Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERAN KODE ETIK PUSTAKAWAN DALAM PERLINDUNGAN PRIVASI BAGI PENCARI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DESA WINDURAJA KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS Nurpalah, Zahra; Sinaga, Dian; Nurislaminingsih, Rizki
Information Science and Library Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v4i2.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lagi lebih dalam bagaimana peranan kode etik pustakawan khusunya pada perlindungan privasi di Perpustakaan Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Kode Etik Pustakawan pada Perpustakaan Desa Winduraja sudah diterapkan secara baik sikap dasar pustakawan dalam hal hubungan dengan pengguna, hubungan antar pustakawan, dan hubungan dengan masyarakat. walau masih ada sebagian kewajiban yang belum di implementasikan secara maksimal. Usaha yang dilakukan pustakawan Perpustakaan Desa Winduraja rangka melaksanakan kode etik adalah berupaya bekerja dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pengguna dari semua kalangan masyarakat disekitarnya. 
Pengetahuan Lokal dan Museum: Analisis Tematik di Google Scholar Nurislaminingsih, Rizki; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.325-336

Abstract

Kearifan lokal merupakan produk intangible yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Meski tidak berwujud, kearifan lokal lekat dengan produk budaya yang diciptakan oleh warga setempat. Produk budaya ini umumnya disimpan di museum. Dengan demikian, hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dapat dilihat. Kompleksitas hubungan telah mendorong peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang literatur yang membahas hubungan di antaranya. Berdasarkan pengalaman penulis, jumlah karya ilmiah dengan tema ini masih sulit didapatkan karena sebagian besar artikel dengan tema ini berada di jurnal internasional berbayar. Namun, akses gratis ke artikel dapat dilakukan di Google Scholar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dan siapa peneliti yang telah menulis artikel tentang tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui hubungan antara konsep pengetahuan lokal dengan museum dan siapa penulisnya. Kami memilih kata kunci "museum local knowledge". Penggunaan kata kunci dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dan museum berkaitan dengan bagaimana memanfaatkan pengetahuan lokal dalam mengelola museum, baik dari segi pengelolaan koleksi maupun layanan informasi. Tema penelitian ini dilakukan oleh Nurislaminingsih et al. (2019) dan Yolla (2019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah koleksi yang mewakili etnis tertentu ditampilkan sesuai dengan pengetahuan masyarakat pembuatnya. Pengetahuan lokal di balik koleksi tersebut kemudian digunakan oleh pemandu wisata museum untuk memberikan informasi kepada para pengunjung.
Javanese Indigenous Knowledge in The Collections of Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum Nurislaminingsih, Rizki; Bakry, Gema Nusantara; Ganggi, Roro Isyawati Permata; Christiani, Lidya
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.2.285-302

Abstract

Kasunanan Surakarta is one of the kingdoms in Java that has inherited various cultural products. The proof is the collection stored in the Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum. These cultural product objects are proof of the existence of indigenous Javanese ancestral knowledge. Therefore, this research aims to identify local knowledge based on museum collections. The results of this research show that Javanese people have the knowledge to weave bamboo into geometrically shaped containers and the health benefits of traditional cooking utensils. They can also make traditional machines (lesung, lumpang, and alu) for making flour, breaking seed shells, and grinding spices. Other skills include making traditional communication tools (lumpang, gamelan, and bells), traditional games (to train children in learning to master emotional intelligence, strategies for getting things and investing), traditional sports (for learning about war and choosing soldiers), and blacksmith (keris and spear). They are also experts in making fermented foods, potions for skin and hair beauty (ratus), and oral health (kinang). They also master the field of performing arts with the musical instruments rebab, dance and wayang (suket and klithik). The conclusion is that the Javanese people have local knowledge in the fields of handicrafts, post-harvest agricultural equipment, communication tools, games, sports, blacksmithing, fermented foods, beauty, dental and oral health, and performing arts.
Information network on Twitter regarding early warning of mount Semeru eruption Bakry, Gema Nusantara; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 11, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v11i2.50537

Abstract

Background: Indonesia is a country that is highly susceptible to volcanic disasters. One potential measure the community can take is to utilize social media platforms to participate in disaster mitigation efforts. The hashtag #Semeru exemplifies the utilization of social media in disseminating information regarding volcanic disasters. It became a trending topic on Twitter regarding the information on the eruption of Mount Semeru at the end of 2021. Purpose: The primary objective of this research is to examine the operational mechanisms of the Mount Semeru eruption early warning system on Twitter. Furthermore, the objective is to determine the key actors responsible for disseminating early warning information on Twitter. Methods: This study employed the Social Network Analysis (SNA) method. Results: The findings show that the network distribution pattern of the Semeru eruption early warning system has a radial communication network pattern with indicators of low network density levels. The actors @fiersabesari, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @jawafess, and @insiderpaper have a proximity centrality value of 0 due to their lack of acquaintance. On the other hand, two actors possess a closeness centrality value: @melodiysore with a value of 0.8 and @daryonoBMKG with a value of 0.2. This study highlighted that the actors involved in disaster management and mitigation had a level of popularity that ranked outside the top 10. Conclusions: The information network system for the early warning of the Mount Semeru eruption on Twitter forms a network distribution with a radial communication pattern that is concentrated at one point and acts as a key actor. Eight key actors play a role in disseminating early warning messages, specifically @fiersabesari, @daryonoBMKG, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @theinsiderpaper, @melodiysore, and @jawafess (community). Implications: This study demonstrates the benefits of using Twitter as a timely indicator for disasters, notably the eruption of Mount Semeru. It can effectively engage the community and government in disseminating early-warning information about volcanic eruptions.
Korean Indigenous Knowledge of Health in Korean Drama Jewel in The Palace Nurislaminingsih, Rizki; Rizal, Edwin; Laksono, Arido
HUMANIKA Vol 31, No 2 (2024): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v31i2.67692

Abstract

Korea is famous for the creative industry such as drama which set in modern times and the kingdom era (saeguk). In the saeguk drama, Korean Indigenous knowledge is also shown. It represents their traditional life, such as livelihoods, how to make tools, survive in four seasons, how to farm or garden, and also about health. One of the saeguk with the theme of Indigenous knowledge is Jewell in the Palace, with the background of the lives of physicians and healers in the Joseon era. This study aims to identify the health themes in the drama text. Therefore, we use qualitative content analysis. The results of the study show that in Jewell in the Palace, there are twelve main themes about health: the relationship between body changes and health, herbs, flowers, acupuncture, healthy drinks, environmental influence on health, benefits of plants for health, spices, fruits, benefits of animals for human health, healthy tips, and natural ingredients for skincare. The conclusion is that the Korean drama Jewell in the Palace has main themes and sub-themes about health based on their characteristics, types of plants, names of animals, and the benefits. The results of this study can be a source of reference for further research from several disciplines: cultural science (cultural and media studies), health (traditional medicine), education (the effectiveness of drama as a source of learning about Indigenous knowledge), and research studies to analyze the use of entertainment media (films, movies, comedy series, and dramas) as sources of research data.
Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda dalam Koleksi di Museum Sri Baduga Nurislaminingsih, Rizki; Erwina, Wina; Rohman, Asep Saeful
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.26426

Abstract

Artefak di Museum Sri Baduga menyimpan keragaman pengetahuan lokal tentang budaya Sunda. Hal ini menjadi penting untuk dikaji sebab masyarakat di tanah Pasundan memiliki kearifan yang agung sebagai identitas kesukuan selama ratusan hingga ribuan tahun lamanya. Meski masyarakat terus mengalami pergantian generasi, keluhuran tersebut masih dapat digali melalui benda-benda peninggalan mereka, salah satunya melalui museum bentukkan pemerintah Jawa-Barat, yakni Museum Sri Baduga. Dengan demikian aneka jenis koleksi menjadi bukti fisik akan pengetahuan yang dikuasai masyarakat di penjuru Jawa-Barat. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pengetahuan lokal Sunda yang terdapat dalam koleksi di Museum Sri Baduga, oleh sebab itu digunakan penelitian kualitatif dengan strategi naratif serta metode pengumpulan data melalui interpretasi dokumen kebudayaan di museum tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terbagi dalam kemampuan membuat kain tradisional, mata pencaharian, tata kota, alat penerangan, kerajinan tangan, industri kecil pande besi, penanggalan, kesenian, permainan anak-anak, serta bahasa dan aksara. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi bagi siapa saja yang memiliki minat utuk meneliti tentang pengetahuan lokal, khususnya di tatar Sunda. Pengelompokkan pengetahuan ini memudahkan pembaca dalam memilah pengetahuan apa saja yang dikuasai masyarakat Sunda sehingga bisa menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya atau penelitian sejenis yang lebih mendalam.
Persepsi Pemustaka Berdasarkan Stratifikasi Sosial Pendidikan Terhadap Fungsi Perpustakaan Sebagai Tempat Penyimpanan Hasil Karya Manusia Nurislaminingsih, Rizki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.864 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13478

Abstract

Gambaran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku merupakan stigma yang sulit untuk dihilangkan hingga saat ini. Kecanggihan perangkat teknologi dan internet yang ada di perpustakaan belum juga mampu mengikis paradigma perpustakaan sebagai gudang buku. Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu contoh perpustakaan yang tidak memiliki kesan kaku. Bangunan perpustakaan yang mirip sebuah rumah, layanan internet dan koleksi audio visual membuat perpustakaan tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berbeda latar belakang pendidikan. Perbedaan stratifikasi sosial pendidikan pemustaka menimbulkan beragam persepsi tentang fungsi perpustakaan sebagai tempat penyimpanan hasil karya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap fungsi penyimpanan di perpustakaan, yakni sebagai tempat penyimpanan buku dan koleksi digital. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif digunakan dalam penelitian ini guna menggali persepsi pemustaka secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan perpustakaan dipersepsikan sebagai gudang buku dan gudang pengetahuan. Informan menjelaskan hasil karya manusia yang tersimpan di perpustakaan berupa buku pelajaran, buku cerita, peta, buku fiksi, jurnal, surat kabar, majalah, koleksi referensi, hasil penelitian, bacaan umum dan bacaan untuk anak-anak. Perpustakaan juga dipersepsikan sebagai tempat penyimpanan hasil karya seseorang (buku dan pengetahuan) dalam bentuk digital yang kemudian dilayankan secara online.
Pemetaan Pengetahuan Eksplisit Tentang COVID-19 pada Website Perpustakaan Nurislaminingsih, Rizki; Sukaesih, Sukaesih
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i2.32335

Abstract

Kewajiban utama perpustakaan adalah menyebarkan pengetahuan. Melihat dampak besar yang ditimbulkan COVID-19 pada kesehatan maupun sosial, maka sudah selayaknya perpustakaan secara rutin memberikan pengetahuan tentang pencegahan, aktivitas yang tepat saat lockdown, cara menghindari stress, atau pengumuman penting lainnya tentang perkembangan virus Corona. Website dapat menjadi jembatan penghubung antara perpustakaan dengan kebutuhan pengetahuan masyarakat. Website merupakan representasi dari sebuah perpustakaan yang bersifat maya sebagai penyimpan sekaligus penyebar pengetahuan tentang COVID-19 yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan pengetahuan eksplisit tentang COVID-19 pada website perpustakaan melalui analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 perpustakaan yang membagikan pengetahuan tentang COVID-19 melalui website yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Banten, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Perpusatakaan Badan Standardisasi Nasional dan Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Website tersebut mengunggah tema literasi, tips dan trik hidup sehat selama wabah, menikmati waktu, kesehatan psikis, efek COVID-19, tips bepergian, tips bekerja di kantor, informasi kesehatan, serta karakter, penularan dan pencegahan COVID-19. Kesimpulan penelitian ini adalah website dari 4 perpustakaan yang menjadi sampel pada penelitian ini mengunggah pengetahuan tentang COVID-19 dengan berbagai tema seperti literasi corona, kiat hidup sehat fisik dan psikis selama masa pandemi, tips beraktivitas di dalam dan luar rumah yang aman, hingga informasi tentang penularan dan pencegahan virus Corona.
Pengetahuan Lokal Kesehatan dalam Narasi Prosa Rakyat Indonesia Nurislaminingsih, Rizki; Perdana, Fitri; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 4 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.4.497-508

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah budaya, termasuk dari berbagai etnis di Indonesia. Namun demikian, sebagian masyarakat masih menganggap dongeng sebagai sarana hiburan untuk anak-anak sehingga kurang memahami bahwa sesungguhnya dalam cerita rakyat terdapat ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sisi ilmiah dari dongeng, yakni memunculkan pengetahuan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Indonesia mengandung pengetahuan lokal. Kemuning tentang bahan membuat skincare. Si Pitung mengaitkan silat sebagai bagian dari olah raga. Hantu Laut Datuk Jerampang perihal hewan laut beracun dan berbisa sedangkan Bawang Putih Bawang Merah tentang hewan darat yang mematikan. Kebo Iwa tentang faktor eksternal penyebab gangguan pernafasan. Batu Kuwung dan Lutung Kasarung memberi contoh sumber mata air penyembuh penyakit kulit. Putri Tandampalik tentang air lir hewan untuk penyembuhan kulit. Karang Bolong menjelaskan bahan makanan nutrisi mikro sedangkan Dewi Sri tentang sumber karbohidrat. Rusa dan Kulomang mengenai efek buruk olahraga berlebihan. Reog Ponorogo menjelaskan hubungan gatal dengan kemampuan konsentrasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah narasi prosa rakyat berupa dongeng ataupun legenda menyimpan pengetahuan lokal tentang kesehatan kulit, organ dalam, gerak tubuh, sumber makanan, dan psikis. Penelitian ini dapat menjadi sumber masukan bagi penggiat dongeng agar juga menceritakan unsur pengetahuan lokal yang terkandung didalamnya. Dengan demikian maka anak-anak pendengar dongeng tidak hanya merasa terhibur namun juga mendapat tambahan pengetahuan ilmiah.
Literasi Lingkungan Bagi Masyarakat Di Sekitar Waduk Jatigede Nurislaminingsih, Rizki; Kurniasih, Nuning; Rodiah, Saleha
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kadujaya merupakan wilayah yang dekat dengan bendungan Jatigede. Masyarakat yang tinggal didaerah tersebut perlu meningkatkan literasi lingkungan guna pemanfaatan yang optimal sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini kami tujukan untuk meningkatkan literasi masyarakat Desa Kadujaya agar dapat mengenali lingkungan, memanfaatkan dengan lebih baik, sekaligus menjaganya agar tidak tercemar. Diskusi ringan akan memantik mereka untuk mengenali karakteristik lingkungan alam dan dampaknya bagi sosial. Pengetahuan mereka tersebut dapat ditingkatkan dengan belajar mandiri melalui buku-buku yang telah kami berikan. Dengan demikian Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat berguna sebagai trigger mereka untuk menerapkan long life learning. Kata kunci: literasi lingkungan, Kadujaya, Waduk Jatigede