bioactive compounds.
Studi Lapangan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) UKM Kripik Tempe “Mulyo Sari” Dewi, Fitranaya Arlian Cintaya; Awaludin, Muhammad Tata; Wulandari, Devi; Salsa Bilah, Al Haya Nurjanah Afifah; Septiani, Fauziah Bunga; Kurniawan, Rizky; Latifasari, Nurul
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v5i1.1487

Abstract

Small and medium businesses are businesses managed on an individual scale or as an individual business entity. Even though it is small-scale, business actors must still pay attention to hygiene aspects from the start of production until the product reaches the hands of consumers, as stated in Law No. 18 of 2012 concerning Article 70, which states that food sanitation is carried out so that food is safe for consumption. The production of "Mulyo Sari" tempeh chips is one of the small and medium businesses located in Purwokerto, Banyumas Regency, which will be used as an object of community service that aims to provide solutions based on academic studies regarding Sanitation Standard Operating Procedures. The methods used include observation, interviews, and providing solutions. The results of the field study showed that there were several weaknesses in the implementation of the Sanitation Standard Operating Procedure, such as a lack of personal protective equipment by employees, no separation of areas, the location of water containers near waste dumps, and a lack of waste processing. So that Sanitation Standard Operating Procedures are improved by providing solutions that are expected to improve product quality, food safety, and environmental sustainability.
Sosialisasi dan Identifikasi Penerapan Higienitas pada Produksi Keripik Tempe “NITI” di Purwokerto Selatan, Banyumas Nabilah, Akmel Lu’lu’; Halawa, Yuliani; Mevia, Nadia Arta; Asami, Rere; Firmansyah, Aziz; Santoso, Dimas; Latifasari, Nurul
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 5 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v5i1.1488

Abstract

Keripik tempe adalah olahan makanan ringan yang terbuat dari tempe yang dilapisi tepung, yang kemudian digoreng hingga kering. Kripik tempe sering kali dijadikan oleh - oleh, salah satunya kripik tempe “NITI” yang ada di Purwokerto dan berdiri sejak tahun 1967. Oleh karena itu, tingkat produksi pada keripik tempe “NITI” meningkat sehingga harus diterapkannya higienitas agar terhindar dari kontaminan berbahaya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai penerapan dari higienitas pada produksi keripik tempe "NITI" di Purwokerto Selatan, Banyumas. Metode yang digunakan meliputi survei, observasi, wawancara, diskusi pemberian solusi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses produksi masih dilakukan masih secara manual dan terdapat beberapa tahap yang tidak menggunakan sarung tangan, yang dapat menyebabkan potensi kontaminasi. Selain itu, ruang pengolahan produksi keripik tempe juga masih berada di satu ruangan yang tidak dipisahkan oleh sekat. Namun, hal ini telah diminimalisir dengan kesadaran dari karyawannya yang mencuci tangan dan menggunakan masker sebelum melakukan proses produksi. Selain itu, produk keripik tempe ini sudah memiliki izin edar dan sertifikat halal dari MUI. Kualitas air yang digunakan dalam proses produksi juga sudah sesuai dengan standar. Dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keamanan pangan serta rekomendasi untuk perbaikan proses produksi keripik tempe agar lebih higienis dan aman bagi konsumen.
Kajian Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada Proses Pengolahan Otak - Otak Ikan Tenggiri (Scomberomorus spp) di UMKM PD. Cita Rasa Teluk - Kabupaten Banyumas: Kajian Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada Proses Pengolahan Otak - Otak Ikan Tenggiri (Scomberomorus spp) di UMKM PD. Cita Rasa Teluk - Kabupaten Banyumas Latifasari, Nurul; Abiyyah, Bayu Salmaa; Moria, Tabitha Violin Artha; Atika, Farida Nur; Firlana, Aini; Agustin, Yolla Herdiani; Nugroho, Renanda Agung
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 5 No. 01 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v5i01.1509

Abstract

Otak-otak merupakan makanan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan rempah-rempah. Salah satu ikan yang bisa dijadikan otak-otak adalah ikan tenggiri. Ikan tenggiri merupakan ikan laut yang memiliki kandungan protein yang tinggi serta teksturnya yang sesuai membuat ikan tenggiri sangat cocok untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan otak-otak. Selain itu, ikan tenggiri juga relatif mudah didapatkan di perairan Indonesia, sehingga mendukung ketersediaan bahan baku yang stabil bagi industri otak-otak. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan di industri UMKM PD. Cita Rasa yang terletak di desa Teluk, Kabupaten Banyumas untuk mendukung terciptanya keamanan pangan dalam proses pengolahan otak-otak dan peningkatan pengetahuan dari mitra. Hasil menunjukan bahwa praktik personal hygine seperti mencuci tangan dan penggunaan pakaian bersih sudah cukup baik. Proses pemilihan dan pencucian bahan baku pada mitra sudah memenuhi standar kebersihan serta letak tata ruang pengolahan sudah sangat memadai. Air dan es yang digunakan pada produksi otak-otak ikan ini menggunakan air PDAM yang sudah melewati proses filtrasi. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan praktik proses produksi industri otak-otak di mitra lebih baik lagi. Dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah memahami tentang bagaimana pentingnya kebersihan dan keamanan pangan dalam proses produksi otak – otak di UMKM PD. Cita Rasa.
ANALISIS DAN PERANCANGAN TIMER HITUNG MAJU PENCATAT WAKTU LAP TIME PADA ARENA TAMIYA/ADU KECEPATAN BERBASIS ARDUINO CLOUD Yudha Pratama, M Aldan; Yuliantoro, Prasetyo; Latifasari, Nurul; Kusuma Praja, Muhammad Panji
Jurnal SINTA: Sistem Informasi dan Teknologi Komputasi Vol. 2 No. 1 (2025): SINTA - JANUARI
Publisher : Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/sinta.v2i1.39

Abstract

Seiring perkembangan teknologi di bidang elektronika, komputerisasi telah membantu berbagai aktivitas termasuk balap Tamiya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem timer hitung maju pencatat waktu lap time pada arena Tamiya berbasis Arduino Cloud. Sistem menggunakan sensor inframerah dan NodeMCU ESP8266 untuk mendeteksi waktu tempuh, jumlah lap, serta kecepatan mobil. Data diproses dan ditampilkan pada LCD 16×2 I2C dan platform Arduino Cloud. Hasil pengujian menunjukkan akurasi waktu yang tinggi dengan nilai rata-rata error sebesar 0,07% dan akurasi 99,93%. Selain itu, kecepatan rata-rata mobil tamiya juga berhasil dicatat secara otomatis melalui Arduino Cloud. Sistem ini memberikan efisiensi dan kemudahan dalam pencatatan, meminimalkan kesalahan manual, serta meningkatkan kualitas perlombaan Tamiya. Prototipe ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas untuk mendukung otomasi serupa.
Peningkatan stabilitas oksidatif pada minyak kedelai dalam mempertahankan kualitas minyak goreng pada penggorengan berulang Ajeng Dyah Kurniawati; Nurul Latifasari; Dias Feby Budiarly; Fitranaya Arlian; Akmel Lu’lu

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i1.4728

Abstract

Frying is a food processing process that is important due to flavor formation in food product. An oxidation reaction shall occur during frying, which may affect the quality and stability of cooking oil. Synthetic antioxidants that exceed this limit can be harmful to health, so in order to enhance the stability of frying oil it is necessary to use of natural antioxidant like phenolic compounds from cardamom essential oil. Thus, this research aims to study the effect of cardamom essential oil addition to the frying oil to enhance its oxidative stability during repeated frying process. This study begins with the characterization of antioxidant activity of cardamom oil including total phenolic content, total flavonoid content, and free radical scavenging ability (IC50). The research was continued by heating soybean frying oil to which various concentration antioxidants have been added, such as 5%, 10%, and 15% for 1 and 3 cycles frying process and the quality of frying oil at before and after processing was analyzed, which includes acid number and peroxide value. The results showed that the total content of phenolic compound levels in cardamom oil was 56.32 ± 2.04 mg GAE/gram; total flavonoids were 40.10 ± 11.66 mg QE/gram; and the IC50 value was 501.37 ppm. The addition of cardamom oil as a natural antioxidant with concentrations of 5%, 10%, and 15% can significantly increase the oxidative stability of soybean oil. The highest increase in the oxidative stability of soybean oil was obtained from the addition of cardamom essential oil at a concentration of 15%.
KOMBUCHA DAN SIFAT FUNGSIONALNYA: STUDI PUSTAKA Faizah; Anis Khairunnisa; Nurul Latifasari; Ajeng Dyah Kurniawati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/42pr8595

Abstract

Kombucha adalah minum fermentasi yang dibuat dengan bahan dasar teh dan gula. Beberapa tahun terakhir,  kombucha mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Selain itu, kombucha diketahui memiliki sifat fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan seperti kandungan probiotik dan senyawa antioksidan yang tinggi  seperti vitamin C, polifenol, dan senyawa glukoronat. Berdasarkan sifat fungsional yang terkandung pada kombucha tersebut maka artikel ini bertujuan untuk mengekplorasi sifat fungsional kombucha dan manfaatnya  pada kesehatan manusia. Proses pembuatan kombucha melibatkan berbagai jenis teh seperti teh hitam, hijau,  oolong, dan teh herbal lainnya yang memengaruhi komposisi mikroba, kandungan bioaktif, serta sifat  fungsionalnya. SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) digunakan sebagai starter untuk fermentasi kombucha, menghasilkan lapisan selulosa dan meningkatkan aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil dari  penelitian yang digunakan pada literatur review ini, kombucha memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti  polifenol, D-saccharic acid-1,4-lacton (DSL), etanol, asam organik, asam asetat, dan asam glukoronat yang  memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk detoksifikasi, perlindungan sel dari radikal bebas, dan  peningkatan imunitas. Proses fermentasi juga diketahui mampu meningkatkan kandungan antioksidan dalam  kombucha, menjadikannya sebagai minuman fungsional dengan efek positif terhadap kesehatan seperti  pencegahan kanker dan penyakit kardiovaskular.