Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Kadar Fly Ash terhadap Kuat Tekan (f’c) Material pada High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Usia 28 Hari Amalia, Karina Puspa; Budi, Agus Setiya; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.965 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36555

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Secara fisik fly ash memiliki bentuk yang hampir bulat semppurna sehingga memiliki ball bearing effect pada bidang gelincir adukan mortar atau semen. Fly ash sebagai subtituen semen sering digunakan dalam jumlah besar (>50%). Konsep tersebut dikenal dengan High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). Untuk mengatasi permasalahan terbentuknya rongga pada beton bertulang, konsep HVFAC dipadukan dengan Self Compacting Concrete (SCC). Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase fly ash terhadap kuat tekan pada beton HVFA-SCC. Metode penelitian ini adalah eksperimen, dimana digunakan 3 variasi kadar fly ash pada beton HVFA-SCC yaitu 50%, 60%, 70% serta beton normal. Tiap variasi terdiri dari 3 sampel berukuran 75 mm x 150 mm. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya kadar fly ash maka workability dari beton segar tersebut semakin baik. Pengujian beton keras dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton. Kuat tekan yang dihasilkan HVFA.28.50, HVFA.28.60, HVFA.28.70, dan NC.28 berturut turut adalah 49,86 MPa, 39,16 MPa, 23,71 MPa, dan 47,78 MPa. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan kadar fly ash maka kuat tekan semakin menurun. Hal tersebut diakibatkan karena tidak hanya menurunnya bahan ikat utama beton tetapi juga fly ash belum bereaksi secara optimal pada usia 28 hari.
UJi Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 50% tanpa Sengkang Kristiawan, Stefanus Adi; Budi, Agus Setiya; Sri Kartika, Agelia Gita
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45551

Abstract

ABSTRAKDalam pengembangan industri beton memadat sendiri (Self Compacting Concrete), pemanfaatan fly ash dalam skala besar pada campuran material pembentuk beton sebagai bahan pengganti semen memiliki beberapa dampak yang menguntungkan. Fly ash memiliki butiran yang lebih halus dibandingkan dengan semen sehingga dapat mengisi rongga-rongga di antara butiran campuran beton. Selain itu, Fly ash memiliki kandungan Oksida Silika (SiO2) yang dapat bereaksi dengan kandungan Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 dari produksi hidrasi reaksi semen dengan air, dan menghasilkan senyawa C-S-H yang dapat membangun kekuatan beton. Hal ini mendorong penelitian mengenai pengaruh substitusi parsial semen dengan fly ash terhadap kapasitas geser balok beton bertulang. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental menggunakan 3 balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete dengan kadar substitusi fly ash terhadap semen sebesar 50% dan 3 balok beton bertulang normal yang masing-masing memiliki dimensi penampang sebesar 18,5 cm x 15 cm, dan memiliki panjang 130 cm. Pengujian kapasitas geser dilaksanakan dengan memberi beban terhadap benda uji hingga mencapai keruntuhan geser. Hasil pengujian tersebut kemudian diteliti kembali untuk dianalisis mengenai pengaruh beban terhadap lendutan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahawa balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete memiliki lendutan yang lebih besar pada setiap kenaikan pembebanan.Kata Kunci : fly ash, hvfa-scc, kapasitas geser.
KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU ORI TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK 4 CM DAN 5 CM Fathoni, Helmi; Budi, Agus Setiya; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37414

Abstract

Beton masih menjadi material favorit pembentuk sebuah bangunan, karena beton memiliki nilai kuat tekan yang relatif tinggi, namun memiliki kuat tarik yang kecil. Beton biasanya dipadukan dengan baja sebagai tulangan agar dapat meningkatkan nilai kuat tarik tersebut. Penggunan baja sebagai tulangan menimbulkan kekhawatiran, karena baja adalah bahan tambang yang tidak dapat diperbaharui suatu saat akan langka. Penggunaan bambu dianggap bisa menjadi material pengganti baja sebagai tulangan, karena memiliki kuat tarik yang cukup tinggi dan bambu adalah produk alam yang dapat diperbaharui, namum bambu tetaplah material organik yang bersifat higroskopis sehingga diperlukan takikan agar terjadi kontak antara beton dan bambu.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untukmengetahuinilai kuat lentur balok beton bertulangan bambu ori takikan berbentuk V dengan jarak takikan 4 cm dan 5 cm. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini balok panjang 170 cm x 11 cm x15 cm. Tulangan bambu dengan dimensi 165 cm x 2 x 0.55 cm. Sebagai pembanding balok bertulangan baja polos diameter 8 mm dan balok tanpa tulangan. Mutu beton direncanakan dengan f'c = 17.5 MPa. Uji kuat lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan menggunakan alat Loading Frame.Dari hasil penelitian uji kuat lentur diperoleh hasil sebagai berikut, balok tanpa tulangan 2.437 N/mm², balok tulangan baja 12.235 N/mm², balok tulangan bambu ori takikan 4 cm 8.470 N/mm² dan balok tulangan bambu ori takikan 5 cm 8.447 N/mm². Dari hitungan menghasilkan besar kuat lentur tulangan bambu ori hanya mampu mencapai 2/3 dari nilai kuat lekat tulangan baja
KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU ORI TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK 2 CM DAN 3 CM Kholifah, Kharir Nur; Budi, Agus Setiya; Gunawan, Purnawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37393

Abstract

Penggunaan beton sebagai salah satu pilihan bahan konstruksi disebabkan beton memiliki beberapa kelebihan yaitu kuat tekan yang tinggi, menggunakan bahan-bahan lokal kecuali semen portland, serta ketahanannya yang baik terhadap cuaca dan lingkungan sekitar. Kelemahan beton adalah mempunyai kekuatan tarik yang rendah, akibatnya beton sering mengalami retak jika menerima beban yang besar. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menambah kuat tarik beton. Penggunaan beton dipadukan dengan bahan yang mempunyai kuat tarik yang tinggi misalnya baja untuk meningkatkan kekuatan tarik beton. Bahan pembuatan baja merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga perlu adanya alternatife pengganti tulangan baja. Salah satu alternatif pengganti tulangan baja adalah dengan memanfaatkan bambu sebagai pengganti tulangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 12 buah. Tiap variasi terdiri dari 3 sampel dengan variasi tulangan baja ø 8 mm, tulangan bambu jarak takikan 2 cm, tulangan bambu jarak 3 cm dan tanpa tulangan. Benda uji berupa balok beton dengan dimensi lebar 11 cm, tinggi 15 cm dan panjang 170 cm. Kuat tegangan lentur pada Mn balok beton dengan tulangan baja sebesar 896,636 MPa, sedangkan kuat teganagan lentur pada Mmax sebesar 916,808 MPa. Nilai kuat teganagn lentur pada Mn balok bertulangan bambu sebesar 535,987 Mpa, sedangkan kuat teganagn lentur pada Mmax balok bertulangan bambu dengan jarak takikan 2 cm sebesar 672,997 MPa dan untuk jarak tulangan 3 cm sebesar 632,127 MPa. Balok beton bertulangan bambu Ori jarak takikan 2 cm lebih kuat 1,065 % jika dibandingkan balok beton bertulangan bambu Ori jarak takikan 3 cm. Pola keruntuhan pada balok beton dengan tulangan baja maupun pada balok beton dengan tulangan bambu takikan terletak antara 1/3 bentang tengah. Keruntuhan yang demikian termasuk dalam keruntuhan lentur.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS DINAMIK TIME HISTORY MENGGUNAKAN ETABS (STUDI KASUS: HOTEL DI DAERAH KARANGANYAR) S. Anggen1, Wandrianto; Budi, Agus Setiya; Gunawan, Purnawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37539

Abstract

Percepatan gempa di muka tanah adalah parameter gempa yang memberikan dampak langsung pada struktur. Percepatan gempa bersifat dinamik, begitu juga dengan respon struktur yang ditimbulkan. Analisis dinamik time history dapat merepresentasikan sifat dinamik percepatan gempa dan respon struktur, sehingga metode analisis ini dapat memberikan gambaran dan informasi respon struktur yang lebih lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur berdasarkan nilai drift dan interstory drift oleh pengaruh gempa rencana dan gempa aktual. Studi kasus dalam penelitian ini adalah hotel bertingkat di Karanganyar, dimana model struktur dibuat dalam 3D dengan program ETABS. Pada level gempa rencana digunakan analisis dinamik time history dan analisis statik ekuivalen sebagai pembanding. Gempa aktual juga diterapkan dengan analisis dinamik time history pada beragam nilai percepatan gempa. Analisis time history pada level gempa rencana menggunakan akselerogram 7 gempa aktual pilihan, dimana rata-rata respon spektrum dari gempa aktual tersebut nilai percepatannya harus berdekatan dengan rata-rata respon spektrum gempa rencana pada periode 0,2T - 1,5T. Data akselerogram diskalakan menurut kondisi tanah setempat dengan kekuatan gempa probabilitas terlampaui 2% selama 50 tahun. Pada level gempa aktual dengan analisis dinamik time history, akselerogram tidak diskalakan dan kombinasi pembebanan hanya untuk mensimulasikan arah percepatan gempa. Hasil analisis akibat gempa rencana adalah struktur aman dan masuk kategori immediate occupancy. Hasil analisis akibat gempa aktual adalah, Elcentro: struktur tidak aman pada Lt 1 - Lt Atap, struktur masuk kategori damage control, Northridge: struktur tidak aman pada Lt 10 dan Lt Atap, namun masih pada kategori immediate occupancy, dan Mentawai: struktur aman dan masuk kategori immediate occupancy
Kajian Kuat Tekan Beton HVFA Kadar 60% Memadat Sendiri Terhadap Beton Normal Dengan Kekangan Teflon-Grease Andrianing, Silvia Sabela; Budi, Agus Setiya; Kristiawan, Stefanus Adi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38483

Abstract

Produksi semen yang semakin meningkat turut berkontribusi dalam pencemaran CO2. Oleh karena itu perlu ada kajian untuk meneliti bahan lain pengganti semen yang lebih ramah lingkungan, salah satu bahan yang berpotensi adalah fly ash. Fly ash adalah limbah pembakaran batu bara yang mengandung silica dan alumina mencapai 80% dan bersifat pozzolan. Sebagai subituen semen, penggunaan fly ash dengan kadar tinggi (>50%) disebut dengan High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengaruh kadar fly ash 60% pada beton HVFA-SCC terhadap karakteristik beton yang dihasilkan. Pada pegujian ditambahkan kekangan teflon dan grease dengan tujuan untuk mereduksi friksi yang terjadi antara plat mesin uji dengan permukaan benda uji. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel yang digunakan adalah HVFA-SCC kadar 60% dan beton normal sebagai pembanding. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan HVFA-SCC 60% masih lebih kecil dibandingkan dengan beton normal. Rata-rata kuat tekan HVFA-SCC 60% sebesar 21,871 Mpa sedangkan beton normal sebesar 24,070 Mpa. Penambahan restraint teflon dan grease menghasilkan keruntuhan yang merata pada benda uji.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG DENGAN TAKIKAN TIDAK SEJAJAR Perwira, Eka; Budi, Agus Setiya; Utomo, Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37501

Abstract

Bambu is an alternative substitution for steel reinforcement with sufficiently high impressive strength. The bambu- reinforcement model approach was conducted by making notch on the reinforcement edge. It aimed to improve the adhesiveness of bambu and concrete just like that used in steel deformed bar. This study aimed to find out the elasticity strength of petung bambu-boned concrete beam with nonaligned notch in normal concrete. The research method used was a laboratory experiment carried out in Material and Structure Laboratory of Engineering Faculty of Surakarta Sebelas Maret University. The tested material was concrete beam 1500 mm in length, 100 mm in width, and 150 mm in height. The testing was conducted using four-point loading. The smooth steel reinforcement used was 10 mm in diameter. The bambu used was the reinforcement was petung bambu aged above 2,5 years in air dry condition and water level less than 30% deriving from Jatipuro area of Karanganyar. The notching treatment on the reinforcement was the nonaligned one on bone edge with the notch's dimension of 15 mm, depth of 5,2 mm and notches space of 100 mm. The result of examination on the concrete beam tested object with 10 mm-diameter smooth steel reinforcement obtained the elasticity value of 484,8924 kg-m and the value analysis calculation of 386,912 kg-m. The result of examination on the concrete beam tested object with petung bambu reinforcement with nonaligned notch obtained the elasticity value of 218,395 kg-m and the value analysis calculation of 161,8194 kg-m.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU PETUNG DENGAN TAKIKAN SEJAJAR Himawan, Zainuddin Indra; Budi, Agus Setiya; Purwanto, Edy
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37517

Abstract

Bambu merupakan alternatif pengganti tulangan baja yang memiliki berbagai kelebihan. Bambu selain kuat tariknya tinggi, murah, dan juga dapat diperbarui. Model tulangan bambu yang digunakan dalam penelitian diberi takikan dikedua sisinya.Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kuat lekat antara bambu dan beton seperti pada penggunaan tulangan baja ulir (steel deformed bar). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kapasitas kuat lentur balok beton bertulangan bambu petung dengan takikan sejajar pada beton normal. Benda uji penelitian berupa balok beton dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 100 mm dan tinggi 150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode four point loading. Tulangan baja polos yang digunakan berdiameter 10 mm. Bambu yang digunakan sebagai tulangan adalah bambu Petung berumur diatas 2,5 tahun dalam kondisi kering udara dengan kadar air dibawah 30% yang berasal dari daerah Jatipuro, Karanganyar. Tulangan bambu diberi takikan berupa takikan sejajar pada sisi tulangan dengan dimensi panjang takikan 6 mm, kedalaman 3 mm dan jarak antar takikan 100 mm.Hasil pengujian benda uji balok beton dengan tulangan baja polos diameter 10 mm memperoleh nilai kapasitas lentur rata-rata sebesar 488,1684 kg-m dan didapat hasil perhitungan analisis awal sebesar 386,912kg kg-m. Hasil pengujian benda uji balok beton dengan tulangan bambu petung dengan takikan tidak sejajar memperoleh nilai kapasitas lentur rerata sebesar 115,961kg-m dan didapat hasil perhitungan analisis awal sebesar 161,8193 kg-m.
PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,43 DAN RASIO SS/SH (2,0-3,0) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Budi, Agus Setiya; Setiono, Setiono; Akbar, Masdihar
Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi Vol 10, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jts-utu.v10i2.11535

Abstract

AbstractAn alternative to reduce carbon dioxide emissions is to replace cement with fly ash in geopolymer concrete. Geopolymer concrete is an alternative to reducing carbon dioxide emissions by replacing 100% cement with other materials such as fly ash and a combination of SS (sodium silicate) and SH (sodium hydroxide). This research can provide knowledge on how the slump and compressive strength of geopolymer concrete produced with the use of alkali activator: fly ash ratio of 0.43. The test object consisted of 5 samples of size 15 cm x 30 cm with SS/SH variation of 2.0; 2.5; 3.0. The workability test was conducted using the slump test, while the compressive strength was conducted using a compression testing machine. The slump test results of variations 2.0; 2.5; 3.0 were 18.5 cm, 18 cm, and 17 cm, respectively. In addition, the compressive strength values were 40.78 MPa; 44.97 MPa; 45.80 MPa, respectively.  Keywords—alkali activator, geopolymer concrete, fly ash, compressive strength.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adi Kusuma, Imam Brata Agus Supriyadi Aji Sutrasno, Muhammad Irsyad Aji, Gilang Dwi Aji, Sonny Bhaksono Akbar, Masdihar Alisiyah, Syifa Rahma Amalia, Karina Puspa Andrian, Dhimas Andrianing, Silvia Sabela Anes, Azwar Anggen, Wandrianto Arieffyanto, Farid Arieffyanto, Farid Arifia, Febri Arjiantoro, Feri Arjiantoro, Feri Aryono, Ilham Aulia, Putri Sukma Bambang Santosa Baridwan, Bagus Zaki Budi Utomo Cahyanto, Heru Dianata, Reidha Arif Dwi Budi Santoso Dwi Nugrahani, Dhani Ulfa Edy Purwanto Endah Safitri Endang Rismunarsi, Endang Fatah, Vicktoreza Fatah Fathoni, Helmi Fatimah, Isnadia Nurul Fauzi, Fery Gunawan, Purnawan Gunawan, Purnawan Hambali Hambali Hardiman, Satria Erlangga Hardiyanti, Putri Ayu Hartono, Oktavian Farrozy Himawan, Zainuddin Indra Himawan, Zainuddin Indra Ichsan, Riswanda Binta Indriyanto, Laras Ari Indriyanto, Laras Ari Isman, Ayu Noviana Isman, Ayu Noviana Juningsih, Eka Kharir Kharir, Kharir Kholifah, Kharir Nur Kholifah, Kharir Nur Krakata, Yudha Kristiawan, Stefanusi Adi Kurniawan, Dian Kurniawan, Ridlo Dwi Kusno Adi Sambowo Lintang, Karin Sebastia Luthfiana, Maulida Marwanto, Ary Mohammad, Rendy Muhadzib, Muhammad Tsaqif Muhanifah, Hevina Mukahar, Mukahar Mukti, Fajar Hari Mukti, Fajar Hari Mulya, Favian Gustav Mulya, Reza Pratama Mulyanto, Joni Mulyono, Andri Murti, Hudha Pramudya Nahar, M. Nanang Syaifun Nugroho, Hananto Nugroho, I Sapto Agung Nugroho, Okto Wisnu Nurfaizi, Elfizar Nurfuadianto, Aris Oktaviana, Fresta Oktavianto, Arizka Fadhil Pambudi, Cahyo Dwi Pasa, Alsenda Kemal Pasa, Alsenda Kemal Perwira, Eka Perwira, Eka Pradana, Anugerah Fajar Prasetyo, Benny Tri Pratama, Fajri Pratama, Kevin Ferdinand Prayitno, Slamet Prayitno, Slamet Priyono, Aris Putra, Fachri Ferdiansyah Putro, Shendy Nurcahyo Rahardian, Lutfi Dwi Ratih, Patria Eka Regkidiniyanto, Regkidiniyanto Regkidiniyanto, Regkidiniyanto Rohmad, Nur Rozani, Maulana Eva S. Anggen1, Wandrianto S. Anggen1, Wandrianto Safira, Hapsari Octa Saifullah, Halwan Alfisa Sanjaya, Adil Budi Sasmito, Alif Sekar Arum, Sekar Senot Sangadji, Senot Setiono Setiono Setiyawan, Chomarudin Haris Shelina, Sheilla Sri Kartika, Agelia Gita Stefanus Adi Kristiawan Suciandari, Ermadea Presty Sugianto, Putut Sugianto, Putut Sugiyarto Sugiyarto Sunarmasto, Sunarmasto Sunarmasto, Sunarmasto Sunaryo Sunaryo Supardi Supardi Suryani, Suci Indah Uswah, Hanafi Akhmad Wibowo Wibowo Widayanto, Totok Widya Nurhayati, Surya Perdana Wijaya, Reyhan Prastha Yolanda, Yulia Yudhanto, Faisal Arya Yulistanto, Nugroho