Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN FOTOGRAFI PRODUK UNTUK IKLAN DI INTERNET SAAT MASA PANDEMI BERSAMA PEMUDA TEBET MELALUI DARING Pongky Adhi Purnama; Silvia Amanda Tahalea
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.071 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7455

Abstract

Fotografi menjadi suatu kebutuhan di masyarakat, terutama bagi masyarakat yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produk usahanya ke masyarakat luas. Kecamatan Tebet merupakan daerah padat penduduk yang terdapat banyak usaha makanan, serta toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan lainnya, yang dikelola secara mandiri.  Dalam masa pandemi ini, banyak usaha yang tutup karena sedikitnya pembeli, sehingga membuat pengusaha harus dapat mempromosikan barang dagangannya dengan beberapa cara, salah satunya dengan menggunakan digital platform yang berbentuk sosial media maupun e-commerce. Cara berjualan ini dapat dipakai oleh pengusaha kecil maupun besar untuk menunjukan barang yang dijual kepada masyarakat luas melalui internet. Akan tetapi, kemudahan teknologi ini memerlukan kualitas foto yang baik, mudah dimengerti dan menarik, agar mendapat perhatian dari pembeli. Dengan adanya penyuluhan dan pelatihan foto produk untuk pemuda di daerah Tebet, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan usaha yang terdapat di daerah Tebet ataupun untuk pembekalan pengetahuan para pemuda di daerah Tebet agar dapat mencari nafkah dengan fotografi.
SELF-PORTRAIT VISUALISASI DAMPAK PSIKOLOGI AKIBAT PANDEMI Rahadi Gama Satya; Silviana Amanda Aurelia; Erlina Novianti
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i1.15200

Abstract

COVID-19 adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia, penyebaran yang cepat menyebabkan COVID-19 menjadi sebuah pandemi. Dampaknya adalah mulai dari dampak ekonomi karena banyaknya penutupan pusat perbelanjaan dan PHK masal, hingga dampak pendidikan yang memaksakan siswa dan pengajar untuk melakukan pembelajaran di rumah, beberapa dampak tersebut menyebabkan sebuah dampak psikologi seperti cabin fever yaitu sebuah dampak ketika berisolasi di dalam rumah dalam waktu yang cukup lama. Self-portrait merupakan genre fotografi dimana subjek fotonya adalah diri sendiri, memilih genre ini sebab dampak psikologi akibat pandemi tidak hanya dialami oleh orang lain melainkan juga penulis, self-portrait juga sebagai pendekatan mengenai dampak psikologi dan lebih cepat memahaminya karena pandangan tersebut dari diri sendiri. Dalam membuat karya ini melakukan beberapa tahapan dari observasi hingga membuat karya, penulis tidak memperlihatkan wajah ataupun ekspresi, hal ini bertujuan untuk menyampaikan pesan melalui makna simbolik yang terdapat pada foto yang juga akan dijelaskan melalui deskripsi karya pada foto.
Pencatatan Praktik Fotografi Olahraga Jalanan di Jakarta pada Masa Pandemi Covid-19 FX. Damar Jati; Silviana Amanda Aurelia Tahalea
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 19, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v19i1.9305

Abstract

ABSTRAKMenjaga kesehatan di era pandemi telah menjadi sebuah gaya hidup yang dijalani setiap orang untuk menghidari virus corona yang bermutasi dan terus berkembang. Terlebih peraturan pemerintah menganjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun seiring penurunan angka penderita covid, masyarakat mulai melakukan aktivitas olah raga di luar rumah untuk mengurangi kejenuhan selama work from home. Olah raga bersepeda, lari pagi, jalan santai menjadi pilihan utama untuk menjaga kebugaran tubuh. Perubahan gaya hidup sehat inilah yang dimanfaatkan oleh para fotografer olah raga di jalanan sebagai sebuah solusi untuk mencari peluang lain di industri fotografi mengingat selama pandemi banyak pelaku fotografi yang gulung tikar karena berhentinya sektor industri kreatif di Indonesia.Rutinitas aktivitas olah raga di luar rumah yang dilakukan oleh masyarakat, menjadi salah satu objek yang menarik untuk diabadikan dan dijual belikan sebagai kebutuhan konten di sosial media. Fotografer menggunakan keahliannya untuk menghasilakan karya terbaiknya agar mempunyai daya jual sesuai kebutuhan konsumennya. Teknik penangkapan gambar dengan kecepatan tinggi menjadi sebuah pilihan untuk pemotretan olahraga. Selain itu, pendekatan teknik foto portrait juga dilakukan oleh para fotografer, mereka membuat studio mini lengkap dengan lampu kilatnya sehingga menjadi pembeda dengan fotografer lain. Melalui pendekatan studi kasus analisis data yang di lakukan di Jakarta, Tangerang dan sekitarnya, maka kativitas mutualisme kebutuhan inilah yang menarik untuk dicatat sebagai bagian dari sejarah fotografi Indonesia. Pandemi telah menjadikan pergeseran fungsi dari fotografi jurnalistik (foto olahraga) digunakan oleh para jurnalis foto, diadopsi dan digunakan oleh masyarakat umum yang menekuni fotografi sebagai cara untuk tetap bertahan hidup di masa pandemi. Recording the Practice of Street Sports Photography in Jakarta during the Covid-19 Pandemic. Maintaining a healthy lifestyle by exercising in the pandemic era has become an activity to avoid Covid-19 virus that continues to grow and mutate. Cycling, running, rhythmic activities and green walks became new lifestyle choices to dispel the sense of listlessness during the Work From Home period. This kind of activity was reinforced with the use of social media as a massive self-actualization medium to showcase their active lifestyles through posting selfies engaging in sports activities. This trend has created new business opportunities for photography practitioners in Jakarta, who have been struggling to make ends meet during the pandemic due to the decline of the creative industry sector in Indonesia. The purpose of this research is to record and to document a new phenomenon in the era of digital photography and pandemic that has given a rise to a new creative industry with a pattern that can be applied throughout Indonesia. A simple business model that grew naturally from friendship and was underestimated, turned out to be able to revive the creative industry in Indonesia with lucrative income benefits and flexible for many people to do even if they’ve only mastered basic photography techniques. One of the photography communities who successfully initiated this movement is the Dalkotloop group who is a group of street sports photographers. Through a descriptive qualitative method with a case study approach to data analysis conducted in Jakarta, Tangerang and surrounding areas, the author records how photography techniques are used, photo distribution patterns, forms of business models created, and development plans after the pandemic is over. This simple recording needs to be done so that Indonesian photography movements are always well-documented into archives and can be used as research material for the history of Indonesian photography.
Kajian Estetika Fotografi Urban “#JakartaBelumHabis” Karya Chris Tuarisa Erlina Novianti; Silviana Amanda Tahalea; Asih Retno Dewanti
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 19, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v19i1.7582

Abstract

ABSTRAKFotografi urban adalah fotografi yang dilakukan dengan pendekatan urban life. Fotografi urban mengacu pada kehidupan dalam lingkup perkotaan. Salah satu fotografer yang menghasilkan karya fotografi urban adalah Chris Tuarisa. Karya-karya yang dihasilkan merupakan visualisasi masyarakat urban, tetapi juga memperlihatkan kawasan perkotaan dari sisi masyarakat menengah kebawah yang tidak dapat dipungkiri juga merupakan bagian dari masyarakat urban. Fotografer dapat menceritakan sisi lain dari isu perkotaan yang belum pernah dilihat oleh sebagian masyarakat Jakarta sendiri, karya foto Christ Tuarisa sekaligus menjadi kritik untuk pemerintah untuk dapat menyelesaikan isu perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah memaknai dan membaca karya Chris Tuarisa menggunakan teori estetika fotografi. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat menganalisa lebih dalam sisi lain tampilan foto urban karya Chris Tuarisa dalam estetika fotografi. Adapun metode yang digunakan adalah metode studi kasus, peneliti akan menggunakan karya foto dari hasil karya fotografer Chris Tuarisa. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa teori estetika merupakan teori yang tepat untuk digunakan untuk menganalisa sebuah foto, karena teori estetika dapat menantu spektator menaknai sebuah foto secara lebih dalam. Karya Chris Tuarisa bercerita mengenai kesenjangan sosial yang besar dalam keseharian masyarakat Jakarta, sekaligus menjadi kritik bagi pemerintah agar dapat memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Aesthetic Study of Urban Photography “#JakartaBelumHabis By Chris Tuarisa. Urban Photography has become a part of photography genre that can be carried out with an urban life approach. Urban photography is related to urban space and  activity. One of the photographers doing urban photography is Chris Tuarisa. His works are visualizations of urban society, from the perspective of the middle and low class society as part of urban community. Chris’ works showing highlight about other side of urban issues that some people in Jakarta may have never see., Upon a closer examination, Christ Tuarisa's photographic work is actually a form of criticism addressed to the government to point out the urban issues. The purpose of this research is to interpret and comprehend the context of Chris’s works using the aesthetic theory of photography. The aim of this research is to study and analyze other perspectives from the visualization of urban photos by Chris Tuarisa using photographic aesthetics theory profoundly. The method used was a case study method. The conclusion of this study is that aesthetic theory is an applicable theory to analyze photography, because aesthetic theory can give the spectator a deeper interpretation and signification of the photo. Chris Tuarisa's works tell stories about the social gap in the daily life of Jakarta’s citizen, as well as being a criticism for the government to be able to provide solutions to these problems. 
TEKNIK PENCAHAYAAN BEAUTY SHOT GLOW IN THE DARK FACE PAINTING DENGAN KONSEP REOG PONOROGO Ramanda Syah Putra; Erlina Novianti; Silviana Amanda Aurelia
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i2.18396

Abstract

The Beauty Shot Glow in The Dark Face Painting Lighting Technique with Reog Ponorogo Concept. Beauty shot photography is based on the idea that everything in the photo must look beautiful, attractive, and have an aura. Face painting is a face painting process as a medium to be painted. Along with the times, face painting has experienced a creative modification in the use of paint, namely glow in the dark painting which can light up or refract its color in the dark. Glow in the dark face painting is to paint using special paint media that cannot cause irritation and damage to the skin. Besides using special paints for human skin, the type of paint used is also required to contain a mixture of phosphor substances to emit light in the dark. Glow in the dark has a similar concept to solar power because the power source is light. It aims to get the glow in the dark effect on face painting, by using low key lighting techniques. During the photoshoot, ultraviolet reflector lighting enhances the ultraviolet light emitted from the lighting to its maximum extent, aiming to bring out the glow in the dark effect on the face painting model. In this study, the authors raised the concept of Reog Ponorogo. Singo Barong is the main character in the Reog ponorogo performance and one that will be applied to the creation of the author's work. Singo Barong is a combination of Barongan and Dhadak Merak. The research method used by the author is observation, namely systematic observation by observing photo workshop of Martha Suherman. The result of creating a glow in the dark face painting artwork with the concept of Reog Ponorogo is the production of glow in the dark photos using low-key lighting techniques.Keywords: beauty shot, face painting, glow in the dark, photography, Reog Ponorogo
Peningkatan Kreativitas Generasi Z dalam Memanfaatkan Limbah Kayu Sebagai Mosaik pada Produk di Kampung Kedung Halang Serikat, Cilebut Barat, Jawa Barat Ariani Ariani; Awang Eka Novia Rizali; Erlina Novianti; Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Asih Retno Dewanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9391

Abstract

Hingga saat ini, masih terdapat generasi Z di Kampung Kedung Halang Serikat yang belum mendapat arahan untuk terlibat dalam kegiatan yang menstimulasi perkembangan kreativitas mereka. Sebagian besar dari mereka menggunakan waktu senggang untuk berinteraksi sosial dalam lingkup virtual, termasuk di media sosial, bermain game, dan aktivitas lain yang tidak lepas dari gadget atau gawai. Merujuk pada kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yang diprakarsai oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti, memutuskan untuk mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kreativitas di kalangan generasi Z, dengan memanfaatkan limbah kayu yang mudah dijumpai di sekitar mereka. Materi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik mereka, yakni merancang mosaik dari potongan-potongan kayu menjadi pola estetik pada berbagai produk, dengan mempertimbangkan warna dan ukuran tertentu. Metode yang ditempuh adalah dengan melakukan eksperimen pada tahap persiapan, serta metode parsipatori dan pendampingan selama pelatihan. Partisipan terdiri dari lima individu muda berusia 15 hingga 22 tahun. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 April dan 06 Mei 2023 ini menghasilkan 2 meja, 2 gantungan baju, dan 1 cermin. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas dan meningkatkan produktivitas, sehingga stigma yang melekat pada generasi Z yang dianggap tidak dapat lepas dari internet dan gadget (gadget freak), dapat tergeser dengan aktivitas kreatif yang mereka hasilkan.The substantial presence of Generation Z residing in Kampung Kedung Halang has not been channeled towards activities that foster their creative potential. They spend their free time socially interacting in the virtual world, including on social media, playing games, and other activities that cannot be separated from their gadgets. Referring to this condition, the Community Service team initiated by the Faculty of Art and Design (FSRD) Universitas Trisakti decided to hold a training aimed at enhancing the creative potential of Generation Z by utilizing wood waste that is easily found in their environment. The materials given are adjusted to their characteristics, which entail designing mosaics from wooden pieces into aesthetic patterns in various products, considering specific colors and sizes. The methodology involved experimentation in the preparation stage, participatory methods, and guidance during the training. The participants consisted of five young individuals aged 15 to 22 years. On April 25 and May 6, 2023, activities were carried out, producing two tables, two hangers, and one mirror. The knowledge and skills they acquired are expected to sharpen their creativity and productivity, shifting the stigma attached to Generation Z as being inseparable from the internet and gadgets (gadget freaks) to the creative activities they produce. 
SELF-PORTRAIT VISUALISASI DAMPAK PSIKOLOGI AKIBAT PANDEMI Rahadi Gama Satya; Silviana Amanda Aurelia; Erlina Novianti
Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v8i1.15200

Abstract

COVID-19 adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan manusia, penyebaran yang cepat menyebabkan COVID-19 menjadi sebuah pandemi. Dampaknya adalah mulai dari dampak ekonomi karena banyaknya penutupan pusat perbelanjaan dan PHK masal, hingga dampak pendidikan yang memaksakan siswa dan pengajar untuk melakukan pembelajaran di rumah, beberapa dampak tersebut menyebabkan sebuah dampak psikologi seperti cabin fever yaitu sebuah dampak ketika berisolasi di dalam rumah dalam waktu yang cukup lama. Self-portrait merupakan genre fotografi dimana subjek fotonya adalah diri sendiri, memilih genre ini sebab dampak psikologi akibat pandemi tidak hanya dialami oleh orang lain melainkan juga penulis, self-portrait juga sebagai pendekatan mengenai dampak psikologi dan lebih cepat memahaminya karena pandangan tersebut dari diri sendiri. Dalam membuat karya ini melakukan beberapa tahapan dari observasi hingga membuat karya, penulis tidak memperlihatkan wajah ataupun ekspresi, hal ini bertujuan untuk menyampaikan pesan melalui makna simbolik yang terdapat pada foto yang juga akan dijelaskan melalui deskripsi karya pada foto.
GAYA ARSITEKTUR NEO GOTIK PADA GEREJA KATEDRAL JAKARTA Shania Cantika; Erlina Novianti; Silviana Amanda Aurelia
Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v9i1.18831

Abstract

AbstractNeo-Gothic Architecture Style at Jakarta Cathedral Church. The Jakarta Cathedral Church has a protective name, the Church of the Virgin Mary Ascending into Heaven. The church was inaugurated on April 21, 1901, or after 94 years the Indonesian Catholic church was first approved by the Vatican in 1807. This research aims to visualize the neo-gothic architectural style in the Jakarta Cathedral Church through photography. The research method uses the field observation research method namely the 'practice by research', by taking the photoshoot three times. The result is the architectural photography works by displaying neo-gothic characteristics, uses architectural techniques by paying attention to the perspective composition of three vanishing points, two vanishing points, one vanishing point, a leading line, and shadows and highlights. The photoshoot uses lighting in the form of available lighting and mixed lighting to highlight neo-gothic details in the Jakarta Cathedral Church. It also requires the use of bracketing techniques in the shooting process due to the lack of lighting at the shooting location and to display the overall details of the object being photographed. The editing process carried out to bring out the highlights and shadows in the details of the neo-gothic characteristics of the Jakarta Cathedral Church. Keywords: architecture, visual elements, architectural photography, Jakarta cathedral church, neo gothic AbstrakGaya Arsitektur Neo Gotik Pada Gereja Katedral Jakarta. Gereja Katedral Jakarta memiliki nama pelindung Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Gereja ini diresmikan pada tanggal 21 April 1901 atau setelah 94 tahun gereja katolik Indonesia pertama kali direstui Vatikan pada tahun 1807. Tujuan penelitian ini adalah untuk memvisualisasikan gaya arsitektur neo gotik pada Gereja Katedral Jakarta melalui karya fotografi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi lapangan yaitu practice by research dengan melakukan proses pemotretan sebanyak 3 kali. Hasilnya adalah karya fotografi arsitektur dengan menampilkan karakteristik neo gotik, yang secara teknikal menggunakan teknis arsitektur dengan memperhatikan komposisi perspektif tiga titik hilang, dua titik hilang, satu titik hilang, leading line, dan shadow and highlight. Pemotretan menggunakan available lighting dan mix lighting untuk menampilkan detail neo gotik pada Gereja Katedral Jakarta. Pemotretan juga menggunakan teknik bracketing pada proses pemotretan dikarenakan minimnya pencahayaan pada tempat pemotretan dan untuk menampilkan detail detail secara menyeluruh pada objek yang dipotret. Proses editing dilakukan untuk memunculkan highlight dan shadow pada detail dari karakteristik neo gotik pada Gereja Katedral Jakarta. Kata kunci: arsitektur, elemen visual, fotografi arsitektur, gereja katedral jakarta, neo-gotik
PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI DENGAN PENDEKATAN FOTOGRAFI JURNALISTIK : DEMO BURUH MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM Yohanes Hasiholan; Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Erlina Novianti
Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jdd.v9i1.19732

Abstract

AbstractPhotography Practice with Journalistic Photography Approach: Labor Protest Against Rising Fuel Prices. This research examines labor demonstrations against the increase in fuel prices as a significant economic issue in Indonesia. Labor, as an essential part of the workforce, plays a strategic role in Indonesia's economic ecosystem. In this context, the research aims to document these demonstrations through photojournalism, applying the EDFAT method (Entire, Detail, Frame, Angle, Time). The research employs a practicebased research method, which combines direct field observations with literature review. Observations are conducted to gain a deep understanding of the situation and conditions of the demonstrations, while literature review is conducted to study theories of photojournalism, the EDFAT method, decisive moment theory, and available light. Photojournalism is chosen as an approach due to its ability to communicate complex information through visual elements. The result is photography works that not only record events but also depict the atmosphere, emotions, and messages conveyed by the demonstrators. Through the process of observation, experimentation, and realization of works, this research provides a comprehensive overview of labor demonstrations and the socio-political dynamics surrounding them. Keywords: labor, demonstration, EDFAT, journalistic photography AbstrakPenciptaan Karya Fotografi Dengan Pendekatan Fotografi Jurnalistik: Demo Buruh Menolak Kenaikan Harga BBM. Penelitian ini membahas demonstrasi buruh menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai isu ekonomi yang signifikan di Indonesia. Buruh sebagai bagian penting dari populasi pekerja memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk mendokumentasikan demonstrasi tersebut melalui fotografi jurnalistik dengan menerapkan metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time). Penelitian ini menggunakan metode practice-based research, yang memadukan observasi langsung di lapangan dengan studi literatur. Observasi dilakukan untuk memahami secara mendalam situasi dan kondisi demonstrasi, sedangkan studi literatur dilakukan untuk mempelajari teori fotografi jurnalistik, metode EDFAT, teori decisive moment, dan available light. Fotografi jurnalistik dipilih sebagai pendekatan karena kemampuannya dalam mengkomunikasikan informasi kompleks melalui elemen visual. Hasilnya adalah karya-karya yang tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga menggambarkan suasana, emosi, dan pesan yang ingin disampaikan oleh para demonstran. Melalui proses observasi, eksperimentasi, dan perwujudan karya, penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang demonstrasi buruh dan dinamika sosial-politik yang melingkupinya. Kata kunci: buruh, demonstrasi, fotografi jurnalistik, metode EDFAT
ONCE UPON A TOWN : VISUALISASI RUANG HIJAU JAKARTA DALAM FOTO MONTASE AKAN MENGHASILKAN KARYA FOTOGRAFI MONTASE : ONCE UPON A TOWN: VISUALIZING JAKARTA'S GREEN SPACES THROUGH PHOTOMONTAGE PHOTOGRAPHY Silviana Amanda Aurelia Tahalea; Erlina Novianti; Asih Retno Dewanti; FX. Damarjati
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i2.18483

Abstract

Penelitian penciptaan karya Once Upon a Town : Visualisasi Ruang Hijau Jakarta dalam Foto Montase akan menghasilkan karya fotografi montase yang merupakan visualisasi dari imajinasi penulis mengenai konsep kota hijau. Teknologi fotografi merupakan alat rekam, representasi dan re-imagining citra kota. Visualisasi fotografi merupakan sarana yang dinamis untuk menangkap keadaan kota. Citra atau imaji merupakan bayangan visual yang menghadirkan kembali sebuah gambar atau karya fotografi baik yang merupakan refleksi kenyataan maupun refleksi fantasi seorang fotografer. Terdapat banyak pendekatan untuk menghadirkan sebuah karya fotografi salah satunya montase yang merupakan gabungan dari beberapa foto atau gambar atau campuran dari  keduanya yang menghasilkan sebuah gambar baru untuk melukiskan gagasan yang berkaitan (Rusli  Dosen Jurusan Fotografi et al., 2016). Jakarta sebagai Kawasan urban merupakan kota yang beragam, mulai dari kelas sosial, suku, ras, agama dan profesi yang berbeda-beda, hadir di Jakarta.  Kepadatan penduduk Jakarta membuat ruang hijau yang mempunyai peran penting yaitu sebagai paru-paru kota dan ruang berinteraksi menjadi hampir tidak tersedia. Berdasarkan laman informasi DKI Jakarta, luas ruang hijau di Jakarta hanya 5.18 persen dari presentasi minimum yaitu 20 persen. Konsep kota hijau, sustainable city, smart city sekarang ini sudah banyak dicanangkan akan tetapi implementasinya tidak begitu signifikan, seperti apa visualisasi dari konsep kota hijau  tidak terlihat secara gamblang dalam tata kota Jakarta. Oleh karena itu, penting untuk memvisualisasikan kembali betapa pentingnya ruang hijau dalam keseharian masyarakat Jakarta. Salah satu cara untuk memvisualisasikan kembali pentingnya ruang hijau di Jakarta adalah melalui foto montase. Dalam foto montase, gambar-gambar yang diambil dari beberapa sumber digabungkan menjadi satu gambar yang lebih besar dan menarik. Tujuan penciptaan karya fotografi ini adalah visualisasi dari  imajinasi penulis mengenai penerapan konsep kota hijau dalam kehidupan urban Kota Jakarta dengan pendekatan fotografi montase. Metode  penelitian yang digunakan adalah Metode kualitatif deskriptif. Penulis akan mencari literasi data dan data lapangan tentang deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai      sifat-sifat, fakta-fakta tentang kota hijau. Analisis data akan menjadi dasar visual foto montase. Hasil dari foto montase ini dapat menginspirasi masyarakat Jakarta untuk memperhatikan dan menjaga ruang hijau yang ada di sekitarnya, serta membangun ruang hijau baru di tempat-tempat yang memungkinkan.