Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS DESAIN SQUEEZE CEMENTING PADA SUMUR APR-04 Lauma, Aprilia C.; Djumantara, Maman; Pauhesti, Pauhesti
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 8, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v8i2.15083

Abstract

Cementing merupakan salah satu faktor terpenting dalam kegiatan pemboran yang dimana kegiatan ini terbagi atas primary cementing dan secondary cementing. Squeeze cementing adalah bagian dari secondary cementing dimana merupakan penyemenan ulang dalam rangka perawatan sumur, menutup zona perforasi yang sudah tidak produktif lagi. APR adalah salah satu lapangan dari banyak lapangan di daerah Sumatra selatan yang dikelola oleh PT. Pertamina Hulu Rokan zona. 4. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif yakni menggambarkan dengan penjelasan mengenai parameter-parameter pada pekerjaan squeeze cementing.Penyemenan dilakukan pada kedalaman 1096 m hingga 1097,5 m. Total semen yang digunakan pada penyemenan adalah 42 sak. Penyemenan ini dikatakan berhasil ketika saat uji pressure, tidak terdapat semen yang masuk kedalam formasi dan top of cement berada pada titik yang diharapkan yakni pada kedalaman 3513,95ft.
PENGARUH PENGGUNAAN LCM TERHADAP NILAI ECD LUMPUR PADA PRESSURE WINDOW SUMUR AY Anaugtuharesto, Yosia; Djumantara, Maman; Prima, Andry
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 13 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v13i3.17365

Abstract

Pemboran melibatkan pembuatan lubang vertikal atau miring ke dalam tanah, terutama di industri perminyakan untuk mencapai reservoir yang berisi hidrokarbon. Dalam proses pemboran, terdapat berbagai formasi batuan dengan karakteristik yang berbeda, yang seringkali menyebabkan masalah seperti loss circulation atau hilangnya lumpur ke dalam formasi. Salah satu masalah yang sering muncul adalah sloughing/caving, yaitu runtuhnya dinding lubang bor, terutama pada formasi yang tidak kompak, dikenal juga sebagai "Shale Problem". Stabilitas lubang bor menjadi kunci dalam menghadapi masalah ini. Untuk menangani sloughing, dilakukan penambahan densitas pada lumpur pemboran. Namun, peningkatan densitas dapat berpotensi menyebabkan loss circulation karena naiknya nilai equivalent circulating density (ECD), yaitu massa jenis fluida saat sirkulasi. Peningkatan ECD secara langsung mempengaruhi tekanan hidrostatik pada fluida pemboran, sehingga tekanan harus dikendalikan agar tidak melebihi tekanan rekah formasi. Untuk mencegah atau mengatasi loss circulation, digunakan bahan tambahan yang disebut Loss Circulation Material (LCM). LCM dipilih berdasarkan uji permeabilitas (Permeability Plug Test) untuk memastikan efektivitasnya. Dalam kasus ini, LCM yang digunakan adalah Fracseal F, CaCO3 M, CaCO3 F, dan Grafhite F. Setelah menghitung data aktual ECD dan tekanan rekah, nilai ECD sumur tetap berada di bawah tekanan rekah, menunjukkan keberhasilan penggunaan LCM. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya loss circulation dan menjaga stabilitas lubang bor.
ANALISIS MECHANICAL PIPE STICKING MELALUI PERUBAHAN TORSI DAN DRAG PADA PROSES PENGEBORAN SUMUR PANAS BUMI Hutabarat, Rafhi Rio Abkas; Djumantara, Maman; Prima, Andry
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 10, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v10i1.22149

Abstract

Industri minyak dan gas bumi merupakan sektor penting dalam memenuhi kebutuhan energi global, termasuk eksplorasi panas bumi. Salah satu tantangan utama dalam operasi pengeboran adalah masalah pipa tersangkut (pipe sticking), khususnya mechanical pipe sticking, yang dapat meningkatkan biaya dan risiko operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis torsi dan drag selama pengeboran trayek 12 ΒΌ sumur panas bumi RR menggunakan perangkat lunak Landmark. Metode meliputi pengumpulan data pengeboran, pemodelan sumur, simulasi operasional, dan analisis hasil. Simulasi menunjukkan nilai torsi rata-rata berkisar 8.7–24 lbf dan nilai drag berkisar 42–113 klbs, tetap berada di bawah batas aman rig. Analisis drill string pada berbagai operasi pengeboran menunjukkan tidak ada tekanan berlebih, stress failure, atau buckling. Hasil simulasi ini menunjukkan bahwa konfigurasi pengeboran yang digunakan aman, optimal, dan mampu mencegah permasalahan mekanis yang berpotensi muncul. Studi ini memberikan panduan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan pengeboran panas bumi di masa depan.
Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence bagi Tenaga Pendidik Pondok Pesantren Madinatunnajah, Kota Tangerang Selatan, Banten Prima, Andry; Aryanto, Reza; Pramadika, Havidh; Kashah, Muhammad Refli; Satiyawira, Bayu; Samura, Lisa; Maulani, Mustamina; Rosyidan, Cahaya; Djumantara, Maman; Wibowo, Djunaedi Agus; Nugrahanti, Asri; Dahani, Wiwik; Yanti, Widia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2083

Abstract

Keterbatasan penguasaan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), masih menjadi tantangan bagi tenaga pengajar di Pondok Pesantren Madinatunnajah. Padahal, penguasaan teknologi tersebut semakin relevan dalam menunjang efektivitas pembelajaran di era transformasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pengajar pondok pesantren dalam memahami dan memanfaatkan AI secara praktis dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan berbasis pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung, yang kemudian dievaluasi menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei terhadap 19 peserta.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif yang nyata, tercermin dari peningkatan rata-rata kemampuan peserta dari skor 2,11 menjadi 2,89. Visualisasi boxplot menunjukkan peningkatan yang merata dan konsisten, sementara analisis heatmap dan radar chart memperlihatkan penilaian tinggi terhadap efektivitas metode pengajaran dan relevansi materi pelatihan. Dampak kegiatan ini dirasakan langsung oleh mitra, yakni tenaga pengajar di Madinatunnajah, yang kini memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbangunnya budaya literasi digital di lingkungan pesantren serta menjadi model awal integrasi teknologi dalam pendidikan berbasis keagamaan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan guru-guru pesantren yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
SOSIALISASI FLUIDA PEMBORAN: PENGANTAR KOMPREHENSIF UNTUK LABORAN DAN GURU SMK MIGAS CIBINONG, JAWA BARAT Samura, Lisa; Burhannudinnur, Muhammad; Prakoso, Suryo; Rosyidan, Cahaya; Maulani, Mustamina; Satiyawira, Bayu; Djumantara, Maman; Pearlo, Kevin Lukas; Soekardy, Mentari Gracia; Hidayat, Hifdzan Rizki
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 6 No 1 (2024): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v6i1.16630

Abstract

The world of oil cannot be separated from drilling operations in extracting hydrocarbons from below the earth's surface. Drilling mud or drilling fluid is essential to the drilling process. Cibinong Oil and Gas Vocational School is a vocational school that has two study programs, namely, Oil and Gas Drilling Engineering and Oil and Gas Production Engineering. The laboratory assistants at the Oil and Gas Vocational School have limitations in explaining in detail about drilling fluids. Therefore, activity is necessary to increase insight and knowledge of drilling fluids, especially in supporting practical activities. The method used in this activity is the dissemination of knowledge about drilling mud accompanied by the practice of making a simple drilling mud mixture. Making drilling mud is carried out by comparing KCl polymer mud and polyamine as a shale inhibitor. This comparison is seen from the results of the physical properties of the mud produced, namely mud weight, funnel viscosity, plastic viscosity, yield point, 10-second gel strength, 10-minute gel strength, filtration rate, mud cake, and pH (acidity level). With this introductory activity, knowledge about drilling fluids for laboratory assistants and chemistry teachers as participants in PkM activities has increased. This increase in knowledge can benefit students who will continue their education at the undergraduate level in earth sciences at universities.
Optimization of Alternative CMC Sources from Rice Husk, Sawdust, and Caustic Soda, and The Effect of PH Increase on Filtration Loss and Rheology of Drilling Mud Samura, Lisa; Rosyidan , Cahaya; Maulani , Mustamina; Prima, Andry; Djumantara, Maman; Chusniyah , Dina Asmaul; Fattahanisa , Aqlyna; Satiyawira, Bayu; Mentari Gracia Soekardy; Brilliani
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 48 No 4 (2025)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v48i4.1849

Abstract

Drilling mud plays a vital role in maintaining wellbore stability, carrying cuttings, and controlling formation pressure during drilling operations. Typically, Carboxy Methyl Cellulose (CMC) is used to enhance mud viscosity and reduce filtration loss, but its synthetic nature makes it relatively expensive. This study investigates rice husk and sawdust as natural, cost-effective alternatives to CMC. Various compositions were evaluated using the Box-Behnken design in Response Surface Methodology (RSM) to optimize the mud formulation. Results indicate that a combination of 6 g rice husk and 6 g sawdust provides the best performance in improving rheological properties such as yield point and gel strength, while significantly reducing filtration loss. Gradual addition of caustic soda (NaOH) effectively increases mud pH to the ideal range (9–11), enhancing chemical stability. RSM successfully modeled the statistical relationship among variables and facilitated identification of the optimal formulation.