Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Modal Sosial Pedagang Sayur di ‘’Pasar Tradisional Berbasis Modern’’ Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Annisa Dwi Elsa Refina; Yusmar Yusuf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of social capital in trading is also very important for the sustainability of traders in the market. With social capital in the form of networks, trust and norms practised by traders in the market, it will strengthen the sustainability of the traders' businesses. The objectives of this study are: 1) to examine how social capital is practised among vegetable traders, suppliers and buyers; 2) to identify the most dominant social capital established between traders and buyers or suppliers in market activities. To achieve these objectives, a descriptive qualitative research method was used with five informants. This study used purposive sampling, which was carried out by selecting samples and through a process of selecting subjects or units of analysis that would be the focus of the study based on certain criteria relevant to the research objectives. The results of this study show that there are elements of social capital carried out by vegetable traders. With the existence of social networks, trust and norms, it will be easier to run a business, especially for these traders. Judging from their interactions, they always prioritise the element of networks because if this element is in place, it will attract the elements of trust and norms. The results regarding market security and cleanliness have been very good, thanks to the efforts of the officers, especially since they pay security fees every day.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat dengan Partisipasi dalam Program Mitigasi Bencana Banjir di Desa Buluh Cina Yusmar Yusuf; Risdayati Risdayati; Robi Armilus; Fadila Santika Putri; Salsabil Fauzan Ramadhan; Arlis Marisha Daniella
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.785

Abstract

Fenomena bencana banjir yang kerap melanda wilayah Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menuntut kesiapsiagaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan partisipasi aktif dalam program mitigasi. Namun, tingginya pengetahuan belum tentu berbanding lurus dengan keterlibatan masyarakat dalam tindakan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan tingkat partisipasi dalam program mitigasi bencana banjir. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) yang pernah terdampak banjir, dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden sebanyak 24 orang yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur, dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran langsung ke lokasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji menggunakan teknik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 79,2% responden (19 orang) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 16,7% (4 orang) berada pada kategori sedang, dan hanya 4,2% (1 orang) memiliki pengetahuan rendah. Meskipun demikian, tingkat partisipasi masyarakat masih tergolong sedang hingga rendah, menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara pemahaman dan keterlibatan dalam aksi mitigasi. Faktor penghambat seperti kesibukan ekonomi, minimnya fasilitasi, rendahnya motivasi, serta kurangnya pelibatan masyarakat dalam perencanaan program turut memperkuat kesenjangan ini. Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya strategi pemberdayaan masyarakat yang lebih intensif dan berkelanjutan agar pengetahuan yang dimiliki dapat diimplementasikan secara nyata dan kolektif untuk mengurangi risiko bencana banjir.
PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN BABUSSALAM KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS Mulia Sari; Yusmar Yusuf
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1694-1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku membuang sampah oleh masyarakat di Tepian Jalan Rangau KM 3, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, serta mengidentifikasi hambatan dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam terhadap lima informan (perwakilan kelurahan, UPTD, dan warga sekitar), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepedulian sosial dan lingkungan masyarakat masih tergolong rendah. Meskipun memiliki pengetahuan dasar mengenai kebersihan lingkungan, tindakan nyata masyarakat cenderung tidak konsisten, tidak berkelanjutan, dan bersifat reaktif hanya saat merasakan dampak langsung seperti bau busuk atau penyakit. Hambatan utama dalam pengelolaan sampah di kelurahan ini meliputi keterbatasan infrastruktur fisik (seperti kurangnya jumlah Tempat Pembuangan Sementara/TPS dan boks sampah), minimnya sarana operasional armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup, rendahnya efektivitas program sosialisasi, serta lemahnya penegakan sanksi hukum. Ketidakseimbangan ini dianalisis menggunakan Teori Struktur Fungsional, yang memperlihatkan adanya disfungsi sistem sosial di mana kurangnya fasilitas penunjang mendorong masyarakat bertindak tidak patuh dengan membuang sampah sembarangan di sepanjang tepian jalan. Untuk itu, diperlukan langkah integratif berupa penguatan infrastruktur pengangkutan sampah dan optimalisasi edukasi pemilahan sampah berbasis komunitas
Dakwah Kultural di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan: Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition Adrian Firman Rokandi; Yusmar Yusuf; Tengku Romi Marnelly
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11423

Abstract

The shalawatan tradition represents a vital form of religious expression and cultural identity within Nahdlatul Ulama that continues to thrive amid modern social change. This study explores how social capital sustains the shalawatan tradition organized by the Gerakan Pemuda Ansor (Ansor Youth Movement) in Riau Province. It focuses on three main dimensions of social capital. Trust, social networks, and social norms. Along with strategies to strengthen them. Using a qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation from 20 informants: the regional GP Ansor leader, kyai figures, pesantren networks, regular congregants, and local branch heads in Siak and Pelalawan. The analysis employed the social capital frameworks of Putnam, Coleman, and Fukuyama. The findings show that trust is the most dominant form of social capital, reflected in the integrity of leaders, financial transparency, and consistent spiritual service free of political interests. Strengthening social capital is achieved through maintaining trustworthy leadership, expanding inclusive networks, integrating Islamic education into activities, and promoting collective participation through mutual assistance. The continuity of shalawatan is also supported by charismatic kyais and institutional backing from Nahdlatul Ulama, though challenges persist in community resistance and limited managerial capacity. This study highlights that the interplay among trust, networks, and norms generates effective collective action, ensuring the resilience of religious traditions amid modernization.
Tesso Nilo Buffer Zone: A Space of Ecofeminism, Women, Ecology, and Social Resilience Mita Rosaliza; Yusmar Yusuf; Hesti Asriwandari; Robi Armilus
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 41, No. 2, (December 2025) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v41i2.8993

Abstract

This article examines the buffer zone of Tesso Nilo National Park as an ecofeminist arena where interactions among women, ecology, and social resilience evolve amid deforestation, encroachment, and contested land use. Addressing research gaps that marginalize indigenous women’s conservation roles, the study explores how Batang Nilo women perform forest guardianship and sustain local ecological balance. Employing a qualitative participatory method in several buffer zone villages, twelve indigenous women involved in resource management participated through interviews, focus groups, observations, and participatory mapping. Guided by a local ecofeminist perspective, thematic analysis reveals that women’s forest patrols, cultivation of native and medicinal plants, non-timber forest product use, and community-based eco-tourism actions embody a politics of care. These practices reinforce socio-ecological resilience and advocate for gender-inclusive spatial governance that acknowledges women not merely as beneficiaries but as pivotal ecological agents in sustaining forest life.
Realita Dan Dinamika Hukum Anak Pelaku Pidana Angga Alghifari; Yusmar Yusuf
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 01 (2025): Jurnal Sakaai : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66919/sakaai.v2i01.66

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi perlindungan anak di Indonesia melalui sistem hukum yang responsif, dengan fokus pada penerapan keadilan restoratif bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi seperti UU Perlindungan Anak (No. 23 Tahun 2002) dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (No. 11 Tahun 2012), implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini menyoroti keterbatasan dalam praktik diversi, kurangnya dukungan hukum, dan minimnya partisipasi masyarakat. Pendekatan teori sosiologi digunakan untuk menekankan pentingnya pengaruh lingkungan dan pencegahan stigmatisasi. Hasil kajian merekomendasikan perlunya reformasi hukum dan penguatan pendekatan restoratif untuk menciptakan sistem peradilan anak yang lebih adil dan manusiawi.
RUANG SOSIAL DAN PEMANFAATAN FLORA MANGROVE DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (STUDI ETNO-MEDISIN DI DESA PANGKALAN JAMBI, BENGKALIS) Bagus Riadi Putra; Resdati Resdati; Yusmar Yusuf; T. Romi Marrnelly; Teguh Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.2018-2024

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dalam ruang sosial menggunakan flora mangrove estuari dalam pengobatan tradisinal dan makna dari pemanfaatan flora mangrove. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 6 orang, menggunakan teknik purposive sampling dan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori orientasi nilai budaya dan teori makna. Hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan flora mangrove sebagai pengobatan diantaranya dengan membacakan doa dan shalawat saat menggunakan obat dari flora mangrove tersebut, dengan tujuan untuk meminta kesembuhan dari segala penyakit, tidak ada prosesi dan tradisi khusus yang dilakukan dalam pengobatan ini. Penggunaan obat juga dapat dilakukan diwaktu kapan saja dan dimana saja. Aktivitas yang dilakukan dalam pengobatan ini dapat digunakan dirumah dan di ekosistem mangrove, masyarakat meyakini bahwa flora mangrove memiliki sifat obat yang kuat dan bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Pengobatan ini sudah menjadi kearifan lokal didesa ini, serta menjadi warisan budaya dan tetap diteruskan hingga saat ini. Makna dari ekosistem mangrove tersebut dapat dijadikan ruang untuk bersoasialisasi dan wadah edukasi, juga mempertahankan tradisi pengobatan tradisional agar tetap turun-temurun serta pengolahan penggunaan flora mangrove untuk dijadikan produk UMKM.