Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Multidisiplin West Science

Hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) Dengan Intensitas Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Keswara, Nila Widya; Syarifah, Lailatus
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2909

Abstract

Pertemuan sel telur wanita dan sperma pria menghasilkan kehamilan. Masa kehamilan berlangsung dari pembuahan hingga janin lahir. Sendi panggul sedikit bergeser untuk mengakomodasi pertumbuhan janin di dalam rahim ibu. Terjadi peningkatan kelengkungan pada tulang belakang lumbal disertai tarikan bahu ke belakang. Nyeri punggung dapat terjadi karena sendi tulang belakang menjadi lebih fleksibel. Menelaah bagaimana nyeri punggung dan BMI berhubungan satu sama lain pada wanita ibu mengandung trimester III di daerah cakupan Puskesmas Jelbuk. Pengujian normalitas mengimplementasikan Kolmogorov–Smirnov, serta Uji Spearman Rank diterapkan sebagai alat uji hipotesis dalam rangkaian analisis bivariat penelitian ini. Terdapat hubungan IMT dengan nyeri punggun Perempuan hamil usia kehamilan trimester akhir yang memeriksakan diri di Puskesmas Jelbuk. Masalah nyeri belakang selama kehamilan disebabkan oleh adanya perubahan postur dan penurunan massa otot sehingga mempengaruhi keseimbangan berjalan Di kalangan ibu hamil. Dalam riset ini didapatkan hasil yang sama, dimana Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat berhubungan dengan derajat sakit punggung yang dirasakan ibu hamil pada trimester akhir.
Hubungan Usia Awal Hamil Saat ANC Pertama Dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Semboro Keswara, Nila Widya; Agustin, Selly
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2956

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang anak. Faktor maternal, termasuk usia ibu saat pertama kali hamil dan melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC), diketahui berpengaruh terhadap kondisi kesehatan janin dan risiko stunting. Usia ibu yang terlalu muda sering kali dikaitkan dengan ketidakmatangan biologis, kurangnya kesiapan psikologis, serta keterbatasan akses informasi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan anak. Mengetahui hubungan antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Semboro. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 ibu yang memiliki balita dan tercatat di wilayah kerja Puskesmas Semboro. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus melalui kuesioner dan data sekunder dari buku KIA. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Mayoritas responden melakukan ANC pertama pada usia ≥20 tahun (71,4%) dan sebagian besar balita termasuk kategori tidak stunting (65,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting (p = 0,021). Terdapat hubungan bermakna antara usia awal hamil saat ANC pertama dengan kejadian stunting. Ibu yang memulai kehamilan pada usia <20 tahun memiliki risiko lebih tinggi memiliki anak stunting. Upaya edukasi kesehatan reproduksi dan peningkatan cakupan ANC dini sangat diperlukan untuk mencegah stunting.