Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MEKANISME KOPING PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Dea Venizelia; Dhona Andhini; Sigit Purwanto
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efikasi mempengaruhi proses berpikir, motivasi dan kondisi perasaan, semuanya berperan terhadap jenis perfomansi yang dilakukan. Efikasi diri adalah keyakinan individu akan kemampuannya untuk mengatur dan melakukan perilaku yang mendukung kesehatannya berdasarkan pada tujuan dan harapan yang diinginkannya.Koping yang efektif adalah koping yang sesuai dengan masalah, situasi, dan stres yang dihadapi. Penderita penyakit ginjal kronik menjalani terapi hemodialisis yang dilakukan 2 sampai 3 kali seminggu dengan durasi waktu 4 sampai 5 jam setiap kali hemodialisis. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSMH. Metode penelitian yang digunakan adalah  pendekatancross sectional. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan purposivesampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Hasil analisis uji Fisher’s Exact didapatkan p-value 0,04 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dan mekanisme koping  pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Efikasi Diri, Mekanisme Koping, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis
ANALISIS PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU BEKERJA SEPUTAR MANAJEMEN LAKTASI Indah Permatasari; Dhona Andhini; Fuji Rahmawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.903 KB)

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang dalam tahap tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku ibu bekerja seputar menejemen. Rancangan penelitian ini menggunakan design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran, Puskesmas Aryodilah, dan Puskesmas Sematang Borang Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Adapu kriteria inklusi dalam penelitian ini (1) Ibu bekerja yang mempunyai bayi berumur 1-6 bulan, (2) Bertempat tinggal di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran, Puskesmas Aryodilah, dan Puskesmas Sematang Borang Palembang, (3) Ibu yang bekerja di rumah, instansi swasta atau pemerintahan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariabel dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat pengetahuan dan perilku ibu bekerja seputar manajemen laktasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PERAWATAN PALIATIF PERAWAT Eka Yulia Fitri Y; Jum Natosba; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.284 KB)

Abstract

Perawatan paliatif adalah bentuk pelayanan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga dari penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan dengan cara identifikasi dini, penilaian yang tertib, penanganan nyeri dan masalah-masalah lain yaitu fisik, psikososial dan spiritual. Perawatan paliatif tidak hanya diberikan ketika pasien berada di rumah, tetapi dapat dilakukan di rumah sakit dimulai ketika pasien terdiagnosa penyakit terminal sampai perawatan menjelang ajal dan berduka bagi keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan perawatan paliatif yang dilakukan oleh perawat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang perawat di RS Bhayangkara Palembang. Hasil penelitian menunjukkan 62% perawat mempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan paliatif, 58% perawat mempunyai sikap yang baik terhadap perawatan paliatif, dan 66% perawat melakukan perawatan paliatif kepada pasien dan keluarga. Pendidikan dan pelatihan tentang perawatan paliatif sangat diperlukan bagi perawat dalam memahami dan menjadi dasar praktik pemberian asuhan keperawatan paliatif kepada pasien dan keluarga.
PERBEDAAN TEKANAN DARAH DAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PENGGUNA ROKOK KONVENSIONAL DAN PENGGUNA ROKOK ELEKTRIK Ain Fitroh Febryanti; Dhona Andhini; Jaji Jaji
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.614 KB)

Abstract

Rokok menyebabkan angka kematian meningkat setiap tahunnya. Sulitnya untuk berhenti merokokmembuat masyarakat menciptakan suatu solusi, salah satunya adalah rokok elektrik yang ternyata tidakaman bagi kesehatan karena masih mengandung nikotin dan zat berbahaya lainnya. Berdasarkan hasilobservasi, pengguna rokok elektrik masih mengganggap rokok elektrik aman karena kandungan yangberbeda dengan rokok konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tekanandarah dan arus puncak ekspirasi (APE) pada pengguna rokok konvensional dan pengguna rokok elektrik.Penelitian ini merupakan studi observasional analitik melalui pendekatan cross sectional dengan teknikconsecutive sampling dan snowball sampling. Penelitian dilakukan di toko vape Palembang danKelurahan Siring Agung dengan sampel 96 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukurantekanan darah dan APE lalu dianalisis secara statistik dengan t-test independent. Hasil yang didapattekanan darah sistole pengguna rokok konvensional dan elektrik yaitu 130 mmHg (35,4%) dan tekanandarah diastole 90 mmHg (50%) untuk pengguna rokok konvensional dan 80 mmHg (35,4%) untukpengguna rokok elektrik. Nilai APE pengguna rokok konvensional 457,71 L/menit dan 522,7 L/menituntuk pengguna rokok elektrik. Tidak terdapat perbedaan tekanan darah antara pengguna rokokkonvensional dan elektrik baik tekanan darah sistole (p value= 0,267) dan diastole (p value= 0,143).Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai APE pengguna rokok konvensional dan elektrik (pvalue= 0,001). Berdasarkan penelitian ini didapat bahwa kedua jenis rokok tersebut tidak baik untukkesehatan khususnya pada tekanan darah dan pernafasan.Kata Kunci : arus puncak ekspirasi, rokok konvensional, rokok elektrik, tekanan darah
PENGARUH METODE PURSED LIP BREATHING TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK Azizah Mukromah; Dhona Andhini; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.743 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pursed lip breathing tehadap nilaiarus puncak ekspirasi pada pasien PPOK di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Desainpenelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental tanpa menggunakan kelompok kontrol denganrancangan one group pre test-post test. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metodepurposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden yang menjalani rawat jalan diPoliklinik Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan uji tdependen dengan tingkat kemaknaan α=0,05 didapatkan hasil p= 0,001. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa ada pengaruh metode pursed lip breathing terhadap nilai arus puncak ekspirasi pada pasien PPOKdi Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan. Pemberian pursed lip breathing dapatmeningkatkan nilai arus puncak ekspirasi pada pasien PPOK.Kata Kunci: PPOK, Pursed Lip Breathing, Nilai Arus Puncak Ekspirasi.AbstractThe aim of this study was to know the effect of pursed lip breathing on peak expiratory flow rate of clientswith chronic obstructive pulmonary disease. The study used pre-experimental design without using acontrol group with a one group pre test-post test. Sample method was chosen by using purposivesampling with 18 respondents were participated in the Polyclinic of Lung Hospital South Sumatera. Thisstudy use dependent t-test with the significance level of α= 0,05, it showed that p =0,001. The resultshowed that there was a significant influence method pursed lip breathing to peak flow rate of clients withchronic obstructive pulmonary disease.Key Words: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Pursed Lip Breathing, Peak Expiratory Flow Rate.
PENGARUH TEKNIK PERKUSI DAN VIBRASI TERHADAP PENGELUARANSPUTUM PADA BALITA DENGAN ISPA DI PUSKESMAS INDRALAYA Henita Chania; Dhona Andhini; Jaji Jaji
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita merupakan anak yang telah menginjak usia 1 sampai usia dibawah 5 tahun. Penyakit yang sering dialami balita adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang satu atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari saluran pernafasan atas sampai saluran pernafasan bawah. Masalah yang sering dialami balita dengan ISPA yaitu pengeluaran sputum yang tidak lancar. Pengeluaran sputum yang tidak lancar dapat dilakukan dengan penatalaksaan nonfarmakologis yaitu teknik perkusi dan vibrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik perkusi dan vibrasi terhadap pengeluaran sputum pada balita dengan ISPA. Desain penelitian adalah jenis penelitian kuantitatif Quasi Eksperimental pretest posttest with control group. Teknik perkusi dan vibrasi diberikan selama 1 kali sehari selama 10-15 menit. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan 15 responden kelompok kontrol dan 15 responden kelompok intervensi dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis statistik Mc Nemar pada kedua kelompok didapatkan tidak ada pengaruh pengeluaran sputum antara sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol p value 0,5 sedangkan pada kelompok intervensi didapatkan hasil p value 0,002 dapat diartikan terdapat pengaruh teknik perkusi dan vibrasi terhadap pengeluaran sputum pada balita dengan ISPA di Puskesmas Indralaya. Hasil uji Chi Square pada kedua kelompok menunjukkan p value= 0,004 yang berarti terdapat perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi terhadap pengeluaran sputum pada balita dengan ISPA di Puskesmas Indralaya. Berdasarkan penelitian teknik perkusi dan vibrasi dapat menjadi penatalaksanaan untuk membantu dan membersihkan jalan nafas dari sputum yang tertahan didinding dada pada balita dengan ISPA. Kata Kunci: Balita, Perkusi dan vibrasi, Pengeluaran Sputum, ISPA
EXCESSIVE DAYTIME SLEEPINESS (EDS) PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT KRONIS Dhona Andhini; Eka Yulia Fitri Y; Sigit Purwanto
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.573 KB)

Abstract

Penyakit kronis adalah suatu penyakit menahun yang dapat berlangsung lama dan fatal, penyakit ini diasosiasikan dengan kerusakan atau penurunan fungsi fisik dan mental yang berkepanjangan dan jarang sembuh. Penyakit kronis akan menyebabkan berbagai masalah seperti masalah medis, sosial dan psikologis. Keluhan tentang gangguan tidur dan excessive daytime sleepiness adalah hal yang sering dialami dikalangan pasien dengan penyakit kronis dengan prevalensi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian excessive daytime sleepiness (EDS) pada pasien dengan penyakit kronis. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan besar sampel 76 pasien dengan penyakit kronis. Sebanyak 31.6% pasien dengan penyakit kronis mengalami excessive daytime sleepiness (EDS). Angka kejadian excessive daytime sleepiness pada pasien dengan penyakit kronis tergolong cukup tinggi yaitu sebesar 31.6%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN RESPONSIVE FEEDING IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-24 BULAN Melliana Nurfitri; Dhona Andhini; Firnaliza Rizona
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya pravelensi stunting di Indonesia dengan persentase 30-40%. Pravelensi stunting di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2013 mencapai 32,67% sedangkan tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 35,56%. Mayoritas ibu yang mempunyai anak balita di Indonesia belum mengetahui cara dan waktu yang tepat untuk memberikan MP-ASI kepada anaknya sehingga hal ini memberikan dampak kepada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan responsive feeding Ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 12-24 Bulan. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan hubungan pengetahuan responsive feeding ibu dengan kejadian stunting (p value 0,001). Perlu adanya peningkatan penyuluhan mengenai gizi kepada ibu dengan anak usia 12-24 bulan oleh petugas kesehatan tentang bagaimana memberikan pemberian makan yang baik serta pola asuh yang baik agar dapat memperbaiki status gizi anak dan hal ini dapat mencegah dampak terjadinya stunting.Kata Kunci: Pengetahuan Responsive Feeding, Stunting
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA TALASEMIA Rini Lusiana Ray; Fuji Rahmawati; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.09 KB)

Abstract

Anak yang menderita talasemia diharuskan menerima perawatan seumur hidup yang berdampak pada kondisi fisik, psikologi, sosial dan sekolah yang akan mempengaruhi rendahnya nilai kualitas hidup. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup berasal dari orang tua yakni pengetahuan dan sikap mereka terhadap anak penderita talasemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua mengenai talasemia dengan kualitas hidup anak penderita talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2018 di Ruang Selincah lantai 2 Instalasi Rawat Inap A dengan sampel berjumlah 73 responden dengan metode purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada analisis bivariat adalah Chi Square. Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup anak penderita talasemia (p-value: 0,001; α 0,05) dan terdapat hubungan antara sikap orang tua dengan kualitas hidup anak penderita talasemia (p-value: 0,001; α 0,05). Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas akan cenderung berperilaku hidup sehat dan sadar tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan serta kesejahteraan keluarga. membawa optimisme pada orangtua dan memberikan kekuatan untuk melakukan perawatan rutin pada anak yang otomatis akan meningkatkan kualitas hidup. Diperlukan pendidikan kesehatan mengenai talasemia kepada orang tua untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan sikap positif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup anak dengan talasemia.Kata kunci : Talasemia, Pengetahuan, Sikap, Kualitas hidup, PedsQL
PENGARUH METODE HARVEY 5S TERHADAP RESPON NYERI PADA BAYI SAAT IMUNISASI Yusnia Silvia Sari; Nurna Ningsih; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi yang dilakukan secara injeksi dapat menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan pada bayi yang bisa menyebabkan dampak jangka pendek atau jangka panjang. Nyeri pada bayi yang tidak diatasi berdampak trauma pada masa yang akan datang serta berdampak pada perkembangan rasa percaya bayi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Harvey 5S terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi secara injeksi.Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan desain penelitian pre test-post test with control group. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan metode purposive samplingdengan jumlah sampel 19 responden per kelompok pada bayi berusia 0-4 bulan yang mendapat imunisasi secara intramuskular.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh metode Harvey 5S terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi dengan p value = 0,000, dengan rata-rata respon nyeri pada kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Metode Harvey 5S dapat diterapkan dalam manajemen nyeri pada bayi saat imunisasi dengan melibatkan ibu bayi.Kata Kunci     : Bayi, Imunisasi, Metode Harvey 5S, Respon nyeri