Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL/ KOMPLEMENTER PADA KELUARGA DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR Arie Kusumaningrum; Hikayati Hikayati; Vivop Marti Lengga
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.645 KB)

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM)/Non Communicable Desease (NCDs) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar. Terdapat beberapa kecenderungan dari masyarakat dalam melakukan pengobatan dan perawatan pada pasien NCDS salah satunya adalah melakukan pengobatan tradisional dengan cara herbal dan/atau komplementer. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pengobatan tradisional dan komplementer pada keluarga dengan NCDs di Indonesia menggunakan data RISKESDAS tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yaitu data RISKESDAS2013. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang beranggotakan pasien NCDS yang ada di Indonesia. Sampel penelitian yaitu rumah tangga yang mempunyai anggota pasien NCDS.. Kriteria inklusi yaitu: Rumah tangga mempunyai 1 atau lebih anggota keluarga penderita NCDS. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan () sebesar 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah responden yang menderita diabetes mellitus sebanyak 12717 (1.8%). Jumlah responden yang menderita hipertensi sebanyak 70359 (9.7%) Jumlah responden yang menderita penyakit jantung sebanyak 4067 (0,6%). Jumlah responden yang menderita stroke sebanyak 5887 (0,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik sosiodemografi (umur
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG BABY CUES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIMBANGAN KABUPATEN OGAN ILIR Yesica Tria Enggriani; Arie Kusumaningrum; Antarini Idriansari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.318 KB)

Abstract

AbstrakJauh sebelum mulai berbicara, bayi menggunakan baby cues untuk mengungkapkan kebutuhan dankeinginanya. Pengetahuan ibu tentang baby cues memudahkan ibu untuk merespon keinginan bayidengan tepat dan cepat. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku postif pada bayi yang meliputi bahasa danperkembangan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan pengetahuan ibu tentang baby cues di wilayah kerja puskesmas SimpangTimbangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan desain crosssectional. Sampel dalam penelitian ini ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 4 sampai 12 bulan sebanyak64 sampel. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan program komputer melalui ujiChi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibutentang baby cues meliputi: pendidikan (p-value = 0,000), pengalaman (p-value = 0,013), informasi (pvalue = 0,000), stres yang dialami (p-value = 0,000) serta sistem pendukung (p-value = 0,000).Sementara itu, tidak ditemukan hubungan pada faktor usia ibu (p-value =1,000) dan status ekonomi (pvalue = 0,654). Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengharapkan orangtua, mahasiswa keperawatandan para perawat untuk lebih memperhatikan baby cues agar bisa memberikan respon yang cepat dantepat pada setiap kebutuhan dan keinginan bayinya.Kata Kunci : Baby Cues, Bayi, IbuAbstractLong before starting talking, infants use baby cues to express needs and desire. Mother’s Knowledgeabout baby cues make mother easy to respond the desire of baby properly and quickly. This can affectpositive behavior in infants which includes language and overall development. The aim of this studydetermines the factors related to the mother's knowledge about the baby cues in the working area ofPuskesmas Simpang Timbangan Ogan ilir. Metode that is used in this research is descriptive-analyticwith cross sectional design. The sample in this study is mothers who have babies aged 4 to 12 months asmany as 64 samples. Data analysis techniques are univariate and bivariate using a computer programthrough Chi Square test. These results indicate that the factors associated with mother’s knowledge aboutbaby cues included: education (p-value = 0.000), experience (p-value = 0.013), information (p-value =0.000), the stress experienced (p-value = 0.000) as well as support systems (p-value = 0.000).Meanwhile, no relationship was found in maternal age factor (p-value = 0.999) and economic status (pvalue = 0.654). Based on the results of the study, the researchers expect the parents, nursing students andnurses to give more attention to baby cues in order to provide a rapid and appropriate response to thebaby's every need and desire.Keywords: Baby Cues, Baby, Mother, Knowledge
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN ANTICIPATORY GUIDANCE TERHADAP KESIAPAN IBU MENGHADAPI FASE PUBERTAS PADA ANAK AUTIS USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) DI AUTIS CENTER BENGKULU Tiara Septi Arini; Arie Kusumaningrum; Sri Maryatun
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.359 KB)

Abstract

Autisme merupakan salah satu dari gangguan perkembangan pervasif. Anak autisme juga akan mengalami fase pubertas. Orang tua khususnya ibu memiliki peranan penting untuk mengarahkan anak autis agar dapat melewati fase pubertas dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan anticipatory guidance terhadap kesiapan ibu menghadapi fase pubertas pada anak autis usia sekolah (6-12 tahun) di Autis Center Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental dengan rancangan one group pre test-post test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 17 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan uji statistik McNemar (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan ibu menghadapi fase pubertas pada anak autis setelah diberikan pendidikan kesehatan anticipatory guidance menggunakan metode ceramah dan demonstrasi (p value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kesiapan ibu menghadapi fase pubertas pada anak autis usia sekolah sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan anticipatory guidance (p value = 0,016). Disarankan pada penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai anticipatory guidance menghadapi fase pubertas pada anak autis dengan menggunakan metode, tempat, serta variabel lain yang berbeda.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan; Anticipatory Guidance; Pubertas; Autis; Kesiapan Ibu
Pengaruh Virgin Coconut Oil Terhadap Ruam Popok Pada Bayi Dwi Cahyati; Antarini Idriansari; Arie Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Virgin coconut oil (VCO) adalah salah satu terapi topikal yang dapat diberikan untuk mengatasi ruam popok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh virgin coconut oil terhadap ruam popok pada bayi di Kecamatan Ilir Barat II Palembang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental design dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel didapatkan dengan menggunakan metode non probability sampling - purposive sampling.Uji hipotesis menggunakan uji nonparametrik yaitu wilcoxon test dengan jumlah responden 11 bayi. Karakteristik responden meliputi usia bayi rata-rata 14,73 bulan, sebagian besar merupakan bayi laki-laki (72,7%), dan sebagian besar lokasi ruam popok terdapat di daerah gluteal, alat genitalia, dan lipatan paha (27,3%). VCO dioleskan dua kali sehari setelah mandi pada pagi dan sore hari selama 5 hari. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan skor ruam popok yang bermakna antara sebelum diberikan VCO yaitu 8,64 dan setelah diberikan VCO 2,36 dengan p value =0,003 dan α = 0,05. Simpulan: Penelitian ini dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan pada bayi yang mengalami ruam popok dan sekaligus sebagai upaya pencegahan ruam popok.
Pengaruh Hypnoparenting Terhadap Status Gizi Balita Arie Kusumaningrum; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu dari tanaman obat yang dipergunakan untuk mengobati beberapa penyakit, salah satunya diare yang masih menjadi penyakit endemic di Indonesia. Metode: Penelitian eksperimental secara in vitro yang dilakukan di Laboratorium Bersama Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya untuk menginvestigasi kemampuan antibakteri dari daun senggani terhadapEscherichia coli ATCC 25922 dibandingkan dengan ciprofloxacin sebagai control positif. Hasil: Fraksi Etil Asetat dan methanol dari daun senggani mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan masing-masing nilai Konsentrasi Hambat Minimum pada 250 µg/ml and 1000 µg/ml. Simpulan: Fraksi aktif ekstrak daun senggani mempunyai kemampuan antibakteri terhadap Escherichia coli dalam media agar
PENGARUH AROMATERAPI ROSEMARY (Rosmarinus officinalis) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Annis Pertiwi; Antarini Idriansari; Arie Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi rosemary terhadap penurunan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di IRNA Anak RSUD Kayuagung OKI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode preeksperimen dengan rancangan one group pretest posttestdesign. Sampel pada penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 22 orang. Analisis data menggunakan uji statistik paired t test. Aromaterapi rosemary diberikan secara inhalasi dengan frekuensi 3 kali dalam satu hari yaitu pagi, siang dan sore, sebanyak 1 tetes selama 4 menit setiap perlakuan. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah diketahuinya karakteristik responden meliputi usia anak dengan ratarata 3,27±1,162 (mean±SD) tahun, sebagian besar merupakan anak laki-laki dengan persentase 63,6%.Terdapat perbedaan skor kecemasan yang bermakna antara sebelum diberikan aromaterapi rosemary yaitu 36,05±3,97 dan setelah diberikan aromaterapi rosemary menjadi 25,45±5,8 dengan p value = 0,00 dan α = 0,05. Simpulan: Penelitian ini hendaknya dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan anak yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi.
Pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah Eva Citra Dewi; Putri Widita Muharyani; Arie Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 4 No. 2 (2017): Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Konsumsi sayur yang kurang merupakan salah satu masalah makan yang sering terjadi pada anak prasekolah. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya asupan vitamin dan mineral serta berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modifikasi sayur terhadap porsi konsumsi sayur anak prasekolah.Metode: Metode penelitian ini adalah preeksperimental one-grup pra-post tes design. Sampel berjumlah 15 orang yang diambil mengunakan teknik purposive sampling.Hasil: Karakteristik responden terdiri dari jenis kelamin 60,0% laki–laki dan rata–rata usia 5,57±0,36 tahun. Uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan rata–rata yang bermakna antara porsi konsumsi sayur sebelum dan setelah dilakukan modifikasi sayur dengan p value = 0,001 dan α = 0,05. Rata–rata porsi konsumsi sayur sebelum dilakukan modifikasi 164,33±23,08 gram dan porsi setelahnya meningkat menjadi 272,07±26,81 gram.Simpulan: Modifikasi sayur diharapkan dapat diterapkan baik di komunitas maupun di keluarga. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan analisis terhadap faktor lain yang mempengaruhi konsumsi sayur anak prasekolah.
Keefektifan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantu Media Montase Terhadap Hasil Belajar Tematik Kusumaningrum, Ariesta Zhaida; Rofian, Rofian; Wijayanti, Arfilia
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v8i3.28948

Abstract

Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah kurangnya penggunaan model pembelajaran dan media pembelajaran yang mampu membuat peserta didik lebih aktif saat proses pembelajaran, sehingga menyebabkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar pada pembelajaran tematik masih rendah. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas model pembelajaran project-based learning berbantu media montase terhadap hasil belajar tematik. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas II. Sampel yang diambil adalah 24 peserta didik. Metode pengumpulan data pada penelitian ini melalui tes dengan instrument tes pilihan ganda, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang telah diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis uji t yaitu thitung = 5,905646 dan ttabel = 1,80758. Sehingga nilai thitung > ttabel yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima dan analisis ketuntasan belajar sebelum diberi perlakuan yaitu 58%, sedangkan sesudah di beri perlakuan yaitu 96%. Oleh karena itu dapat disimpulkan model pembelajaran project-based learning berbantuan media montase efektif terhadap hasil belajar tematik
PEDIATRIC PALLIATIVE CARE: PENDEKATAN ANALISIS KONSEPTUAL DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK Kusumaningrum, Arie; Aprillia, Zesi; Kurniawaty, Wiwit; Hikayati, Hikayati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk menganalisis konsep perawatan paliatif pada anak-anak, termasuk atribut, anteseden, konsekuensi, dan referensi empiris yang relevan. Metode: Analisis konsep dilakukan melalui tinjauan literatur terkait perawatan paliatif pada anak, dengan fokus pada kondisi terminal, dan penyakit kronis lainnya. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data secara online. Hasil: Atribut perawatan paliatif pediatrik mencakup pengurangan penderitaan fisik dan psikologis melalui manajemen gejala yang komprehensif, komunikasi terbuka dengan anak dan keluarga, perawatan individual dan holistik sejak diagnosis, pendekatan interdisipliner untuk menyediakan berbagai perspektif dan keahlian, serta ketersediaan perawatan di fasilitas hospice, pusat kesehatan masyarakat, dan di rumah. Antecedents perawatan paliatif pediatrik mencakup penyakit terminal, yang mendorong kebutuhan perawatan untuk anak-anak dengan penyakit akut dan kronis. Consequences dari perawatan paliatif pediatrik meliputi peningkatan kualitas hidup anak dan dukungan keluarga dalam merencanakan masa depan. Menentukan empirical referents melibatkan identifikasi layanan perawatan saat diagnosis dan pertemuan rutin tim interdisipliner untuk rencana perawatan anak. Simpulan: Pemahaman mendalam tentang tujuan atribut, antecedents, consequences, borderline, contrary case, dan empirical referents tentang pediatrik palliative care sangat penting untuk memberikan perawatan yang efektif dan holistik bagi anak dan keluarga. Analisis ini menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dalam merespons kebutuhan unik pasien anak yang mengalami penyakit serius, sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan praktik perawatan paliatif pediatrik yang lebih baik dengan berbasis bukti.Kata kunci: Analisis Konsep, perawatan paliatif, Perawatan paliatif pediatrik, palliative care, pediatric palloative care
TEORI OREM DALAM KONTEKS PERAWATAN ANAK: TINJAUAN LITERATUR INTEGRATIF Kusumaningrum, Arie; Asa, Diva Aliya Dwi; Aprilia, Rasti Tiara; Qonita, Nabilah; Nesha, Shasha Intan; Cahyani, Septia Dwi; Farouk, Nabilah Nurfaadiah; Salma, Salma
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

keperawatan anak. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi pola penggunaan, menilai efektivitas teori dalam meningkatkan perawatan diri dan hasil kesehatan anak, serta mengungkap potensi adaptasi atau kesenjangan yang relevan dalam konteks keperawatan pediatrik. Metode: Tinjauan ini menggunakan pendekatan integratif. Prosesnya mencakup identifikasi masalah, pencarian literatur, evaluasi, analisis data, dan penyajian hasil. Literatur yang ditinjau mencakup publikasi antara tahun 2000-2022, dengan pencarian dilakukan di tujuh basis data elektronik, Google Scholar, dan penelusuran manual referensi. Artikel disaring sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, serta dinilai kualitasnya dengan pendekatan kolaboratif oleh tujuh peninjau. Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dalam pelaporannya. Hasil: Tinjauan ini menemukan bahwa Teori Perawatan Diri Orem diterapkan secara efektif dalam keperawatan anak untuk memberdayakan anak dan keluarga, meningkatkan perawatan diri dan hasil kesehatan pada kondisi seperti anemia, obesitas, dan penyakit kronis. Program pendidikan dan alat digital berperan penting dalam meningkatkan perawatan diri. Simpulan: Penerapan teori Orem dengan pemberian intervensi pendidikan kesehatan, dukungan emosional, dan pemantauan kondisi, berkontribusi pada peningkatan kemampuan anak dalam melakukan perawatan diri.Kata kunci: Teori Orem, Self-Care, Nursing Care, Child