Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

TEORI OREM DALAM KONTEKS PERAWATAN ANAK: TINJAUAN LITERATUR INTEGRATIF Kusumaningrum, Arie; Asa, Diva Aliya Dwi; Aprilia, Rasti Tiara; Qonita, Nabilah; Nesha, Shasha Intan; Cahyani, Septia Dwi; Farouk, Nabilah Nurfaadiah; Salma, Salma
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

keperawatan anak. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi pola penggunaan, menilai efektivitas teori dalam meningkatkan perawatan diri dan hasil kesehatan anak, serta mengungkap potensi adaptasi atau kesenjangan yang relevan dalam konteks keperawatan pediatrik. Metode: Tinjauan ini menggunakan pendekatan integratif. Prosesnya mencakup identifikasi masalah, pencarian literatur, evaluasi, analisis data, dan penyajian hasil. Literatur yang ditinjau mencakup publikasi antara tahun 2000-2022, dengan pencarian dilakukan di tujuh basis data elektronik, Google Scholar, dan penelusuran manual referensi. Artikel disaring sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, serta dinilai kualitasnya dengan pendekatan kolaboratif oleh tujuh peninjau. Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dalam pelaporannya. Hasil: Tinjauan ini menemukan bahwa Teori Perawatan Diri Orem diterapkan secara efektif dalam keperawatan anak untuk memberdayakan anak dan keluarga, meningkatkan perawatan diri dan hasil kesehatan pada kondisi seperti anemia, obesitas, dan penyakit kronis. Program pendidikan dan alat digital berperan penting dalam meningkatkan perawatan diri. Simpulan: Penerapan teori Orem dengan pemberian intervensi pendidikan kesehatan, dukungan emosional, dan pemantauan kondisi, berkontribusi pada peningkatan kemampuan anak dalam melakukan perawatan diri.Kata kunci: Teori Orem, Self-Care, Nursing Care, Child
Faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta) Silitonga, Angelienne Maria Prayscyllia; Fajar, Nur Alam; Kusumaningrum, Arie; Saci, Muhammad Amin Arigo
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.932

Abstract

Background: Toddlers (under two years old) are the first 1000 days of life, which is the period that begins from the formation of the fetus until the child is 2 years old. This period is the most important period in the growth and development period as an individual who will continue the nation and is expected to produce a reliable generation in competition in the global arena. To produce a reliable generation during this period, good growth and development stimulation is needed. Growth and development stimulation in the form of providing adequate nutrition and growth and development stimulation carried out by parents. Purpose: To analyze the factors that influence mothers in providing additional food to children under two years of age (toddlers). Method: Quantitative research with cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-24 months in Banyuasin Regency. In determining the sample of this study, the formula used was the Lemeshow formula with sampling using a simple random sampling technique. The independent variables in this study include; age, education, occupation, number of children in the family, and income, while the dependent variable is the provision of additional food. Data collection was carried out using a questionnaire method that was distributed directly to respondents. Data analysis carried out in this study used univariate analysis and bivariate analysis of the chi-square statistical test. Results: Based on the characteristics of the respondents' age, they are in the range of 20-34 years, as many as 57 respondents (53.8%) with a p value of 0.069 (>0.05). In general, respondents are included in the higher education category as many as 69 respondents (65.1%) with a p value of 0.010. Most respondents have a good level of knowledge as many as 65 respondents (61.3%) with a p value of 0.000 (<0.05). Almost all respondents are unemployed as many as 89 respondents (84.0%) with the results of the statistical test analysis showing a p value of 0.006. Most families have children >2 as many as 60 respondents (56.6%) with a p value of 0.000. Furthermore, most respondents' income < regional minimum wage as many as 73 respondents (68.9%) obtained a p value of 0.001 (<0.05). The variables of education, knowledge, occupation, number of children in the family, and parental income have a significant relationship to the provision of additional food. Meanwhile, there is one variable, namely age, which does not have a significant influence. Conclusion: The variables of education, knowledge, work, number of children in the family, and parental income have an effect on the provision of additional food with a p value <0.05. Meanwhile, the age variable does not significantly affect the provision of additional food in children under two years old.   Keywords: Additional Food; Mother; Under Two Years (Toddlers).   Pendahuluan: Baduta (bawah dua tahun) merupakan 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode mulai dari janin terbentuk sampai nak berusia 2 tahun. Pada periode ini merupakan periode terpenting pada masa pertumbuhan dan perkembangan sebagai individu penerus bangsa yang dapat diharapakan untuk mencetak generasi yang handal dalam persaingan di kancah global. Agar menghasilkan genarasi yang handal pada periode tersebut memerlukan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Stimulasi pertumbuhan berupa pemberian gizi yang adekuat dan stimulasi perkembangan yang dilakukan oleh orang tua. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun (Baduta). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di wilayah Kabupaten Banyuasin. Dalam penentuan sampel penelitian ini, rumus yang digunakan adalah rumus Lemeshow dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi; umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan, sedangkan variabel dependennya adalah pemberian makanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket yang dibagi langsung ke responden. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate uji statistic chi-square. Hasil: Berdasarkan karakteristik usia responden berada pada kisaran 20-34 sebanyak 57 responden (53.8%) dengan nilai p 0.069 (>0.05). Secara umum, responden masuk dalam kategori pendidikan tinggi sebanyak 69 (65.1%) dengan nilai p 0.010. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 65 (61.3%) dengan nilai p sebesar 0.000 (<0.05). Hampir seluruh responden tidak bekerja sebanyak 89 (84.0%) dengan hasil analisis uji statistik menunjukkan nilai p 0.006. Sebagian besar dalam satu keluarga memiliki jumlah anak >2 anak sebanyak 60 (56.6%) dengan nilai p 0.000. Selanjutnya mayoritas pendapatan responden < UMR sebanyak 73 (68.9%) diperoleh nilai p 0.001 (<0.05). Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orangtua memiliki hubungan yang signifikan terhadap pemberian makanan tambahan. Sementara, terdapat satu variabel yaitu umur tidak berpengaruh secara signifikan. Simpulan: Variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, jumlah anak dalam keluarga, dan pendapatan orang tua berpengaruh terhadap pemberian makanan tambahan dengan perolehan p-value < 0.05. Sementara itu, variabel umur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian makanan tambahan pada anak bawah dua tahun.   Kata Kunci: Anak Bawah Dua Tahun (Baduta); Ibu; Pemberian Makanan Tambahan.
Optimalisasi Praktik Pemberian Makanan Aktif Responsif: Mendukung Program Pemerintah dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Gizi Anak di Desa Sakatiga Indralaya Ogan Ilir Kusumaningrum, Arie; Fitri, Eka Yulia; Idriansari, Antarini; Sari, Indah Purnama
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18485

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mencegah stunting adalah pemberian makanan aktif responsif (OPMAR) pada balita. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita di Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, dalam praktik OPMAR. Metode: Program ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest. Sebanyak 30 ibu balita mengikuti rangkaian kegiatan edukasi interaktif, ceramah, diskusi, serta simulasi penyusunan menu berbasis bahan pangan lokal. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,73 menjadi 14,20 (kenaikan 7,74%). Skor praktik dan sikap meningkat dari 2,17 menjadi 2,80 (kenaikan 29,2%). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu balita dalam pemberian makanan aktif responsif sebagai upaya pencegahan stunting.
Pengaruh Finger Painting terhadap Frekuensi Temper Tantrum Lengga, Vivop Marti; Kusumaningrum, Arie; Ningsih, Nurna
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12637

Abstract

ABSTRACT Temper tantrums occur in children aged 1-3 years because they cannot express what they want, so they cannot control emotions which frustrate parents. There is an alternative to overcome emotional outbursts and prevent temper tantrums from happening again, namely through finger painting, which is a painting technique using the fingers and palms. The purpose of this study was to determine the effect of finger painting on the frequency of temper tantrums in toddlers in Inderalaya Utara. The research design used in this study was a pre-experiment with a pretest and posttest one group design. The sampling technique was purposive sampling, totaling 17 people with almost balanced sex characteristics and age 30 months. The forms of temper tantrums include: throwing things (4), crying loudly (5), screaming (4), hitting (3) and kick (1). Using the Wilcoxon test, research results show that there was a significant difference between the frequency of temper tantrums before 3.18 ± 1.88 and after finger painting 1.73 ± 1.27 (P value = 0.010, α = 0.05). It can be concluded that there is an effect of finger painting on the frequency of temper tantrums in toddlers in Timbangan Inderalaya Utara village. It is recommended for future research to apply finger painting not only once for treatment and to be carried out intermittently and to use a control group. For the nursing profession it is hoped that it can improve child nursing care that focuses on families by introducing this finger painting, and it is recommended for parents to use finger painting as a technique in dealing with temper tantrum behavior in toddlers. Keywords: Finger Painting, Temper Tantrums, Toddler  ABSTRAK Temper tantrum terjadi pada anak usia 1-3 tahun karena tidak dapat mengungkapkan ekspresi atas apa yang mereka inginkan, sehingga tidak dapat mengontrol emosi yang membuat orang tua frustasi. Terdapat salah satu alternatif untuk mengatasi luapan emosi dan mencegah temper tantrum terjadi kembali yakni melalui finger painting yang merupakan teknik melukis menggunakan jari-jari dan telapak tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh finger painting terhadap frekuensi temper tantrum pada toddler di Inderalaya Utara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan pretest dan posttest one group design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling yang berjumlah 17 toddler dengan karakteristik jenis kelamin yang hampir berimbang dan umur rata-rata 30 bulan. Bentuk temper tantrum melempar barang (4), menangis sekeras-kerasnya (5), menjerit (4), memukul (3) dan menendang (1). Dengan menggunakan uji Wilcoxon, diketahui bahwa terdapat perbedaan bermakna antara frekuensi temper tantrum sebelum 3,18 1,88 dan sesudah finger painting 1,73 1,27 (P value= 0,010, α= 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh finger painting terhadap frekuensi temper tantrum pada toddler di Inderalaya Utara. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan finger painting tidak hanya satu kali perlakuan dan dilakukan secara berselang serta menggunakan kelompok kontrol. Bagi profesi keperawatan diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan anak yang berfokus pada keluarga dengan memperkenalkan finger painting ini, serta disarankan bagi para orang tua untuk menggunakan finger painting sebagai salah satu teknik dalam menghadapi perilaku temper tantrum pada toddler. Kata Kunci: Finger Painting, Temper Tantrum, Toddler