Claim Missing Document
Check
Articles

COMMUNITY EMPOWERMENT BY INCREASING KNOWLEDGE IN HANDLING EMERGENCIES AT HOME DURING THE COVID-19 PANDEMIC Dhona Andhini; Hikayati Hikayati; Eka Yulia Fitri Y; Dian Wahyuni
Conferences of Medical Sciences Dies Natalis Vol. 3 No. 1 (2021): Conference of Medical Sciences Dies Natalis Faculty of Medicine Universitas Sri
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.779 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic is still one of the causes of high morbidity and mortality rates worldwide, including in Indonesia. One of the causes of the high morbidity and mortality rates in Covid-19 sufferers is due to inappropriate treatment when self-isolated at home. This lack of care is due to a lack of public knowledge in caring for COVID-19 sufferers at home, especially for patients with comorbid diseases such as cardiovascular, gastrointestinal, and pulmonary diseases. Therefore, it is necessary to carry out a program to increase public knowledge to have a positive attitude in treating Covid-19 patients at home. Health education activity was conducted to provide and increase public knowledge about handling actions to overcome emergency conditions of cardiovascular, gastrointestinal, and pulmonary diseases during self-isolation at home. This activity was carried out online through the Zoom application and was attended by 72 participants. Public knowledge about handling emergency conditions of cardiovascular, gastrointestinal, or pulmonary disease in self-isolating patients at home still needs to be improved.
Hubungan Perilaku Menggosok Gigi dan Pola Jajan Anak Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Murid SD Negeri 157 Palembang Indah Permatasari; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku menggosok gigi dan pola jajan anakdengan kejadian karies gigi pada murid SD Negeri 157 Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan survei dengan desain cross-sectional dan dilakukan di SD N Negeri 157Palembang. Populasi penelitian adalah seluruh murid SD N Negeri 157 Palembang sejumlah 987 orang.Sampel didapat dari rumus Taro Yamane berjumlah 100 orang. Metode pengembilan data primer diperolehdari formulir food frequency tentang pola jajan anak, data karies gigi diperoleh dari pemeriksaan langsung,dan data tentang perilaku menggosok gigi diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner.Data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah. Setelah semua data diolah kemudian data dianalisis denganmenggunakan uji independensi Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian diperoleh pola jajan anak yang buruk cenderung tinggi (93%) hal ini berpengaruhbesar terhadap kejadian karies gigi anak, keadaan diperburuk dengan tingkat pengetahuan anak dalammenggosok gigi yang kurang sebanyak (59%), sikap anak dalam menggosok gigi yang tidak mendukung(61%), tindakan anak dalam menggosok gigi yang tidak baik (55%). Hasil uji X2 menunjukkan bahwa adahubungan yang bermakna antara perilaku menggosok gigi pada anak dengan kejadian karies gigi, (p<0,05)dan ada hubungan antara pola jajan anak dengan kejadian karies gigi (p<0,05).Simpulan: Oleh karena itu, masalah kesehatan gigi pada anak SD perlu diperhatikan agar penyakit kariesgigi dapat dicegah secara dini. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan penyuluhantentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui progran UKGS
PENGARUH TERAPI NATURE SOUNDS TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DENGAN SINDROMA KORONARIA AKUT Eka Yulia Fitri; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terapi nature sounds berpengaruh positif terhadap gangguan tidur yang sering dialami oleh pasien sindroma koronaria akut (SKA).Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada pasien dengan SKA yang dirawat di ruang CVCU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang berjumlah 13 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kualitas tidur (29,18±13,47, p value 0,000) dan tingkat kebisingan (19,69±16,68, p value 0,001) sebelum dan setelah pemberian terapi nature sounds. Simpulan: Terapi nature sounds dianjurkan untuk diberikan kepada pasien SKA yang mengalami gangguan tidur karena bersifat sedatif, aman, dan mudah digunakan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI ICU Eka Yulia Fitri Y; Putri Widita Muharyani; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengansystemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal daridata rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel.Hasil: Hasil penelitian menunjukkansecara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan:Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS.
Faktor yang berhubungan dengan systematic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ICU Eka Yulia Fitri Y; Putri Widita Muharyani; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 2 (2017): Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap terjadinya SIRS pada pasien yang dirawat di ICU dengan cepat dan penatalaksanaan dini yang sesuai pada pasien yang berisiko atau pasien yang berada dalam kondisi kritis dapat membantu mencegah perburukan lebih lanjut dan memaksimalkan kesempatan untuk sembuh.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa saja faktor yang berhubungan dengan systemic inflammatory response syndrome pada pasien yang dirawat di ruang ICU.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data rekam medis pasien yang dirawat di ICU periode tahun 2016 pada RSUP Dr. Mohammad Hoesin dan RS Bhayangkara Palembang, berjumlah 31 sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan secara statistik bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p value = 0,011), jenis kelamin (p value = 0,009), kasus bedah (p value = 0,029), kasus trauma (p value = 0,033), dan terapi ventilator mekanik (p value = 0,029) dengan kejadian SIRS. Sedangkan faktor skor GCS dan kadar glukosa darah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian SIRS pada pasien yang dirawat di ICU. Simpulan: Pengkajian terhadap usia, jenis kelamin, kasus bedah dan trauma, serta pemantauan terhadap terapi ventilator mekanik sangat perlu dilakukan agar dapat mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami SIRS
PENDIDIKAN MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP PERILAKU IBU BEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Indah Permatasari; Dhona Andhini; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12249

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap perilaku ibu bekerja dalam pemberian ASI eksklusif. Metode: Rancangan metode penelitian ini menggunakan design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran dan Puskesmas Aryodilah Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan. Sampel pada penelitian ini ebanyak 38 ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Adapu kriteria inklusi dalam penelitian ini (1) Ibu bekerja yang mempunyai bayi berumur 1-6 bulan, (2) Bertempat tinggal di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran, Puskesmas Aryodilah, dan Puskesmas Sematang Borang Palembang, (3) Ibu yang bekerja di rumah, instansi swasta atau pemerintahan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariabel dan bivariabel dilakukan dalam penelitian ini. Hasil: penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku ibu (p-vlue= 0,000) dalam pemberian ASI pada bayinya. Simpulan: diperlukan dukungan keluarga dan tempat kerja bagi ibu untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi.
PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR MELALUI PENGATURAN SIKLUS PENCAHAYAAN DAN NESTING Dhona Andhini; Nanan Sekarwana; Siti Yuyun Rahayu Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15738

Abstract

Tujuan: Bayi prematur seringkali mengalami hipotermi karena berbagai sebab, salah satunya adalah luas permukaan yang lebih besar dari massa tubuh akibat berat badan yang rendah. Hipotermia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang akan menyebabkan bayi prematur dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal. Developmental care adalah suatu intervensi komprehensif yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bayi prematur, berbagai keterbatasan menyebabkan intervensi pendukung developmental care tidak dapat diterapkan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan yang merupakan komponen pendukung developmental care terhadap berat badan bayi prematur dengan usia gestasi antara 32-36 minggu. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain pre test and post test nonequivalent control group, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 32 bayi prematur yang terdiri dari 16 responden pada kelompok yang mendapatkan pengaturan siklus pencahayaan dan nesting dan 16 responden pada kelompok yang mendapatkan perawatan standar di ruangan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara rata-rata selisih berat badan bayi prematur pada kelompok yang mendapat perlakuan nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dengan kelompok kontrol dengan nilai p value < 0,05 (p value 0,017). Simpulan: Penelitian ini merekomendasikan penggunaan intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dalam penanganan bayi prematur di ruangan.
KELUHAN FORWARD HEAD POSTURE SELAMA PERKULIAHAN DARING COVID 19 PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN Diny Artika Sari; Dhona Andhini; Mutia Nadra Maulida
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Forward head posture (FHP) adalah salah satu kelainan postur dimana kepala mengarah ke depan pada bidang sagital menjauhi dari garis vertikal bahu, ditandai dengan tidak segarisnya kepala dengan bahu. FHP sangat memengaruhi kehidupan manusia dimana dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri leher kronis, gangguan ketegangan otot, dan berpengaruh juga pada aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan forward head posture pada mahasiswa keperawatan selama perkuliahan daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, tenik pengambilan data dengan kuisioner online. Sampel penelitian sebanyak 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan yang banyak dialami oleh mahasiswa adalah nyeri punggung (punggung terasa berat dan pegal) sebanyak 69 orang (79,3%), diikuti dengan nyeri leher (leher terasa berat dan pegal) sebanyak 61 orang (70,1%), diikuti otot leher terasa tegang sebanyak 56 orang (64,4%), nyeri kepala (sakit kepala, kepala terasa pusing dan berat) sebanyak 54 orang (62,1%) dan nyeri leher meningkat apabila menunduk sebanyak 48 orang (55,2%) dengan pemakaian laptop dan smartphone durasi tinggi sebanyak 79 orang (90,8%), dan durasi rendah sebanyak sebanyak 8 orang (9,2%). Perlu diberikan informasi mengenai penggunaan laptop dan smartphone yang benar beserta dampak penggunaannya pada mahasiswa sehingga nantinya dapat meminimalisasi keluhan forward head posture akibat penggunaan laptop dan smartphone.Kata kunci: Forward head posture, Muskuloskeletal disorders
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI YANG MENDAPAT EDUKASI MAPS FOR EDUCATION “DYSMENORRHEA” Anjar Dwi Fahni; Antarini Idriansari; Dhona Andhini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore dapat menyebabkan sebagian besar remaja putri mengalami keterbatasan dalam beraktivitas, ketidakhadiran di sekolah, bahkan penarikan diri dari pergaulan sehari-hari, oleh karena itu dibutuhkan adanya penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi dismenore. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi upaya penanganan dismenore adalah pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sesudah intervensi pendidikan kesehatan maps for education “dismenorrhea”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperiment design dengan rancangan deskriptif survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah probability sampling dengan teknik stratified random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang remaja putri yang mengalami dismenore. Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore diukur dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore sesudah intervensi pendidikan kesehatan berada dalam kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 45 orang dengan persentase sebesar 68,2%. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah remaja putri sudah memiliki pengetahuan yang baik dalam penanganan dismenore. Tenaga kesehatan terutama perawat dapat terus meningkatkan pemberian edukasi kesehatan kepada remaja putri mengenai penanganan dismenore.Kata kunci: Dysmenorrhea, maps for education, pendidikan kesehatan, pengetahuan
UPAYA PENCEGAHAN DEPRESI, ANSIETAS DAN STRES PADA REMAJA MELALUI PSIKOEDUKASI DENGAN APLIKASI SDASI BERBASIS LAYANAN ANDROID Zulian Effendi; Dhona Andhini; Hikayati Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang rentan terhadap masalah psikososial. Banyak dari remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan namun tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga banyak remaja melampiaskan kearah perilaku negatif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi yang mereka dapat terkait masalah kesehatan jiwa dan penatalaksanaanya membuat remaja semakin rentan terhadap masalah-masalah psikososial. Untuk itu, tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendeteksi dini dan memberikan pemahaman yang benar kepada remaja tentang depresi, ansietas dan stres. Design pengabdian masyarakat ini adalah quasy experimental dengan pendekatan one group pre-post test design . Responden intervensi berjumlah 25 orang yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Dilakukan analisis statistik menggunakan uji dependent t-Test didapatkan nilai signifikasi 0,001 (p value < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat depresi, ansietas dan stress remaja sesudah diberikan psikoedukasi melalui aplikasi SDASI.Kata Kunci: Remaja, depresi, ansietas, stres, android