Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISA RESEPSI APARATUR SIPIL NEGARA TENTANG PEMBERITAAN PROGRAM DERADIKALISASI TERRORISME DALAM TAYANGAN OPSI DI METROTV Raden Bagus Yuniadji; Afdal Makkuraga Makkuraga
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 10, No 1 (2020): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian kritis tentang analisis resepsi ASN terhadap informasi yang disampaikan melalui tayangan OPSI di MetroTV, peneliti bermaksud melihat kondisi tersembunyi dalam diri para  ASN  yang menjadi subyek terkait dengan resepsi mereka terhadap program deradikalisasi yang ditayangkan. Peneliti mencoba mendalami bagaimana para subyek meresepsi informasi tersebut dengan menggali nilai, pengetahuan, dan pengalaman terkait hal-hal konseptual yang berhubungan dengan deradikalisasi terorisme. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Hasil menunjukkan bahwa pemaknaan para informan tentang Program Deradikalisasi Menteri Jokowi memiliki beberapa posisi penerimaan. Penerimaan seorang informan terhadap satu preferred text  tidak selalu linier dengan pemaknaannya atas preferred text yang lainnya.  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa seluruh informan setuju bahwa dalam skala tertentu dan lapisan masyarakat tertentu, intoleransi terhadap keberagaman keyakinan memang tampak lebih menonjol pada beberapa peristiwa politik di tanah air. 
REPRESENTASI MAKNA NEW NORMAL DI ERA PANDEMI COVID 19 PADA HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA Afdal Makkuraga Putra; St. Khadijah; Dicky Andika; Eka Perwitasari
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 11, No 1 (2021): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah virus Corona atau Covid 19 membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Patogen yang tak kasat mata ini merupakan pembawa penyakit sindrome pernafasan yang bisa berakibat pada kematian. Untuk memutus mata rantai penyebarannya pemerintah memberlakukan new normal (Kenormalan baru). Suatu bentuk adaptasi kehidupan yang berbeda dengan kehidupan sebelum datangnya pandemi. New Normal ditandai dengan bekerja dari rumah (WFH), menghidari kerumunan, memakai masker dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitiser. Media-media besar menjadikan peristiwa pandemi sebagai berita utama setiap hari. Penelitian ini akan mengkaji pemberitaan tentang pandemi corona mulai Maret 2020-Oktober 2020 di Harian Kompas dan Republika. Metode penelitian Analisis Wacana Kritis model Van Dijk. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan warna dan cara pemberitaan terkait dengan wacana normal baru. Harian Kompas berfokus pada pemulihan ekonomi dalam era new normal sedang Republika menekankan pada kedisiplinan warga mematuhi protokol kesehatan. Pada analisa kognisi sosial Republika senantiasa memegang teguh prinsip 3M2K (muslim, moderat, modern, kebangsaan, dan kerakyatan). Sedangkan Kompas memegang teguh jurnalisme fakta dan jurnalisme makna. Pada level konteks sosial terlihat bahwa New Normal sudah menjadi grand narrative atau meta narasi narasi.
When Civil Servants are Exposed to Radical Understandings: Analysis of State Apparatus Receptions about Reporting on Deradicalization Terrorism Programs on Metro TV Afdal Makkuraga Putra; Raden Bagus Yuniadji; Heri Budianto; Riza Darma Putra
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v17i1.7318

Abstract

This study examines the public reception of reporting on the deradicalization of terrorism on Metro TV. The method to be used is reception analysis from the Stuart Hall model. Reception analysis is an alternative approach to studying audiences and how to interpret messages received from a media; the starting point of this research is the assumption that the meaning contained in mass media is not only found in the text. The subject of this research is civil servants in the Secretariat of the Vice President. The study results show that in the hegemonic-dominant position of acceptance, informants accept and share media values on the issue of radicalism. Informants agree with media statements that show the existence of radicalism in society and threaten the integrity of the Republic of Indonesia. The conflicting evidence is low because several events in Indonesia indicate the existence of activities that are considered radical. Weaker resistance to media messages means a relatively strong media position influencing informants' acceptance of the text. In the position of oppositional acceptance, the informants' political awareness and reactions to the construction of media information, especially the problems of radicalism and intolerance in Indonesia, are not easily influenced by the structure of media information.
REPOSITIONING “BEA CUKAI MAKIN BAIK” DALAM MEMPERBAIKI REPUTASI MELALUI PENGUATAN CORPORATE IDENTITY DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI Setiawan Rosyidi; Afdal Makkuraga
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 12, No 2 (2022): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide di balik rebranding adalah untuk menciptakan identitas yang berbeda dari yang selama ini dikenal atau dipersepsi oleh khalayak. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melakukan  pemetaan corporate identity atas rebranding yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan merujuk pada elemen identitas Balmer serta mengetahui keselarasan proses rebranding yang telah dilakukan dengan  elemen-elemen identitas yang telah diidentifikasi.Teori utama dalam penelitian ini adalah teori Corporate identity dengan didasari pemikiran bahwa identitas, bagaimanapun, adalah manifestasi visual dari citra yang disampaikan melalui logo organisasi, produk, layanan, bangunan dan semua bukti nyata lainnya yang dibuat oleh organisasi untuk dikomunikasikan kepada berbagai pemangku kepentingan. Metode penelitian ini menggunakan Uji ACCID  yang dikembangkan John M.T. Balmer, terdiri dari lima tipe identitas yaitu Actual, Communicated, Conceived, Ideal, dan Desired  untuk melihat kesenjangan antar identitas berdasarkan hasil wawancara jenjang manajemen menengah dan puncak dari stakeholder internal dan stakeholder eksternal, serta analisis data sekunder berupa rencana strategis dan kebijakan terbaru organisasi.       Hasil penelitian ini menyimpulkan  kelima elemen identitas   DJBC sebagai : 1) organisasi yang memberikan kemudahan pelayanan dengan menjunjung nilai-nilai dan sikap dasar organisasi (Actual Identity.);  2) organisasi dengan keterbukaan dan kemudahan akses informasi (Communicated Identity); 3) organisasi yang menjunjung nilai integritas dan budaya kerja professional dengan didukung sistem informasi berbasis aplikasi  dalam mengikis pungli (Conceived identity); 4) birokrasi dan layanan publik yang agile, efektif, dan efisien dengan SDM yang berintegritas, unggul, kompeten, berkinerja tinggi, beretika, dan sadar hukum (Ideal Identity.); 5). Organisasi yang melakukan perbaikan pelayanan terus menerus,  dengan kepemimpinan yang lebih terbuka dalam membangun keterlibatan dan rasa memiliki (desired identity). Kelima identitas ini secara umum selaras dengan rebranding Bea Cukai Makin Baik – Mengawasi dan Melayani. Tetapi,  penelitian ini menemukan kesenjangan terjadi menyangkut dua bidang fokus yaitu kepemimpinan  (desired identity) dan implementasi teknologi informasi (actual, conceived, ideal). Kesenjangan ini bukan dalam pengertian yang saling bertentangan, melainkan ketidakcukupan total komunikasi yang dilakukan oleh DJBC secara internal maupun eksternal terhadap kedua bidang tersebut. Ketidaksejajaran antar elemen identitas  memiliki implikasi serius bagi pengelolaan reputasi organisasi. 
INTERPERSONAL APPRAISAL COMMUNICATION STRATEGY IN IMPROVING SERVICE QUALITY (Case Study BRI Regional Jakarta 1) Kristyawan Kristyawan; Afdal Makkuraga Putra
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 1 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development and growth of housing loans (KPR), especially at BRI, is very fast, so qualified collateral appraisal is needed. Much research has been done on interpersonal communication strategies. The implementation of an interpersonal communication strategy that is not yet optimal and the quality of the appraisal staff that has not been achieved at the BRI Regional Office Jakarta 1 Consumer Loan Factory (CLF) form the basis of this research. As the main theoretical foundation of this research, social exchange theory and DeVito's interpersonal communication theory are used to provide more operational dimensions in viewing the structure of social exchange. The research objective to be achieved is to determine interpersonal appraisal communication strategies in improving service quality. In this study, researchers used a qualitative method (Case Study). Researchers use the constructivist paradigm as a structure of thought. The results in this study show that communication carried out by an BRI appraisal takes place in two directions and vice versa. Communication carried out by an appraisal has an influence on improving the quality of services performed. Appraisal is an official who is responsible for evaluating credit collateral and monitoring other matters related to collateral. The strategies undertaken include prudent, maneuverable, accurate. Communication carried out by an appraisal has an influence on improving the quality of services performed. Appraisal is an official who is responsible for evaluating credit collateral and monitoring other matters related to collateral. The strategies undertaken include prudent, maneuverable, accurate. Communication carried out by an appraisal has an influence on improving the quality of services performed. Appraisal is an official who is responsible for evaluating credit collateral and monitoring other matters related to collateral. The strategies undertaken include prudent, maneuverable, accurate.
STRATEGI KOMUNIKASI BPP (BALAI PENYULUHAN PERTANIAN) KECAMATAN KABAWETAN DALAM MEBANGUN CITRA PADA KELOMPOK TANI DESA TANGSI DUREN (Studi Kasus Kelompok Tani Desa Tangsi Duren) Mulyana, Yogi; Putra, Afdal Makkuraga
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22519

Abstract

Based on the issue that spread among the Tangsi Duren Village Community that the Farmer Group Institution only moves when assistance is available, in this issue the BPP (Agricultural Extension Center) of Kabawetan District is responsible for this because the BPP is an institution that goes directly to farmers or farmer groups giving directions and information. The research method used is a case study with a qualitative descriptive approach. The research paradigm is constructivist. The results showed that the application of the BPP Communication Strategy in Kabawetan District in building the image of the Tangsi Duren Village farmer group was able to improve the image of the farmer group so that it was active in group activities. This is proven by the results of interviews with the Communication Strategy Coordinator of the BPP Kabawetan who have carried out 5 stages in the communication strategy, namely: (1). In research, BPP always conducts group viewing activities every month (2). Planning, where extension workers always see situations where they can achieve messages so that they can be received (3). Implementation, agricultural extension workers always urge in every event or activity the importance of being active in groups (4). Evaluation extension agents always evaluate the group every month (5) Reporting, the form of reporting on this activity is in the farmer group activity book. Then the researcher suggests that in implementing activities using visual media so that the communication strategy is more effective.
PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL DALAM PROGRAM PENYULUHAN HUKUM BAHAYA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS II A JAKARTA. S, Muhammad Fajar; Putra, Afdal Makkuraga; Mulyana, Ahmad
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22721

Abstract

The adverse effect of drug abuse and drug trafficking is detrimental to people's lives, this has prompted the Ministry of Law and Human Rights and the National Narcotics Agency to focus more on various efforts to prevent the Eradication of Drug Abuse and Illicit Trafficking. Trafficking in Persons (P4GN). Based on data from the Correctional Database System from 9 detention centers and prisons in Jakarta. Jakarta's Class II A Narcotics Prison is currently the prison with the highest number of Narcotics convicts, namely 2,542 people. Based on these problems, the researchers made the mobile law extension program a research. This type of research is descriptive qualitative using communication strategy steps according to Anwar Arifin. The steps of the communication strategy include audience introduction, message preparation, method determination, and media selection. Based on the research results, seen from audience recognition, message preparation, method determination, and media selection, it turns out that the Ministry of Law and Human Rights actually prepared and implemented a communication strategy in the mobile law counseling program.
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK-KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI DALAM MEMBENTUK CITRA POSITIF Darminto, Iqbal; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22309

Abstract

Fungsi dasar Public Relations dalam Pemerintah adalah membantu menjabarkan serta tercapainya tujuan program Pemerintah, meningkatkan sikap responsif pemerintah, serta memberi publik informasi yang cukup untuk dapat melakukan pengaturan diri sendiri (Lattimore 2010). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada tahun 2021 berhasil mendapat predikat baik pada survei kepuasan masyarakat elektronik yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kementerian Perhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan strategi komunikasi yang digunakan Humas BPTJ dalam membentuk citra positif. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi menurut Onong Uchjana Efendy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Humas BPTJ dalam menjalankan strategi komunikasi menggunakan metotede penyampaian informasi dengan komunikasi dua arah. Humas BPTJ dalam penyampaian informasinya membagi menjadi 3 cara melalui below the line, above the line, dan new media. Kegiatan komunikasi yang menjadi strategi dan diimplementasi oleh Humas BPTJ seperti kampanye jalan hijau, diskusi isu dengan pakar transportasi, presbackground, press tour, pameran dan jumpa pers akhir tahun. Dengan implementasi strategi komunikasi yang diterapkan BPTJ berhasil mendapatkan predikat sangat baik pada survei kepuasan masyarakat di tahun 2022, ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini menunjukan bahwa BPTJ mendapatkan citra positif melalui kegiatan komunikasi yang telah diterapkan Humas BPTJ.
STRATEGI KOMUNIKASI KPID DKI JAKARTA DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEDIA MASYARAKAT Wibowo, Syatria Dwi Agung; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22337

Abstract

Pandemi Covid-19 sedikit banyak merubah cara komunikasi karena adanya pembatasan hubungan fisik secara langsung. KPID DKI Jakarta mempunyai tugas mengedukasi literasi media sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Selama ini, penggunaan media internet oleh KPID DKI Jakarta belum maksimal dan lebih banyak melakukan kegiatan secara langsung. Hal itulah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media di masyarakat khususnya masyarakat DKI Jakarta pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media masyarakat. Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian kualitatif dan metode studi kasus tunggal melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah KPID DKI Jakarta melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi dalam meningkatkan literasi media masyarakat, kecuali pada tahapan penggunaan telepon selular dan SMS. Selain itu, dalam melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi terdapat beberapa tahapan strategi komunikasi tidak dilakukan secara komprehensif karena kendala sumber daya manusia yang terbatas. Sehingga terdapat beberapa kekurangan dalam program komunikasi literasi media untuk masyarakat. Hal berpengaruh terhadap tujuan komunikasi yang ingin dicapai.
KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS SENIMAN GUNA IMPLEMENTASI CHSE DI KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA Braga, Dea Dayana; Pandjaitan, Rosmawaty Hilderiah; Putra, Afdal Makkuraga
KOMUNIKATA57 Vol 5 No 2 (2024): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v5i2.1555

Abstract

Pada kawasan wisata Kota Tua Jakarta ada banyak komunitas seniman yang masing-masing dipimpin oleh seorang ketua komunitas. Mereka wajib menerapkan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtment Sustainability) sesuai ketentuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sebagaimana hasil Rakornas Parekraf 26-27 November 2020 di Bali. Pertanyaannya, apa dan bagaimana cara pendekatan komunikasi kelompok yang dilakukan oleh para pemimpin pada masing-masing komunitas seniman tersebut agar protokol CHSE ini dapat diimplementasikan di kawasan wisata Kota Tua Jakarta? Penelitian ini dilakukan dalam paradigma konstruktivis tahun 2024. Menggunakan metode penelitian studi kasus jenis intrinsik. Alat analisis digunakan Teori Kontrol Relasional dan Teori Analisis Interaksi. Data primer dengan wawancara mendalam, kuesioner, dan observasi. Untuk keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasilnya, diketahui ada dua pendekatan komunikasi kelompok digunakan, yaitu pendekatan komunikasi kelompok peer group dan pendekatan komunikasi kelompok partisipatif. Pendekatan tersebut umumnya dilakukan secara berkesinambungan oleh ketuanya saja dan hanya internal komunitas mereka saja. Hambatan komunikasi yang muncul seperti perilaku, psikologis, gagap teknologi, kesehatan, lingkungan, sampai faktor alam. Solusi yang dilakukan yaitu, melakukan brifing, praktik langsung, himbauan dan dorongan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi melalui aplikasi WhatsApp, sampai pemberian sanksi berupa teguran, skors dan tidak diberi upah agar jera.