Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan dalam Melayani Tamu Dinner Khristina; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i12.913

Abstract

Studi ini bertujuan agar mengetahui SOP Server Assistant pelayanan tamu di restoran Los Fuegos, Hotel Faena Miami, untuk mengetahui penerapan sop server Assistant dalam melayani tamu Dinner yang digunakan di restoran Los Fuegos, Hotel Faena Miami, untuk mengetahui apa saja kendala yang ditemui saat menjalankan sop pelayanan Server Assistant pada tamu Dinner. Dalam studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada 5 orang yaitu: Restaurant Manager, Restaurant Supervisor, dan tiga orang server. Studi ini menghasilkan jika melalui hasil wawancara SOP yang dipergunakan oleh Restaurant Los Fuegos Hotel Faena Miami mempunyai sop bintang 5 Forbes. Yang dalam penerapannya menekankan pada ramah, senyum dan berusaha mengerti keinginan pelanggan. Bersumber hasil observasi penerapan SOP Pelayanan server assistant pada tamu dinner di Restoran Los Fuegos Hotel Faena Miami, sudah benar dalam penerapannya, meski ada beberapa poin dalam SOP yang tidak dapat dijalankan dengan maksimal karena adanya beberapa alasan tertentu. Wawancara yang dihasilkan jika diketahui terdapat kendala yang ditemui dalam penerapan SOP server assistant saat melayani tamu dinner adalah kurangnya karyawan saat high season, menyebabkan pihak server kewalahan dalam melayani tamu, dan menyebabkan kurang maksimalnya penerapan SOP. This think about points to discover out the SOP Server Collaborator for visitor benefit at the Los Fuegos eatery, Lodging Faena Miami, to discover out the application of the SOP Server Partner in serving Supper visitors utilized at the Los Fuegos eatery, Inn Faena Miami, to discover out what deterrents are experienced when carrying out the soup Server Collaborator benefit to Supper visitors. This think about utilized a subjective graphic strategy, with information collection procedures of perception, documentation, and interviews with 5 individuals, specifically: Eatery Supervisor, Eatery Boss, and three servers. This think about found that through meet comes about the SOP utilized by Eatery Los Fuegos Inn Faena Miami has the Forbes 5 star Travel direct standard. Which in its application emphasizes being neighborly, grinning and attempting to get it client wants. Based on perceptions of the execution of the SOP for server collaborator benefit to supper visitors at the Los Fuegos Eatery at the Faena Miami Inn, its execution is adjust, in spite of the fact that there are a few focuses within the SOP that cannot be executed ideally due to certain reasons. The coming about meet in the event that it is known that there are impediments experienced in implementing server assistant SOPs when serving supper visitors may be a need of workers amid tall season, causing server associates to be overpowered in serving visitors, and causing less than ideal execution of SOPs.
Studi Komparasi Tingkat Hunian Kamar Melalui Travel Agent dan Direct Booking pada Masa New Normal Patrisia, Ni Komang Putri; Febianti; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i1.918

Abstract

Tingkat hunian kamar adalah persentase dari kamar-kamar yang terisi atau disewakan kepada tamu yang dibandingkan dengan jumlah seluruh kamar yang tersedia yang diperhitungkan dalam jangka waktu, misalnya harian, bulanan atau tahunan. Di Anantara Uluwatu Bali Resort tingkat hunian kamar melalui travel agent dan direct booking adalah sumber reservasi dana saluran distribusi utama hotel. Tidak terkecuali pada masa pandemi covid-19 sampai new normal tahun 2020 – 2022, kedua sumber reservasi ini masih menjadi strategi utama hotel dan diharapkan kestabilan peningkatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan signifikan tingkat hunian kamar melalui travel agent dan direct booking pada masa new normal tahun 2020 – 2022. Adapun data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data tingkat hunian kamar melalui travel agent dan direct booking pada periode Januari 2020 sampai Desember 2022 sebanyak 72 sampel data. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data, yaitu uji k independent sampel test (Uji Kruskal Wallis) dan uji two indepensent sample test (Uji Mann Whitney & Kolmogorov Smirnov). Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang nyata (signifikan) antara rata-rata tingkat hunian kamar melalui Travel Agent pada tahun 2020, 2021, dan 2022, tidak terdapat perbedaan yang nyata (signifikan) antara rata-rata tingkat hunian kamar melalui Direct Booking pada tahun 2020, 2021, dan 2022, serta terdapat perbedaan yang nyata (signifikan) antara rata-rata tingkat hunian kamar melalui Travel Agent dan Direct Booking pada tahun 2020 sampai tahun 2022. The room occupancy is the percentage of rooms that are filled or rented to guests compared with the number of available rooms that are taken into account over time, such as daily, monthly or yearly. At Anantara Bali Resort, the room occupancy through travel agent and direct booking is the hotel's main distribution channel. No exception to the covid-19 to new normal 2020-2022, these reservations are still the principal hotel strategy and are expected to improve their growth. The purpose of this study is to find out the significant difference in room occupancy through travel agent and direct booked in the new normal 2020 -2022. As for the data used in this research, the secondary data for room occupancy data through travel agent and direct booking from January 2020 to December 2022 as many as 72 data samples. The study used data analysis techniques, namely the independent k test test (Kruskal Wallis test) and the two independent test samples (Mann Whitney & Kolmogorov Smirnov test). Based on the results of this study, there is no substantial (significant) difference between the average rate of room living through travel agent by 2020, 2021, and 2022, no substantial (significant) difference between the average room occupancy through direct booking in 2020, 2021, and 2022, and there is a significant difference between average room occupancy through travel agent and direct booking from 2020 to 2022.
Analisis Bauran Pemasaran The Café di The Mulia Jayanti, Made Savitri Dwi; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i1.927

Abstract

Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sudah tersohor ke mancanegara. Setiap tahunnya ada banyak wisatawan yang selalu mengunjungi Bali, baik dari dalam negeri (domestik) maupun yang datang dari luar negeri (internasional). Virus covid -19 sangat berpengaruh terhadap kunjungan wiatawan. Banyaknya peraturan yang ada menyebabkan berkurangnya mobilitas wisatawan, hal ini menyebabkan wisatawan tidak bisa berpergian sesuka hati. Dengan banyaknya peraturan yang ada, salah satu restoran yang terletak di Nusa Dua yaitu The Café The Mulia Bali mampu menjaga ekistensinya. Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis-produk, harga, promosi, dan distribusi yang dipadukan untuk menghasilkan respon pasar yang diinginkan pasar sasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran di The Café The Mulia Bali secara umum sudah diterapkan secara baik. Adapun beberapa poin yang perlu ditingkatkan guna memaksimalkan hasil penjualan. Beberapa poin itu yaitu pada price yang beberapa menu dirasa harga yang terlalu tinggi sehingga tidak sesuai dengan produk yang disajikan dan waktu tunggu pesanan tamu terlalu lama. Bali is a tourist destination that has been famous to foreign countries. Every year there are many tourists who always visit Bali, both from within the country (domestic) and those who come from abroad (international). The COVID-19 virus is very influential on tourist visits. The number of existing regulations causes reduced mobility of tourists, this causes tourists to not be able to travel at will. With many existing regulations, one of the restaurants located in Nusa Dua, The Café The Mulia Bali, is able to maintain its extension. Marketing mix is a set of tactical marketing tools—product, price, promotion, and distribution—that come together to generate the desired market response. The purpose of this study is to find out the application of the marketing mix at The Café The Mulia Bali in general has been implemented well. There are several points that need to be improved in order to maximize sales results. Some of those points are at prices that some menus are considered too high prices so that they do not match the products served and the waiting time for guest orders is too long.
Analisis Pengendalian Food Cost Pada Hotel The One Legian Maulana, Aby Sukma; Koerniawaty, Francisca Titing; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i6.1055

Abstract

Dalam industri perhotelan, sumber pendapatan lain selain tarif kamar berasal dari penjualan makanan dan minuman di hotel. Untuk memaksimalkan pendapatan ini, manajemen hotel menerapkan standar food costing. Pengendalian biaya makanan harus dilakukan agar pendapatan bisa melebihi biaya operasional, lebih untung dan tidak rugi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pengendalian biaya makanan saat ini di hotel The ONE Legian dan mengetahui penyebab perbedaan persentase antara biaya makanan aktual dan biaya makanan standar. Metode yang digunakan menggunakan metode campuran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan antara biaya pakan aktual dan biaya pakan standar karena standar yang ditetapkan oleh manajemen tidak diterapkan secara optimal seperti first in first out, standar pengolahan makanan, bahan baku. 2) Pengendalian biaya makanan dan minuman di hotel ONE Legian masih belum berjalan optimal karena masih terdapat ketidaksesuaian antara food cost aktual dengan food cost standar. In the hotel industry, another source of income besides room rates comes from the sale of food and beverages in hotels. To maximize this revenue, hotel management applies food costing standards. Food cost control must be carried out so that revenue can exceed operating costs, more profit and no loss. This study aims to determine the current status of food cost control at The ONE Legian hotel and to find out the causes of the percentage difference between actual food costs and standard food costs. The method used is a mixed method. Data collection is done through interviews, observation and documents. The results showed that: 1) There is a difference between actual feed costs and standard feed costs because the standards set by management are not implemented optimally such as first in first out, food processing standards, raw materials. 2) Control of food and beverage costs at the ONE Legian hotel is still not running optimally because there is still a discrepancy between actual food costs and standard food costs.
STRATEGI INOVATIF DALAM MENGEMBANGKAN WISATA MINAT KHUSUS DI BALI: MENEMUKAN KEUNIKAN BARU DI PULAU DEWATA Putu Herny Susanti; Rahmawati; Febianti; Rizki Amelia
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 4: Nopember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali, sebagai destinasi wisata global, menghadapi tantangan overturisme, degradasi lingkungan, dan kebutuhan diversifikasi produk wisata. Penelitian ini mengidentifikasi pengembangan wisata minat khusus sebagai solusi yang mengedepankan untuk mengatasi tantangan ini. Jenis wisata minat khusus seperti wisata petualangan, ekowisata, wisata spiritual, dan wisata kuliner memiliki potensi besar di Bali. Pendekatan penelitian meliputi analisis literatur, studi kasus, dan survei untuk memahami kebutuhan, tantangan, dan strategi inovatif dalam pengembangan wisata minat khusus di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi dengan komunitas lokal adalah kunci keberhasilan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya tarik dan keberlanjutan wisata minat khusus di Bali.
Effect of Push and Pull Motivation Factors on Domestic Tourist' Decision to Visit Manado City Suprapto, Maria Sucitra Favor; Wirawan, Putu Eka; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i9.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah faktor pendorong dan faktor penarik memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Manado. Faktor pendorong yang dimaksud adalah motivasi dari dalam diri, seperti keinginan untuk beristirahat, mencari pengalaman baru, atau menghilangkan kejenuhan. Sementara itu, faktor penarik mencakup hal-hal yang dimiliki atau disediakan oleh Kota Manado, seperti keindahan alam, kebudayaan, dan fasilitas wisata yang tersedia dan yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang wisatawan domestik yang pernah mengunjungi Kota Manado. Data yang terkumpul dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendorong dan faktor penarik berpengaruh positif signifikan, baik secara partial dan juga simultan, terhadap keputusan berkunjung wisatawan. Meskipun demikian, kontribusi kedua variabel tersebut terhadap keputusan berkunjung hanya sebesar 33,6%, yang mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model yang turut memengaruhi keputusan tersebut. Namun, meskipun faktor pendorong dan juga penarik berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Kota Manado, tetapi kontribusi kedua variabel tersebut masih tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan faktor internal dan eksternal secara seimbang, melalui pengembangan wisata berbasis pengalaman, peningkatan fasilitas, serta strategi harga dan promosi yang tepat sasaran, guna menjadikan Kota Manado sebagai destinasi wisata yang berkesan dan berkelanjutan.   This study aims to determine the influence of push and pull factors influence tourists’ decisions to visit Manado City. Push factors refer to internal motivations, such as the desire to rest, seek new experiences, or escape from daily routines. In contrast, pull factors include various elements provided or offered by Manado City, such as its natural beauty, cultural richness, and available tourism facilities. This study employed a quantitative method, involving the distribution of questionaires to 100 domestic tourists who had previously visited Manado. The collected data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25. The results of the analysis indicate that both push and pull factors have a positive and significant influence—both partially and simultaneously—on tourists’ decisions to visit. However, these two variables only account for 33,6% of the decision to visit, indicating that other factors outside the model also play a role in influencing tourist decisions. However, although both push and pull factors influence tourists’ decisions to visit Manado City, the contribution of these two variables is still relatively low. These findings emphasize the importance of strengthening both internal and external factors in a balanced manner, through the development of experience-based tourism, improvement of facilities, and effective pricing and promotional strategies, in order to position Manado City as a memorable and sustainable tourism destination.
Pengaruh Konten Trendi Media Sosial Tiktok dan E-wom Dalam Keputusan Berkunjung Ke NuArt Sculpture Park Di Bandung Saputra, Nyoman Wibawa; Mahendra, I Wayan Eka; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i11.1124

Abstract

Penelitian memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dampak dari konten trending di media sosial TikTok dan electronic word of mouth, baik secara individual maupun bersamaan, terhadap keputusan wisatawan untuk mengunjungi NuArt Sculpture Park yang terletak di Bandung. Lokasi dari penelitian ini adalah NuArt Sculpture Park. Untuk penelitian ini, sampel yang dipakai terdiri dari 100 responden. Metode analisis data yang dipilih dalam studi ini meliputi Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji t, dan Uji F. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten trending di TikTok memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan untuk berkunjung, electronic word of mouth juga berkontribusi positif yang signifikan terhadap keputusan berkunjung, dan secara keseluruhan, kedua faktor tersebut memberikan dampak yang signifikan pada keputusan kunjungan. Proporsi pengaruh dari konten trending di TikTok dan E-Wom terhadap keputusan berkunjung sebesar 75,6%. Rekomendasi dari peneliti adalah agar NuArt Sculpture Park tetap menyajikan konten di TikTok yang informatif, menarik, dan mudah dimengerti, serta selalu berusaha untuk membuat pengunjung merasa puas, sehingga mereka mau memberikan ulasan atau rekomendasi secara daring di media sosial serta memberikan informasi yang lebih detail pada situs web dan juga media sosial. The goal of research for ascertain combined and individual effects of popular social media content on TikTok and E-WOM on tourists' choice to travel to NuArt Sculpture Park in Bandung. NuArt Sculpture Park served as the location for the study. The study group included 100 participants. The data analysis procedures utilized include the classical assumption test, multiple linear regression analysis, coefficient of determination test, t-test, and F-test. The findings demonstrate that trendy TikTok content and electronic word of mouth both have a considerable impact on travel choices, and that these two factors together account for 75.6% of the impact on travel choices. Given these results, it is suggested that the park produce TikTok videos that are informative, engaging, and simple to comprehend. In addition, the park should constantly work to maintain client satisfaction by asking visitors to submit online comments or suggestions on social media, as well as by posting more thorough information on its website and social media accounts.
Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Menginap di Puri Saraswati Dijiwa Ubud Sudarsana, Cokorda Istri Sri Apriyani; Febianti; Astuti, Ni Luh Gde Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i12.1158

Abstract

Di era digital, industri perhotelan semakin kompetitif, memaksa setiap bisnis untuk datang dengan ide-ide baru untuk menarik pelanggan yang sekarang lebih pemilih dan kritis ketika memilih tempat menginap. Puri Saraswati Dijiwa Ubud adalah sebuah resor di Ubud, Bali, yang menawarkan pengalaman menginap mewah dengan berfokus pada produk-produk berkualitas tinggi dan harga yang murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas produk dan harga mempengaruhi keputusan orang untuk menginap di resor tersebut. Kami menggunakan teknik kuantitatif dengan desain deskriptif dan kausal. Kami memperoleh data kami dari kuesioner online menggunakan Google Form yang diisi oleh 100 orang, dipilih secara purposive sampling. Kami melihat kualitas produk, harga, dan pilihan untuk menginap. Kami menggunakan SPSS versi 30 untuk menganalisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan harga produk memiliki pengaruh besar terhadap pilihan untuk menginap di Puri Saraswati Dijiwa Ubud, baik secara bersamaan maupun sebagian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai t dan F yang signifikansinya kurang dari 5%. Koefisien determinasi (R²) sebesar 46,0% menunjukkan bahwa kedua variabel ini menjelaskan hampir setengah dari perbedaan dalam keputusan untuk tetap tinggal. Setengah lainnya disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak diteliti dalam studi ini. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perusahaan perhotelan untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka dan mengubah strategi penetapan harga mereka agar dapat bersaing di dunia yang perilaku pelanggannya selalu berubah. In the digital age, the hotel industry is becoming more competitive, forcing each business to come up with new ideas to attract customers who are now more picky and critical when choosing a place to stay. Puri Saraswati Dijiwa Ubud is a resort in Ubud, Bali, that offers a luxurious stay experience by focusing on high-quality products and low prices. The goal of this study is to find out how product quality and pricing affect people's decisions to stay at the resort. We used a quantitative technique with a descriptive and causal design. We got our data from an online questionnaire using Google Form that 100 people filled out, chosen by purposive sampling. We looked at product quality, pricing, and the choice to stay. We used SPSS version 30 to analyze the data using multiple linear regression. The results show that both the quality and price of the product have a big effect on the choice to stay at Puri Saraswati Dijiwa Ubud, both at the same time and in part, as shown by t and F values that are less than 5% significant. The coefficient of determination (R²) of 46.0% shows that these two variables explain almost half of the difference in the decision to stay. The other half is due to outside factors that this study did not look at. These results show how important it is for hospitality firms to keep improving the quality of their products and changing their pricing strategies to be competitive in a world where customer behavior is always changing.
Green Tourism: A Strategy for Realizing an Environmentally-Based Wonderful Indonesia Firman Sinaga; Komang Shanty Muni Parwati; Febianti; Komang Trigita Juliastari; Firlie Lanovia Amir
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1518

Abstract

The tourism sector is a fundamental pillar of Indonesia's national economy, contributing crucially to Gross Domestic Product (GDP) growth and job creation. However, amidst the acceleration of tourist arrivals, a serious threat emerges in the form of ecosystem degradation that could erode the identity of "Wonderful Indonesia." This study aims to analyze the implementation strategy of Green Tourism as a vital instrument in realizing sustainable, environmentally-based tourism in Indonesia. Using descriptive qualitative methods and policy analysis, this study explores the synergy between government regulations, the readiness of environmentally friendly infrastructure, and local community involvement in preserving natural assets. The study results indicate that the transition to green tourism is no longer merely an ethical option but a strategic necessity to maintain Indonesia's global competitiveness in the eyes of international tourists who are now highly aware of sustainability issues. Green tourism strategies have proven effective in mitigating the destructive impacts of mass tourism while creating long-term economic value through biodiversity preservation and strengthening local culture. This study recommends stricter integration of green certification policies at the regional level and the use of digital technology to monitor environmental carrying capacity in priority destinations.