Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROGRAM BANTUAN BAHAN PANGAN DAN KAJIAN STRATEGIK DAMPAK LOCKDOWN MELALUI COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY COVID-19 Erlinda Ningsih; Isa Albanna; Arlini Dyah Radityaningrum; Achmad Chusnun Ni’am; Vivi Nurhadianty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.031 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8396

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 berawal dari Wuhan China pada Desember 2019 dan mulai berkembang di Indonesia pada awal Maret, salah satu untuk mengantisipasi penyebaran virus ini adalah suatu daerah harus melaksanakan karatina lokal. Khusus untuk wilayah Surabaya, lockdown atau karantina lokal akan dilakukan mulai akhir April. Proses karantina lokal sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama perekonomian. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meringankan beban masyarakat kelas menengah ke bawah yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dengan memberikan bantuan bahan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Simo Banyu Urip Surabaya. Pembagian sembako dilakukan 4 kali dalam sebulan, setiap hari Jumat, dan dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan ini mengunakan strategi IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact). Data masyarakat terdampak Covid-19 diperoleh dari ketua RT dan RW setempat. Orang yang mendapatkan bantuan lebih diutamakan mereka yang kehilangan mata pencaharian utama, pendapatan berkurang, dan orang tua. Dalam seminggu rata-rata 20 paket sembako dibagikan berdasarkan data yang diperoleh. Bantuan bahan makanan kepada mereka sangat membantu meringankan beban hidup masyarakat dalam mengatasi dampak krisis ekonomi dalam jangka pendek.Abstract: The Covid-19 pandemic started in Wuhan, China, in December 2019 and began to develop in Indonesia in early March. One of the ways to anticipate the spread of this virus is that an area must carry out local quarantine. Especially for the Surabaya area, a local lockdown or quarantine will be carried out starting at the end of April. The local quarantine process is very influential in various aspects of people's lives, especially the economy. This community service activity aims to ease the burden on the lower-middle-class people experiencing economic difficulties by providing food assistance. This activity was carried out in the Simo Banyu Urip area of Surabaya. The distribution of basic needs is carried out four times a month, every Friday, and for three months. This activity uses the IPOAI (Identifying, Planning, Organizing, Acting, Impact) strategy. Data on people affected by Covid-19 were obtained from the local RT, and RW heads. People who get assistance are prioritized for those who have lost their main livelihood, reduced income, and the elderly. In a week, an average of 20 food packages are distributed based on the data obtained. Food assistance to them helps ease the burden on people's lives in overcoming the impact of the economic crisis in the short term.
Analisis kelayakan ekonomi produk sanitasi dalam upaya self-sufficiency Luthfi Kurnia Dewi; Chandrawati Cahyani; Vivi Nurhadianty; Aji Hendra Sarosa
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5, No 3 (2022): In progress (November)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i3.15455

Abstract

Kegiatan pondok pesantren tidak lepas dari penggunaan produk sanitasi untuk menjaga kesehatan dan kebersihan. Salah satu produk sanitasi yaitu hand sanitizer. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu melatih analisis kelayakan ekonomi produk sanitasi dalam upaya self-sufficiency di pondok pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Melalui pengabdian ini diharapkan kesehatan dan kebersihan santri terjaga dan dapat menciptakan pondok mandiri secara finansial. Pengabdian ini dilakukan daring dengan memberikan pelatihan formulasi hand sanitizer dan analisis kelayakan ekonomi meliputi perhitungan harga jual produk dan kriteria investasi. Berdasarkan simulasi hasil perhitungan, didapatkan harga jual hand sanitizer kemasan 100 ml yaitu Rp 11.528,00 dengan laba 5% dari harga pokok penjualan. Dengan interest rate (IR) sebesar 4,25%, didapatkan nilai NPV sebesar Rp 235.841.940,31 dan IRR sebesar 58,82%, dimana investasi produk sanitasi ini dikategorikan visible (layak) karena NPV > 0 dan IRR > IR. ROI yang didapatkan sebesar 94,89% dengan PBP selama 1,05 tahun. Capaian pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dari kepuasan mitra dengan hasil kuesioner rata-rata kepuasan sekitar 74% responden menjawab setuju terhadap kebermanfaatan kegiatan ini. Oleh karena itu, kegiatan analisis kelayakan ekonomi produk sanitasi perlu dilakukan secara kontinyu dan bisa dikembangkan untuk produk sanitasi yang lain.
Fortifikasi Sabun Cair oleh Ekstrak Daun Salam Anne Dian Pavita Zari; Lusia Emiliana Wahyuningtyas; Vivi Nurhadianty; Chandrawati Cahyani
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2022.006.01.06

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan rajin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi kulit. Sabun cair alami merupakan salah satu jenis sabun yang dikembangkan. Daun salam (Syzygium polyanthum) memiliki senyawa aktif bersifat antibakteri (fenolik, terpenoid, dan alkaloid) yang dapat difortifikasi dalam sabun cair untuk meningkatkan kualitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun salam terhadap peningkatan kemampuan sabun cair alami sebagai antiseptik dan menguji formulasi sabun cair alami yang paling optimal yang difortifikasi ekstrak daun salam. Senyawa aktif daun salam diperoleh dengan metode ekstraksi refluks (suhu 65°C, 4 jam, pelarut etanol 96%). Ekstrak daun salam akan difortifikasi dalam sabun cair berbasis minyak kelapa dan zaitun dengan konsentrasi ekstrak daun salam 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%. Selanjutnya analisis fitokimia ekstrak daun salam dan diuji berdasarkan SNI 06-4086-1996 ((pH, densitas, organoleptik (warna, bau, tekstur), dan stabilitas), serta uji antiseptik (Kirby-Bauer metode difusi cakram). Maka dapat disimpulkan bahwa fortifikasi sabun cair oleh ekstrak daun salam dapat meningkatkan aktivitas antibakteri (Staphylococcus aureus) dan formula sabun cair yang difortifikasi ekstrak daun salam yang sesuai dengan SNI 06-4086-1996 dan disukai responden adalah sabun cair minyak kelapa dengan konsentrasi ekstrak daun salam 1% (pH 9,29, densitas 1,068 g/ml, diameter zona hambat 2,04 cm, formula stabil).
Pengaruh Pengeringan Daun Stevia rebaudiana dan Jumlah Siklus Soxhletasi terhadap Kadar Gula Rifka Sabrina Zaini; Haifatuz Zahro; Vivi Nurhadianty; Aji Hendra Sarosa
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2022.006.02.04

Abstract

Stevia rebaudiana merupakan tanaman yang digunakan sebagai pengganti gula dengan tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dan memiliki nol kalori sehingga aman untuk dikonsumsi. Stevioside dan rebaudioside A adalah salah satu komponen yang berperan memberikan rasa manis dalam daun Stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengeringan daun Stevia dan jumlah siklus soxhletasi terhadap kadar gula. Metode isolasi daun Stevia yang digunakan pada penelitian ini adalah soxhletasi dengan pelarut etanol 96%. Penentuan kadar gula menggunakan refraktometer dan identifikasi gugus fungsi menggunakan analisa Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan pada siklus ke-3 didapatkan hasil terbaik untuk nilai kadar gula sebesar 44% untuk bahan segar dan 50% untuk bahan kering. Sehingga diketahui bahwa daun Stevia yang telah dikeringkan memiliki nilai kadar gula terbaik dibandingkan dengan bahan segar. Berdasarkan hasil spektra IR didapatkan gugus fungsi penyusun senyawa stevioside dan rebaudioside A.
Analisis Bilangan Peroksida, Organoleptik, dan Proksimat Abon Tuna dengan Fortifikasi Jantung Pisang Heder Djamaludin; Hardoko Hardoko; Muhammad Dailami; Vivi Nurhadianty; Delvira Riska Ananta; Dean Rama Prayoga
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2022.Vol.6.No.4.250

Abstract

Fish is part of the diet which is a source of animal protein which is very beneficial for health. To meet the availability of fish-based food, it can be processed into various processed products, one of which is shredded fish. Shredded fish still has a drawback, such as the low fiber content. To enrich the fiber content of shredded fish, fortification with banana blossoms can be an alternative. The process of making shredded fish does not yet have a standard because many methods and spices are added, so there are variations in the types and amounts of spices used. This causes the quality of shredded fish to vary. Therefore, this study aimed to evaluate the chemical properties of the effect of different concentrations on banana blossoms fortification in the processing of shredded tuna. The research was conducted in June-August 2022 at the Fish Product Technology Laboratory and the Chemical Engineering Laboratory, Universitas Brawijaya. The study design was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The results were analyzed using ANOVA (α 5%) and Tukey's post hoc test. The results showed that banana blossoms fortification had no significant effect on the peroxide value and water content of shredded tuna. Banana blossoms fortification has a significant effect on the hedonic value of the appearance, taste, and texture of shredded tuna. However, it has no significant effect on the hedonic aroma value and overall acceptance. The value of the proximate composition of shredded tuna with the best treatment level was 70%, i.e. protein content of 14.51%, fat content of 36.19%, ash content of 6.82%, carbohydrate content of 29.15%, and total dietary fiber of 20.80%. The fat and protein content of shredded tuna does not meet the Indonesian National Standard (SNI) for shredded products.
PENGENALAN PROSES DISTILASI MINYAK ATSIRI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM DOUBLETRACK SMA BAHRUL MAGHFIROH, MALANG Nirwana, Wa Ode Cakra; Sarosa, Aji Hendra; Nurhadianty, Vivi; Dewi, Luthfi Kurnia; Hapsari, Safrina; Bayu, Ardian Indra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bahrul Maghfiroh High School is located in Malang City. To manifest the school's vision and mission, namely to produce graduates who are independent and have entrepreneurial skills, the school has a double-track program that aims to provide students with the skills to become entrepreneurs. Through this program, the school has succeeded in building business incubators, including the cultivation of mushrooms, quail, and fish, as well as coffee, chips, and yogurt processing. To support the double-track program, this community service activity aims to introduce the distillation process to students to produce essential oils, particularly citronella oil. This community service program was carried out in several stages, namely analyzing the school's needs regarding the double-track program, providing training to students, evaluating participant satisfaction, and planning the sustainability of activities. Training activities include an explanation of the basic principles of distillation, a demonstration of distillation/refining to produce citronella oil on a laboratory scale, and a field trip to the mini plant of Institute Atsiri to learn the distillation process of essential oils on a pilot plant scale. The students and teachers were enthusiastic about participating in the entire series of events. Evaluation of student satisfaction shows that 36%, 48%, and 16% of students respectively, were very satisfied, satisfied, and neutral with this activity. Hopefully, this activity can become a business idea for schools and students. Abstrak SMA Bahrul Maghfiroh adalah SMA yang terletak di Kota Malang. Untuk mewujudkan visi misi sekolah yaitu mewujudkan lulusan yang mandiri dan terampil berwirausaha maka SMA ini memiliki program doubletrack yang bertujuan untuk membekali siswa dengan keahlian untuk berwirausaha. Melalui program ini, SMA Bahrul Maghfiroh berhasil membangun inkubator usaha diantaranya di bidang budidaya jamur, puyuh dan ikan serta pengolahan kopi, keripik dan yogurt. Untuk mendukung program doubletrack maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan proses distilasi/penyulingan kepada siswa untuk memproduksi minyak atsiri khususnya minyak sereh wangi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu menganalisis kebutuhan sekolah terkait program doubletrack, memberikan pelatihan kepada siswa, mengevaluasi kepuasan peserta, dan merencanakan keberlangsungan kegiatan. Pelatihan yang diberikan berupa penjelasan prinsip dasar distilasi, demo distilasi/penyulingan untuk menghasilkan minyak sereh wangi skala laboratorium dan kunjungan lapang ke mini plant Institut Atsiri untuk melihat proses penyulingan minyak atsiri skala pilot plant. Dalam kegiatan ini, siswa dan guru pendamping sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Evaluasi tingkat kepuasan siswa dengan kegiatan ini menunujukkan bahwa 36% siswa merasa sangat puas, 48% merasa puas dan 16% netral. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi ide usaha bagi pihak sekolah maupun siswa.
PENGENALAN PROSES PEMISAHAN KOMPONEN MINYAK ATSIRI KE SMA BAHRUL MAGHFIROH, MALANG Aji Hendra Sarosa; Vivi Nurhadianty; Luthfi Kurnia Dewi; Wa Ode Cakra Nirwana; Safrina Hapsari; Ardian Indra Bayu; Rifa Rahma Andriana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Bahrul Maghfiroh High School (SMA BM) as an educational institution wishes to develop knowledge in the exact field. The existence of the Merdeka curriculum encourages students to be able to develop their potential according to their talents and interests. The team has various experiences in isolating and separating essential oil components, including separating citronella oil components by evaporation or fractionation, isolating kaffir lime leaf oil components, and others. This service focuses on providing knowledge to SMA BM students in isolating and separating essential oil components. The purpose of this service is SMA BM students have experience in isolating and separating essential oil components and can support the achievements of SMA BM students by adding new knowledge. The implementation of this service includes providing the basics of separating essential oil components, training on laboratory-scale separation, visiting the Institut Atsiri mini plant in Ngijo to see the equipment for separating essential oil components (fractionation), and monitoring. The achievement of implementing this community service activity can be seen from student satisfaction with the results of the questionnaire, namely an average satisfaction of around 36% answered strongly agree, 48% answered agree and the satisfaction index value ranged from 78.75 (good). Therefore, service activities need to be carried out continuously and can be developed to provide good knowledge. Abstrak SMA Bahrul Maghfiroh sebagai institusi Pendidikan berkeinginan mengembangkan pengetahuan dalam bidang eksakta. Adanya kurikulum Merdeka, mendorong siswa untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan bakat dan minatnya. Tim pengabdian memiliki berbagai pengalaman dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri antara lain pemisahan komponen minyak sereh wangi dengan evaporasi atau fraksinasi, mengisolasi komponen minyak daun jeruk purut, dan lain-lain. Pengabdian ini berfokus dalam memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi SMA BM dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri. Tujuan pengabdian ini agar siswa-siswa SMA BM dapat memiliki pengalaman dalam mengisolasi dan memisahkan komponen minyak atsiri, serta dapat menunjang prestasi siswa-siswi SMA BM dengan menambah pengetahuan baru di bidang eksakta. Pelaksanaan pengabdian meliputi pemberian materi dasar-dasar pemisahan komponen minyak, pelatihan pemisahan minyak atsiri skala laboratorium, kunjungan ke mini plant Institut Atsiri di Ngijo untuk melihat peralatan pemisahan komponen minyak atsiri (fraksinasi), dan monitoring. Ketercapaian pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari kepuasan mahasiswa terhadap hasil angket yaitu rata-rata kepuasan sekitar 36% menjawab sangat setuju, 48% menjawab setuju dan nilai indeks kepuasan berkisar 78,75 (baik). Oleh karena itu, kegiatan pengabdian perlu dilakukan secara kontinyu dan bisa dikembangkan untuk pemberian pengetahuan yang baik.
Studi Perbandingan Metode Isolasi Ekstraksi Pelarut dan Destilasi Uap Minyak Atsiri Kemangi terhadap Komposisi Senyawa Aktif Dewi, Luthfi Kurnia; Friatnasary, Dwi Lerian; Herawati, Windhi; Nurhadianty, Vivi; Cahyani, Chandrawati
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.633 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2018.002.01.03

Abstract

Tanaman kemangi berpotensi sebagai salah satu sumber minyak atsiri  yang diaplikasikan pada industri flavor dan fragrance. Isolasi minyak atsiri kemangi dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu destilasi uap dan ekstraksi menggunakan pelarut yang menghasilkan minyak atsiri kemangi dengan komposisi senyawa yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode isolasi destilasi uap dan ekstraksi pelarut terhadap komposisi senyawa yang dihasilkan. Proses destilasi uap dilakukan selama 4 jam, 6 jam, dan 8 jam. Destilat dipisahkan antara lapisan minyak atsiri crude dan lapisan kaya air. Proses ekstraksi dilakukan selama 6 siklus dengan menggunakan pelarut n-heksana dan etanol. Ekstrak yang diperoleh dipisahkan antara minyak atsiri kemangi dan pelarut menggunakan rotary evaporator. Komposisi minyak atsiri kemangi diuji menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi minyak atsiri kemangi hasil ekstraksi berbeda dengan hasil destilasi uap. Isolasi senyawa karvakrol, heksadekanol, hidroksidihidromaltol, glisidil metakrilat, 3-pirolin, beta bisabolen, isopropil butirat, safrol, geraniol, asam karbamat, dan butil alkohol, 2-D1 (top-note) lebih efektif menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut etanol. Isolasi senyawa geranial, neral, farnesol, alfa bergamoten, alfa bisabolen, dan linalool lebih efektif menggunakan metode destilasi uap dimana waktu destilasi optimal yaitu 4 jam.
Pengaruh Waktu Ekstraksi pada Pektin Ampas dan Kulit Buah Melon (Cucumis Melo L. var. Sky Rocket) Parasu, Risang; Aisyah, Ersa Amalia; Nurhadianty, Vivi; Dewi, Luthfi Kurnia
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2021.005.02.04

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of extraction time on yield, methoxyl content and degree of esterification. In this study, the raw materials used are melon pulp and peel. The process of obtaining pectin from raw materials is reflux extraction with the extraction time of 60, 90, and 120 minutes using citric acid pH 2.5 as a solvent. The result shows pectin yield for each extraction time of 60, 90, and 120 minutes to be 4.16%, 11.91%, and 5.49% for melon pulp and 2.29%, 6.86%, and 3.57% for melon peel, respectively. Methoxyl content of pectin increases with increasing extraction time to be 2.05%, 3.41%, and 3.78% for melon pulp and 2.17%, 2.73%, and 3.72% for melon peel, respectively. Pectin esterification degree decreases with increasing extraction time to be 48.53%, 44%, and 33.52% for melon pulp and 46.67%, 39.29%, and 30.93% for melon peel, respectively. Methoxyl content value of <7% and esterification degree of <50% shows pectin obtained from this study is the low-methoxyl pectin.
Studi Kinetika Ekstraksi Pektin dari Kulit Buah Pisang Kepok: Kinetic Study of Pectin Extraction from Kepok Banana Peel Rahmi, Isnaini; Fairus, Annisa; Dewi, Luthfi Kurnia; Nurhadianty, Vivi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2023.007.02.06

Abstract

Pektin merupakan salah satu polisakarida yang terletak di dinding sel tumbuhan bersamaan dengan polisakarida lain yaitu selulosa, lignin, dan hemiselulosa. Metode untuk mendapatkan pektin adalah esktraksi. Selama proses ekstraksi berlangsung terdapat kinetika reaksi yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinetika ekstraksi pektin kulit pisang kepok meliputi konstanta laju reaksi dan energi aktivasi dengan variasi waktu ekstraksi. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data sekunder. Data sekunder yang diolah adalah pH ekstraksi 1; 1,5; dan 2, suhu ekstraksi 80oC dan 90oC, waktu ekstraksi 70, 80, 90, dan 100 menit, serta yield pektin. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstanta degradasi (k2) lebih kecil daripada nilai konstanta ekstraksi (k1) pada semua variabel. Yemax tertinggi terdapat pada pH 1,5 suhu 90oC sebesar 41,88% dengan tmax 80 menit. Nilai energi aktivasi pembentukan pektin (Ea1) terkecil adalah 17,812 kJ/mol dan energi aktivasi degradasi pektin (Ea2) terbesar adalah -3,878 kJ/mol yang keduanya terdapat dalam pH 1,5. Kondisi optimum ekstraksi pektin kulit buah pisang kepok pada penelitian ini pada pH 1,5 suhu 90oC dengan memperhatikan nilai k1, k2, Yemax, tmax, dan energi aktivasi.