Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pemeriksaan IVA Test dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi di Kelurahan Sirandorung Tusya'diah, Halimah; Nasution, Fitriyani; Tanjung, Rani Darma Sakti; Devika, Loyenita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v5i2.6124

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada perempuan di Indonesia dan 70% perempuan terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut. Tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia dipengaruhi oleh cakupan skrining yang masih rendah. Hingga tahun 2021, hanya 6,83% perempuan usia 30–50 tahun yang menjalani pemeriksaan skrining dengan metode IVA. Pada tahun 2023, cakupan skrining kanker serviks di Indonesia hanya mencapai 7,02% dari target 70%. Apabila hal tersebut tidak ditangani dengan efektif, maka angka kanker serviks akan terus meningkat dan menyebabkan beban sosio-ekonomi yang besar serta penurunan kualitas hidup individu. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengurangi morbiditas dari penyakit dengan deteksi dini terhadap kasus-kasus yang ditemukan untuk mengetahui kelainan pada leher rahim. Kegiatan ini dilakukan di Posyandu Melati Desa Lingkungan Pasuruan Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu pada tanggal 16 Desember 2023 dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan IVA pada ibu pasangan usia subur yang berjumlah 34 orang. Pelaksanaan IVA test dilakukan dengan memberikan penyuluhan terlebih dahulu tentang pentingnya skrining atau deteksi dini kanker serviks melalui tes awal yaitu IVA tes. Penyuluhan dilaksanakan dengan menyampaikan materi tentang kanker serviks dengan metode ceramah interaktif dengan menggunakan media penyampaian materi berupa power point. Selanjutnya dilakukan IVA tes sesuai dengan prosedur tindakan. Pelaksanaan IVA tes yang dilakukan membawa banyak manfaat bagi masyarakat kelurahan Sirandorung khusunya bagi ibu pasangan usia subur.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT MEDITASI SELAMA KEHAMILAN KLINIK HJ, NANI, S. Keb JALAN NENAS NO 03 KECAMATAN RANTAU UTARA KABUPATEN LABUHANBATU Nurhayanti; Rani Darma Sakti Tanjung
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 3 | Edisi 2 | Agustus 2022
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v3i2.123

Abstract

Meditation is the process of training the mind to control it and make it more focused. Meditation is also considered to be able to help a person relieve stress and give peace to the heart and mind. This activity can be done in an easy way and in a relatively short time. The benefits of meditation can also be a psychiatric therapy without using chemical drugs that can interfere with pregnancy. Meditation is now widely used as a complementary therapy. So many yoga centers have developed that offer meditation to overcome anxiety in pregnant women. The purpose of this community service is so that pregnant women at Hj Clinic, Nani, S. Keb can understand how to do the benefits of meditation during pregnancy. The method used in this service is counseling and providing brochures about the benefits of meditation during pregnancy. Activities carried out for pregnant women The management in meditation are: preparing tools, opening prayer, doing yoga asanas, starting meditation by doing meditation postures, focusing on breathing during meditation, giving positive affirmations for 10-15 minutes, ending meditation By taking three deep breaths, return to self-awareness, move your fingers and toes, open your eyes slowly and then rub your hands together and then gently rub them over your face until your entire body, closing prayer. The implications after doing meditation for pregnant women are: pregnant women feel calm, comfortable and able to think positively during pregnancy. So it can be concluded that this community service activity has been carried out well. Pregnant women understand the explanation of the benefits of meditation during pregnancy and understand how to do the benefits of meditation Keywords: Knowledge, Pregnant women, benefits of meditation
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG GENTLE BIRTH DI KLINIK BIDAN Hj. MAYAR SAPARITA RITONGA AM.Keb DI Jl.SIRINGO- RINGO KECAMATAN RANTAU UTARA KABUPATEN LABUHANBATU Vepy Sri Ramadani; Rani Darma Sakti Tanjung
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 3 | Edisi 1 | April 2022
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v3i1.135

Abstract

Gentle birth adalah sebuah filosopi dalam proses kelahiran dan persalinanyang begitu tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alamidalam tubuh seorang manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengetahuan ibu hamil tentang gentle birth. Manfaat penelitian ini untukmenambah informasi dan wawasan khususnya bagi para perempuan, ibu hamildan pasangannya, mengenai pengaruh persiapan penerapan gentle birth.Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan pengetahuan ibuhamil tentang gentle birth, dengan menggunakan data primer yang diperoleh dariresponden dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian inisebanyak 117 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yaitu denganmenggunakan teknik Simple Random Sampling sebanyak 29 responden.Pengolahan data dilakukan melalui proses editing, coding, scoring dantabulating.Dari 29 responden tedapat mayoritas 5 responden (17,3%) diumur 22-25tahun, danterdapat minoritas 1 responden (3,4%) diumur 30-33 tahun. terdapat mayoritas11 responden (38%) pada pendidikan SMA, dan terdapat minoritas 1 responden(3,4%) pada pendidikan SMA dan 1 responden (3,4%) pada pendidikanPerguruan tinggi. terdapat mayoritas 11 responden (38%) terdapat padaresponden yang tidak bekerja, dan terdapat minoritas 2 responden (6,9%)tedapat pada responden yang bekerja. terdapat mayoritas 5 responden (17,3%)pada kehamilan ke-1 dan tedapat minoritas 1 responden (3,4%) pada kehamilan>4. terdapat mayoritas 13 responden (44,9%) yang mendapat sumber informasi.Dan terdapat minoritas 1 responden (3,4%) yang tidak mendapat sumberinformasi.Berdasarkan pengetahuan ibu hamil dengan mayoritas sebanyak 15responden (51,7%) dan minoritas sebanyak 4 responden (13,8%). Berdasarkanumur, pengetahuan ibu hamil dengan mayoritas umur 22-25 tahun sebanyak 5responden (17,3%) dan minoritas sebanyak 1 responden (3,4%) pada umur 30-33 tahun. Berdasarkan pendidikan, pengetahuan ibu hamil dengan mayoritas pendidikan SMA sebanyak 11 responden (38%) dan minoritas 1 responden(3,4%) pada pendidikan SMA 1 responden (3,4%) pada pendidikan perguruantinggi. Berdasarkan pekerjaan, pengetahuan ibu hamil dengan mayoritas padaresponden yang tidak bekerja sebanyak 11 responden (38%) dan minoritaspada responden yang bekerja sebanyak 2 responden (6,9%). BerdasarkanGravida, pengetahuan ibu hamil mayoritas 5 responden (17,3%) pada kehamilanke- 1 dan tedapat minoritas 1 responden (3,4%) pada kehamilan>4.Berdasarkan Sumber Informasi, pengetahuan ibu hamil mayoritas 13responden (44,9%) yang mendapat sumber informasi. Dan terdapat minoritas 1responden (3,4%) yang tidak mendapat sumber informasi. Saran Bagi klinik danibu hamil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para ibuhamil yang memeriksakan kehamilannya mengenai pengaruh penerapanpersiapan gentle birth dan diharapkan kepada para ibu hamil yangmemeriksakan kehamilannya untuk meningkatkan pengetahuan danwawasannya tentang manfaat dan keuntungan gentle birth dalam masakehamilan dan persalinan.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, dan Gentle birth
Pendampingan Digitalisasi Data Kesehatan Balita Dan Ibu Hamil Berbasis Komunitas Rina Anggraini; Rani Darma Sakti Tanjung; Febri Aulia
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): November : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i4.586

Abstract

The development of information technology offers great opportunities to improve public health services, particularly in managing health data for pregnant women and toddlers. However, at the community level, challenges remain such as manual recordkeeping, limited digital literacy, and the absence of integrated data systems. This community-based digital health data mentoring program aims to enhance the capacity of local cadres and residents to manage health data digitally, accurately, and sustainably. The methods included socialization sessions, training on health data recording applications, and field mentoring over a three-month period in community health posts. The results showed a significant improvement in cadres’ ability to use digital applications (from 45% to 90%) and a 60% reduction in data reporting time. Moreover, the quality of health data collected became more valid and easily accessible to medical staff and local health centers. This program has proven effective in fostering community independence in technology-based health data management and has the potential to be replicated in other regions with cross-sectoral support.
Dampak Implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Riyan Agus Faisal; Rani Darma Sakti Tanjung; Fitriyani Nasution; Ramada Sandi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.3399

Abstract

Implementasi Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat miskin. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dalam akses terhadap pelayanan kesehatan, mengurangi beban biaya pengobatan, dan memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari status sosial ekonomi, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. Meskipun JKN telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, masih ada sejumlah hambatan yang dihadapi oleh masyarakat miskin dalam memanfaatkan layanan tersebut. Hambatan ini meliputi faktor geografis seperti jarak dan lokasi fasilitas kesehatan, faktor sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pendapatan, pendidikan, serta keterbatasan informasi mengenai prosedur klaim JKN. Selain itu, meskipun biaya pelayanan menjadi lebih terjangkau, kualitas layanan di beberapa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan JKN masih belum memadai, seperti waktu tunggu yang lama dan kekurangan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan melalui JKN dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun JKN telah memberikan kontribusi positif terhadap akses layanan kesehatan, perbaikan dalam hal distribusi fasilitas, kualitas layanan, dan peningkatan penyuluhan kepada masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas program ini.