Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

COLLABORATIVE GOVERNANCE STRATEGY IN SLUM ARRANGEMENT THROUGH COMMUNITY ACTION PLAN (CAP) AND (COLLABORATIVE IMPLEMENTATION PROGRAM) CIP IN THE TAMBORA AREA, DKI JAKARTA PROVINCE Riya Irawati; Firman Hadi Rivai; Neneng Sri Rahayu
DIA: Jurnal Administrasi Publik Vol. 23 No. 01 (2025): PUBLIC ADMINISTRATION
Publisher : Program Studi Doktor Ilmu Administrasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/dia.v23i01.11189

Abstract

The Central Statistics Agency (BPS) 2021 stated that only 48.48% of households had their own houses in Jakarta throughout 2021 while the rest were still in irregular status. The selection of the study area is supported by several problem issues, including Tambora has a high density of 49,841 people/km2, into extreme poor areas and there are still physical problems in the residential, social and economic environment. The DKI Jakarta Provincial Government in overcoming the problem of settlement arrangement has issued a program Community Action Plan (CAP) and Collaborative Implementation Program (CIP). The analysis of the research was carried out by analyzing factors based on the approach of Ansell and Gash (2008), Edward DeSeve and H. Moore (2009) and Nabatchi and Leighninger (2015) and then formulated the best strategy using IFE and EFE analysis, SWOT and QSPM. The conclusion drawn is that it is not optimal Collaborative Governance caused by several factors that have not performed well, namely public participation factors, governance Governance, commitment to goals and access to resources while good factors are transparency and accountability. Optimization strategy Collaborative Governance which were formulated include 1) Partnership, 2) Policy Integration, 3) Political Commitment, 4) Human Resources Improvement and 5) Upgrade Program.
Strategi Peningkatan Implementasi Program Bank Sampah Berbasis CBM di Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Kota Administrasi Jakarta Barat Mustika Berliantoro; Neneng Sri Rahayu; Firman Hadi Rivai
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.5949

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah perkotaan merupakan salah satu tantangan lingkungan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan. Salah satu pendekatan solusi yang dikembangkan adalah melalui program Bank Sampah yang menekankan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pelaksanaan program Bank Sampah di Kelurahan Cengkareng Barat dalam perspektif Community Based Management (CBM) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode studi kasus, serta menyusun strategi implementasi yang efektif untuk mendukung keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Bank Sampah telah berjalan dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah. Namun, partisipasi masyarakat masih fluktuatif dan cenderung didorong oleh motivasi ekonomi jangka pendek. Dari sisi kelembagaan, struktur organisasi telah terbentuk, namun kapasitas manajerial dan tata kelola masih belum optimal. Selain itu, pengelolaan sampah masih didominasi oleh sampah anorganik, sementara pengelolaan sampah organik sebagai komponen terbesar dari timbunan sampah masih terbatas, sehingga kontribusi program terhadap pengurangan sampah belum optimal. Dalam perspektif CBM, ditunjukkan bahwa implementasi program masih pada tahap partisipatif-operasional, belum mencapai tahap kelembagaan-konsolidatif. Diperlukan strategi implementasi yang terintegrasi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas partisipasi masyarakat, penguatan tata kelola, pengembangan kolaborasi multipihak, serta integrasi kebijakan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan Bank Sampah organik berbasis rumah tangga sebagai inovasi strategis dalam meningkatkan efektivitas pengurangan sampah. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan tata kelola pembangunan berkelanjutan.