Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Uji Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 60% Tanpa dan Dengan Sengkang Budi, Agus Setiya; Sunarmasto, Sunarmasto; Muhadzib, Muhammad Tsaqif
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1613.938 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.45584

Abstract

Self Compacting Concrete (SCC) merupakan inovasi dalam bidang konstruksi dengan berbagai macam kelebihan, namun terdapat kekurangan yaitu SCC memerlukan proporsi semen yang lebih banyak sehingga tidak ramah lingkungan. Material yang dapat menggantikan semen dengan karakteristik yang sama adalah fly ash. Fly ash merupakan sisa pembakaran batu bara yang mengandung silica atau silica alumina dan bersifat pozzolan. Penggunaan fly ash sebagai campuran beton dapat digunakan hingga mencapai >50% dari total semen yang dibutuhkan dan dinamakan High Volume Fly Ash Conccrete (HVFAC). Penelitian ini mengkaji kapasitas geser balok bertulang HVFA-SCC 60% dan balok beton normal. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini memiliki dimensi 10 cm x 18,5 cm x 130 cm dengan 2 titik pembebanan dengan jarak antar beban sebesar 20 cm. Berdasarkan hasil penelitian kapasitas geser balok bertulang HVFA-SCC 60% lebih kecil dibandingkan kapasitas geser balok beton normal yang diuji pada umur 28 hari.
KAJIAN KUAT LENTUR DAN KUAT LEKAT BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG POLOS Arjiantoro, Feri; Budi, Agus Setiya; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.18 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37301

Abstract

Beton bertulang baja merupakan komponen yang sering digunakan pada struktur bangunan. Namun semakin banyaknya peningkatan kebutuhan tulangan baja dalam setiap pembangunan akan menimbulkan kendala yaitu harga yang semakin tinggi dan merupakan produk hasil tambang yang tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Untuk mengatasi kendala tersebut, sebagai alternatif pengganti tulangan baja, maka dimamfaatkanlah bambu, dimana bambu merupakan produk alam yang renewable, diperoleh dengan mudah, murah, dan memiliki kuat tarik yang tinngi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tarik leleh bambu petung yang digunakan untuk perhitungan secara analisis, kapasitas lentur dan kuat lekat balok bertulangan bambu petung, dengan membuat balok benda uji sebanyak 9 buah balok dengan ukuran 11 cm x 15 cm x 170 cm dan 9 silinder ukuran diameter 15 cm tinggi 30 cm. Tiga balok benda uji pertama ditanam tulangan bambu petung polos, selanjutnya tiga balok ditanam tulangan baja baja ø 8 mm dan tiga balok tanpa tulangan. Enam benda uji silinder ditanam tulangan bambu petung nodia dan tanpa nodia sedalam 15 cm dengan ukuran 60 cm x 2 cm x 0,52 cm. Tiga silinder ditanam tulangan baja ø 8 mm. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur, FT UNS, pada umur beton 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada jarak 1/3 bentang balok dari tumpuan, untuk uji lekat menggunakan alat Universal Testing Machine ( UTM ).Berdasarkan analisis dan hasil pengujian di dapat kuat tarik leleh bambu petung diambil sebesar 223,893 N/mm2 atau kuat tarik pada nodia. Momen nominal analisis tulangan bambu petung nodia didapat sebesar 0,507 tonm dan hasil pengujian didapat rerata sebesar 0,532 tonm, untuk baja pengujian rerata sebesar 0,516 tonm dan analisis 0,506 tonm. Nilai kuat lekat beton dengan tulangan bambu petung polos tanpa nodia sebesar 0,1929 Mpa dan tulangan bambu petung polos nodia sebesar 0,0535 Mpa sedangkan kuat lekat beton dengan tulangan baja polos ø 8 mm sebesar 0,2592 Mpa
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HVFA MEMADAT SENDIRI TERHADAP BETON NORMAL DENGAN KADAR FLY ASH 50%. Aji, Gilang Dwi; Budi, Agus Setiya; Saifullah, Halwan Alfisa
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.445 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38476

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara berukuran mikron yang memiliki kandungan silika (SiO2) tinggi. Senyawa tersebut berfungsi sebagai pozolan untuk mengikat hasil sisa reaksi hidrasi berupa kristal Ca(OH)2menjadi CSH untuk meningkatkan kekuatan beton. Dengan kadar fly ash lebih besar sama dengan 50% dari total powder, serta penambahan super plasticizer agar beton mampu memadat sendiri, beton tersebut dapat disebut High Volume Fly Ash - Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Untuk melihat perilaku beton HVFA-SCC pada komponen struktur penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% fly ash pada balok beton bertulang dan dibandingkan dengan lentur balok beton normal. Metode penelitian eksperimen menggunakan benda uji balok beton bertulang HVFA-SCC 50% dan balok beton normal dengan jumlah masing-masing 3 balok, dengan dimensi panjang 1500 mm, lebar 100 mm, dan tinggi 150 mm. Sampel balok dibatasi dengan penyeragaman mutu beton 30 Mpa. Pengujian dilakukan dengan metode four point loading pada jarak 1/3 bentang. Dari hasil penelitian didapatkan balok HVFA-SCC 50% mendapatkan nilai lendutan dan beban yang lebih besar dibandingkan balok beton normal. Dengan nilai indeks kekakuan sebesar 10,256 pada saat retak dan 4,072 pada saat leleh untuk balok HVFA-SCC 50% serta 7,831 saat retak dan 3,757 pada saat leleh untuk balok beton normal.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS TIME HISTORY PADA TINJAUAN DRIFT DAN DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS. Pratama, Fajri; Budi, Agus Setiya; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.236 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37405

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah jalur gempa pasifik (Circum Pasific Earthquake Belt) dan jalur gempa asia (Trans Asiatic Earthquake Belt) sehingga sangat berpotensi mengalami gempa, karena itu Indonesia termasuk dalam jalur cincin api Pasifik ( Ring of Fire ).Hal ini menegaskan pentingnya tinjauan beban gempa rencana dalam perencanaan desain struktur sebagai antisipasi apabila terjadi gempa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja struktur berdasarkan drift dan displacement sesuai dengan kinerja batas layan dan kinerja batas ultimit yang tercantum dalam SNI 03-1726-2002 dan level kinerja struktur sesuaiATC-40. Penelitian ini menggunakan analisis riwayat waktu dengan 4 rekaman gempa asli yaitu gempa El Centro, gempa Taiwan, gempa Friuli, dan gempa Sumatera. Perhitungan analisis struktur menggunakan softwareETABS dalam model tiga dimensi. Hasil analisis ini berupa perpindahan masing-masing tingkat dan simpangan antar tingkat. Hasil analisis tersebut digunakan untuk mengontrol kinerja batas layan, kinerja batas ultimit dan level kinerja struktur. Hasil Penelitian ini berdasarkan analisis riwayat waktu pada gempa rencana untuk rekaman gempa El Centro terdapat 3 lantai yang tidak aman pada arah y terhadap kontrol batas layan dan ultimit. Analisis riwayat waktu pada gempa aktual untuk rekaman El Centro terdapat 8 lantai pada arah x dan 7 lantai pada arah y yang tidak aman terhadap kontrol batas layan dan ultimit. Menurut ATC-40 untuk gempa rencana maupun gempa aktual termasuk dalam level kinerja gedung kategori IO (Immediate Occupancy).
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 5 CM Arieffyanto, Farid; Budi, Agus Setiya; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.071 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36995

Abstract

Beton bertulangan bambu merupakan komponen struktur alternatif pengganti dari beton bertulangan baja. Hal tersebut dikarenakan bambu memiliki kuat tarik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur pada balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe u dengan lebar 1 cm dan 2 cm pada tiap jarak 5 cm. Benda uji yang digunakan adalah balok beton berukuran 110 x 150 x 1700 mm dengan total benda uji 12 buah. Enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan lebar takikan 1 cm dan enam buah menggunakan tulangan bambu petung dengan lebar takikan 2 cm. Dimensi bambu petung yang digunakan adalah 1650 x 20 x 5 mm. Mutu beton direncanakan fc' = 17 Mpa (minimal). Pengujian kuat lentur balok dilakukan pada umur 28 hari dengan memberikan dua titik beban terpusat pada 1/3 bentang balok dari tumpuan. Pola keruntuhan pada balok beton tulangan bambu petung terletak antara 1/3 bentang tengah dan 5 % L dari tepi 1/3 bentang tengah. Nilai kuat lentur berdasarkan analisis pada balok beton tulangan bambu petung dengan lebar takikan 1 cm adalah 9,509 N/mm2 dan balok beton tulangan bambu petung dengan lebar takikan 2 cm adalah 8,596 N/mm2.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 2 CM TIAP JARAK 15 CM DENGAN POSISI KULIT BAMBU DI SISI DALAM Ratih, Patria Eka; Budi, Agus Setiya; Sangadji, Senot
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.598 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37062

Abstract

Bambu dapat menjadi alternatif ramah lingkungan yang dapat menggantikan peranan tulangan baja pada balok beton bertulang, dimana kondisi untuk memproduksi bahan baku baja berupa bijih besi memerlukan energi yang sangat besar dan tidak ramah lingkungan, juga sulit dijangkau untuk masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa besar kuat lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe U lebar takikan 20 mm setiap jarak 150 mm dengan posisi kulit bambu di sisi dalam. Pengujian agregat halus, agregat kasar dan pengujian karakteristik bambu digunakan sebagai uji pendahuluan untuk mengetahui kelayakan material. Perencanaan rancang campur beton menggunakan metode SK SNI 03 - 2834 - 2000. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah benda uji 14 buah balok memiliki dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Delapan buah balok menggunakan tulangan bambu petung (dua buah untuk penelitian longterm), sisanya 6 buah menggunakan tulangan baja. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Mutu beton minimal yang digunakan adalah 17 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point loading dan nilai kuat lentur balok beton tulangan bambu petung adalah 5,2976 N/mm2 atau sekitar 42,828 % dari kuat lentur balok tulangan baja sebesar 12,3693 N/mm2.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR Mukti, Fajar Hari; Budi, Agus Setiya; Sambowo, Kusno Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.312 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37519

Abstract

Salah satu produk olahan bijih besi adalah tulangan baja. Akan tetapi, bijih besi adalah sumber daya alam tak terbarukan yang keberadaannya suatu saat akan habis. Untuk mengatasi masalah tersebut, dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi sebagai alternatif pengganti tulangan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kapasitas lentur balok beton bertulangan bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 6 buah benda uji. Pengujian lentur balok menggunakan metode four point loading. Benda uji berupa balok beton berukuran P = 1700 mm, L = 100 mm, dan H = 150 mm. Tiga buah balok menggunakan tulangan bambu bertakikan tidak sejajar berdimensi p = 1600 mm, b = 15 mm, t = 5.2 mm, takikan berdimensi aT = 6 mm, hT = 3 mm, dan jarak antar takikan = 100 mm. Tiga balok lainnya menggunakan tulangan baja berdiameter ø = 10 mm dan p = 1600 mm. Kuat tekan beton yang digunakan adalah fc' = 16.411 MPa. Pengujian dilakukan ketika beton mencapai umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa balok beton bertulangan bambu memiliki kapasitas lentur rata-rata sebesar 92.125 kgm dan dari hasil hitungan analisis sebesar 68.5513 kgm. Pengujian pada balok bertulangan baja menghasilkan nilai kapasitas lentur rata-rata sebesar 497.625 kgm dan dari hasil hitungan analisis sebesar 366.7077 kgm. Nilai faktor reduksi kekuatan balok beton bertulangan bambu wulung (?) diambil sebesar 0.44. Hal ini karena selain mengalami mekanisme lentur tanpa aksial, tulangan bambu yang digunakan juga dapat mengalami kembang-susut, reaksi kimia dalam campuran beton dapat mempengaruhi kekuatan tulangan bambu, dan konsentrasi serat bambu yang belum tentu seragam.
Kajian Uji Geser Murni Beton HVFA Memadat Sendiri teradap Beton Normal Pambudi, Cahyo Dwi; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.415 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38488

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Fly ash sebagai subtituen semen sering digunakan dalam jumlah besar (>50%). Untuk mengatasi permasalahan terbentuknya rongga pada beton bertulang, konsep HVFAC dipadukan dengan Self Compacting Concrete (SCC). Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran Self Compacting Concrete dengan kadar lebih dari 50% disebut High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC). Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase fly ash terhadap kuat geser pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini menggunakan 2 variasi kadar fly ash pada beton HVFA-SCC yaitu 50% dan 60% serta beton normal sebagai pembanding. Benda uji kuat geser beton berbentuk balok dobel L (200mm x 100mm x 360mm). Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 30 Mpa. Kemudian dilakukan pengujian menggunakan Universal Testing Machine dan LVDT untuk mengetahui lendutan arah vertikal yang dialami oleh benda uji. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok dobel L HVFA-SCC memiliki kuat geser yang lebih besar dari pada beton normal.
KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) USIA 28 HARI. Sugianto, Putut; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.928 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36539

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Penggunaan fly ash dalam jumlah besar yaitu 50% subtitusi semen dan penambahan superplastictizer mampu menghasilkan struktur beton yang daktail dan dapan mengalir sendiri atau disebut High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Pada pengaplikasiannya dapat digunakan juga untuk pembuatan balok beton bertulan. Penelitian ini mengkaji perilaku lentur balok dengan penambahan 50% flay ash pada balok beton bertulang dan dibandingkan dengan lentur balok beton normal. Metode yang digunakan adalah eksperimen dimana digunakan 3 balok beton bertulang HVFA-SCC dan 3 balok beton bertulang normal dengan dimensi panjan 2000 mm, lebar 150 mm, dan tinggi 300 mm. Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan mutu yaitu 40 MPa. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Sedangkan pada beton normal dilakukan pengujian slump. Sedangakan untuk pengujian balok menggunakan alat loading frame yang akan dibebani dengan 2 buah titik pembebanan pada 1/3 untuk mencari kuat lentur balok tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki lendutan yang lebih besar dari pada balok beton bertulang normal akan tetapi balok beton bertulang normal dapat menerima beban yang lebih besar dari pada balok beton bertulang HVFA-SCC. Pada nilaki daktilitas balok beton bertulang HVFA-SCC memiliki nilai yang lebih besar dari balok beton bertulang normal yaitu 10,95 untuk balok HVFA-SCC dan 10,76 untuk balok normal.
KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU WULUNG BERTAKIKAN TIPE "U"JARAK TAKIKAN 5 CM Regkidiniyanto, Regkidiniyanto; Budi, Agus Setiya; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.45 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37109

Abstract

Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 5 cm dengan dimensi 10 x 5 mm dan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja ø 8 mm sebagai pembanding. Berdasarkan analisis dan hasil pengujian diperoleh nilai kuat lekat maksimal tulangan bambu wulung takikan tipe "u" jarak 5 cm adalah 0,129 MPa. Nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos ø 8 mm adalah 0,548 MPa. Kesimpulannya adalah nilai kuat lekat maksimal bambu wulung bertakikan type "u" jarak 5 cm dibanding nilai kuat rata-rata lekat beton dengan tulangan baja polos diameter 8 mm adalah sebesar 0,235 atau 23,5 %.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adi Kusuma, Imam Brata Agus Supriyadi Aji Sutrasno, Muhammad Irsyad Aji, Gilang Dwi Aji, Sonny Bhaksono Akbar, Masdihar Alisiyah, Syifa Rahma Amalia, Karina Puspa Andrian, Dhimas Andrianing, Silvia Sabela Anes, Azwar Anggen, Wandrianto Arieffyanto, Farid Arieffyanto, Farid Arifia, Febri Arjiantoro, Feri Arjiantoro, Feri Aryono, Ilham Aulia, Putri Sukma Bambang Santosa Baridwan, Bagus Zaki Budi Utomo Cahyanto, Heru Dianata, Reidha Arif Dwi Budi Santoso Dwi Nugrahani, Dhani Ulfa Edy Purwanto Endah Safitri Endang Rismunarsi, Endang Fatah, Vicktoreza Fatah Fathoni, Helmi Fatimah, Isnadia Nurul Fauzi, Fery Gunawan, Purnawan Gunawan, Purnawan Hambali Hambali Hardiman, Satria Erlangga Hardiyanti, Putri Ayu Hartono, Oktavian Farrozy Himawan, Zainuddin Indra Himawan, Zainuddin Indra Ichsan, Riswanda Binta Indriyanto, Laras Ari Indriyanto, Laras Ari Isman, Ayu Noviana Isman, Ayu Noviana Juningsih, Eka Kharir Kharir, Kharir Kholifah, Kharir Nur Kholifah, Kharir Nur Krakata, Yudha Kristiawan, Stefanusi Adi Kurniawan, Dian Kurniawan, Ridlo Dwi Kusno Adi Sambowo Lintang, Karin Sebastia Luthfiana, Maulida Marwanto, Ary Mohammad, Rendy Muhadzib, Muhammad Tsaqif Muhanifah, Hevina Mukahar, Mukahar Mukti, Fajar Hari Mukti, Fajar Hari Mulya, Favian Gustav Mulya, Reza Pratama Mulyanto, Joni Mulyono, Andri Murti, Hudha Pramudya Nahar, M. Nanang Syaifun Nugroho, Hananto Nugroho, I Sapto Agung Nugroho, Okto Wisnu Nurfaizi, Elfizar Nurfuadianto, Aris Oktaviana, Fresta Oktavianto, Arizka Fadhil Pambudi, Cahyo Dwi Pasa, Alsenda Kemal Pasa, Alsenda Kemal Perwira, Eka Perwira, Eka Pradana, Anugerah Fajar Prasetyo, Benny Tri Pratama, Fajri Pratama, Kevin Ferdinand Prayitno, Slamet Prayitno, Slamet Priyono, Aris Putra, Fachri Ferdiansyah Putro, Shendy Nurcahyo Rahardian, Lutfi Dwi Ratih, Patria Eka Regkidiniyanto, Regkidiniyanto Regkidiniyanto, Regkidiniyanto Rohmad, Nur Rozani, Maulana Eva S. Anggen1, Wandrianto S. Anggen1, Wandrianto Safira, Hapsari Octa Saifullah, Halwan Alfisa Sanjaya, Adil Budi Sasmito, Alif Sekar Arum, Sekar Senot Sangadji, Senot Setiono Setiono Setiyawan, Chomarudin Haris Shelina, Sheilla Sri Kartika, Agelia Gita Stefanus Adi Kristiawan Suciandari, Ermadea Presty Sugianto, Putut Sugianto, Putut Sugiyarto Sugiyarto Sunarmasto, Sunarmasto Sunarmasto, Sunarmasto Sunaryo Sunaryo Supardi Supardi Suryani, Suci Indah Uswah, Hanafi Akhmad Wibowo Wibowo Widayanto, Totok Widya Nurhayati, Surya Perdana Wijaya, Reyhan Prastha Yolanda, Yulia Yudhanto, Faisal Arya Yulistanto, Nugroho