Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI KPID DKI JAKARTA DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEDIA MASYARAKAT Wibowo, Syatria Dwi Agung; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22337

Abstract

Pandemi Covid-19 sedikit banyak merubah cara komunikasi karena adanya pembatasan hubungan fisik secara langsung. KPID DKI Jakarta mempunyai tugas mengedukasi literasi media sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Selama ini, penggunaan media internet oleh KPID DKI Jakarta belum maksimal dan lebih banyak melakukan kegiatan secara langsung. Hal itulah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media di masyarakat khususnya masyarakat DKI Jakarta pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media masyarakat. Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian kualitatif dan metode studi kasus tunggal melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah KPID DKI Jakarta melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi dalam meningkatkan literasi media masyarakat, kecuali pada tahapan penggunaan telepon selular dan SMS. Selain itu, dalam melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi terdapat beberapa tahapan strategi komunikasi tidak dilakukan secara komprehensif karena kendala sumber daya manusia yang terbatas. Sehingga terdapat beberapa kekurangan dalam program komunikasi literasi media untuk masyarakat. Hal berpengaruh terhadap tujuan komunikasi yang ingin dicapai.
KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS SENIMAN GUNA IMPLEMENTASI CHSE DI KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA Braga, Dea Dayana; Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Putra, Afdal Makkuraga
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 2 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i2.1555

Abstract

Pada kawasan wisata Kota Tua Jakarta ada banyak komunitas seniman yang masing-masing dipimpin oleh seorang ketua komunitas. Mereka wajib menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtment Sustainability) sesuai ketentuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagaimana hasil Rakornas Parekraf 26-27 November 2020 di Bali. Pertanyaannya, apa dan bagaimana cara pendekatan komunikasi kelompok yang dilakukan oleh para pemimpin pada masing-masing komunitas seniman tersebut agar protokol CHSE ini dapat diimplementasikan di kawasan wisata Kota Tua Jakarta? Penelitian ini dilakukan dalam paradigma konstruktivis tahun 2024. Menggunakan metode penelitian studi kasus jenis intrinsik. Alat analisis digunakan Teori Kontrol Relasional dan Teori Analisis Interaksi. Data primer dengan wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi. Untuk keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasilnya, diketahui ada dua pendekatan komunikasi kelompok digunakan, yaitu pendekatan komunikasi kelompok peer group dan pendekatan komunikasi kelompok partisipatif. Pendekatan tersebut umumnya dilakukan secara berkesinambungan oleh ketuanya saja dan hanya internal komunitas mereka saja. Hambatan komunikasi yang muncul seperti perilaku, psikologis, gagap teknologi, kesehatan, lingkungan, sampai faktor alam. Solusi yang dilakukan yaitu, melakukan brifing, praktik langsung, himbauan dan dorongan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp, sampai pemberian sanksi berupa teguran, skors dan tidak diberi upah agar jera.
DINAMIKA DIGITALISASI DAN KONVERGENSI INDUSTRI MEDIA (Studi Kasus Pada Aplikasi Vision+ Oleh MNC Group) Sajdahfath, Tiyo; Putra, Afdal Makkuraga; Jamil, Achmad
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 14, No 1 (2024): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v14i1.22053

Abstract

With the presence of internet technology bringing the trend of media convergence movement, it makes some media begin to adapt to the current technological shift and shift from conventional media to convergence media. Media convergence has caused various mass media companies to start innovating, including MNC Group as one of the leading media companies in Indonesia. One form of convergence carried out by MNC Group is by releasing the Vision+ application which is a digital streaming media service for live TV and Video On Demand (VOD) owned by MNC Group. The author is interested in observing the phenomenon of digitalization and convergence in the media industry. This research uses a constructivist paradigm with a qualitative approach and this research method uses case studies. The results showed that the media convergence process on the Vision+ application owned by MNC Group succeeded gradually by showing convergence levels including ownership convergence, tactical convergence, structural convergence, storytelling convergence. MNC Group's opportunities in the transition of conventional media to digital through the Vision+ application, including trends and increasing public needs for digital-based entertainment content, a large and varied content that is an advantage for Vision+ to excel from its competitors. The challenges faced by Vision+ include competition that raises competitors with similar media products, as well as changes in the media business environment and the development of digital technology that creates various other digital media options from OTT applications such as Vision+.
REPOSITIONING “BEA CUKAI MAKIN BAIK” DALAM MEMPERBAIKI REPUTASI MELALUI PENGUATAN CORPORATE IDENTITY DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Rosyidi, Setiawan; Makkuraga, Afdal
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 1 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i1.16680

Abstract

Ide di balik repositioning adalah untuk menciptakan identitas yang berbeda dari yang selama ini dikenal atau dipersepsi oleh khalayak. Upaya ini tidak cukup hanya melalui pendekatan simbolik dengan mempublikasikan pesan-pesan semiotik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melakukan  pemetaan corporate identity atas repositioning yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan merujuk pada elemen identitas Balmer serta mengetahui keselarasan proses repositioning yang telah dilakukan dengan  elemen-elemen identitas yang telah diidentifikasi.Teori utama dalam penelitian ini adalah teori Corporate identity dengan didasari pemikiran bahwa identitas, bagaimanapun, adalah manifestasi visual dari citra yang disampaikan melalui logo organisasi, produk, layanan, bangunan dan semua bukti nyata lainnya yang dibuat oleh organisasi untuk dikomunikasikan kepada berbagai pemangku kepentingan. Metode penelitian ini menggunakan Uji ACCID  yang dikembangkan John M.T. Balmer, terdiri dari lima tipe identitas yaitu Actual, Communicated, Conceived, Ideal, dan Desired  untuk melihat kesenjangan antar identitas berdasarkan hasil wawancara jenjang manajemen menengah dan puncak dari stakeholder internal dan stakeholder eksternal, serta analisis data sekunder berupa rencana strategis dan kebijakan terbaru organisasi.       Hasil penelitian ini menyimpulkan  kelima elemen identitas   DJBC sebagai : 1) organisasi yang memberikan kemudahan pelayanan dengan menjunjung nilai-nilai dan sikap dasar organisasi (Actual Identity.);  2) organisasi dengan keterbukaan dan kemudahan akses informasi (Communicated Identity); 3) organisasi yang menjunjung nilai integritas dan budaya kerja professional dengan didukung sistem informasi berbasis aplikasi  dalam mengikis pungli (Conceived identity); 4) birokrasi dan layanan publik yang agile, efektif, dan efisien dengan SDM yang berintegritas, unggul, kompeten, berkinerja tinggi, beretika, dan sadar hukum (Ideal Identity.); 5). Organisasi yang melakukan perbaikan pelayanan terus menerus,  dengan kepemimpinan yang lebih terbuka dalam membangun keterlibatan dan rasa memiliki (desired identity). Kelima identitas ini secara umum selaras dengan rebranding Bea Cukai Makin Baik – Mengawasi dan Melayani. Tetapi,  penelitian ini menemukan kesenjangan terjadi menyangkut dua bidang fokus yaitu kepemimpinan  (desired identity) dan implementasi teknologi informasi (actual, conceived, ideal). Kesenjangan ini bukan dalam pengertian yang saling bertentangan, melainkan ketidakcukupan total komunikasi yang dilakukan oleh DJBC secara internal maupun eksternal terhadap kedua bidang tersebut. Ketidaksejajaran antar elemen identitas  memiliki implikasi serius bagi pengelolaan reputasi organisasi.
ORGANIZATIONAL COMMUNICATION AND ORGANIZATIONAL CULTURE AS A PILLAR OF EMPLOYEE PERFORMANCE IMPROVEMENT Apriyanti, Pratiwi Budi; Makkuraga Putra, Afdal; Purwitasari, Ira
JURNAL MANAJEMEN MAKER STIE SULTAN AGUNG Vol 11 No 1 (2025): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/mjm.v11i1.784

Abstract

This study aims to 1) analyze organizational communication, organizational culture and employee performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pamulang Siliwangi and 2) determine the influence of organizational communication and organizational culture on employee performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Pamulang Siliwangi. The research method uses a descriptive approach and multiple linear regression to test the relationship between variables. Data was collected through a questionnaire involving 27 employees of BSI KCP Pamulang Siliwangi. The results of the study showed that organizational communication was very good with an average result of 4.34, organizational culture 4.19 with a good category and employee performance 4.10 with a high category. The results of the research on organizational communication and organizational culture partially and simultaneously had a significant effect on employee performance, with a coefficient of determination (R²) of 52.7%. These findings confirm the importance of effective communication and a strong organizational culture to improve employee productivity, efficiency, and performance stability. The research also revealed communication barriers, such as differences in perception and delays in information due to post-merger changes, which affected workflows. For this reason, this study recommends strengthening organizational communication strategies, harmonizing work culture based on sharia values, and developing an integrated internal communication system to support operational sustainability and the achievement of BSI's strategic goals.
Pengaruh Brand Equity terhadap Loyalitas Pengguna ChatGPT di Kalangan Mahasiswa (Survei Pada Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi di Universitas X) Khakim, Lukman; Putra, Afdal Makkuraga; Tomohardjo, Irmulansati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih jauh pengaruh brand equity terhadap loyalitas pengguna ChatGPT di kalangan mahasiswa. Studi ini berfokus pada elemen brand equity yaitu brand association dan perceived quality sebagai variabel independen dan loyalitas pengguna sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah survei kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan Statistical Package for the Social Sciences, khususnya uji Multiple Linear Regression. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa magister ilmu komunikasi pada Universitas X dengan responden sebanyak 63 mahasiswa yang terdiri dari dua angkatan. Hipotesis yang diuji meliputi: 1. Pengaruh brand association terhadap loyalitas pengguna; 2. Pengaruh perceived quality terhadap loyalitas pengguna; Pengaruh brand association dan perceived quality secara simultan terhadap loyalitas pengguna; 4. Terdapat perbedaan pengaruh antara brand association dan perceived quality terhadap loyalitas pengguna. Hasil menunjukkan bahwa brand association berpengaruh terhadap loyalitas pengguna ChatGPT di kalangan mahasiswa. Perceived quality tidak berpengaruh terhadap loyalitas Pengguna ChatGPT di kalangan mahasiswa. Ketika diuji secara simultan, kedua variabel berpengaruh terhadap loyalitas pengguna ChatGPT di kalangan mahasiswa. Hingga terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dengan brand association berkontribusi sekitar 61,74% sementara perceived quality hanya 1,99%.
Pengaruh Internal Communication terhadap Internal Employer Attractiveness Melalui Employee-Brand Identification dan Employer Branding (Survey Pada Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia) Saputra, Syarief Ade; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27527

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh internal communication terhadap internal employer attractiveness melalui mediasi employee-brand identification dan employer branding pada Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM, hasil menunjukkan bahwa internal communication berpengaruh signifikan terhadap kedua mediator, tetapi tidak secara langsung terhadap employer attractiveness. Namun, efek tidak langsung melalui kedua mediator tersebut terbukti signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran mediasi dalam memperkuat daya tarik organisasi sebagai pemberi kerja. Secara teoritis, penelitian ini mendukung teori social identity yang menekankan peran identifikasi karyawan terhadap nilai organisasi. Secara praktis, hasil studi menyarankan perlunya strategi internal communication yang efektif untuk membangun citra pemberi kerja yang positif dan meningkatkan loyalitas karyawan berkualitas.
Gen Z and Millennials' Creative Solutions for Integrated Marketing Communication for Ancol Gondola Amusement Rides in 2025 Rifardhi, Bima Petala; Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Putra, Afdal Makkuraga
Journal of Social Research Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i8.2708

Abstract

The Ancol Gondola is a cable car entertainment ride at Taman Impian Jaya Ancol, but since 2021 there has been a decrease in the number of visitors.  According to data from the General Election Commission (KPU) in 2024, currently the number of Gen Millennials in Indonesia is around 66 million people (33.60%) and Gen Z is around 44 million people (22.85%). Therefore, it is important for Gondola Ancol to know what and how  Gen Z and Millennial creative solutions for integrated marketing communication for Gondola Ancol in 2025. The purpose and purpose is, to uncover and explain, as well as find "what and how" forms of creative solutions from Gen Z and Millennials for integrated communication of the Ancol Gondola amusement ride in 2025. This qualitative research in the Constructivist paradigm uses Computed-Media Communication (CMC) theory, Innovation Diffusion Theory, and Interaction Engagement, as analytical tools. Case studies of intrinsic types are the method in this study. Presenting 10 informants from Gen Millennial and Gen Z with semi-structured in-depth interview techniques and also participatory observation. The result: the form of creative solutions for Gen Z and Millennials for integrated communication for the Ancol Gondola amusement ride in 2025, namely: According to Gen Z, the importance of strengthening information media or marketing communication through digital channels follows the latest trends. More adaptive and engaging product updates. Creative solutions can be such as: updating the architectural and functional design side, for example thematic events in the form of installation exhibitions, and coffee spots in the Ancol Gondola area. The importance of strengthening social media content packaging to increase public awareness or knowledge information about the Ancol Gondola itself. Maximizing online and offline advertising media to attract more audiences. There are obstacles to implementation for creative solutions for Gen Z and Millennials such as: One, according to Gen Z, the lack of development of a more expansive digital marketing strategy, the lack of differentiators and product refreshment that has a unique point, and the lack of product maintenance.; Two, according to Gen Millennials, lack of infrastructure in market approaching .
Representasi Mixed Feelings dalam Video Klip BTS “Fake Love”(Analisis Semiotika Roland Barthes) Nabawi, Raudhah Suffa; Makkuraga, Afdal
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/eer2vr81

Abstract

Manusia dapat merasakan mixed feelings. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi perasaan yang bercampur aduk, salah satunya yaitu dengan mendengarkan musik. Dewasa ini, musik secara global didominasi oleh industri musik K-Pop, salah satunya yaitu BTS. Lagu BTS yang berjudul “Fake Love” ini memecahkan rekor YouTube dengan jumlah penonton terbanyak selama 24 jam dengan 35,9 juta penayangan pada tahun 2018. Dalam video klip tersebut terdapat campuran emosi yang dituangkan dalam bentuk visual maupun dengan lirik lagu. Metode yang digunakan yaitu analisis semiotika Roland Barthes dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 tanda denotatif pada video klip, ideologi dan pesan pada lagu Fake Love dan mixed feelings yang digambarkan merupakan perasaan negatif.
Framing Pemberitaan Kasus Korupsi PT Timah 2024 di Kompas.com dan Tempo.co Aditya Angga Yulianto; Afdal Makkuraga Putra; Ponco Budi Sulistyo
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.222

Abstract

Korupsi di Indonesia masih menjadi persoalan struktural yang melemahkan tata kelola pemerintahan dan menggerus kepercayaan publik. Salah satu kasus besar pada tahun 2024 adalah skandal korupsi PT Timah yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp271 triliun. Penelitian ini bertujuan membandingkan konstruksi pemberitaan kasus tersebut dalam dua portal berita nasional, Kompas.com dan Tempo.co, dengan menggunakan model analisis framing Gamson dan Modigliani. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan teknik analisis teks. Data terdiri dari 10 berita hasil seleksi purposif yang diterbitkan antara Maret hingga Desember 2024, masing-masing lima dari Kompas.com dan Tempo.co. Analisis menemukan bahwa framing dominan dalam kedua media adalah korupsi sebagai persoalan hukum dan keadilan. Kompas.com menekankan aspek proses hukum seperti penyitaan aset, penahanan tersangka, dan jalannya persidangan. Tempo.co lebih menyoroti dimensi sistemik, seperti skala kerugian negara dan lemahnya vonis pengadilan. Dalam framing korupsi sebagai dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, Kompas.com lebih fokus pada dampak sosial-ekonomi, sementara Tempo.co menggarisbawahi kehancuran ekologis dan korban jiwa akibat tambang ilegal. Perbedaan penekanan ini menunjukkan adanya orientasi redaksional yang khas dari masing-masing media. Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa media berperan aktif dalam membentuk persepsi publik atas isu korupsi, tidak hanya melalui fakta, tetapi melalui konstruksi makna. Studi ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik dan media, khususnya dalam memahami dinamika framing atas isu-isu strategis dalam tata kelola sumber daya alam.