Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Adaptasi pelayanan di Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19 Putri, Indira Adiadwi; Sinaga, Dian; Nurislaminingsih, Rizki
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 6 (2022): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i6.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi pelayanan di Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Objek penelitian ini adalah layanan Perpustakaan Universitas Padjadjaran dalam menghadapi pandemi covid-19 sedangkan subjek penelitian terdiri dari empat orang narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses adaptasi, layanan fisik yang ada di Perpustakaan Universitas Padjadjaran sempat mengalami kemunduran selama perpustakaan di tutup total pada awal pandemi karena proses digitalisasi yang berjalan cukup lambat dan terhambat. Layanan perpustakaan kemudian dialihkan menjadi layanan daring melalui repositori, e-journal, dan koleksi karya ilmiah lainnya sebagai alternatif bagi mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan informasi. Selama perpustakaan di tutup, pustakawan berupaya untuk mengoptimalkan baik layanan daring maupun layanan fisik agar dapat kembali melayani dengan prima selama masa pandemi.
Kegiatan mendongeng oleh Kang Idon dalam menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita Kusuma, Gilang Yudha; Rusmana, Agus; Nurislaminingsih, Rizki
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 5 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i5.546

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai kegiatan mendongeng oleh Kang Idon yang dilakukan di Perpustakaan Hayu Maca Kota Cimahi dalam menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita. Berbagai macam tipe, karakter dan gaya belajar anak dapat menimbulkan munculnya masalah dalam proses mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai proses kegiatan mendongeng dan nilai-nilai yang ditanamkan serta mengidentifikasi kendala-kendala yang terjadi dalam proses kegiatan mendongeng di Perpustakaan Hayu Maca Kota Cimahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam upaya menumbuhkan ketertarikan anak-anak pada cerita, proses kegiatan mendongeng yang dilakukan kurang berjalan lancar karena adanya berbagai kendala yang muncul yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang-orang tentang pentingya kegiatan mendongeng ini diadakan sehingga Perpustakaan perlu melakukan pendekatan atau sosialisasi dengan masyarakat sekitar.
EDUKASI KESADARAN HUKUM PERLINDUNGAN DAN EDUKASI SEKS PADA ANAK DI WIILAYAH KERJA PUSKESMAS CIULU Yudha, Eka Purna; Nurislaminingsih, Rizki; Fatmawati, Faoziah Ulfah; Dina, Resa Ana
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10396

Abstract

Anak merupakan sosok yang harus dilindungi keberadaannya. Pada dasarnya hak- hak atas kehidupan seorang anak terdapat pada Undang-undang nomor 35 tahun 2014 pasal 1 ayat 2 tentang perlindungan anak. Meski begitu, kasus terkait kekerasan pada anak sering saja terdengar. Hal ini menggerakkan hati pelaksana program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebuah Seminar Edukasi Sosial terkait Perlindungan dan edukasi Seksual pada anak serta Kesadaran Hukum Masyarakat. Dengan begitu, harapannya kasus terkait lalaynya perlindungan dari orang tua dan kekerasan seksual pada anak dapat sangat berkurang. Metode yang Tim Pengabdian Kepada Masyarakat buat selama menyusun dan melaksanakan program ini yaitu dengan diskusi dengan DPL secara hybrid dan diskusi secara luring dengan pelaksana program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Hasilnya, 83% peserta mengisi kuesioner pre seminar. Hasil kuesioner menunjukan bahwa 26 orang telah melakukan edukasi seksual, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial.
SOSIALISASI CARA BIJAK BERMEDIA SOSIAL Yudha, Eka Purna; Nurislaminingsih, Rizki; Fatmawati, Faoziah Ulfah
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10390

Abstract

Kegiatan pengabdian  kepada masyarakat literasi digital di desa ini merupakan salah satu alternatif pilihan yang ditawarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada perguruan tinggi dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di desa dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa melalui penggunaan digital. Kegiatan Literasi Digital yang telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cicapar dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjarsari, kami memberikan penyampaian yang dapat mereka pahami dan menampilkannya melalui video ilustrasi yang kami buat dan presentasi tetapi sebagian peserta atau siswa yang mengikuti acara sedikit tidak memperhatikan atau kurang interaktif. Karena kami tidak dapat memprediksi bagaimana respon mereka, sehingga kami harus dapat mencairkan suasana dengan bermain games/ice breaking dan sharing agar suasana menjadi kondusif.
Peningkatan Daya Inovatif Pustakawan Melalui Repacking Information Isi Intelektual Koleksi NURISLAMININGSIH, RIZKI
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 7 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3145

Abstract

ABSTRACTCreativity librarians as a conduit of information officers need to be increased in order to later be able to provide the best possible information to patrons. One of the activities that can be done is repackaging intellectual content collections. These activities are not only limited change the packaging of information from print to electronic form, but also summarize the information content of the collections become more easily understood information. Librarians can learn from the activities of repackaging information in the library of and then modified packaging adapted to fit the needs of information patrons.Keyword: repacking information, innovation, librarian ABSTRAKKreativitas pustakawan sebagai pihak yang bertugas memenuhi kebutuhan informasi perlu terus ditingkatkan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kemas ulang informasi. Aktivitas tersebut tidak hanya sebatas pada mengalih media kertas ke elektronik, tetapi juga mencarikan isi intelektual koleksi agar lebih mudah dipahami pemustaka. Pustakawan dapat belajar kemas ulang informasi di perpustakaan LIPI dan kemudian dimodifikasi dan dibuat kedalam bentuk baru sesuai kebutuhan pemustaka.Kata Kunci: Repacking Information, Inovasi, Pustakawan
Pengetahuan Lokal Sunda di Kampung Bareto Garut Nurislaminingsih, Rizki; Samson, Samson CMS; Christiani, Lidya
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 9, No 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.9.4.805-819

Abstract

Kampung Bareto dibangun dengan tujuan sebagai sumber belajar bagi masyarakat yang hendak mengetahui budaya Sunda. Pada tempat ini tersedia berbagai fasilitas seperti rumah tradisional, museum, dan alat permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal Sunda dari beragam fasilitas tersebut. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema pengetahuan lokal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sunda memiliki beragam pengetahuan lokal. Bangunan merepresentasi pengetahuan tentang arsitektur, kesehatan, dan bencana. Koleksi senjata membuktikan pengetahuan tentang metalurgi. Koleksi peralatan pertanian mewakili pengetahuan tentang teknik bertani ramah lingkungan dan mesin penggiling padi tradisional. Permainan tradisional mencerminkan pengetahuan tentang psikologi, sosiologi, dan ekonomi. Alat musik menyimpan pengetahuan tentang etnomatematika dan kesehatan. Peralatan dapur membuktikan adanya penguasaan teknik pengolahan tanah liat yang tidak merembeskan air, geometri, dan kesehatan. Lagu tradisional menyimpan pengetahuan tentang sosiologi, psikologi, ilmu budaya, ilmu komunikasi, dan ilmu ekonomi. Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan lokal yang terepresentasi dari fasilitas di Kampung Bareto adalah arsitektur (bangunan tradisional), kesehatan (bangunan, musik), bencana (bangunan), pertanian (peralatan bertani), mesin tani tradisional (lesung, lumpang, alu), psikologi (permainan, alat musik, lagu), ilmu ekonomi (permainan dan lagu), sosiologi (permainan dan lagu), ilmu komunikasi (lagu), budaya (lagu), metalurgi (senjata), pengolahan tanah liat (gerabah), geometri (anyaman), dan etnomatematika (alat musik). Hasil dari penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi penelitian sejenis untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal yang dimiliki oleh kampung adat dari berbagai etnis di Indonesia.
Indigenous Knowledge of Banyuwangi in Television Program “Bocah Petualang TRANS7” Nurislaminingsih, Rizki; Maryani, Zulisih; Rodiah, Saleha
Journal of Urban Society's Arts Vol 12, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v12i2.14395

Abstract

Banyuwangi is famous for its culture as proven by national and international awards. One of the components of culture is indigenous knowledge. The cultural elements of Banyuwangi have also been covered by television stations. TRANS7 created a program that raised the theme of Banyuwangi culture, for example Bocah Petualang. The program, which is known as Si Bolang, not only covered culture, but also practiced indigenous knowledge of Banyuwangi. This study aims to identify local knowledge of Banyuwangi represented by the Bocah Petualang television program. The results of the study show that the Banyuwangi community has local knowledge about traditional games (cars and river rafts), sources of animal protein (bibis, wader, and eel), cooking spices (kecombrang flower), healthy drinks (jamu cabe Jawa and wedang jahe susu), healthy food (watercress decoction and stir-fried durian flowers), livestock (freshwater fish and honey bees), plantations (ranti tomatoes and dragon fruit), handicrafts (bamboo weaving), and dance. The conclusion of this study is that the indigenous knowledge of Banyuwangi in the television program Bocah Petualang is about traditional games, high protein aquatic animals, the benefits of kecombrang, healthy beverages, healthy foods, animal husbandry, plantations, woven ethnomathematics, and motor stimuli in dance art. This study found that insects (spiders) can be used to eradicate pests. The results of this study can be a source of reference for studies about the nutrition of durian flowers. The results of this study can also be a source of inspiration for creative industry practitioners to innovate in creating contents based on local knowledge.