Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Unveiling Indigenous Health Knowledge through Folk Songs: Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, Kodok Ngorek Nurislaminingsih, Rizki; Rochwulaningsih, Yety
Journal of Maritime Studies and National Integration Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmsni.v7i2.22698

Abstract

Indonesia's territory, which consists of land and sea, is a positive side that supports aspects of public health. The sea can be used as a vacation spot (mental health) while the land can be used to plant herbal plants (body health). Community knowledge about these health benefits is shared in folklore activities, in the form of folk songs. People create songs to store and share knowledge about health. The folk songs are Prau Layar, Padhang Wulan, Suwe Ora Jamu, and Kodok Ngorek. This study aims to explore indigenous knowledge in those folk songs. The results showed that the knowledge contained in folk songs was mental health (the importance of picnics at the sea, playing and joking with friends), body health (taking naps), and the names of ingredients for making jamu (traditional health drinks). The conclusion is that the indigenous knowledge contained in folk songs is mental health, body health, and herbs for making traditional health drinks. The findings in this study is that cassava leaves and sweet potato leaves have potential as natural skincare ingredients.
PERAN KODE ETIK PUSTAKAWAN DALAM PERLINDUNGAN PRIVASI BAGI PENCARI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DESA WINDURAJA KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS Nurpalah, Zahra; Sinaga, Dian; Nurislaminingsih, Rizki
Information Science and Library Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jisl.v4i2.7252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lagi lebih dalam bagaimana peranan kode etik pustakawan khusunya pada perlindungan privasi di Perpustakaan Desa Winduraja Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Kode Etik Pustakawan pada Perpustakaan Desa Winduraja sudah diterapkan secara baik sikap dasar pustakawan dalam hal hubungan dengan pengguna, hubungan antar pustakawan, dan hubungan dengan masyarakat. walau masih ada sebagian kewajiban yang belum di implementasikan secara maksimal. Usaha yang dilakukan pustakawan Perpustakaan Desa Winduraja rangka melaksanakan kode etik adalah berupaya bekerja dengan sebaik-baiknya dan memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pengguna dari semua kalangan masyarakat disekitarnya. 
Pengetahuan Lokal dan Museum: Analisis Tematik di Google Scholar Nurislaminingsih, Rizki; Ganggi, Roro Isyawati Permata
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.325-336

Abstract

Kearifan lokal merupakan produk intangible yang lahir dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Meski tidak berwujud, kearifan lokal lekat dengan produk budaya yang diciptakan oleh warga setempat. Produk budaya ini umumnya disimpan di museum. Dengan demikian, hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dapat dilihat. Kompleksitas hubungan telah mendorong peneliti untuk mempelajari lebih lanjut tentang literatur yang membahas hubungan di antaranya. Berdasarkan pengalaman penulis, jumlah karya ilmiah dengan tema ini masih sulit didapatkan karena sebagian besar artikel dengan tema ini berada di jurnal internasional berbayar. Namun, akses gratis ke artikel dapat dilakukan di Google Scholar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan lokal dan museum dan siapa peneliti yang telah menulis artikel tentang tema ini. Penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis tematik dengan aplikasi VosViewer digunakan untuk mengetahui hubungan antara konsep pengetahuan lokal dengan museum dan siapa penulisnya. Kami memilih kata kunci "museum local knowledge". Penggunaan kata kunci dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk memetakan hasil penelitian dari penulis dalam negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dan museum berkaitan dengan bagaimana memanfaatkan pengetahuan lokal dalam mengelola museum, baik dari segi pengelolaan koleksi maupun layanan informasi. Tema penelitian ini dilakukan oleh Nurislaminingsih et al. (2019) dan Yolla (2019). Kesimpulan dari penelitian ini adalah koleksi yang mewakili etnis tertentu ditampilkan sesuai dengan pengetahuan masyarakat pembuatnya. Pengetahuan lokal di balik koleksi tersebut kemudian digunakan oleh pemandu wisata museum untuk memberikan informasi kepada para pengunjung.
Javanese Indigenous Knowledge in The Collections of Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum Nurislaminingsih, Rizki; Bakry, Gema Nusantara; Ganggi, Roro Isyawati Permata; Christiani, Lidya
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.2.285-302

Abstract

Kasunanan Surakarta is one of the kingdoms in Java that has inherited various cultural products. The proof is the collection stored in the Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Museum. These cultural product objects are proof of the existence of indigenous Javanese ancestral knowledge. Therefore, this research aims to identify local knowledge based on museum collections. The results of this research show that Javanese people have the knowledge to weave bamboo into geometrically shaped containers and the health benefits of traditional cooking utensils. They can also make traditional machines (lesung, lumpang, and alu) for making flour, breaking seed shells, and grinding spices. Other skills include making traditional communication tools (lumpang, gamelan, and bells), traditional games (to train children in learning to master emotional intelligence, strategies for getting things and investing), traditional sports (for learning about war and choosing soldiers), and blacksmith (keris and spear). They are also experts in making fermented foods, potions for skin and hair beauty (ratus), and oral health (kinang). They also master the field of performing arts with the musical instruments rebab, dance and wayang (suket and klithik). The conclusion is that the Javanese people have local knowledge in the fields of handicrafts, post-harvest agricultural equipment, communication tools, games, sports, blacksmithing, fermented foods, beauty, dental and oral health, and performing arts.
Information network on Twitter regarding early warning of mount Semeru eruption Bakry, Gema Nusantara; Nurislaminingsih, Rizki
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 11, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v11i2.50537

Abstract

Background: Indonesia is a country that is highly susceptible to volcanic disasters. One potential measure the community can take is to utilize social media platforms to participate in disaster mitigation efforts. The hashtag #Semeru exemplifies the utilization of social media in disseminating information regarding volcanic disasters. It became a trending topic on Twitter regarding the information on the eruption of Mount Semeru at the end of 2021. Purpose: The primary objective of this research is to examine the operational mechanisms of the Mount Semeru eruption early warning system on Twitter. Furthermore, the objective is to determine the key actors responsible for disseminating early warning information on Twitter. Methods: This study employed the Social Network Analysis (SNA) method. Results: The findings show that the network distribution pattern of the Semeru eruption early warning system has a radial communication network pattern with indicators of low network density levels. The actors @fiersabesari, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @jawafess, and @insiderpaper have a proximity centrality value of 0 due to their lack of acquaintance. On the other hand, two actors possess a closeness centrality value: @melodiysore with a value of 0.8 and @daryonoBMKG with a value of 0.2. This study highlighted that the actors involved in disaster management and mitigation had a level of popularity that ranked outside the top 10. Conclusions: The information network system for the early warning of the Mount Semeru eruption on Twitter forms a network distribution with a radial communication pattern that is concentrated at one point and acts as a key actor. Eight key actors play a role in disseminating early warning messages, specifically @fiersabesari, @daryonoBMKG, @bnonews, @asumsico, @disclose.tv, @theinsiderpaper, @melodiysore, and @jawafess (community). Implications: This study demonstrates the benefits of using Twitter as a timely indicator for disasters, notably the eruption of Mount Semeru. It can effectively engage the community and government in disseminating early-warning information about volcanic eruptions.
Biblioterapi Bagi Pasien Dalam Pengawasan dan Positif Covid-19 Nurislaminingsih, Rizki; Winoto, Yunus
LIBRARIA Vol 8, No 2 (2020): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v8i1.7461

Abstract

The Corona outbreak is causing concern for the community, especially for people who are declared Pasien Dalam Pengawasan and Positif COVID-19. Status of people with diseases that have a risk of death and can transmitte others is a cause of anxiety for them. The necessity of undergoing a period of isolation in the hospital resulted in boredom and boredom. This then becomes the patient's mental burden increasingly heavy. Seeing this reality, it takes an effort to calm their minds so as not to turn into depression. One thing that can be done is bibliotherapy. Therapy using this book is an easy and inexpensive therapy and can be done independently by patients without having to leave the treatment room. Under the supervision of psychiatric and psychology experts assisted by librarians as the appropriate book references, patients can treat themselves during the healing period. If this stage does not produce maximum results then continued with regular therapy in consultation with the two experts. Another thing that can be done by librarians to help reduce the burden on the patient's mind is to offer to be a discussion partner to review the contents of the book with the patient. In this activity the librarian does not play a role as a therapist, only as a facilitator so that patients are willing to read books and are enthusiastic to talk about the contents of the book. This is expected to be useful to divert the patient's attention so as not to remain in anxiety and dissolve in sadness.
Korean Indigenous Knowledge of Health in Korean Drama Jewel in The Palace Nurislaminingsih, Rizki; Rizal, Edwin; Laksono, Arido
HUMANIKA Vol 31, No 2 (2024): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v31i2.67692

Abstract

Korea is famous for the creative industry such as drama which set in modern times and the kingdom era (saeguk). In the saeguk drama, Korean Indigenous knowledge is also shown. It represents their traditional life, such as livelihoods, how to make tools, survive in four seasons, how to farm or garden, and also about health. One of the saeguk with the theme of Indigenous knowledge is Jewell in the Palace, with the background of the lives of physicians and healers in the Joseon era. This study aims to identify the health themes in the drama text. Therefore, we use qualitative content analysis. The results of the study show that in Jewell in the Palace, there are twelve main themes about health: the relationship between body changes and health, herbs, flowers, acupuncture, healthy drinks, environmental influence on health, benefits of plants for health, spices, fruits, benefits of animals for human health, healthy tips, and natural ingredients for skincare. The conclusion is that the Korean drama Jewell in the Palace has main themes and sub-themes about health based on their characteristics, types of plants, names of animals, and the benefits. The results of this study can be a source of reference for further research from several disciplines: cultural science (cultural and media studies), health (traditional medicine), education (the effectiveness of drama as a source of learning about Indigenous knowledge), and research studies to analyze the use of entertainment media (films, movies, comedy series, and dramas) as sources of research data.
Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda dalam Koleksi di Museum Sri Baduga Nurislaminingsih, Rizki; Erwina, Wina; Rohman, Asep Saeful
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.26426

Abstract

Artefak di Museum Sri Baduga menyimpan keragaman pengetahuan lokal tentang budaya Sunda. Hal ini menjadi penting untuk dikaji sebab masyarakat di tanah Pasundan memiliki kearifan yang agung sebagai identitas kesukuan selama ratusan hingga ribuan tahun lamanya. Meski masyarakat terus mengalami pergantian generasi, keluhuran tersebut masih dapat digali melalui benda-benda peninggalan mereka, salah satunya melalui museum bentukkan pemerintah Jawa-Barat, yakni Museum Sri Baduga. Dengan demikian aneka jenis koleksi menjadi bukti fisik akan pengetahuan yang dikuasai masyarakat di penjuru Jawa-Barat. Tujuan penelitian ini adalah memetakan pengetahuan lokal Sunda yang terdapat dalam koleksi di Museum Sri Baduga, oleh sebab itu digunakan penelitian kualitatif dengan strategi naratif serta metode pengumpulan data melalui interpretasi dokumen kebudayaan di museum tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terbagi dalam kemampuan membuat kain tradisional, mata pencaharian, tata kota, alat penerangan, kerajinan tangan, industri kecil pande besi, penanggalan, kesenian, permainan anak-anak, serta bahasa dan aksara. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi bagi siapa saja yang memiliki minat utuk meneliti tentang pengetahuan lokal, khususnya di tatar Sunda. Pengelompokkan pengetahuan ini memudahkan pembaca dalam memilah pengetahuan apa saja yang dikuasai masyarakat Sunda sehingga bisa menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya atau penelitian sejenis yang lebih mendalam.
Persepsi Pemustaka Berdasarkan Stratifikasi Sosial Pendidikan Terhadap Fungsi Perpustakaan Sebagai Tempat Penyimpanan Hasil Karya Manusia Nurislaminingsih, Rizki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.864 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13478

Abstract

Gambaran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku merupakan stigma yang sulit untuk dihilangkan hingga saat ini. Kecanggihan perangkat teknologi dan internet yang ada di perpustakaan belum juga mampu mengikis paradigma perpustakaan sebagai gudang buku. Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu contoh perpustakaan yang tidak memiliki kesan kaku. Bangunan perpustakaan yang mirip sebuah rumah, layanan internet dan koleksi audio visual membuat perpustakaan tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berbeda latar belakang pendidikan. Perbedaan stratifikasi sosial pendidikan pemustaka menimbulkan beragam persepsi tentang fungsi perpustakaan sebagai tempat penyimpanan hasil karya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap fungsi penyimpanan di perpustakaan, yakni sebagai tempat penyimpanan buku dan koleksi digital. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif digunakan dalam penelitian ini guna menggali persepsi pemustaka secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan perpustakaan dipersepsikan sebagai gudang buku dan gudang pengetahuan. Informan menjelaskan hasil karya manusia yang tersimpan di perpustakaan berupa buku pelajaran, buku cerita, peta, buku fiksi, jurnal, surat kabar, majalah, koleksi referensi, hasil penelitian, bacaan umum dan bacaan untuk anak-anak. Perpustakaan juga dipersepsikan sebagai tempat penyimpanan hasil karya seseorang (buku dan pengetahuan) dalam bentuk digital yang kemudian dilayankan secara online.
Pemetaan Pengetahuan Eksplisit Tentang COVID-19 pada Website Perpustakaan Nurislaminingsih, Rizki; Sukaesih, Sukaesih
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i2.32335

Abstract

Kewajiban utama perpustakaan adalah menyebarkan pengetahuan. Melihat dampak besar yang ditimbulkan COVID-19 pada kesehatan maupun sosial, maka sudah selayaknya perpustakaan secara rutin memberikan pengetahuan tentang pencegahan, aktivitas yang tepat saat lockdown, cara menghindari stress, atau pengumuman penting lainnya tentang perkembangan virus Corona. Website dapat menjadi jembatan penghubung antara perpustakaan dengan kebutuhan pengetahuan masyarakat. Website merupakan representasi dari sebuah perpustakaan yang bersifat maya sebagai penyimpan sekaligus penyebar pengetahuan tentang COVID-19 yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan pengetahuan eksplisit tentang COVID-19 pada website perpustakaan melalui analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 perpustakaan yang membagikan pengetahuan tentang COVID-19 melalui website yaitu Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Banten, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Perpusatakaan Badan Standardisasi Nasional dan Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Website tersebut mengunggah tema literasi, tips dan trik hidup sehat selama wabah, menikmati waktu, kesehatan psikis, efek COVID-19, tips bepergian, tips bekerja di kantor, informasi kesehatan, serta karakter, penularan dan pencegahan COVID-19. Kesimpulan penelitian ini adalah website dari 4 perpustakaan yang menjadi sampel pada penelitian ini mengunggah pengetahuan tentang COVID-19 dengan berbagai tema seperti literasi corona, kiat hidup sehat fisik dan psikis selama masa pandemi, tips beraktivitas di dalam dan luar rumah yang aman, hingga informasi tentang penularan dan pencegahan virus Corona.