Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

IMPLEMENTASI UJI KOMPETENSI PUSTAKAWAN PADA JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI JAWA TENGAH Lestari, Putri Indah; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.275 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Implementasi uji kompetensi pustakawan pada jabatan fungisonal pustakawan danangka kreditnya di dinas kearsipan dan perpustakaan Provinsi Jawa Tengah”. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui bagaimana implementasi dan dampak uji kompetensi pustakawan di dinas kearsipandan perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus.Informan dalam penelitian ini adalah pustakawan dinas kearsipan dan perpustakaan wilayah jawa tengahsesuai dengan kriteria informan kualitatif, analisis data menggunakan reduksi data. Hasil penelitianmenunjukan bahwa pustakawan wajib melaksanakan uji kompetensi pustakawan.Sebab syarat mutlakuntuk pengajuan kenaikan jenjang jabatan fungsional yang sudah ditentukan oleh Perpustakaan NasionalRepublik Indonesia, yang disertai dengan daftar usul penetapan angka kredit dan persyaratan lainnyayang menunjang kenaikan jabatan. Penerapan uji kompetensi berpengaruh pada kegiatan ataupun tugaspustakawan untuk lebih bisa melaksanakan kegiatan yang sudah tertulis pada buku Peraturan MenteriPendayagunaan tentang petunjuk teknis pustakawan No. 14 tahun 2015 dan jabatan fungsionalpustakawan.
ANALISIS BENTUK PERSONAL BRANDING PUSTAKAWAN MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus Pada Akun Media Sosial Pustakawan di Kota Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta) Inami, Dwi Ferra Lisia; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.866 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk personal branding pustakawan melalui media sosialserta apa tujuan pustakawan melakukan upaya personal branding di media sosial. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif kualitatif dengan rancangan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode purposivesampling digunakan untuk memperoleh informan dalam penelitian ini dengan mengambil enam informan yangterlibat langsung. Hasil penelitian dari bentuk personal branding pustakawan melalui media sosial ditemukan bahwaterdapat informan yang memiliki spesialisasi dibidang pustakawan ilmuwan, terdapat informan dengan spesialisasidibidang SLiMS, terdapat informan dengan spesialisasi sebagai konsultan perpustakaan, terdapat pula informanyang memiliki spesialisasi dibidang kepenulisan (writer librarian), serta terdapat pula informan dengan spesialisasidalam pengembangan TI di perpustakaan. Tujuan pustakawan dalam membangun personal branding berbeda darisatu pustakawan dengan pustakawan lain, diantaranya untuk berbagi informasi, komunikasi,dokumentasi,pembentukan citra, eksistensi diri, sarana personal branding, serta penyalur aspirasi.
Indigenous Knowledge of Javanese in the Radya Pustaka Museum Collections Nurislaminingsih, Rizki; Heriyanto, Heriyanto; Bakry, Gema Nusantara; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 10, No 1 (2024): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v10i1.63940

Abstract

Radya Pustaka Museum is a museum that represents Javanese culture. The collections in the museum are proof of the indigenous knowledge of the people in making cultural products. This research aims to identify Javanese indigenous knowledge based on the Radya Pustaka Museum collections. Therefore, qualitative research was used with a museum study approach to identify types of indigenous knowledge based on various museum collections. The results of the research show that indigenous knowledge represented in the collection at the Radya Pustaka Museum is how to make Javanese men's headgear (blangkon), turn tree bark into paper (daluang), use palm leaves (lontar) as a writing medium, cast copper for writing media, turn metal into various weapons, making puppets (from animal skin and wood), creating traditional orchestral musical instruments (gamelan), mastering Javanese astrology (pawukon), turning a hill into a burial complex, assembling a traditional cruise ship, understanding the health benefits from coconut water, and making natural paint, natural dyes, and glue. This research found that the indigenous knowledge behind gamelan is not only about how to make musical instruments and how to create notes, but there is also knowledge about mental health. Music produced from gamelan can calm the mind, facilitate concentration, and increase enthusiasm for living life. Another finding is that there is ethnomathematics implicit in the Imogiri burial complex. The results of this research can be a reference source for further research on local knowledge management in information institutions, especially museums, so that employees can service the knowledge behind the collections.
Unveiling Indigenous Health Knowledge through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek Nurislaminingsih, Rizki; Rochwulaningsih, Yety
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmsni.v7i2.22698

Abstract

Indonesia's territory, which consists of land and sea, is a positive side that supports aspects of public health. The sea can be used as a vacation spot (mental health) while the land can be used to plant herbal plants (body health). Community knowledge about these health benefits is shared in folklore activities, in the form of folk songs. People create songs to store and share knowledge about health. The folk songs are Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, and Kodok Ngorek. This study aims to explore indigenous knowledge in those folk songs. The results showed that the knowledge contained in folk songs was mental health (the importance of picnics at the sea, playing and joking with friends), body health (taking naps), and the names of ingredients for making jamu (traditional health drinks). The conclusion is that the indigenous knowledge contained in folk songs is mental health, body health, and herbs for making traditional health drinks. The findings in this study is that cassava leaves and sweet potato leaves have potential as natural skincare ingredients.
PERAN KODE ETIK PUSTAKAWAN DALAM PERLINDUNGAN PRIVASI BAGI PENCARI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DESA WINDURAJA KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS Nurpalah, Zahra; Sinaga, Dian; Nurislaminingsih, Rizki
Information Science and Library Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v4i2.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lagi lebih dalam bagaimana peranan kode etik pustakawan khusunya pada perlindungan privasi di Perpustakaan Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Kode Etik Pustakawan pada Perpustakaan Desa Winduraja sudah diterapkan secara baik sikap dasar pustakawan dalam hal hubungan dengan pengguna, hubungan antar pustakawan, dan hubungan dengan masyarakat. walau masih ada sebagian kewajiban yang belum di implementasikan secara maksimal. Usaha yang dilakukan pustakawan Perpustakaan Desa Winduraja rangka melaksanakan kode etik adalah berupaya bekerja dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pengguna dari semua kalangan masyarakat disekitarnya. 
Pengetahuan Lokal dan Museum: Analisis Tematik di Google Scholar Nurislaminingsih, Rizki; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.325-336

Abstract

Kearifan lokal merupakan produk intangible yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Meski tidak berwujud, kearifan lokal lekat dengan produk budaya yang diciptakan oleh warga setempat. Produk budaya ini umumnya disimpan di museum. Dengan demikian, hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dapat dilihat. Kompleksitas hubungan telah mendorong peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang literatur yang membahas hubungan di antaranya. Berdasarkan pengalaman penulis, jumlah karya ilmiah dengan tema ini masih sulit didapatkan karena sebagian besar artikel dengan tema ini berada di jurnal internasional berbayar. Namun, akses gratis ke artikel dapat dilakukan di Google Scholar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dan siapa peneliti yang telah menulis artikel tentang tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui hubungan antara konsep pengetahuan lokal dengan museum dan siapa penulisnya. Kami memilih kata kunci "museum local knowledge". Penggunaan kata kunci dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dan museum berkaitan dengan bagaimana memanfaatkan pengetahuan lokal dalam mengelola museum, baik dari segi pengelolaan koleksi maupun layanan informasi. Tema penelitian ini dilakukan oleh Nurislaminingsih et al. (2019) dan Yolla (2019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah koleksi yang mewakili etnis tertentu ditampilkan sesuai dengan pengetahuan masyarakat pembuatnya. Pengetahuan lokal di balik koleksi tersebut kemudian digunakan oleh pemandu wisata museum untuk memberikan informasi kepada para pengunjung.
Javanese Indigenous Knowledge in The Collections of Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum Nurislaminingsih, Rizki; Bakry, Gema Nusantara; Ganggi, Roro Isyawati Permata; Christiani, Lidya
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.2.285-302

Abstract

Kasunanan Surakarta is one of the kingdoms in Java that has inherited various cultural products. The proof is the collection stored in the Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum. These cultural product objects are proof of the existence of indigenous Javanese ancestral knowledge. Therefore, this research aims to identify local knowledge based on museum collections. The results of this research show that Javanese people have the knowledge to weave bamboo into geometrically shaped containers and the health benefits of traditional cooking utensils. They can also make traditional machines (lesung, lumpang, and alu) for making flour, breaking seed shells, and grinding spices. Other skills include making traditional communication tools (lumpang, gamelan, and bells), traditional games (to train children in learning to master emotional intelligence, strategies for getting things and investing), traditional sports (for learning about war and choosing soldiers), and blacksmith (keris and spear). They are also experts in making fermented foods, potions for skin and hair beauty (ratus), and oral health (kinang). They also master the field of performing arts with the musical instruments rebab, dance and wayang (suket and klithik). The conclusion is that the Javanese people have local knowledge in the fields of handicrafts, post-harvest agricultural equipment, communication tools, games, sports, blacksmithing, fermented foods, beauty, dental and oral health, and performing arts.
Information network on Twitter regarding early warning of mount Semeru eruption Bakry, Gema Nusantara; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 11, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v11i2.50537

Abstract

Background: Indonesia is a country that is highly susceptible to volcanic disasters. One potential measure the community can take is to utilize social media platforms to participate in disaster mitigation efforts. The hashtag #Semeru exemplifies the utilization of social media in disseminating information regarding volcanic disasters. It became a trending topic on Twitter regarding the information on the eruption of Mount Semeru at the end of 2021. Purpose: The primary objective of this research is to examine the operational mechanisms of the Mount Semeru eruption early warning system on Twitter. Furthermore, the objective is to determine the key actors responsible for disseminating early warning information on Twitter. Methods: This study employed the Social Network Analysis (SNA) method. Results: The findings show that the network distribution pattern of the Semeru eruption early warning system has a radial communication network pattern with indicators of low network density levels. The actors @fiersabesari, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @jawafess, and @insiderpaper have a proximity centrality value of 0 due to their lack of acquaintance. On the other hand, two actors possess a closeness centrality value: @melodiysore with a value of 0.8 and @daryonoBMKG with a value of 0.2. This study highlighted that the actors involved in disaster management and mitigation had a level of popularity that ranked outside the top 10. Conclusions: The information network system for the early warning of the Mount Semeru eruption on Twitter forms a network distribution with a radial communication pattern that is concentrated at one point and acts as a key actor. Eight key actors play a role in disseminating early warning messages, specifically @fiersabesari, @daryonoBMKG, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @theinsiderpaper, @melodiysore, and @jawafess (community). Implications: This study demonstrates the benefits of using Twitter as a timely indicator for disasters, notably the eruption of Mount Semeru. It can effectively engage the community and government in disseminating early-warning information about volcanic eruptions.
Korean Indigenous Knowledge of Health in Korean Drama Jewel in The Palace Nurislaminingsih, Rizki; Rizal, Edwin; Laksono, Arido
HUMANIKA Vol 31, No 2 (2024): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v31i2.67692

Abstract

Korea is famous for the creative industry such as drama which set in modern times and the kingdom era (saeguk). In the saeguk drama, Korean Indigenous knowledge is also shown. It represents their traditional life, such as livelihoods, how to make tools, survive in four seasons, how to farm or garden, and also about health. One of the saeguk with the theme of Indigenous knowledge is Jewell in the Palace, with the background of the lives of physicians and healers in the Joseon era. This study aims to identify the health themes in the drama text. Therefore, we use qualitative content analysis. The results of the study show that in Jewell in the Palace, there are twelve main themes about health: the relationship between body changes and health, herbs, flowers, acupuncture, healthy drinks, environmental influence on health, benefits of plants for health, spices, fruits, benefits of animals for human health, healthy tips, and natural ingredients for skincare. The conclusion is that the Korean drama Jewell in the Palace has main themes and sub-themes about health based on their characteristics, types of plants, names of animals, and the benefits. The results of this study can be a source of reference for further research from several disciplines: cultural science (cultural and media studies), health (traditional medicine), education (the effectiveness of drama as a source of learning about Indigenous knowledge), and research studies to analyze the use of entertainment media (films, movies, comedy series, and dramas) as sources of research data.
Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda dalam Koleksi di Museum Sri Baduga Nurislaminingsih, Rizki; Erwina, Wina; Rohman, Asep Saeful
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.26426

Abstract

Artefak di Museum Sri Baduga menyimpan keragaman pengetahuan lokal tentang budaya Sunda. Hal ini menjadi penting untuk dikaji sebab masyarakat di tanah Pasundan memiliki kearifan yang agung sebagai identitas kesukuan selama ratusan hingga ribuan tahun lamanya. Meski masyarakat terus mengalami pergantian generasi, keluhuran tersebut masih dapat digali melalui benda-benda peninggalan mereka, salah satunya melalui museum bentukkan pemerintah Jawa-Barat, yakni Museum Sri Baduga. Dengan demikian aneka jenis koleksi menjadi bukti fisik akan pengetahuan yang dikuasai masyarakat di penjuru Jawa-Barat. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pengetahuan lokal Sunda yang terdapat dalam koleksi di Museum Sri Baduga, oleh sebab itu digunakan penelitian kualitatif dengan strategi naratif serta metode pengumpulan data melalui interpretasi dokumen kebudayaan di museum tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terbagi dalam kemampuan membuat kain tradisional, mata pencaharian, tata kota, alat penerangan, kerajinan tangan, industri kecil pande besi, penanggalan, kesenian, permainan anak-anak, serta bahasa dan aksara. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi bagi siapa saja yang memiliki minat utuk meneliti tentang pengetahuan lokal, khususnya di tatar Sunda. Pengelompokkan pengetahuan ini memudahkan pembaca dalam memilah pengetahuan apa saja yang dikuasai masyarakat Sunda sehingga bisa menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya atau penelitian sejenis yang lebih mendalam.